
***
Rombongan Fang An tiba di tempat bekas pertarungan Gu Yao He, mereka melihat ada sisa api yang masih menyala dan juga beberapa tubuh manusia yang hangus dan juga ada yang sudah menjadi abu.
"Sepertinya guru habis mengamuk!" gumam Fang An lalu dia melihat belasan Laba-laba besar yang sudah mati.
"Spirit Beast itu sama seperti Anim Beast yang pernah dimakan oleh Ular Batu Sayap Naga di Hutan Sesat, sepertinya mereka ikut mati karena Tuan mereka yang sudah mati duluan!" ucap Fang An.
"An'er, apakah kamu pernah menjelajahi Hutan Sesat?" tanya Fang Xian.
"Pernah ayah! Memangnya kenapa?"
"Aku dengar di dalam Hutan itu ada satu jurang yang sangat dalam dan menakutkan, kalau tidak salah ingat namanya Jurang Tanpa Dasar, apakah kamu pernah kesana?" tanya lagi Fang Xian.
"Eee.. Iya aku sudah kesana bahkan sempat turun saat mengejar Tikus Api!" jawab Fang An.
Fang Xian dan Fang Yin terkejut mendengarnya dan Fang Yin langsung berbicara kepada Fang An, "Bukankah Jurang Tanpa Dasar itu sangat berbahaya? Katanya jika sampai jatuh ke Jurang itu, maka tidak akan bisa keluar, bahkan seorang Yu Zhu elit sekalipun tidak akan bisa kembali! Jadi bagaimana kamu bisa turun dan kembali?" tanya Fang Yin.
Fang An menatap bintang di langit lalu dia menghela nafas panjang setelah itu menjawab pertanyaan ibunya.
"Memang benar, siapapun yang jatuh atau turun ke dasar jurang itu, maka dia tidak akan bisa kembali! Hanya saja saat itu adalah hari keberuntungan ku sehingga aku bisa sampai ke Dasar Jurang dan juga bisa kembali lagi ke atas dengan selamat!" jawab Fang An yang tidak memberikan penjelasan akan bagaimana caranya dia bisa kembali naik ke atas.
"Kau mempermainkan kami dengan cerita seperti itu!" kata Fang Xian, dia sama sekali tidak percaya akan cerita Fang An.
"Iyaaaaa... Kalau ayah tidak percaya coba saja nanti tanya sama Guru dan kakak Luo, mereka berdua adalah saksinya!" ucap Fang An.
"Jadi kamu benar-benar turun ke dasar jurang mengerikan itu?" tanya lagi Fang Xian.
"Aku sudah menceritakannya sejak tadi!" jawab Fang An.
"Seperti apa kondisi di dasar jurang itu, dan kamu menemukan apa saja disana?" tanya Fang Yin.
Fang An menceritakan kondisi di dasar jurang serta kedalamannya, dia juga menceritakan jika dia menemukan banyak kerangka manusia, belum lagi dirinya juga menemukan sebilah Pedang Biru besar sekaligus dengan kitabnya.
"Sebilah Pedang milik seorang Xu Hun katamu? Apakah pedang yang kamu gunakan waktu itu adalah pedang yang kamu temukan itu?" tanya Fang Xian.
"Iya!" jawab Fang An.
"Pantas saja kamu mampu melawan ketiga Yu Zhu itu, ternyata kamu menguasai Teknik yang dimiliki seorang praktisi Xu Hun."
Kini Fang Xian sudah percaya akan cerita Fang An, kisah perjalanan Fang An selama dua tahun lebih itu ternyata tidak hanya membuat Fang An berhasil mencapai Tahap Yu Zhi, bahkan putranya sudah menguasai Teknik pedang milik seorang praktisi Xu Hun.
__ADS_1
Fang An mengambil sebilah kapak yang tergeletak di sebelah tubuh yang hangus, saat dia memegangnya, dia merasakan ada aura aneh dari dalam kapak yang memiliki rantai hitam panjang di belakangnya.
"Aura apa ini? Sepertinya aura kematian, namun agak berbeda!" batin Fang An.
"Itu bukan aura kematian, melainkan aura para jiwa yang telah mati di kapak itu!" jawab Wang Lao Yi.
Fang An kebingungan mendengarnya lalu kembali mengamati kapak tersebut. "Bagaimana bisa jiwa seseorang masih melekat di kapak ini? Apakah jika aku membunuh seseorang dengan Pedang Biru maka jiwanya akan berada di Pedang ku?" tanya Fang An.
