
Badai tiba-tiba saja mereda saat Bing Xuyue melepaskan kabut dinginnya, dan setelah itu pusaran kabut dingin mulai berputar di sekitar tubuhnya.
Fang An juga melepaskan energinya yang lebih besar sehingga pusaran hawa panas yang mengeluarkan percikan sambaran petir biru juga mulai berputar di tubuhnya.
Seluruh arena langsung ditutupi oleh dia energi yang berputar dari dua sisi, terlihat kabut putih yang berusaha mendorong energi kemerahan milik Fang An, sedangkan Xhang Gugu dan ketiga Tetua lainnya melihat kedua energi itu seperti membentuk sebuah pola.
"Ini adalah kekuatan Ying dan Yang!" kata Xhang Gugu.
Ketiga tetua lainnya juga mengangguk sembari memperhatikan kedua energi yang berlawanan itu saling beradu dengan dua titik kecil di masing-masing tempat sehingga terlihat seperti Ying dan Yang.
"Ini adalah kejadian yang langka, sangat sulit untuk bisa melihat pertarungan antara Ying dan Yang saling bertarung, dan sepertinya mereka berdua sangat cocok!" kata Han Yuwei.
Mereka kembali memperhatikan kedua Petarung di arena yang mulai mengangkat senjata mereka, Bing Xuyue dengan Pedang Es nya serta jarum es di sekelilingnya, dan Fang An dengan Pedangnya yang mulai diselimuti oleh petir biru serta api yang menyelimuti tubuhnya.
"Benar-benar pertarungan yang seru, ayo berjuanglah!" seru salah satu murid dan kemudian teriakan penyemangat langsung memenuhi seluruh Arena Menara Aula.
"Maju!"
Keduanya langsung saling serang dengan kekuatan serta kecepatan masing-masing, walau Bing Xuyue tidak memiliki kecepatan secepat gerakan Fang An, namun dia memiliki kekuatan jiwa Spiritual yang cukup tinggi untuk mengetahui gerakan Fang An.
Keduanya saling serang dan bertahan, dan setiap serangan yang berbenturan itu akan menciptakan ledakan serta sambaran petir ke segala arah.
Bing Xuyue juga melepaskan ribuan jarum es nya kearah Fang An, dan Fang An membalas serangan itu dengan putaran Pedang nya yang sangat cepat sehingga jarum es itu hancur.
Fang An semakin menambah elemen petirnya ke Pedang Birunya dan kemudian dia mulai bersiap untuk melepaskan serangan Pedang Sambaran Petir nya.
__ADS_1
Energi Fang An langsung meledak hingga energi biru itu melesat ke langit menembus awan, pilar energi petir itu memicu awan gelap hingga petir langit juga keluar menyambar ke segala arah.
Bing Xuyue membalik Pedangnya ke belakang punggungnya dan kemudian dia mengarahkan satu jarinya ke depan sehingga kabut tebal dingin itu berputar semakin kencang lalu ledakan pilar energi putih juga melesat ke langit menembus awan.
Mata Fang An bercahaya biru terang serta memancarkan energi yang keluar mengikuti angin, begitu juga dengan Bing Xuyue.
Getaran yang sangat kuat mulai mengguncang arena, hal ini membuat para tetua bangkit karena mereka dapat merasakan kekuatan penghancur yang akan segera meledak.
"Anak ini akan menggunakan itu lagi!" gumam Xhang Gugu dan kemudian dia membuat segel tangan lalu melepaskan segel perisai yang menutupi seluruh arena pertarungan agar efek ledakannya nanti tidak mengenai para murid-murid lain serta bangunan.
Disaat yang bersamaan, Fang An sudah mengayunkan pedangnya kearah Bing Xuyue, sedangkan kabut Putih yang berputar mulai berkumpul dan membentuk sebuah bunga mekar.
"Tebasan Pedang Sambaran Petir."
Fang An melepaskan tebasan pedang nya yang membentuk sebuah energi Pedang Petir yang melesat serta menghancurkan arena yang di lewatinya.
Energi Pedang Petir kuat itu segera bertabrakan dengan Perisai Bunga Es yang mekar, dan begitu bertabrakan, ledakan besar pun tidak bisa dihindarkan lagi.
