Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 48 (Jangan Jadi PHO)


__ADS_3

Ciitt!!!


Perjalanan Zanjiil harus terkendala, saat ban mobilnya mengalami kebocoran.


“Akh! Sial!” ia pun keluar dari dalam mobil untuk mengecek langsung.


“Bisa gawat nih!” Zanjiil yang buru-buru memesan mobil online, dan ia membiarkan mobilnya terparkir begitu saja di pinggir jalan.


Pukul 14:00, Zanjiil baru sampai ke rumah, “Sial! harusnya aku pesan ojek online tadi, ini malah kena macet berjam-jam.”


Krieett... ia pun membuka pintu dengan buru-buru. Zanjiil yang menginjakkan kaki di ruang tamu melihat Kissky sedang duduk di atas sofa seraya bermain handphone.


Wajah kusut Kissky membuat Zanjiil dapat menyimpulkan, jika sang kekasih dan istrinya habis bertengkar. Ia pun dengan perlahan duduk di hadapan Kissky.


“Kau sudah pulang?!” suara lantang Kissky membuat Zanjiil tak enak hati.


“Maafkan aku, aku bisa menjelaskan semuanya pada mu.” ucap Zanjiil.


“Aku tak perlu penjelasan mu, aku juga enggak mau ke pulau yang kau katakan itu! Bikin malas, sudah cape-cape dandan! Malah di buat menunggu berjam-jam!” Kissky yang merajuk beranjak menuju kamarnya.


Apa Luna tak jadi datang kesini? Akh, mungkin dia langsung pulang ke rumahnya, syukurlah, batin Zanjiil.


Zanjiil yang lelah pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Malam harinya, Lula yang baru kembali berkencan mendapati Zanjiil sedang makan mie goreng di pinggir kolam berenang.


“Wah wah... baru di dera masalah, tapi makan mu nikmat ya bang!” Lula mengejek Zanjiil.


“Memangnya aku enggak boleh makan kalau lagi ada masalah?”

__ADS_1


“Bukan begitu, hanya saja kelihatan banget, kalau kau tipe laki-laki yang suka lepas tangan!” ucap Lula.


“La, bagi ku makan dan masalah itu dua hal yang berbeda. Kalau waktunya lapar ya makan, lagi pula masalah itu sudah terjadi, di pikirkan lama-lama juga yang ada hanya membuat aku pusing,” terang Zanjiil.


“Cih! Untung aku enggak dapat laki-laki bodoh seperti dia,” gumam Lula. “Lalu, bagaimana dengan pacar mu itu? Apa kau sudah memutuskannya bang?” tanya Lula.


“Itu bukan urusan mu!” Zanjiil tak bersedia mengatakan apapun pada adiknya.


“Yang benar saja kau bang, nanti ketahuan bisa jadi ribet, kau pasti tahu, yang paling marah pasti mama,” terang Lula.


“Aku tahu La! Sudah, kau enggak usah bawel!”


“Baiklah kalau begitu, aku pergi, hati-hati jangan sampai ketahuan.” setelah berpamitan, Lula beranjak menuju kamarnya.


_______________________________________


“Aku mau cerita pada mu, tapi janji jangan iri ya!” ucap Liza bersemangat.


“Apa yang perlu ku iri kan dari mu?” ujar Kissky, seraya duduk di kursinya.


“Kau tahu?!”


“Hum?”


“Kemarin, aku dan Gibran berkencan!!!” Liza begitu girang saat mengatakannya.


“Apa?!” Kissky tak percaya, jika kedua sahabatnya telah berpacaran.


“Tentu, kau pasti kaget kan?! Tapi walau begitu, ku mohon jangan membenci ku, karena sebentar lagi, aku akan terlepas dari masa ke jombloan ku, hahaha!” Liza tertawa riang.

__ADS_1


“Ya Tuhan, ku pikir sudah pacaran, ternyata baru pendekatan, jangan terlalu senang dulu, karena lelaki yang suka memberi perhatian belum tentu suka pada kita, tahu sendirilah laki-laki zaman sekarang, sudah coba-coba, tapi ngakunya hanya teman.” Kissky yang ingin merapikan baju, bangkit dari duduknya.


“Apa benar begitu? Tapi... caranya memperlakukan ku beda banget, dia memang baik pada semua wanita, tapi untuk ku, berlebihan banget Ky,” terang Liza.


“Jangan terlalu berharap, kalau dia memang suka pada mu, pasti dia akan mengatakannya langsung, tapi... kalau dia tetap diam tanpa katakan cinta dalam waktu dekat, hum... lebih baik kau beralih ke lain hati.”


Tab! Kissky yang melangkah mundur, tanpa sengaja menabrak seseorang. Sontak ia pun mendongak, untuk melihat siapa gerangan.


“Apa senyaman itu bersandar di dada ku?” ucap Zanjiil.


Sontak Kissky bangkit dari tubuh Zanjiil, “Maaf, aku enggak sengaja!” ucapnya dengan wajah dingin.


“Sengaja juga enggak apa-apa, itu hak mu.” sahut Zanjiil, kemudian lelaki tampan itu beranjak ke kursinya.


Liza yang menyaksikan gelagat tak biasa dari keduanya pun menaruh curiga.


Entah mengapa, aku mencium bau-bau perselingkuhan di antara mereka berdua, dasar Kissky, masih banyak laki-laki lain di muka bumi ini, kenapa harus dengan pacar orang sih? Kalau Luna sampai tahu, bisa terjadi peperangan lagi nih! batin Liza.


Kissky yang duduk kembali ke bangkunya merasa risih, karena sorot mata Liza begitu menyilaukan padanya.


“Kau kenapa sih?!” Kissky mencubit pipi bulat Liza.


“Jujur pada ku, ada hubungan apa kau dengan Zanjiil?” tanya Liza penuh selidik.


“Hanya teman satu kelas,” jawab Kissky.


“Bohong, walau pun aku jomblo, tapi aku dapat membedakan, mana yang teman beneran, mana yang bukan, kau dan dia, apa kalian pacaran?” Liza terus mencerca Kissky dengan berbagai pertanyaan.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2