"Tidak sama Fang An! Sebuah pusaka jika digunakan membunuh demi kebaikan, maka jiwa seseorang itu tidak akan melekat pada senjatanya! Namun jika pusaka digunakan membunuh demi kepuasan serta nafsu jahat, maka sisa jiwa orang yang terbunuh akan melekat pada senjatanya, sedangkan jiwa yang dimaksud bukan jiwa murni atau arwah, melainkan sisa atau jejaknya saja!" kata Wang Lao Yi.
Fang An berusaha untuk memahami penjelasan dari Wang Lao Yi, walau terdengar aneh, namun Fang An mulai menyimpulkan jika kemungkinan besar yang di maksud oleh Wang Lao Yi adalah Arwah Penasaran.
Arwah Penasaran biasanya ada karena jiwanya yang tidak tenang serta tidak terima, hal ini kadang terjadi jika seseorang mati dengan cara tidak wajar seperti di bunuh serta bunuh diri.
Namun Fang An tidak memahami hal sedalam itu, sebab dirinya tidak pernah mempelajari hal kerohanian, butuh waktu bagi dirinya untuk mengetahui akan suatu rahasia spiritual yang paling dalam.
"Sebaiknya kita segera mempercepat perjalanan kita, mungkin anggota kelompok mereka yang sudah mati itu masih ada dan akan segera datang ke tempat ini!" kata Fang Xian.
Fang An memperhatikan semuanya lalu dia memikirkan rombongan ketiga yang dipimpin oleh Mu Yuan, dia khawatir rombongan Mu Yuan akan bertemu dengan kelompok susulan dari korban itu, mengingat Mu Yuan adalah seorang Yu Zha, dia pasti tidak akan sanggup jika nanti bertemu dengan orang-orang yang memiliki Spirit Beast berkemampuan Bumi 2.
"Singa Es, sebaiknya kamu kembali ke belakang untuk menemani rombongan ketiga, aku khawatir mereka akan dihadang oleh sisa kelompok mereka ini!" kata Fang An.
***
Malam ini di pusat Kota Chang Lan, Chang Hanzi mengumpulkan para Panglimanya serta para pejabat yang lain, belum lagi dia juga mengumpulkan beberapa Klan kecil serta besar.
Klan Qin, biasanya tidak pernah ikut acara apapun, walau dapat undangan resmi dari salah satu Klan atau Sekte serta berbagai Faksi lain, Klan Qin jarang sekali hadir.
Namun kali ini Penatua Klan Qin benar-benar datang memenuhi undangan Chang Hanzi, dan mereka semua berkumpul di sebuah meja besar di dalam istana.
"Ketua Qin Shia Peng, sudah sangat lama sekali kita tidak bertemu! Terima kasih banyak karena kamu mau memenuhi undangan ku!" kata Chang Hanzi.
"Yang Mulia tidak perlu bersikap formal padaku! Sebaiknya kita mulai saja inti pembahasan pertemuan kita ini!" kata Pria paruh baya berusia hampir 50 tahun yang bernama Qi Shia Peng, dia adalah Penatua utama Klan Qin saat ini.
"Hahaha.. Ketua memang sangat mirip dengan mendiang Qin Lian Lang, sangat tegas dan tidak suka basa-basi! Baik mari kita mulai pembahasannya!" ucap Chang Hanzi.
Qin Lian Lang adalah Penatua sebelum Qin Shia Peng, dan Qin Lian Lang masih satu generasi dengan Gu Yao He, hanya saja kemampuan praktisi terakhirnya berhenti di tahap Yu Zhu elit, dan Qin Lian Lang meninggal di usia 129 tahun.
Setelah Qin Lian Lang meninggal, posisi Penatua di gantikan oleh cucunya yang saat ini ada di hadapan Chang Hanzi. Qin Shia Peng adalah seorang Praktisi Yu Zha yang sama tingkatnya dengan Mu Yuan.
Walau dia adalah Penatua generasi terakhir saat ini, namun dia memiliki sikap serta pemikiran yang sama dengan mendiang kakeknya, yaitu tidak suka berbasa-basi serta sangat ulet dalam berfikir.
__ADS_1
Tidak heran jika Klan Qin tetap menjadi Klan terbesar setelah Klan Chang, sebab Klan Qin sangat berhati-hati dalam bertindak saat mengambil sebuah keputusan.
"Aku mengundang kalian semua disini untuk membahas masalah salah satu Faksi besar dan kuat di Benua Daratan Hijau ini, yaitu Sekte Gunung Pohon Persik," ucap Chang Hanzi.
Semuanya segera menahan nafas saat Chang Hanzi menyebut nama Sekte itu, Sekte yang sejak dulu terkenal sangat kuat serta satu-satunya sekte besar yang ada di Benua Daratan Hijau itu mulai di dengar luas akan kemunculan seorang praktisi Xu Hun hampir keseluruhan Benua Daratan Hijau.
