Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 27 (Trio Galak)


__ADS_3

“Kok bisa nyambung dengan ku?” Kissky tak mengira, kalau Gibran akan menggambar rumah tinggal masa kecil mereka, yaitu panti asuhan.


“Itu namanya jodoh,” Gibran tertawa kecil pada Kissky.


“Masa sih?” Kissky tersenyum, mendapat candaan dari Gibran.


“Kalian berdua, kenapa malah senang-senang tanpa mengajak ku?” Liza memberi tatapan tajam pada kedua sahabatnya.


“Salah sendiri,” ucap Kissky.


“Kok aku salah?” Liza merasa aneh dengan perkataan Kissky.


“Kau tinggal tertawa saja, sudah ikut bahagia bersama kan?” Kissky pun melanjutkan pekerjaannya.


“Oh, iya juga ya,” gumam Liza.


Tak terasa waktu pelajaran seni telah berakhir.


Tet... tet... tet...


Karena bel telah berbunyi, maka siswa siswi kelas XA meninggalkan ruang praktik.


“Jangan lupa semua! Lusa, harus di kumpul, jangan ada alasan belum selesai dan lainnya!” Riza kembali mengingatkan siswa siswinya.


“Baik bu!!” sahut anggota kelas.


Kissky dan Liza yang sedang berjalan di koridor, di kejutkan oleh Joe.


“Hai!”


“Astaga!!!” teriak dua sahabat itu, karena pria tampan itu muncul tiba-tiba entah dari mana.


“Aduh! Bisa enggak sih, kalau datang itu dengan cara baik-baik?” pekik Liza, yang hampir jantungan.


“Maaf, aku enggak sengaja.” Joe mencubit pipi bulat Liza.


“Ya sudah, ku maafkan!” karena Joe bersikap manis dengan menyentuh pipinya, Liza pun melunakkan hatinya. “Tapi lain kali jangan sentuh pipi ku,” ucapnya seraya memegang pipi tembamnya.


“Lalu?” Joe mengangkat kedua alisnya.


“Sentuh hatiku, itu sudah cukup, dan aku rela bila kau lakukan berulang-ulang.” gombalan Liza membuat Kissky dan Joe tertawa.


“Bisa saja kau Za! Tapi boleh juga sih! Dengar tuh Joe!” Kissky memukul kecil punggung bidang Joe.


“Akan ku pikirkan.” sahut si pria tampan, seraya menatap lekat wajah Kissky penuh makna.


“Kenapa kau berkeliaran? Memangnya enggak ada guru?” tanya Kissky.


“Aku baru selesai merakit robot, karena itu, aku bebas sekarang,” terang Joe.


Sontak kedua sahabat itu menganggukkan kepala. “Kalau begitu, ikut kami ke kantin!” Liza mengajak Joe, karena ia ingin lebih lama bersama lelaki tampan itu.


“Boleh, nanti aku traktir kalian berdua!” ujar Joe bersemangat.


“Asyik!!” Kissky dan Liza tepuk tangan bersama-sama.


Zanjiil yang berjalan di belakang ketiganya bersama Luna, diam-diam mendengarkan dengan seksama percakapan istri dan kedua temannya.


“Sayang, hari ini kita jadi keluar?” Luna menggandeng lengan Zanjiil.

__ADS_1


“Boleh.” jawabnya. Lalu keduanya berjalan mendahului Kissky.


___________________________________________


Sesampainya di kantin, Kissky, Liza dan Joe memesan nasi goreng spesial.


Mereka pun duduk di meja segi empat, yang memuat 6 orang.


“Kalian tahu enggak, makanan disini enak-enak loh, ku yakin, kalian pasti suka!” Joe membanggakan masakan ibu kantin, yang menurutnya jago dalam mengolah makanan.


“Benarkah??” Liza si hobi makan, merasa antusias.


“Tapikan sesuai harga, biaya yang kita keluarkan selama setahun juga bukan main-main,” terang Kissky.


“Memang sih, tapi kita bebas makan sepuasnya, dan menu disini juga banyak setiap harinya.” Joe membela sekolah yang menurutnya paling terbaik di seluruh negeri.


Ketika mereka sedang sibuk mengobrol, Kissky tanpa sengaja melihat, trio galak, yang melakukan perundungan pada gadis malang beberapa hari yang lalu.


Ketua geng galak tersebut juga menoleh ke arah Kissky, netra keduanya pun bertemu, sontak Kissky mengalihkan pandangannya, seolah tak mengenal mereka.


Tanpa di sangka, ternyata sang ketua geng tersebut, berjalan menuju meja Kissky.


“Hai!” sapa kepala geng


Lalu mereka pun mendongak, Liza dan Kissky menelan saliva, ketika trio perundung itu menyapa mereka.


“Hai, kalian dari mana saja?” sapa Joe.


