
Malam harinya, Kissky yang sedang istirahat di kamarnya di kunjungi oleh Zanjiil.
Tok tok! Zanjiil mengetuk pintu kamar istrinya.
Tek! Kriettt!! Zanjiil coba-coba memegang handle pintu.
Enggak di kunci, batin Zanjiil.
Kissky yang tahu suaminya membuka pintu, segera menutup matanya untuk pura-pura tidur.
“Ky... Aku masuk ya...” ucap Zanjiil meminta izin.
Zanjiil pun menutup kembali pintu kamar istrinya setelah ia masuk.
Zanjiil yang telah tiba di ranjang melihat istrinya yang telah terlelap.
Pasti dia cape banget, batin Zanjiil.
Zanjiil pun naik ke atas ranjang dan duduk di sebelah kepala Kissky.
Dia enggak mau berbuat yang aneh-anehkan? batin Kissky.
Kemudian Zanjiil mengelus puncak kepala istrinya, “Kau adalah gadis yang kuat, jangan perlihatkan kerapuhan mu pada orang lain, kecuali pada ku.” kemudian Zanjiil merebahkan tubuhnya di sebelah Kissky.
“Aku akan menemani mu malam ini, tidurlah yang nyenyak,” Zanjiil mencium kening Kissky.
Ternyata di sayangi seseorang yang kita cintai itu sangat indah, dan... Zanjiil tubuhnya hangat banget, batin Kissky. Tanpa sadar Kissky membalas pelukan Zanjiil.
Zanjiil tersenyum, sebab ia tahu, dari tadi Kissky pura-pura tidur.
Kalau begini, artinya aku boleh tidur dengannya di lain waktu kan? batin Zanjiil. Keduanya pun tidur seraya saling berpelukan.
Keesokan harinya, Kissky dan Zanjiil yang telah tiba di sekolah saling melirik satu sama lain, sebab orang-orang yang melihat Kissky memilih untuk menghindar.
Joe melihat pasangan suami istri itu dengan seksama.
Semarah apa Zanjiil kalau aku menggoda istrinya, batin Joe.
Ia yang penasaran berniat untuk mengganggu hubungan Zanjiil dan Kissky.
Sesampainya Kissky dan Zanjiil ke kelas, semua teman-teman mereka tak ada yang berani lagi mengganggu Kissky.
Semua sibuk dengan urusan masing-masing, seolah tak terjadi apapun sebelumnya.
Jago juga si Joe, semua siswa jadi bungkam berkatnya! batin Zanjiil.
Pagi itu pelajaran pertama dari kelas XA Seni adalah Seni. 5 menit berselang setelah bel sekolah berbunyi, Riza tak kunjung masuk kelas.
__ADS_1
Apa dia masih takut pada ku? Atau dia malah mengundurkan diri? batin Zanjiil.
Setelah menunggu 10 menit, seorang guru berkepala 3 masuk ke dalam kelas.
“Assalamu'alaikum, selamat pagi anak-anak!” Heri mengucap salam.
“Wa'alaikum salam pak!!!” sahut para siswa dan siswi.
“Berhubung bu Riza hari ini tak dapat hadir, maka bapak akan menggantikannya mengajar di kelas kalian,” ucap Heri.
“Memangnya bu Riza kemana pak?” tanya Rizal penasaran.
“Bapak kurang tahu, karena bu Riza sendiri tidak memberikan kabar pada kami pihak pengajar,” terang Heri.
Baguslah kalau dia sadar diri, jadi aku tak perlu repot memberi dia pelajaran untuk yang keduanya kalinya, batin Zanjiil.
Pelajaran hari itu pun di mulai seperti biasanya. Tanpa ada yang tahu, bahwa Riza telah meregang nyawa di atas ranjangnya dengan bibir busa karena menelan banyak pil.
Pada saat jam istirahat Liza dan Kissky beranjak ke kantin.
ketika dalam perjalanan keduanya pun bertemu dengan Angel, Zia dan Zoe. Mereka yang biasanya bagai singa, kini menjelma jadi si manis.
Ketiganya membuang wajah saat berpapasan dengan Kissky dan Liza.
Liza yang usil dan telah menguasai keadaan menjambak rambut Angel sejenak lalu melepaskannya.
“Liza, untuk apa kau menggangu mereka, ayo!” Kissky menarik tangan sahabatnya.
“Kau sudah memaafkan mereka? Hah?! Gila, kau baik banget!” Liza geleng-geleng kepala. Kemudian mereka melanjutkan langkah menuju kantin.