"Apa yang ingin Yang Mulia bahas mengenai Sekte ini? Jika Yang Mulia ingin kita bergabung untuk melawan Sekte ini, kami semua tidak mau melakukannya!" kata salah satu anggota dari perwakilan kelompok kecil.
"Aku mengerti akan ketakutanmu itu! Saat ini Sekte Gunung Pohon Persik adalah satu-satunya Faksi terkuat dari semua Klan! Bagi kami mungkin tidak masalah dan justru semakin senang karena lagi-lagi Benua Daratan Hijau ini memiliki seorang Praktisi Xu Hun."
Chang Hanzi menghentikan pidatonya lalu menghela nafas dengan wajah khusyuk setelah itu kembali berbicara dengan wajah sedikit suram.
"Andai aku tidak mengetahuinya sendiri akan ambisi Penatua Sekte Gunung Pohon Persik itu, mungkin aku tidak akan mengumpulkan kalian semua disini, namun perlu kalian tahu jika sebenarnya Penatua Sekte Gunung Pohon Persik ingin melebarkan sayapnya di Benua Daratan Hijau ini!"
Chang Hanzi terus menyampaikan semua akan apa yang diinginkan oleh Fu Jianzi, walau dirinya tidak yakin apakah mereka semua akan setuju atau tidak nantinya untuk bergabung melawan Sekte Gunung Pohon Persik, namun Chang Hanzi tetap memberikan penjelasan serta alasannya.
Fu Jianzi yang berencana ingin menghancurkan Faksi-faksi lain seperti Klan besar dan kecil, kelompok besar dan kecil tentu akan menganggap jika Fu Jianzi adalah sosok ancaman yang serius.
Chang Hanzi sadar jika saat ini tidak akan ada satupun kekuatan yang akan mampu melawannya, bahkan empat orang Yu Jing saja tidak mampu untuk mengalahkan seorang Fu Jianzi.
Jika memberi perlawanan, maka mereka semua pasti akan dihancurkan oleh Fu Jianzi, dan jika tidak melakukan perlawanan, tetap akan dihancurkan.
Melawan atau tidak melawan akan sama saja hasilnya, dan daripada hancur tanpa perlawanan, bukankah lebih baik berusaha bergabung dan bersama-sama melawan walau hasilnya belum tentu menang.
"Apakah Yang Mulia memiliki rencana!" tanya Qin Shia Peng yang ingin tahu rencana Chang Hanzi.
"Untuk saat ini aku hanya bisa mengajak kalian semua untuk bersatu sembari menunggu kapan Sekte Gunung Pohon Persik itu akan mulai bergerak! Saat ini aku hanya memiliki harapan terhadap anak muda itu!" kata Chang Hanzi.
Dia masih ingat kepada Fang An yang mampu menahan serangan Energi Pedang Merah milik Fu Jianzi, dengan kemampuannya yang baru di tahap Yu Zhi, Fang An mampu menahan dan menggagalkan serangan Fu Jianzi yang hampir saja akan menghabisi Gu Yao He.
Chang Hanzi yakin jika Fang An di berikan waktu untuk berlatih lebih kuat, kemungkinan besar Fang An akan mampu mengalahkan Fu Jianzi dan menjatuhkan Sekte Gunung Pohon Persik.
Semuanya bingung akan siapa yang Chang Hanzi maksud, namun beberapa kelompok segera menyadarinya.
"Apakah Yang Mulia tidak terlalu berlebihan dengan berharap terlalu banyak kepada anak muda dari Klan Fang itu? Dia memang mampu mengalahkan tiga orang Yu Zhu, namun kali ini lawannya adalah seorang praktisi Xu Hun! Jadi kenapa Yang Mulia terlalu mengharapkan keselamatan dari seorang bocah?" tanya Qin Shia Peng.
"Kamu tidak tahu Ketua Qin, namun kami para Yu Jing sudah melihat sendiri kemampuan anak itu! Jadi rencana ku saat ini adalah membantu Klan Fang serta melindungi anak itu dari incaran Sekte Gunung Pohon Persik!" kata Chang Hanzi.
Semuanya terdiam dan tidak bisa berpikir jernih, jika para Yu Jing tidak mampu melawan Fu Jianzi, bagaimana dengan mereka semua untuk melawan kekuatan itu, dan bagaimana caranya membantu Klan Fang serta melindungi Fang An.
"Kalian tenang saja, aku sudah mempersiapkan semuanya, dan kalian tinggal melakukan akan apa yang nanti akan aku jelaskan!" kata Chang Hanzi yang mengerti akan apa yang ada benak mereka semua.
__ADS_1