Sontak Kissky dan Liza, menoleh ke arah Joe, si teman baru mereka berdua.


Mereka saling kenal? batin Liza.


Apa Joe juga tukang rundung? batin Kissky


“Ada apa sih di toilet? Kenapa kalian kesana terus?” Joe sangat penasaran, saat ketiga gadis itu sering bulak balik toilet.


“Ada kaca!” sahut Zoe.


“Apa, kita boleh duduk disini?” tanya Zia, seraya menatap ke arah Kissky dan Liza.


Lalu, Kissky menoleh ke Joe, seolah memberi kode untuk tak mengizinkan.


“Silahkan!” tapi ternyata, Joe mempersilahkan ketiga gadis menakutkan itu untuk bergabung bersama mereka.


“Siapa kedua gadis kecil ini?” ucap Angel, seraya menepuk punggung Liza.


“Au!” pukulan keras Angel, membuat Liza kesakitan.


“Mereka teman baru ku, itu namanya Liza,” sahut Joe.


“Lalu yang ini?” baam! Angel memukul keras punggung Kissky.


“Akh!” sontak gadis bertubuh mungil itu memejamkan mata karena menahan sakit.


Baaam!


“Dia Kissky.” Joe membalas pukulan Angel di tempat yang sama.


Angel yang merasakan perih di bekas pukulan Joe, mengusap punggungnya.

__ADS_1


“Sakit bangsat!” umpat Angel.


“Akukan hanya bercanda!” Joe tertawa cengengesan.


Mampus!! batin Kissky dan Liza, menahan kesal.


“Kalian pesan apa?” Angel yang lapar, menyudahi perdebatan kecil mereka.


“Nasi goreng spesial,” sahut Joe.


Tak lama, makanan mereka pun datang, yang di antar oleh pramusaji kantin. Sang pramusaji pun meletakkan tiga nasi goreng di hadapan, Kissky, Liza dan juga Joe.


Angel yang merasa lapar, malah merebut nasi goreng milik Liza.


Raut tak rela kian terpancar dari wajah Liza, yang posisinya juga sangat lapar, namun ia tak bisa berbuat apapun, karena takut jadi bahan bulan-bualan Angel dan kawan-kawan.


Zoe yang merasa keroncongan, juga mengambil nasi goreng milik Kissky, netra Kissky, si gadis cantik pun membulat, pasalnya ia juga lapar.


“Jangan gitu dong!” Joe yang peka merebut kembali nasi goreng Kissky. “Angel, kembalikan nasi goreng Liza juga! Kalau kalian mau makan, pesan sendiri sana! Jangan asal serobot punya orang lain.” Joe memarahi ketiga teman sekelasnya.


Lalu Angel tertawa getir, “Kalau Joe yang bilang, pasti akan ku lakukan, ayo teman-teman,


kita pesan menu yang sama!” ketiganya pun bangkit dari duduk mereka, kemudian berjalan menuju etalase besar yang di jaga oleh 20 orang pramusaji.


“Kau kenal mereka?” tanya Kissky penasaran.


“Mereka teman sekelas ku!” ujar Joe, seraya menyantap nasi gorengnya.


“Gila, kau berteman dengan mereka?” mata Liza membelalak tak percaya.


“Iya, ada yang aneh?” tanya Joe.


“Enggak kok, hehe...” Kissky tertawa penuh makna.


“Enggak nyangka saja, kau bisa berteman dengan preman sekolah!” celetuk Liza, sontak Kissky menyumpal mulut sahabatnya itu.


“Preman?” Joe mengernyitkan dahinya.


“Enggak kok, aku hanya bercanda,” Liza tertawa kaku.


“Kalian berdua, enggak di ganggu sama mereka kan?” Joe, yang terlihat tahu akan kelakuan trio galak tersebut, bertanya penuh selidik.


“Enggak kok.” Kissky dan Liza memilih menyembunyikannya.


“Katakan saja, kalau memang mereka usil


pada kalian.” wajah Joe terlihat tak terima, kalau keduanya di ganggu oleh Angel dan teman-temannya.


Namun, Kissky dan Liza menolak untuk berterus terang, karena mereka ingin hidup damai di sekolah itu.


“Kalau mereka macam-macam, katakan pada ku, jangan sungkan, karena mereka adalah tipe yang suka seenaknya pada orang lain, jangan mau di tindas oleh mereka.” ujar Joe.


“Tenang saja, kita bisa jaga diri kok,” ucap Kissky.


“Tapi, kalau aku sampai kenapa-napa, kau mau melindungi ku kan Joe?” Liza yang berlagak lemah pun meminta perlindungan pada orang yang ia sukai.


“Tentu saja, kenapa tidak?” sahut Joe.


Liza yang senang pun memukul sayang punggung Joe.

__ADS_1


“Iih! Kau manis banget!”


...Bersambung......


__ADS_2