SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Kesalahan di masa lalu


__ADS_3

***


"Ternyata itu adalah Ratu Sayap Biru! Aku pikir siapa anggota Awan Langit yang bergabung dengan Walikota," kata Ji Xao Long.


Ji Xao Long memang belum pernah bertemu ataupun berhadap-hadapan dengan sosok Ratu Sayap Biru, walau demikian dia mengenalinya dari Ketua Kelompok Awan Langit, terlebih lagi Pusaka Panah Langit yang dipegang oleh Ratu Sayap Biru, Ji Xao Long tentu mengetahuinya.


"Tetua Ji, saya sadar jika saya bukanlah tandingan tetua. Akan tetapi saya juga tidak bisa berhenti disini! Jadi maaf jika saya terpaksa melepaskan anak panah ini kepada Tetua," kata Ratu Sayap Biru kemudian dia mengalirkan Qi ke busur panahnya.


Ji Xao Long mengeluarkan pedangnya dan kemudian dia melepaskan Energinya yang membuat seluruh langit menjadi sangat gelap seperti akan ada badai besar.


"Panah Menembus Langit."


Ratu Sayap Biru segera menarik tali busurnya dan kemudian sebuah anak panah biru yang tercipta dari energi segera terbentuk. Dengan sekali lepas, panah biru melesat dengan kecepatan tinggi hingga terlihat membelah angin.


Seluruh Kota Funsu bergetar hebat akibat energi yang terpancar dari anak panah milik Ratu Sayap Biru, belum lagi energi Ji Xao Long yang sangat besar ketika dilepaskan, hal ini menciptakan sebuah medan gravitasi yang membuat tanah menjadi retak dan langit seperti mau runtuh dengan gumpalan awan yang semakin rendah.


"Gelombang Pedang Api."


Ji Xao Long melepaskan tebasan ringan namun memiliki kekuatan besar yang menciptakan percikan api tak terhitung jumlahnya, api yang menyerupai pedang itu dengan jumlah yang sangat banyak itu berkumpul dan kemudian bergerak seperti sebuah gelombang raksasa bergerak ke arah Ratu Sayap Biru sekaligus akan menahan serangan anak panah biru.


Untung saja pertarungan mereka sangat tinggi di udara sehingga efek kedua serangan yang akan segera bertemu tidak akan menimbulkan dampak yang sangat besar di dalam kota.


Kedua energi besar itu segera bertemu hingga menciptakan sebuah ledakan besar di udara, ledakan besar yang melepaskan gelongbang kejut membuat awan terpecah hingga langit terlihat seperti lubang cincin awan di langit.


Serangan Panah yang dilepaskan oleh Ratu Sayap Biru nyatanya tidak mampu menghentikan gerakan gelongbang pedang api milik Ji Xao Long, hal itu membuat Ratu Sayap Biru harus melepaskan panahnya berkali-kali, namun semuanya tetap tidak mempengaruhi pergerakan Gelombang Pedang Api.


Ratu Sayap Biru benar-benar disudutkan dalam situasi yang sulit, bagaimanapun juga dirinya yang merupakan seorang Ahli harus menghadapi kekuatan seorang pelindung adalah hal yang bodoh, sebab jarak kesenjangan yang cukup jauh dari kekuatan keduanya.


Mau tidak mau, Ratu Sayap Biru harus menggunakan energi pelindungnya untuk menahan serangan yang akan segera datang, hanya itu satu-satunya harapan terakhirnya walau dia sendiri tidak begitu yakin.


Begitu Gelongbang Pedang Api sudah siap untuk menelan tubuhnya, Ratu Sayap Biru langsung melepaskan seluruh energinya dan menciptakan perisai pelindung yang terbuat dari elemen Angin.


"Tanda itu?" Ji Xao Long sempat melihat tanda hitam seperti tanda lahir di belakang telapak tangan bagian kiri milik Ratu Sayap Biru.


