
***
Letak Bukit Batu Hitam berada agak jauh dari Desa Yijing, membutuhkan waktu tiga hari perjalanan untuk bisa tiba disana jika berjalan dari Desa Yijing.
Sedangkan jarak Bukit Batu Hitam dengan Hutan Sesat juga memiliki jarak yang sama, dan tidak jauh dari Bukit itu, dua orang pemuda sedang mengamati dari balik batu.
"Banyak sekali jumlah prajurit disana! Kekuatan sebanyak itu mungkin hampir setara dengan kekuatan pemerintah, jika sampai mereka memiliki senjata lengkap, pertempuran besar antara kedua belah tidak akan bisa dihindari!"
"Kakak Luo, apakah kita akan langsung kesana atau masih harus bersembunyi disini?"
"Kita akan segera kesana! Seperti yang aku katakan sebelumnya padamu, kita akan berpura-pura tersesat di depan para prajurit, dan pastinya kita akan dibawa kedalam serta digabungkan dengan para pekerja!" jawab Luo Ying.
Setelah sama-sama memantapkan hati mereka, keduanya keluar dari persembunyiannya lalu berlari ke arah para prajurit yang berjaga dengan berpura-pura kebingungan.
"Hai siapa kalian berdua dan kenapa kalian berada disini?" tanya salah satu prajurit penjaga kepada Luo Ying dan Fang An.
"Paman, ini daerah mana? Kami berdua tadi mengejar kelinci hingga berpisah dengan para rombongan yang akan pergi ke Desa Tinsang, tapi kami tidak tahu kami berada dimana saat ini!" kata Luo Ying.
"Kalian berdua tersesat? Dari mana asal kalian, dan mau apa rombongan kalian pergi ke Desa Tinsang?" tanya prajurit yang lain.
"Kami berasal dari Desa Xiaxi, dan kami sekeluarga berniat untuk pindah ke Desa Tinsang karena desa kami sedang ada masalah, begitu kata ayah kami!" jawab Luo Ying.
"Apa itu benar bocah kecil?" prajurit itu bertanya kepada Fang An.
"Iya paman!" jawab Fang An.
Para prajurit itu saling berpandangan lalu semuanya sama-sama mengangguk seraya tersenyum lebar.
"Kalian berdua tidak perlu takut, kami akan membantu kalian dan akan mengantarkan kalian berdua ke Desa Tinsang, tapi untuk saat ini kami masih harus berjaga, jadi sebaiknya kalian disini dulu untuk beberapa hari, setelah itu barulah kamu akan mengantarkan kalian, ayo ikut aku ke dalam!" kata salah satu prajurit dengan memasang penuh keyakinan.
Luo Ying dan Fang An sama-sama berpandangan, rencana keduanya ternyata berhasil, sedangkan para prajurit mengira jika kedua pemuda itu seperti ragu.
"Eee.. Kalian tidak perlu takut, kami ini adalah para prajurit kerajaan yang bernama anggota Kelompok Pelindung Rakyat, jadi kami ini bukan penjahat!" kata prajurit itu.
Luo Ying dan Fang An sama-sama mengangguk kemudian keduanya masuk ke dalam benteng pemberontak dengan mengikuti prajurit yang mengajak mereka.
Di dalam benteng yang terbuat dari pagar kayu tebal dan juga tinggi, banyak sekali tenda-tenda besar dengan prajurit yang sangat banyak dan berlalu-lalang memegang berbagai macam senjata.
__ADS_1
Diperkirakan jumlah pasukan yang ada di dalam benteng sekitar lebih dari 1500 prajurit, itu pun menurut perhitungan kasar, bisa kurang bisa juga lebih.
Prajurit yang membawa Luo Ying dan Fang An terus berjalan, dan kali ini mereka sudah melewati tenda prajurit dan berjalan melewati pintu lain menuju ke arah bukit.
Luo Ying menebak jika mereka pasti menuju ke pertambangan, itu karena dia mendengar suara orang yang seperti memecahkan batu.
"Paman mau membawa kami kemana?" tanya Luo Ying.
"Kalian akan tinggal dengan para penduduk yang ada di dekat bukit di depan itu!" jawab prajurit itu tanpa menoleh.
"Penduduk? Jadi disini juga ada penduduknya?" tanya Fang An.
"Tentu saja ada, mereka disini bekerja dan nanti mereka akan mendapatkan upah, jika kalian ingin mendapatkan uang yang banyak, kalian berdua nanti juga bisa ikut bekerja, jika kalian bisa bekerja menambang logam, kalian pasti akan memiliki banyak uang, semakin banyak kalian mendapatkan Logam, maka akan semakin banyak pula uang yang akan kalian dapatkan!" jawab prajurit itu.
Mereka akhirnya tiba di sebuah tempat yang sangat berasap serta berdebu, banyak kereta kayu yang didorong oleh para pria dari yang tua hingga yang muda.
Tubuh mereka terlihat lesu, serta pakaian yang lusuh, belum lagi ada banyak bekas luka di tubuh mereka.
"Lihatlah mereka, mereka semua sangat bersemangat, walau harus terluka mereka tetap bekerja keras! Bagaimana, apakah kalian mau bekerja? Iya itung-itung dari pada kalian menunggu lama dan tidak mendapatkan apa-apa, bukanlah sebaiknya kalian mencari uang?"
"Saya mau paman!"
