
“Selamat pagi.” ucap Zanjiil.
“Pagi mata mu! Kau sungguh tega pada ku ya!” pekik Kissky.
“Tapi aku tetap menunggu mu.” ujar Zanjiil dengan tertawa lepas.
“Iiih!! Diamlah, atau ku robek mulut mu!”
“Nanti kalau bibir ku luka, tak ada yang bisa memberi mu ciuman hangat lagi!” Zanjiil terus menggoda istrinya.
“Diam! Aku lagi marah pada mu, tolong jangan bicara pada ku, karena aku memutuskan mu selama 2 jam!”
Zanjiil mengernyitkan dahinya, lalu menyusul Kissky yang telah masuk ke dalam mobil.
“Tadi kau bilang apa? Kau memutuskan ku? Kau serius? Kita baru pacaran Kissky?!” Zanjiil yang terlanjur cinta pada Kissky tak dapat menerima jika dirinya di putuskan.
“Ssttt!!” Kissky menekan telunjuknya ke bibir Zanjiil.
“Makanya jangan banyak tingkah! Kalau kau ingin hubungan kita awet, harusnya kau bersikap baik pada ku, jangan seenaknya! Tadi malam juga kau tiba-tiba menyuruh ku tidur, di saat aku masih mau ciuman dengan mu,” Kissky terus memarahi suaminya.
“Itukan salah mu!” Zanjiil melimpahkan kesalahan pada Kissky.
“Ehm, kau memang cocok di putuskan! Pak Dimas! Ayo jalan!” titah Kissky.
________________________________________
Pukul 13:00 waktu London, Pinkan yang telah sampai ke hotel bintang lima memilih kamar tepat di sebelah kamar suaminya.
Meski telah ada kesepakatan untuk pisah ranjang dan izin menjalin hubungan dengan orang lain, namun Pinkan tetap ingin memantau pergerakan suami yang masih ia cintai itu.
Ia yang merebahkan tubuhnya di atas ranjang merasa penasaran dengan apa yang di lakukan suaminya saat itu.
Dengan cepat Pinkan mengeluarkan alat canggihnya, yaitu Spy Bug Wall Earphone, yang berfungsi untuk mengnyadap percakapan orang lain dari balik dinding.
Pinkan dengan cekatan menempel spy bug wall nya ke dinding, dan memasang haedset ke telinga kiri dan kananannya.
Deg!
Meski tahu akan kecewa, tapi dia tetap memberanikan diri untuk mendengar apa yang di bicarakan suaminya dengan seseorang tyang ada di balik dinding .
__ADS_1
“Sayang, kapan kau akan menceraikan istri mu? Kata mu setelah ayah mu meninggal, papa mertua sudah lama tiada, tapi kau masih saja bersamanya.” Esra menagih janji manis yang pernah Basuki ucapkan.
“Sabar sayang, aku tak bisa melakukan itu dengan mudah, kau tahukan, Zanjiil sudah besar, bisa-bisa dia melawan lagi pada ku.” Basuki yang pandai bersilat lidah membohongi Esra kembali.
“Kalau itu, Joe juga sudah dewasa, bahkan lebih tua dari Zanjiil, aku enggak tahan kalau jadi istri simpanan mu selamanya sayang, aku juga butuh pengakuan!”
Duar!!
Jantung Pinkan serasa meledak saat mengetahui suaminya telah rujuk dengan Esra.
“Apa arti sebuah pengakuan, kalau cinta ku sejak awal hanya untuk mu.” perkataan Basuki membuat air mata Pinkan pecah.
“Walau begitu, aku tetap ingin tinggal di rumah besar itu, kalau memang mencintai ku, segera ceraikan wanita itu, atau kalau perlu, kau bunuh dia, bukankah hal itu tak sulit bagi mu?” alasan Basuki menyembunyikan Esra karena Esra adalah wanita yang tamak dan rakus, namun rasa cinta Basuki yang begitu besar tak dapat menyingkirkan wanita itu begitu saja.
“Jangan memaksa ku untuk melakukan hal yang tak mungkin sayang, karena Pinkan, memiliki saham cukup besar di perusahaan, dan itu dia wariskan pada kedua anaknya.” hati Pinkan makin berdarah, saat tutur kata suaminya seperti menunjukkan bukan ayah kandung dari Lula dan Zanjiil.
“Tinggal habisi kedua anak mu, ku ingin, Joe sebagai pewaris tunggal, jika kau tak melakukannya, sebaiknya kita cerai saja!” ancaman dari Esra membuat Basuki sedikit pusing.