Ji Xao Long yang terlanjur melepaskan serangannya terpaksa menurunkan ujung pedangnya yang menjadi pengendali Gelongbang Pedang Api tersebut, dan setelah itu, gelombang Pedang Api yang menelan tubuh Ratu Sayap Biru mulai melemah.


Dengan seluruh kekuatan yang di miliki Ratu Sayap Biru, dia berusaha memperkuat pertahanannya dari serangan pedang api yang sangat kuat dan ganas. Pedang itu terus menerus menyerang perisai pelindung tanpa memberikan jeda sedikit pun, dan hanya dalam sekejap saja, perisai energi itu mulai mencapai batasnya.


Ratu Sayap Biru hanya bisa menggigit bibirnya setelah dirinya mencapai batas, dia hanya bisa menatap kobaran pedang api yang mulai memecahkan perisai pelindung nya, dan tepat setelah persai itu hancur, Ratu Sayap Biru memejamkan matanya dan bersiap untuk menerima kematiannya.

__ADS_1


Suara gemuruh keras dari gelongbang Pedang Api tiba-tiba saja menghilang, dan Ratu Sayap Biru yang masih menutup matanya merasa heran karena dirinya belum juga merasakan serangan yang datang.


Ratu Sayap Biru secara perlahan-lahan membuka matanya, namun setelah dia membuka mata, yang dia lihat bukan lagi kobaran pedang api yang tak terhitung jumlahnya, melainkan sosok Ji Xao Long yang berada cukup dekat sekali dengannya.


"A..apa maksudnya ini?" gumam Ratu Sayap Biru yang terkejut serta kebingungan.


Ji Xao Long yang sebelumnya terlihat sangat menakutkan dengan kekuatan yang begitu mengerikan kini terlihat berbeda, bahkan raut wajahnya terlihat sedih.


Ratu Sayap Biru berniat untuk bergerak mundur karena Ji Xao Long telah membatalkan serangannya, namun belum sempat dia bergerak mundur, tiba-tiba saja Ji Xao Long meraih tangannya sekaligus menanyakan sesuatu kepada Ratu Sayap Biru.


"Katakan padaku, apa kamu putri Hu Lenyi?" tanya Ji Xao Long.


Ratu Sayap Biru terkejut mendengarnya sekaligus melemparkan pertanyaan balik kepada Ji Xao Long, "Darimana kamu bisa mengetahui nama ibuku?" tanya Ratu Sayap Biru.


"Jadi itu benar dirimu Chi'er?" tanya lagi Ji Xao Long.


Kali ini Ratu Sayap Biru semakin terkejut dan bingung, hal itu membuat dirinya merasa jika Ji Xao Long memang mengenal ibu serta dirinya, hanya saja Ratu Sayap Biru sama sekali tidak pernah mengenal Ji Xao Long.


"Sudah lebih dari 30 tahun aku menyembunyikan namaku, bahkan tidak ada yang mengetahui namaku selain ibuku, tapi bagaimana kamu bisa mengetahui namaku?" tanya Ratu Sayap Biru.


"Turunkan energimu terlebih dahulu, aku ingin menceritakan sesuatu padamu!"


"Chi'er, sebenarnya Hu Lenyi atau ibumu itu dulu adalah kekasihku, saat usia ku 19 tahun, saat itu terjadi sebuah insiden yang membuat aku dan ibumu melakukan perbuatan yang tercela, setelah kejadian itu hubungan kami tetap berjalan seperti biasanya. Namun setelah tiga bulan sejak kejadian insiden itu, ibumu hamil dan aku tentu sangat senang dan berniat akan segera menikahi ibumu, namun tidak disangka waktu itu kedua orang tua ibumu tidak setuju dan menyuruh ibumu untuk menggugurkan kandungannya, namun ibumu menolak dan memilih pergi!"


Ji Xao Long terdiam sesaat dengan mata lembab serta raut wajahnya yang semakin merasa bersalah, sedangkan Ratu Sayap Biru yang semakin penasaran meminta Ji Xao Long untuk melanjutkan ceritanya, sebab ceritanya memang mirip seperti yang mendiang ibunya ceritakan.


