Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 53 (Kepribadian Ganda)


__ADS_3

Lalu Zanjiil melonggarkan pegangannya pada tubuh Kissky.


“Zanjiil! Jangan!!!” Kissky yang tak ingin menghadap Ilahi saat itu, dengan cepat melingkarkan kedua tangannya di leher Zanjiil.


“Aku belum mau mati, aku masih muda, aku juga belum punya anak, cita-cita ku juga belum tercapai, turunkan aku ke tangga!” keringat dingin Kissky bercucuran, ia benar-benar takut, terlebih Zanjiil menatap lekat wajahnya tanpa ekspresi dan kata.


Kissky melihat ke sekitar, ia pun mendapati para Art nya yang sedang menyeka realing tangga.


“Kak Hera! Tolong aku! Orang gila ini mau membunuh ku!!” ucapnya dengan panik.


Namun Hera yang sedang bekerja tak merespon permintaan tolong Kissky.


Apa kalau aku dapat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) semua orang akan tetap membisu? batin Kissky.


“Bang Zanjiil, jangan bunuh aku ya... nanti yang melahirkan anak-anak untuk mu siapa kalau aku mati sekarang?” Kissky mencoba membujuk Zanjiil.


“Hum! Orang tua mu benar-benar tidak pernah mengajari mu untuk berkata maaf ya?” Kissky tak mengerti, jika suaminya menunggu kemurahan hatinya.


“Jangan salahkan mereka, karena kedua orang tua ku selalu mengajarkan kebaikan pada ku setiap hari, aku saja yang nakal, jadi tolong... jangan habisi aku sekarang...” meski nyawanya sudah di ujung tanduk, namun Kissky masih gengsi untuk memgatakan maaf pada Zanjiil.


“Kau butuh di didik ulang ya Huwl!” Zanjiil tanpa ragu melepas kedua tangannya.


“Akhhh!!” dengan sekuat tenaga, Kissky mengencangkan kedua tangannya yang ada di leher Zanjiil.


Zanjiil yang merasa kalau istrinya ringan bagai kapas, tak perlu berpegangan pada tiang tangga untuk menstabilkan posisi berdirinya, ia juga sama sekali tak takut jika dirinya atau Kissky akan terjatuh.


“Kau benar-benar akan membunuh ku Jill?” Kissky yang biasanya berani, Kini menjadi ciut.

__ADS_1


“Berjanjilah untuk menjauhi Gibran, kalau tidak, ku pastikan tamat riwayat mu detik ini juga!” pekik Zanjiil.


Kissky yang tak punya pilihan, terpaksa menuruti kemauan suaminya.


“Baiklah, aku berjanji akan menjauhinya, sekarang bisakan kau selamatkan aku?”


Sudah mau mati, air matanya pun tak mau menetes! batin Zanjiil.


“Oh ya Huwl! Jangan pernah ulangi perbuatan mu yang tadi, bermesraan dengan laki-laki lain di hadapan suami mu sendiri, kau sadar sudah menginjak harga diriku, namun kau berlagak sok cantik dan keren, dengan lancang bersentuhan dengan laki-laki lain, dan kau lebih menomorsatukan dia dari pada aku!”


“Bukannya kau tak menyukai ku? Untuk apa kau keberatan? Harusnya kau bahagia dan bersyukur, aku tak mengusik dengan siapa kau berhubungan,” ucap Kissky.


“Kissky Huwl! Terserah aku mau bagaimana pun, karena kenyataanya kau sudah jadi istri ku, dan telah jadi anggota keluarga Rabbani!” pekik Zanjiil.


“Baiklah, aku mengerti, kalau kau masih mau marah pada ku, tolong di tempat lain saja, aku berjanji akan mendengar ceramah mu, tolong! Karena tangan ku sudah tak kuat berpegangan pada mu...!!!”


“Siap bang, aku akan mengikuti semua yang di katakan abang tersayang.” kata-kata Kissky hampir membuat Zanjiil tertawa.


Ia yang sebelumnya kesal menjadi luluh seketika. Zanjiil yang mencoba berdamai dengan hatinya, memegang pinggang Kissky dengan kedua tangannya.


Ia yang kekar, tak perlu mengeluarkan banyak tenaga, untuk mengembalikan Kissky berdiri di anak tangga kembali.


Sontak Kaki kecil Kissky bergetar, ia yang masih terauma tak bisa berdiri dengan benar.


“Kalau di lihat dari cara bicara mu, orang akan berpikir kalau kau orangnya kuat dan tahan banting, tapi tak ku sangka, kau lebih rapuh dari kerupuk, hum! Ternyata hanya mental tahu! Di gencet sedikit langsung hancur!” Zanjiil menertawai Kissky yang wajahnya pucat pasif.


Dasar setan ifrit! batin Kissky. Ia yang ingin mendorong Zanjiil harus mengurungkan niatnya, Karena sudah pasti, ia akan masuk penjara.

__ADS_1


“Iya kanda, apalah diriku ini, adinda hanya wanita lemah, jangan bandingkan daku dengan mu kakanda,” ucap Kissky.


Zanjiil yang menerima kata-kata demikian dari istrinya merasa geli.


“Kenapa cara bicara mu jadi aneh? Bikin orang mau muntah saja!” pekik Zanjiil


“Bukankah tadi kanda yang meminta pada dinda, untuk memperbaiki cara biacara adinda yang sangat kasar selama ini?” Kissky bicara seraya menundukkan kepala.


“Baiklah, karena kau sendiri yang mau, maka lanjutkan!”


“Tentu kanda! Apa dinda boleh beranjak sekarang kanda? Karena dinda sangat lapar.” Kissky yang tak ingin melihat wajah Zanjiil beralasan demikian.


“Sama, kanda juga lapar, ayo temani aku makan!” Zanjiil yang takut Kissky jatuh saat menuruni anak tangga, berinisiatif untuk menggendongnya menuju ke meja makan.


“Kanda gendong dinda ya!”


Astaga! Harusnya tadi aku bilang mau buang air besar saja! batin Kissky.


“Terimakasih kanda!” ucapnya dengan tersenyum palsu.


Zanjiil pun menuruni anak tangga dengan penuh senyum di bibirnya.


Benar dugaan ku, dia memiliki kepribadian ganda, aku harus segera mengatakannya pada mama dan papa, agar segera mengurus perceraian ku dengannya, batin Kissky.


...Bersambung......


__ADS_1



__ADS_2