Pinkan yang tak mendengar jawab suaminya menjadi resah. Ia takut, jika kedua anaknya di habisi oleh Basuki.
“Jahanam kau Esra, Basuki! Aku takkan membiarkan anak ku menjadi korban kebejatan kalian berdua!” rasa dendam Pinkan terhadap suami dan madunya begitu mendalam.
Zanjiil dan Kissky yang telah berada di kelasbmendapat kabar duka atas berpulangnya Riza ke Rahmatullah yang di umumkan oleh Toriq dengan toa sekolah.
Karena Riza adalah wali kelas XA Seni, maka seluruh anggota kelas akan pulang lebih awal untuk melayat ke rumah Riza.
“Ky, bu Riza kok bisa bunuh diri hanya karena di tinggal nikah ya?” Liza begitu kasihan akan akhir hayat gurunya.
“Aku juga kurang tahu Za, kan kita sama-sama baru dengar.” Kissky sama prihatinnya dengan Liza.
“Semoga saja, kalau aku tak jodoh dengan Joe, dia tak nekat seperti itu.” Liza begitu khawatir dengan calon kekasihnya, jika nanti tak bersandingan dengannya.
“Aamiin.” meski tahu Liza hanya mengkhayal, namun Kissky tak mau membantahnya.
Pukul 10:00 pagi, seluruh siswa siswi yang ada di kelas XA Seni berangkat menuju kediaman Riza.
Sesampainya mereka, ternyata banyak pelayat yang datang.
Kissky dan Liza yang mengambilnya duduk di ruang tamu menatap nanar ke arah keranda mayit wali kelas mereka.
__ADS_1
Kissky yang bersandar ke dinding tanpa sengaja melihat kepala panti asuhan tempatnya ia tinggal dulu datang dari pintu bersama wakil kepala panti, keduanya pun duduk tepat di hadapan Kissky.
“Aku hampir syok saat tahu Rena bunuh diri, aku tak menyangka, anak sepercaya diri dia bisa berbuat nekat,” ucap ibu kepala panti.
Rena? Jadi bu Riza adalah Rena?! Ternyata yang menyebar data diri ku adalah dia? batin Kissky.
“Kau benar bu, aku sangat kasihan padanya, pada hal dia anak yang cerdas, hanya karena cinta, dia rela menghabisi nyawanya,” ujar bu wakil kepala panti.
Zanjiil yang duduk di dekat ayah angkat Riza pun mulai menyelidiki tentang apa yang terjadi.
“Saya turut berduka pak.” Zanjiil menjabat tangan Sakti, ayah angkat Riza.
“Terimakasih banyak nak,” ucap Sakti.
“Maaf pak, ku dengar bu Riza overdosis karena pil, memangnya bu Riza menelan pil apa, kalau saya boleh tahu pak?” tanya Zanjiil.
“Kata dokter namanya Fentanil, ia hanya menelan 2 miligram, tapi nyawanya telah ambruk, hiks...” pengakuan dari Sakti membuat Zanjiil tahu, siapa pelaku sebenarnya.
“Kasihan bu Riza, yang tabah ya pak, kita do'akan, semoga amal ibadah bu Riza di terima oleh Allah SWT.” ucap Zanjiil dengan sopan.
“Aamiin nak, terimakasih banyak.”
Ternyata kau Joe, batin Zanjiil.
Karena tak ada lagi yang patut di curigai selain saudara tirinya tersebut.
Sebab Fentanil adalah opioid kuat yang digunakan sebagai analgesik dan obat bius jika diberikan bersamaan dengan obat lain. Andai obat tersebut dicampur dengan heroin, kokain, atau metamfetamin, maka akan menyebabkan overdosis, dan membuat pengonsumsinya mati dengan waktu yang cepat.
Bahkan jika orang lain tak sengaja menghirup atau menyentuhnya, maka orang tersebut akan ambruk dan meninggal dunia. batin Zanjiil.
Setelah jasad Riza di bawa ke mesjid, para siswa laki-laki dan perempuan ikut menyolatkan mayat Riza.
Selesai sholat maid, mereka pun mengantarkan Riza ke peristirahatan terakhirnya.
Zanjiil yang tahu betapa bahanya seorang Joe, berniat melindungi Liza yang polos.
Ia pun mendatangi Kissky dan Liza yang sedang mengobrol di bawah pohon beringin.
...Bersambung......
__ADS_1