Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 55 (Ingin Cerai)


__ADS_3

Tanpa ragu, ia menyayat telapak tangannya hingga membuat Kissky bungkam dan netranya membelalak.


“Mati takkan menyelesaikan masalah, aku tak tahu apa maksud yang kau katakan, jadi jangan katakan bunuh membunuh lagi, dan jangan coba-coba juga untuk menghabisi nyawa mu, karena jika kau melakukannya, kau akan menyesal.” lalu Zanjiil memegang tangan Kissky.


Sreeett..


Tanpa pikir dua kali, ia juga menyayat telapak tangan istrinya sepanjang 5 senti meter.


“Akhh...” sontak Kissky menitihkan air matanya.


“Itu tak seberapa, jangan berpikir untuk melakukannya di tempat lain, akan sangat berbahaya, dan... soal tadi aku benar-benar minta maaf, aku hanya ingin memberi mu pelajaran.” terang Zanjiil.


Kissky tak menjawab yang Zanjiil katakan, air matanya justru bercucuran, hatinya begitu sakit menerima perlakuan suaminya.


Zanjiil yang merasa bersalah meletakkan pisau tersebut ke keranjang buah kembali.


Selanjutnya ia membersihkan darah yang ada di tangan Kissky, dengan cara meminumnya.


Sontak Kissky terperangah dengan yang Zanjiil lakukan. Ia yang menarik tangannya di tahan oleh Zanjiil.


Kissky amat malu pada Zanjiil dan Winda yang ada di dapur. Ia pun memalingkan wajahnya.


“Winda! Ambilkan obat untuk nyonya!” titah Zanjiil.


“Baik tuan,” sahut Winda.


Setelah menunggu beberapa ssst, Winda datang membawa kotak PPPK, lalu Zanjiil mengambil alkohol, ia pun membersihkan luka Kissky dengan kapas, selanjutnya ia menutup luka ringan tersebut dengan plester anti septik.


Kissky hanya diam menyaksikan yang Zanjiil lakukan. Setelah selesai Zanjiil memeluk tubuh ramping Kissky, “Pergilah me kamar mu, istirahat, kau pasti lelah.”


Kemudian Zanjiil melepas pelukannya, sebelum istrinya beranjak, Zanjiil membungkukkan tubuhnya.


Cup!

__ADS_1


Suami mata keranjang memberi satu kecupan pekat di pipi Kissky yang masih basah akan air mata.


Sontak Kissky melirik suaminya yang masih menempelkan bibirnya di pipi Kissky.


Zanjiil yang ingin beralih ke bibir merona Kissky , malah mengurungkan niatnya, sebab ia melihat tak ada kerelaan dari wajah Kissky. Lalu ia pun menegakkan tubuhnya kembali.


“Sebelum tidur, mandi dan sikat gigi yang bersih,” ucap Zanjiil.


Kissky yang telah di izinkan untuk pergi pun dengan cepat melarikan diri tanpa membawa barang-barang yang di berikan Zanjiil padanya.


Kissky yang akan menaiki anak tangga jadi ragu, sebab ia masih terbayang-bayang akan yang baru saja ia alami.


Ia pun memilih untuk naik lift ke lantai 2, meski jaraknya agak jauh.


Ting!


Setelah pintu lift terbuka, Kissky segera masuk, ia pun buru-buru menekan tombol 2.


“Hiks! Aku harus cerita pada mama, aku enggak mau lagi disini.” ia terus menangis karena takut.


Ting! Saat pintu lift terbuka, ia mendapati Hera yang sedang mengepel lantai tepat di hadapannya.


“Nyonya...” Hera pun menundukkan kepalanya pada Kissky. Kissky yang malu akan kondisi dirinya, langsung menyeka air matanya.


Namun, wajahnya berubah jadi sinis, saat Hera terlihat jelas menahan tawa.


“Apa ada yang lucu?!” pekik Kissky.


“Tidak nyonya,” Hera kembali menundukkan kepalanya.


Kissky yang masih melihat Hera menahan tawa jadi naik pitam, harga dirinya terluka, saat seorang Art memperlakukannya demikian.


“Kau meledek ku?” Kissky mendorong tubuh Hera hingga terjungkal ke lantai.

__ADS_1


“Maaf nyonya,” ucap Hera.


“Kau bilang maaf, tapi hati mu berkata lain, apa otak mu rusak? Tadi saat aku minta tolong juga kau hanya diam, sekarang kau menertawai ku, apa kau senang kalau aku mati? Hah!” Kissky yang semakin sedih karena tak ada yang berpihak padanya memilih pergi tanpa meminta maaf pada Hera yang baru saja ia perlakukan kasar.


Bam! Kissky menutup kasar pintu kamarnya. Kemudian ia melempar tubuhnya ke atas ranjang.


“Hiks... aku enggak mau disini lagi, aku mau pulang...” ia yang sudah mantap akan keputusannya pun mengambil handphone dari sakunya.


“Aku akan telepon mama.” gadis cantik itu pun mendial nomor ibunya.


📲 “Halo Ky, Assalamu'alaikum,” July.


📲 “Wa'laikumsalam ma, hiks...” Kissky.


📲 “Sayang, kenapa kau menangis, ada apa?” July.


July yang sudah lama tak mendengar Isak tangis putrinya sejak 8 tahun terakhir, merasa heran sekaligus khawatir.


📲 “Mama, aku mau pulang, aku enggak mau disini lagi, hiks..” Kissky.


📲 “Sayang ada apa? Kenapa? Cerita sama mama, apa yang terjadi pada mu nak?” July.


📲 “Mama... Zanjiil jahat pada ku, dia mau membunuh ku, tolong aku ma, aku mau cerai darinya sekarang juga, huahh!!” Kissky.


Kissky semakin sesuggukan kala mengingat semua yang Zanjiil lakukan.


📲 “Tenang dulu nak, katakan pada ibu dengan pelan-pelan, ibu pasti akan mengeluarkan mu dari sana,” July.


...Bersambung......



__ADS_1


__ADS_2