
“Kau baik-baik saja?” bisik Zanjiil ke telinga istrinya.
“I-iya!” sahut Kissky.
Zanjiil yang baru pertama kali menaiki kereta merasa sesak, sebab banyaknya penumpang membuat gerbong menjadi panas.
Gila, bau banget! batin Zanjiil.
Perpaduan aroma setiap orang membuatnya ingin muntah.
Dengan penuh perjuangan, akhirnya kereta yang di tumpangi Kissky dan Zanjiil berhenti di stasiun M, semua orang yang ingin transit keluar berhamburan mengejar kreta tujuan mereka masing-masing.
Kissky melihat ke sekitarnya yang tiba-tiba hanya menyisakan dirinya dan sang suami.
Ia yang masih dalam pelukan Zanjiil pun mendongak.
“Ku pikir kita bisa duduk sekarang,” ucap Kissky.
“Oh, kau benar!” sahut Zanjiil.
Mereka pun duduk di bangku prioritas yang memuat 4 orang.
Baik Zanjiil maupun Kissky hanya memandang lurus ke arah depan.
Tak ada yang berani menyapa terlebih dahulu, setelah menyadari perasaan satu sama lain.
Setelah kreta kembali melaju, tiba-tiba lagu romantis keluaran terbaru bulan itu terdengar di seluruh penjuru gerbong.
Gluduk!!!
Dan di luar kreta terdengar samar-samar suara petir yang menyambar saling bersahutan.
Zrrrss... perlahan kaca kereta pun di basahi oleh hujan yang turun dari langit.
Kissky yang memakai baju tangan pendek dan rok pendek pun merasa kedinginan.
Tubuhnya yang bergetar di lihat oleh Zanjiil. Ia pun dengan sigap melepas jaket kulit hitam yang ia pakai.
“Ini untuk mu!” Zanjiil memakaikannya ke bahu Kissky.
“Bagaimana dengan mu?!” tanya Kissky dengan perasaan sungkan.
“Tenang saja, aku tahan banting kok!” ucap Zanjiil dengan gagahnya.
Zanjiil yang membawa celana olah raga di tasnya memberikannya pada Kissky.
“Untuk kaki mu, pakailah!” ujar Zanjiil.
“Aku harus pakai dimana? Kan enggak ada toilet?” ucap Kissky.
“Kau bisa memakainya disini!”
“Tapi...” Kissky yang meragu merasa malu memakainya di hadapan Zanjiil.
“Sudah, pakai saja, aku enggak mau loh! Kalau kau sampai kencing di celana karena kedinginan!” pelik Zanjiil.
“Baiklah...” jawab Kissky dengan suara redup.
Selanjutnya Kissky berdiri di sebelah Zanjiil yang duduk di sampingnya.
“Enggak apa-apa nih?” Kissky bertanya dengan penuh keraguan.
__ADS_1
“Cepatlah! Nanti ada orang yang datang! lagi pula kau pakai celana pendek di dalam rok mu kan?” desak Zanjiil.
“Oke!” Kissky pun memakai celana yang di berikan oleh Zanjiil.
Saat celana olah raga ukuran raksasa itu akan sampai ke bokongnya, tiba-tiba masinis melakukan rem mendadak.
“Akh!!” Kissky yang tak berpegangan kemana pun terjatuh ke pangkuan Zanjiil.
Untuk sejenak, keduanya memandang netra satu sama lain.
Deg deg!
Suara jantung yang tak mau bisu membuat Kissky makin susah untuk bernapas.
Kedekatan antara keduanya, di tambah suhu dingin dalam kereta, memicu hasrat Zanjiil untuk mencium bibir merona istri yang ada di pangkuannya. Namun ia yang sadar itu bukan tempatnya, berbisik ke telinga Kissky yang bersandar di dadanya.
“Cipokannya di rumah saja! Sekarang benarkan kembali celana mu, sayang.”
Suara nakal Zanjiil membuat Kissky menelan salivanya, perasaannya juga bercampur aduk, antara malu, marah dan tak percaya diri. Dan dengan cepat Kissky bangkit dari kedua paha kekar Zanjiil.
“Ma-maaf!” ucap gadis cantik itu dengan suara terbata-bata.
Kissky dengan segera memaki celana suaminya, selagi kereta masih mengalami gangguan.
Setelah selesai, ia duduk kembali ke tempatnya.
Hangat, batinnya.
Lalu ia melirik Zanjiil. Apa benar dia tak kedinginan? batin Kissky.
“Kenapa kau curi pandang pada ku?”
Kissky sedikit grogi, saat ia tertangkap basah curi pandang pada suaminya.
“Wah! Hari ini kau hebat banget Huwl, tak ku sangka kebaikan tulus ku membuat mu sering berkata maaf pada ku,” Zanjiil menggoda istrinya.
“Jangan mulai lagi deh! Kalau kau memang kedinginan, sebaiknya kau pakai kembali jaket mu!” ujar Kissky.
“Boleh juga tuh, cepat lepas!” titah Zanjiil.
Ya ampun, beneran di minta lagi! batin Kissky.
Ia pun terpaksa mengembalikan jaket suaminya yang telah membuat tubuhnya hangat.