Ledakan besar dan kuat itu mengguncang gunung Akademi, bahkan ledakan itu membentuk sebuah kurungan Kuba yang melepaskan sambaran petir ke segala arah, hanya saja tempat itu sudah ditutupi oleh perisai Xhang Gugu.
Semua murid bisa menghela nafas lega karena mereka sudah dilindungi oleh Perisai, dan sekarang mereka semua menunggu akan apa yang akan terjadi setelah ledakan dari dua energi di arena menghilang.
Begitu debu dan asap ledakan mulai menghilang, lagi-lagi arena menjadi hancur dan membentuk menjadi kawah, namun di sana ada sebuah bunga es yang menutup, dan di dalamnya ada Bing Xuyue yang terlihat mulai kehabisan energinya, walau tidak terluka, namun menahan serangan besar itu membuatnya mengerahkan seluruh kekuatannya agar Perisai Teratai Bunga Es tidak hancur.
Fang An sendiri sudah berada di udara, dia menghela nafas saat melihat kelopak bunga es yang menutup, sejak awal dia sudah yakin jika Perisai Teratai Bunga Es milik Bing Xuyue itu memang sangat kuat.
__ADS_1
Kekuatan penghancur Tebasan Pedang Sambaran Petir nya memiliki kekuatan yang sama dengan Petir Dewa Penghancur nya, dan Perisai Teratai Bunga Es itu ternyata tidak hancur walau terkena serangan penghancur itu.
Fang An mengarahkan Pedangnya ke arah Bing Xuyue yang mulai merubah tekniknya, dan kabut dari Perisai Teratai Bunga Es itu menjadi pusaran yang menyebar kesegala arah yang mampu membekukan apapun dan kemudian bergerak kearah punggung Bing Xuyue sehingga terciptalah Sayap Qi Elemen Es nya.
"Dewi Feniks Es kembali lagi!" kata salah satu murid yang melihat Bing Xuyue yang seperti seorang Dewi Bersayap Es yang membentang kan sayapnya.
Fang An mulai merasakan hawa dingin yang menyebar hingga ke tempatnya yang berada cukup tinggi di udara, hawa dingin itu seperti akan membekukan dirinya sehingga Fang An melepaskan hawa panas dari Elemen Api nya untuk menetralkan hawa dingin milik Bing Xuyue.
"Sayap Qi Elemen Es! Walau dia menggunakan kekuatannya itu, namun sekarang kondisinya sudah lemah, energinya juga mulai berkurang, dan kamu bisa mengalahkannya dengan mudah jika dia nanti terbang untuk menyerangmu!" kata Wang Lao Yi.
Fang An hanya diam saja, dia mulai mengalirkan elemen petirnya sembari menatap Bing Xuyue yang nafasnya mulai terengah-engah namun dia sepertinya akan tetap menyerangnya di udara.
Bing Xuyue mengepakkan sayapnya dan terbang ke arah Fang An seraya menciptakan teknik terakhirnya, dari yang terlihat Bing Xuyue akan mengakhiri pertarungan itu dengan serangan andalannya.
"Pedang Kristal Es."
Bing Xuyue langsung menciptakan satu Pedang Kristal Es nya seraya melesat ke arah Fang An, sedangkan Fang An juga melesat turun dengan Pedang yang sudah dialiri petirnya.
"Nona Bing..!"
Fang An terkejut saat sayap Qi Elemen Es Bing Xuyue tiba-tiba saja menghilang dan Pedang Kristal nya juga dibatalkan, sedangkan Bing Xuyue sendiri langsung jatuh tidak sadarkan diri karena kehabisan Qi.
Fang An jelas panik melihat itu, apalagi Bing Xuyue sudah berada sangat tinggi, jika dia jatuh di ketinggian itu, yang ada tubuhnya akan hancur berkeping-keping.
Fang An langsung menyimpan Pedang di punggungnya dan kemudian dengan kecepatan tinggi dia meluncur ke bawah dan meraih Bing Xuyue lalu merangkulnya dan membawa Bing Xuyue yang tidak sadarkan diri ke bekas arena yang telah hancur.
__ADS_1