Luo Ying dan Fang An sama-sama menyanggupi pekerjaan itu, walau sebenarnya keduanya hanyalah berpura-pura saja.
"Bagus, tapi ada satu hal yang harus kalian ketahui! Kalian tidak boleh melakukan kesalahan, karena jika melakukan kesalahan, kalian akan dihukum berat! Ingat itu!" kata prajurit itu lalu dia memanggil prajurit lain yang sedang mengawasi para pekerja.
"Hai kamu! Kedua pemuda ini ingin bekerja, cepat kamu sampaikan mereka akan apa saja tugas mereka!"
Prajurit yang dipanggil segera menghampiri Fang An dan Luo Ying, setelah itu dia mengajak keduanya ke arah tumpukan gerobak kayu yang sedang didorong oleh beberapa orang.
"Kalian berdua bantu dorong gerobak itu, cepat..!" ucap prajurit pengawas tersebut dengan nada setengah membentak.
Luo Ying dan Fang An langsung menuju ke arah gerobak kayu yang didorong oleh tiga orang pria paruh baya dengan pakaian compang-camping dan terlihat kelelahan mendorong gerobak tersebut.
Ketiga pria yang mendorong gerobak itu terkejut saat Luo Ying dan Fang An tiba-tiba saja datang dan membantunya.
Melihat penampilan Luo Ying dan Fang An, ketiga pria itu langsung mengetahui jika kedua pemuda itu adalah orang yang baru saja ditangkap.
__ADS_1
"Ayo paman, kita dorong sama-sama!" ajak Fang An.
"Kalian berdua dari mana dan mengapa kalian bisa tertangkap oleh mereka?" tanya salah satu pekerja kepada kedua pemuda itu.
"Nanti saja kita bicara, sebaiknya kita dorong dulu ini!" kata Luo Ying lalu mereka berlima segera mendorong gerobak itu ke arah tumpukan batu lainnya.
Sejak dari pekerjaan itu, Luo Ying dan Fang An mulai saling berkenalan satu sama lain sehingga semua orang mulai diajak saling berkenalan dengan Luo Ying dan Fang An.
Dari semua para pemuda yang bekerja, hanya Fang An lah yang terkecil serta pekerja paling muda.
Sikap para pengawas terhadap para pekerja sangatlah keras dan kejam, mereka tidak segan-segan mencambuk orang-orang yang kelelahan.
Luo Ying dan Fang An sendiri masih berusaha untuk berkomunikasi dengan semua para pekerja yang ternyata berasal dari berbagai desa yang berbeda.
Mereka menggunakan waktu mereka untuk mengungkapkan rencana mereka serta menjelaskan jika mereka sebenarnya hanya menyamar.
Tentu saja tidak mudah untuk meyakinkan rencana Luo Ying kepada semua orang, ada yang percaya dan mendukung Luo Ying, namun juga yang tidak percaya dan menolak ide dan rencana Luo Ying yang telah disampaikan.
Luo Ying dan Fang An juga terkadang dapat bentakan dari para Pengawas, dan kedua juga menyaksikan sendiri saat salah satu pekerja yang sudah kelelahan dicambuk berkali-kali hingga tidak sadarkan diri.
"Ternyata mereka sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan!" kata Fang An sekaligus mengepalkan tangannya.
"Kita harus bersabar agar rencana kita berhasil Fang An, hingga harinya tiba nanti, yang bisa kita lakukan sekarang hanya terus bekerja agar para prajurit yang menjaga tidak mencurigai mereka.
Hari demi hari sudah mereka lewati, dan sekarang keduanya sudah hampir mengenal orang yang dipekerjakan dengan paksa.
Walau tidak sepenuhnya mereka kenal, setidaknya sudah lebih dari setengah yang mereka kenali, dan itu semua membutuhkan waktu selama lima hari.
Walau hanya menyamar dan berpura-pura bekerja, mereka berdua juga merasakan penderitaan yang sama dengan yang lainnya.
Semua para pekerja hanya mendapatkan makan satu kali sehari, bahkan air minum pun juga tidak cukup untuk semua orang hingga mereka hanya bisa menahan rasa haus hingga ada yang dehidrasi dan jatuh tidak sadarkan diri.
Setiap kali ada yang tidak sadarkan diri, para prajurit akan langsung mengangkat tubuh orang yang pingsan itu ke tempat pembakaran dan melempar tubuh orang tersebut yang hanya tidak sadarkan diri ke dalam api besar dan otomatis orang tersebut akan langsung habis terbakar hidup-hidup.
"Bersiaplah Fang An, besok kita membuat keributan!" ucap Luo Ying.
Tanpa terasa mereka sudah berada disana selama enam hari, dan sesuai rencana, Luo Ying dan Fang An akan membuat keributan setelah hari ketujuh, karena menurut perhitungan, seharusnya Nenek Meng sudah menyampaikan kabar itu kepada Luo Ding, dan Luo Ding sudah pasti sudah menyampaikan hal ini kepada pihak pemerintah.
__ADS_1
Jika memang tepat, hari ketujuh adalah hari yang tepat untuk membuat keributan sekaligus bertepatan dengan para pasukan pemerintah yang datang, itu menurut perhitungan Luo Ying.
"Aku sudah siap!" jawab Fang An sekaligus berbicara di dalam hati, "Sudah tidak sabar aku ingin mencoba Elemen Petir ku!" batin Fang An.