“Ini!” Kissky memberikan jaket Zanjiil dengan wajah sedikit tak ikhlas.
“Terimakasih!” ucap Zanjiil. Lelaki tampan itu pun kembali mengenakan jaketnya. Kissky yang kedinginan pun mulai menggigil.
Lalu Zanjiil mengeluarkan mantelnya dari dalam tasnya, dan memakainya juga.
Gila, sebanyak apa sih isi tasnya? batin Kissky.
Ternyata sebelum naik kereta, Zanjiil telah memperhitungkan apa yang akan terjadi, sehingga dia membawa celana, jaket, dan mantel sebagai bahan perlindungan dari cuaca dingin.
Lalu ia pun menggeser duduknya ke Kissky agar lebih dekat.
Selanjutnya ia memeluk istrinya tanpa izin, mantelnya yang lebar, dapat menutup tubuh Kissky yang mungil.
“Jiil, nanti ada orang yang masuk, atau lewat, kalau begitu kita bisa kena tegur loh!” ucap Kissky penuh keresahan di hatinya.
“Biarkan saja, memangnya kalau kau mati membeku orang itu akan tanggung jawab?” ucap Zanjiil.
__ADS_1
“Kau ini, lepaskan aku!” pekik Kissky.
“Sudah, nikmati saja!” ujar Zanjiil.
Saat keduanya masih dalam keadaan berpelukan, satpam yang bertugas dalam kereta pun datang menghampiri mereka.
“Maaf mas, di larang bermesraan di dalam kereta.” sang satpam menegur pasangan muda itu.
“Aku hanya melindungi istri ku, dari dinginnya suhu dalam kereta ini, aku akan melepasnya, jika bapak dapat menaikkan suhu Ac nya.” ucap Zanjiil.
“Tapi maaf mas, saya tidak bisa melakukannya, tugas saya hanya untuk memastikan, kereta dalam keadaan aman dan kondusif,” terang sang satpam.
“Kalau begitu aku tak bisa melepaskannya.”
“Zanjiil! Maaf pak, kami salah.” Kissky sangat malu, saat petugas kereta masih berdiri di hadapan mereka.
“Memangnya kalau istri ku mati kedinginan, atau pipis di celana, bapak mau kasih ****** ***** baru? Bapak saja pakai jaket, coba pakai rok pendek dan celana pendek, pasti menggigil hebat tuh!” ucap Zanjiil.
Zanjiil yang bebal tak mau mendengar peringatan dari sang satpam, membuat petugas itu tak bisa berkata apapun.
“Baiklah, tapi mas dan mbaknya jangan berbuat mesum ya.” ucap sang satpam.
“Baik, terimakasih banyak pak.” ucap Zanjiil penuh senyum.
Setelah itu, sang satpam pun meninggalkan mereka berdua.
“Kau benar-benar enggak tahu malu ya!” Kissky memelototi Zanjiil.
“Jadi kau memilih kedinginan dari pada ku peluk?” Zanjiil menatap sendu wajah Kissky yang mendongak padanya.
“Enggak juga sih, tapi kau kan bisa memberikan aku mantel mu, karena kau kan sudah pakai jaket tebal.”
“Terserah aku dong, mau pakai 2 atau satu, harusnya kau bersyukur, aku mau berbagi pada mu.” Zanjiil yang usil selalu memancing emosi istrinya.
“Ya sudah, lepaskan aku! Aku bisa bertahan kok, lagi pula untuk sampai ke tujuan tinggal 6 stasiun lagi!” pekik Kissky.
“Baiklah.” Zanjiil tanpa pikir 2 kali, melepaskan Kissky dari pelukannya.
Dasar! Benar-benar di lepas! Memang jenis suami non peka! Batin Kissky sungguh terluka akan sikap Zanjiil padanya.
Kissky yang tersinggung menggeser duduknya dari Zanjiil, namun suami tampannya yang banyak tingkah langsung menangkap tubuhnya.
“Ya ampun, baru begitu sudah merajuk...” Zanjiil kembali memeluk Kissky dari belakang.
“Apa sih Jiil, lepas! Kau nyebelin banget tahu!” Kissky mencoba melepas kedua tangan Zanjiil yang melingkar di perut rampingnya.
“Huwl, kau galak banget sih! Enggak boleh gitu loh!” Zanjiil menggigit kecil daun telinga istrinya.
“Hei! Urat malu mu sudah putus beneran ya?! Disini ada cctv, nanti kita bisa viral, kau ini enggak ada takutnya sama sekali ya!” Kissky memarahi suaminya yang kurang akhlak.
“Oh, berarti kalau di rumah boleh dong,” bisik Zanjiil.
“Ya enggak gitu juga...” sikap Zanjiil membuat Kissky hampir pingsan.
“Kalau enggak mau, ku gigit lagi nih!” Zanjiil yang berani membuat Kissky jadi takut.
“Baiklah! Tapi tolong jaga sopan santun mu!” pekik Kissky
“Siapp!” karena telah mendapatkan apa yang ia mau, Zanjiil pun melepas Kissky, kemudian ia membuka mantelnya dan memberikannya pada istrinya yang sangat menggemaskan malam itu.
...Bersambung......
__ADS_1