
"Nona, maaf jika sebelumnya kami mungkin telah menyinggung nona, tapi ini adalah urusan Bayangan Bulan, saya harap nona tidak ikut campur masalah ini!" kata Wen Xinxi berusaha berbicara kepada Bing Rong.
"Aku tidak peduli ini masalah siapa dan aku tidak akan mengulangi ucapanku, jadi silahkan putuskan sendiri pilihan kalian!" jawab Bing Rong.
Wajah Wen Xinxi menjadi lebih kusut mendengar jawaban Bing Rong, kali ini rencananya untuk balas dendam serta membawa anak-anak sudah gagal total karena kemunculan wanita cantik yang misterius itu.
"Grrrrr!"
Ketiga serigala hitam menatap Bing Rong dengan buas dan juga siap untuk menerkamnya serta menunjukkan gigi mereka yang tajam, walau Wen Qinxi dan kedua pimpinan cabang di sampingnya berusaha untuk menenangkan Serigala mereka, para Serigala yang mereka tunggangi tetap bersikap garang kepada Bing Rong.
"Empat tarikan nafas lagi, jika kalian tidak juga pergi bersama anjing kecil kalian dari sini, maka aku pastikan tempat ini akan menjadi kuburan kalian semua!" kata Bing Rong setelah itu dia mengangkat sebelah tangannya lalu muncul balok es yang sangat banyak serta ujungnya sangat runcing melayang di sekitar Bing Rong.
"Pengguna Elemen Es! Siapa dia itu sebenarnya?" tanya salah satu pimpinan cabang kepada Wen Xinxi.
"Aku juga tidak tahu, siapapun dia yang pasti kita bukanlah lawan yang cocok untuknya, sebaiknya kita meninggalkan Desa ini!" jawab Wen Qinxi setelah itu dia memberikan kode kepada para anggotanya untuk mundur.
"Nona! Anda sudah mencari masalah dengan Bayangan Bulan kami, suatu saat nanti ketua utama kami pasti akan mencarimu!" kata Wen Xinxi lalu dia dan semua anggotanya pergi meninggalkan Desa Tinsang kembali ke markas mereka dengan tangan kosong.
"Kakak Luo..!"
Fang An segera menahan tubuh Luo Ying yang tiba-tiba saja mau jatuh, dengan sigap dia memapah Luo Ying.
"Sudah kuduga, meningkatkan tingkat praktik dengan paksa pasti akan memiliki resiko! Fang An, jangan pernah kamu melakukan pemaksaan untuk menaikkan tingkat Praktik mu dengan apapun, biar agak lama, namun menaikkan tingkat Praktik dengan cara berlatih akan lebih baik serta lebih kuat, camkan itu!" kata Feng Huang.
"Akan aku ingat pesan guru," jawab Fang An.
Menaikan tingkat Praktik dengan Pil memang terkesan hebat, hanya saja mendapatkan peningkatan kekuatan secara instan pasti akan memiliki resiko juga.
Ada satu cara yang mungkin bisa digunakan dalam meningkatkan untuk meningkatkan Kultivasi, yaitu dengan menggunakan metode Teknik khusus yang memiliki kemampuan beberapa tingkat dari aslinya, cara ini juga tidak akan mempengaruhi tubuh seseorang karena pada dasarnya tingkat praktik nya tetap sama, hanya kemampuan serangannya saja yang akan meningkat.
Fang An membawa Luo Ying masuk kedalam rumahnya, setelah itu Luo Ying mengeluarkan Pil berwarna biru tua lalu dengan cepat dia menelannya.
"Fang An, tolong tinggalkan aku sendirian untuk memulihkan kondisiku sebentar!" kata Luo Ying.
__ADS_1
Fang An merasa ragu, namun Feng Huang berbicara padanya, "Turuti saja Fang An, dia itu adalah seorang Alkemis muda, pasti dia memiliki Pil pemulihan!" kata Feng Huang.
"Baiklah Kakak Luo, kalau begitu aku keluar dulu untuk menemui Bibi itu di luar!" kata Fang An lalu dia keluar meninggalkan Luo Ying seorang diri untuk memulihkan dirinya.
"Bibi, kenapa bibi bisa ada disini juga?"
Setelah berada di luar, dia sudah ditunggu oleh Bing Rong di depan pintu dengan senyuman lembut dan wajahnya yang sangat cantik.
"Aku hanya kebetulan lewat di sekitar luar desa, saat menginap di pinggiran desa, aku mendengar suara ribut-ribut, karena itu aku langsung datang kesini!" jawab Bing Rong.
Fang An merasa tidak percaya dengan jawaban Bing Rong, hanya saja dia tetap mengangguk lalu dia teringat akan ucapan Bing Rong saat akan datang.
"Tadi bibi bilang kalau bibi tidak akan membiarkan mereka mencelakai calon menantu bibi, siapa itu? Apakah bibi sudah memiliki suami dan anak, lalu siapa calon menantunya?" tanya Fang An.
"Owh, aku hanya asal bicara saja!" jawab Bing Rong seraya membalikkan mukanya menyembunyikan reaksi wajahnya yang berbohong.
