Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 67 (Sesi Tanya Jawab)


__ADS_3

“Iya bu.” perlahan kelas mulai berisik, sebagain mereka yang baru tahu akan kabar hilangnya Luna merasa syok, meski mereka baru bertemu di sekolah itu, namun hilangnya Luna secara misterius membuat mereka sedih.


Rizal yang duduk di hadapan Zanjiil memutar tubuhnya ke belakang.


“Apa kau tahu soal ini?”


“Aku juga baru tahu,” sahut Zanjiil.


“Benarkah? Jiil...” ucap Rizal.


“Ada apa?”


“Kau harus siapkan mental untuk menjawab pertanyaan polisi, karena kau adalah kekasihnya.” terang Rizal, Zanjiil pun menganggukkan kepalanya.


“Oke anak-anak, sesi gosipnya sudah selesai, sekarang kita mulai belajar, buka buku halaman selanjutnya.” semua siswa dan siswi mengikuti arahan dari Lisa.


Lalu dari luar pintu, masuk seorang polisi untuk memanggil para siswa menghadapi polisi yang ada di ruang guru. Polisi itu pun memanggil secara acak.


Pada hal aku sudah menghubungi pak Rico, tapi kabar tentang Luna belum ada juga sampai sekarang, tumben lama, enggak biasanya pak Rico lambat begini, batin Zanjiil.


“Kissky!” sang polisi yang berjaga di kelas memanggil nama Kissky. Lalu Kissky pun beranjak ke ruang guru.


Sesampainya ia di ruang guru, Kissky di persilahkan untuk duduk di kursi yang telah di sediakan, yang posisinya berhadapan dengan 2 orang polisi berseragam lengkap.


“Benar dengan nak Kissky Huwl?” tanya Sony polisi berusia paru baya.


“Betul pak,” jawab Kissky.

__ADS_1


“Apa kau dekat dengan Luna?” tanya Sony penuh selidik.


“Tidak.”


“Apa kau pernah bermasalah dengannya?”


“Pernah.”


Sony melirik Kissky yang setiap jawabannya begitu singkat.


“Karena apa?”


“Masalah laki-laki, dan itu hanya salah faham,” jawab Kissky.


“Bisa di jelaskan?”


Karena Kissky berhasil menjawab setiap pertanyaan dari para polisi, ia pun di keculikan dari kecurigaan polisi.


“Terimakasih atas kerja samanya nak Kissky, kalau mengetahui sesuatu bisa menghubungi kami atau pihak sekolah.” sang polisi pun memberikan nomor kontak pribadinya dan nomor resmi kantor polisi tempat ia bertugas.


“Baik pak terimaksih banyak.” ucapnya Kissky, lalu ia pun kembali ke kelasnya.


Pada saat giliran Liza yang menghadap polisi, ia yang benci pada Luna tak menutupi setiap apa yang terjadi.


”Seberapa akrab kau dengan Luna?”


“Tidak sama sekali, meski dalam mimpi sekalipun, aku takkan mau mengenal gadis sinting seperti dia, bapak tahu, tanpa alasan yang jelas di menjambak ku dan teman baik ku, sudah begitu sok pintar sok cantik lagi, huh! Pada hal aku jauh lebih segalanya darinya! Bukankah begitu pak? Tubuh ku langsing dan seksi, bibir ku montok tak perlu di sulam, lensa mata ku abu-abu, bukankah aku sudah masuk dalam standar kecantikan orang barat?” polisi yang ingin bertanya lebih lanjut pun malas melihat tingkah Liza yang begitu percaya diri.

__ADS_1


“Bagaimana menurut bapak, apa bapak akan mau berteman dengan orang yang suka main tangan pada bapak? Pada hal kalian baru kenal di tahun ajaran baru sekolah? Kalau aku sih enggak, bagaimana dengan bapak?” Liza bertanya pada Sony.


“Tentu tidak mau,” jawab Sony.


Liza yang harusnya mendapat pertanyaan malah memberi pertanyaan pada polisi. Liza yang akan bicara lagi di hentikan oleh Sony.


“Sudah, cukup nak Liza, kau bisa keluar sekarang.” Sony pun mempersilahkan Liza untuk keluar dari ruang kantor guru.


Liza yang baru masuk ke kelas berpapasan dengan Gibran.


“Bran, jawab yang benar ya, jangan sampai membuat polisi curiga.” Liza mengedipkan mata kanannya pada Gibran.


“Oke, tapi kalau sekarang aku bukan ke kantor guru,” ucap Gibran.


“Lalu?”


“Mau ke toilet!” Gibran yang sudah di ujung tanduk meninggalkan Liza dengan langkah yang cepat.


“Bran! Apa perlu ku temani?!” Liza menggoda Gibran yang terburu-buru.


“Tidak, terimakasih!” Gibran pun berlari karena sudah tak tahan lagi.


“Iiih!! Lucu banget sih Gibran ku! Sudah ganteng, baik hati, ramah lagi!” Liza selalu bersemangat jika itu mengenai Gibran.


Sesampainya Liza ke kelas. ia melihat teman-temannya sedang mengerjakan soal, ia yang tak mendengar penjelasan dari gurunya seketika merasa panik.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2