"Ibumu pergi demi menjaga kandungannya demi menghindari kedua orang tua nya yang tidak menginginkan bayi didalam kandungannya, hanya saja dia pergi tanpa meninggalkan jejak apapun, bahkan aku beserta semua keluarga ku berusaha mencari keberadaan ibumu, namun tidak juga ditemukan, dan setelah hampir dua tahun berlalu, aku bertemu kembali dengan ibumu di pusat kota, saat itu dia sudah memiliki suami serta memiliki seorang Putri, sedangkan aku masih melajang karena berharap bisa menemukan ibumu kembali, sebab aku yakin jika ibumu memang masih hidup. Namun begitu bertemu kembali, aku harus menerima kenyataan pahit, dimana ibumu sudah memiliki suami yang usianya lebih tua."


Ji Xao Long menatap tanda lahir Ratu Sayap Biru yang berada di belakang telapak tangan bagian kirinya lalu kembali melanjutkan ceritanya.


"Dengan perasaan kecewa aku berniat untuk pergi jauh, dan sebelum aku pergi, ibumu berkata jika dia telah melahirkan seorang Putri dari hasil hubungan gelap kami, dan putri itu diberi nama Ji Chi Chi, lalu aku dipertemukan dengan putriku yang ternyata memiliki tanda lahir di belakang telapak tangannya. Setelah tahu jika gadis kecil itu adalah putriku, aku berniat untuk membawanya, namun ibumu melarang ku, karena dia tidak ingin berpisah dengan putrinya, namun tidak mungkin juga aku membawanya yang telah berkeluarga sehingga aku juga tidak tega jika harus memisahkannya dengan putrinya, akhirnya aku memilih pergi dan merelakannya hidup bahagia bersama keluarganya."


Dengan mata haru, Ji Xao Long menatap wajah Ratu Sayap Biru dengan tatapan rasa kerinduan yang sangat besar.


"Sekarang aku bertemu kembali dengan gadis kecil yang waktu itu, aku tahu itu adalah kamu Chi'er, kau adalah putriku. Setelah berpisah selama 40 tahun lebih, akhirnya aku menemukanmu lagi!" kata Ji Xao Long yang menatap Ratu Sayap Biru dengan air mata yang mulai berlinang.


"Ibu juga menceritakan hal yang sama, tapi dia tidak menyebutkan nama ayahku, bahkan aku hanya tahu namaku adalah Chi Chi, dan tidak ada tambahan marga Ji di depannya," kata Ratu Sayap Biru.


"Chi'er, maafkan aku karena tidak pernah memperdulikanmu, sebab aku sangat yakin jika kamu dan ibumu akan hidup bahagia dengan suami serta ayah tirimu," kata Ji Xao Long.

__ADS_1


"Ayah! Sebenarnya kami tidaklah bahagia, ibu meninggal saat usiaku menginjak 15 tahun, dia meninggal karena syok saat melihat ayah tiriku sedang memperkosa ku, bahkan aku sendiri saat itu tidak berdaya dan hanya bisa melihat ibu mati tanpa dipedulikan oleh laki-laki bajingan yang telah menghancurkan masa depanku, setelah kematian ibu, laki-laki bajingan itu nyatanya tidak berhenti, dia semakin liar dan merasa bebas untuk menyetubuhiku."


Ratu Sayap Biru atau Ji Chi Chi terdiam sesaat dan air matanya juga mulai mengalir, hatinya terasa tidak kuat saat mengingat masa lalunya, namun dia berusaha untuk tetap menyelesaikan cerita masa lalunya yang kelam kepada sosok yang ternyata adalah ayah kandungnya sendiri.


"Demi membalas dendam, aku menemukan kesempatan untuk kabur hingga akhirnya ditolong oleh seorang wanita, aku berpikir jika penderitaanku sudah selesai, namun ternyata wanita yang menolongku adalah seorang tuan dari rumah bordil, dan aku dipaksa untuk menjadi wanita malam."