"Fang An, kalau kamu melakukan perjalanan dengan cara seperti ini, akan butuh waktu lama bagimu untuk tiba di Akademi Puncak Angin Surga, kenapa kamu tidak mencari Alat Spiritual agar bisa sedikit mempercepat perjalananmu?" tanya Bing Rong.
"Tidak Bibi, perjalanan ini mungkin akan memakan waktu lebih lama, hanya saja aku ingin mendapatkan pengalaman dari perjalanan ku ini serta berlatih selama di perjalanan ini!" jawab Fang An.
"Owh begitu, jika memang itu niatmu, baiklah!" kata Bing Rong setelah itu dia melihat Fang An dengan seksama setelah itu dia bertanya, "Apakah racun di dalam tubuhmu sempat kambuh lagi?"
Fang An mengangguk pelan seraya tersenyum kecut, satu-satunya masalah terbesarnya hanyalah racun yang ada di dalam tubuhnya.
"Jadi kamu menggunakan Kertas Mantra Sihir pemberianku itu?"
"Tidak Bibi, kakak Luo Ying lah yang menolongku, dia adalah seorang Alkemis muda serta murid dari Gu Yao He!" jawab Fang An.
"Apa maksudmu si pemuda yang tadi itu?"
"Iya!" jawab Fang An.
"Owh, jadi dia adalah murid si Raja Pil Gu Yao He? Tidak ku duga dia memiliki murid muda yang berbakat!" kata Bing Rong.
__ADS_1
"Apa bibi mengenalnya?" tanya Fang An yang melihat Bing Rong yang seperti mengenali Gu Yao Han.
"Tentu saja! Sesepuh Gu Yao He adalah seorang Alkemis yang terkenal di seluruh Benua Daratan Hijau ini, tidak ada Alkemis yang lebih hebat darinya, oleh karena itu dia dijuluki sebagai si Raja Pil!" jawab Bing Rong.
"Kalau begitu dua hari lagi aku dan kakak Luo Ying akan pergi ke Gunung Hunsu untuk menemuinya! Kata Luo Ying, gurunya kemungkinan bisa menyembuhkan ku!" kata Fang An.
"Gunung Hunsu dan Akademi Puncak Angin Surga jalurnya berbeda, apa kamu yakin masih mau pergi ke Gunung Hunsu?"
"Tidak ada cara lain lagi bibi, racun ini sudah sangat mengganggu, bahkan aku tidak bisa leluasa menyerap Qi karenanya!" jawab Fang An.
"Benar juga! Baiklah sepertinya itu bukan masalah, mau kapanpun kamu tiba di Akademi Puncak Angin Surga, aku akan tetap mendaftarkan mu disana, dan mengenai pertanyaan pertamamu tadi tentang apakah aku memiliki anak dan suami, jawabannya adalah iya! Aku memiliki seorang putri berusia 13 tahun, dia bernama Bing Xuyue, suatu saat nanti kamu pasti akan bertemu dengannya di Akademi!" kata Bing Rong.
"Bing Xuyue!" gumam Fang An, dia membayangkan jika Bing Xuyue pasti sangat cantik, karena ibunya saja sangat cantik.
"Kalau begitu aku harus kembali ke penginapan ku, ingat selalu berhati-hatilah karena perjalanan ke Gunung Hunsu akan melewati Hutan Sesat, di sana sangat banyak sekali Anim Beast nya, terlebih lagi ada satu hal yang harus kamu waspadai saat memasuki dan berjalan di dalam Hutan sesat itu!"
"Apa itu?" tanya Fang An.
"Jurang Tanpa Dasar!"
Bing Rong menjelaskan jika Jurang Tanpa Dasar adalah jurang yang sangat dalam serta gelap, tidak ada yang pernah turun ke jurang itu sebab dirinya yang seorang Yu Zhu elit saja juga tidak berani untuk turun ke dalamnya.
"Hutan Sesat dan Jurang Tanpa Dasar! Terima kasih atas peringatannya bibi, Fang An akan selalu mengingatnya saat memasuki Hutan Sesat!" kata Fang An.
"Kalau begitu aku pergi dulu!" ucap Bing Rong kemudian dia berjalan agak jauh dari Fang An lalu berubah menjadi cahaya melesat dari pandangan Fang An dan menghilang hanya dalam satu kedipan mata saja.
"Hutan Sesat! Apakah guru tahu akan Hutan Sesat dan Jurang yang dikatakan bibi tadi?" tanya Fang An.
"Kamu bertanya pada siapa? Aku ini bukan berasal dari Benua mu ini, jadi mana aku tahu akan semua itu!" jawab Feng Huang.
"Benar juga, kenapa aku bertanya padamu? Hahaha…!" Fang An tertawa sendiri membuat para penduduk kampung yang membantu orang-orang yang terluka menjadi keheranan.
Fang An duduk di depan rumah sembari memulihkan dirinya dengan cara bermeditasi serta menunggu Luo Ying selesai memulihkan diri dan juga menunggu Luo Ding kembali.
__ADS_1