“Sudahlah Za, mereka juga enggak cari gara-gara lagi. Jadi kenapa kita harus membuat perkara baru?” ucap Kissky.
“Kau benar juga sih, tapi kemarin Joe hebat banget, auranya mencekam, demi menyelamatkan ku, dia sampai segitunya.” Liza yang salah faham mulai oleng antara memilih Joe atau Gibran.
“Liza... Liza... ternyata kau pemain juga, pantas takdir tak mengizinkan mu memiliki kekasih, belum di kasih saja kau sudah mau selingkuh,” terang Kissky.
“Yang penting, setelah jadi enggak salah pilih, seperti kau, mencintai lelaki yang memiliki banyak wanita, hum! Gosip itukan sudah merambat kemana-mana, jangan menyesal dan curhat pada ku ya nanti, apabila Zanjiil ketahuan selingkuh di depan mata mu.” Liza begitu percaya diri dalam menasehati Kissky.
“Kalau itu terbukti aku harus apa?” tanya Kissky.
“Putuskan saja dia! Eh, kau sudah pacaran dengannya?” Liza tersentak saat tahu sahabatnya sudah memiliki kekasih.
“Bukannya kau sudah tahu?” ucap Kissky.
Puk! Liza memukul bahu Kissky.
“Dari mana aku tahu? Kau saja tak cerita, dasar Kissky!” Liza sangat kesal pada sahabatnya karena berkali-kali membohonginya.
__ADS_1
“Maaf-maaf, lagi pula aku baru pacaran dengannya, jangan marah ya,” Kissky merangkul sahabatnya.
“Jauh-jauh sana!” Liza mendorong tubuh Kissky darinya.
“Liza...” Kissky semakin mengencangkan pelukannya.
“Kissky! Kalau kau ingin ku maafkan itu mudah saja, kau mau main dan menginap hari ini ke kosan ku, maka akan ku maafkan! Kau ini makin lama, makin tak tahu diri, pada hal aku pada mu bertaruh nyawa loh Ky!” persyaratan dari Liza membuat Kissky agak kesulitan, sebab ia sudah menjadi istri orang lain.
Namun karena ia hanya punya Liza sebagai sahabat, ia pun memenuhinya.
“Baiklah, aku akan minta izin pada om dan tante ku, kalau tidak di kasih, kau jangan marah ya Za,” ucap Kissky.
“Baiklah.” sahut Liza.
Perdebatan dua sahabat yang menuju kantin itu pun di perhatikan banyak orang. Mereka diam-diam membuat gosip jika Kissky dan Liza telah menyimpang dari jalur.
Sesampainya dua sahabat solid itu ke kantin, Liza yang lapar memesan nasi goreng untuk porsi 2 orang.
Kissky sendiri hanya meminta roti bakar pada ibu penjaga etalase.
Setelah melakukan pemesanan, Kissky dan Liza mengambil duduk di bangku panjang kosong yang dapat memuat 10 orang.
Selama 2 menit mereka duduk di bangku panjang tersebut, tak ada seorang pun yang duduk di kursi dan meja yang mereka pakai.
“Ky! Pada hal ramai ya, tapi kok aneh?”
Liza melihat ke arah meja-meja yang terisi penuh.
“Kau benar, apa ini karena ancaman Joe yang kemarin, jadi mereka menghindari kita?” ujar Kissky.
“Bisa jadi, astaga... aku makin meleleh pada Joe.” Liza bangga bukan main.
“Terserah kau saja.” Kissky teramat malas menanggapi Liza yang tingkat kepercayaan dirinya di atas rata-rata.
Setelah 5 menit menunggu akhirnua makanan yang di pesan Kissky dan Liza pun datang.
“Enak!” Liza yang sudah tak sabar, segera melahap nasi gorengnya dengan menggunakan sendok.
Namun, saat ia akan memasukkan nasi goreng tersebut ke mulutnya, tiba-tiba ia melihat kehadiran Joe.
Astaga! Cobaan apa lagi ini! batin Liza.
Ia pun dengan cepat merampas roti bakar yang ada di piring Kissky.
“Liza! Apa-apaan kau?!” Kissky yang tak mengerti situasi marah pada Liza.
“Ssttt! Ada Joe, ini untuk mu!” Liza yang masih berperan sebagai gadis yang porsi makannya sedikit bertukar makanan dengan Kissky.
__ADS_1
...Bersambung......