Mereka berdua terbang turun dan berhenti di salah satu atap bangunan warga, setelah itu Chi Chi kembali melanjutkan ceritanya.


"Hari demi hari pekerjaan hina itu terus aku lakukan, mengingat diriku yang sudah tidak memiliki masa depan lagi, aku merasa putus asa dan beranggapan jika aku tidak mungkin bisa membalas kematian ibuku. Sudah tak terhitung lagi berapa laki-laki yang sudah menikmati tubuhku, namun di suatu hari rumah bordil tempat ku berada terbakar karena ulah salah satu pelanggan yang mabuk dan mengamuk, akhirnya wanita yang membawaku ke jalan hina itu mati terbakar di dalam rumah bordilnya dan aku kembali terlantar."


Hati Ji Xao Long jelas merasa sakit, dia tidak menyangka jika kekasihnya menderita hingga akhir hayatnya, dan sekarang putrinya juga menjalani penderitaan yang lebih buruk lagi.


Chi Chi tetap melanjutkan ceritanya walau hatinya semakin perih jika kembali mengenang masa lalunya.


"Setelah aku tidak memiliki tujuan hidup lagi, aku bertemu dengan seorang pemuda tampan dari kalangan saudagar, pemuda itu sangat baik, namun aku sudah tidak percaya lagi dengan siapapun sehingga secara diam-diam aku mencari kesempatan untuk membunuhnya karena yang ada di pikiran ku adalah membunuh semua laki-laki, menurutku semua laki-laki itu sama saja!"


"Kamu sudah cukup menderita putriku, mungkin juga penderitaanmu karena ulahku yang tidak langsung menikahi ibumu sehingga langit menjatuhkan hukuman dengan membuatmu menderita, ayah minta maaf, tolong maafkan ayah, jika kamu memang tidak bisa memaafkan ayah, kamu bunuh saja ayah, mungkin jika kamu membunuh ayah, kamu bisa memaafkan ayah," kata Ji Xao Long.


Kedua mata Chi Chi yang lembab berubah menjadi dingin, dia jelas sangat marah jika mengingat kembali masa lalunya yang menurutnya itu adalah kesalahan ayah kandungnya.


"Kamu tahu berapa lama aku berjuang untuk tetap hidup? Berapa lama waktu bagiku untuk bisa mencapai hingga ke tahap ini? Demi membalas dendam, aku berjalan tanpa arah dan tubuh ini sudah berkali-kali dilecehkan, saat itu apakah kamu merasakan penderitaanku? Adakah sedikit saja perasaan mu jika kamu memang memiliki seorang Putri, setidaknya datanglah untuk mencari kami! Kamu jahat ayah! Kamu jahat. Aku tidak bisa memaafkanmu!" kata Chi Chi dengan suara keras karena marah serta jerit tangisnya yang pecah.


Chi Chi melepaskan kembali energinya sehingga bangunan disekitarnya langsung ambruk, untung saja orang-orang sudah pergi sejak perang dimulai.


Chi Chi mengangkat tangannya dan energi biru berkumpul setelah itu dia melepaskan serangannya ke kepala Ji Xao Long, anehnya Ji Xao Long sama sekali tidak menghindar, dia memang sudah siap mati di tangan putrinya untuk bisa menebus semua kesalahan di masa lalu.


Serangan Chi Chi yang hampir mencapai kepala Ji Xao Long tiba-tiba saja memutar telapak tangannya yang membuat serangan energinya mengarah ke arah yang lain, sebab dirinya juga tidak kuasa untuk membunuh ayah kandungnya.


"Kenapa kamu tidak mengingatku ayah? Selama lebih dari 40 tahun kemana saja kamu!" kata Chi Chi dengan suara pelan.


Ji Xao Long menghampiri Chi Chi dan setelah itu dia merangkul putrinya, saat itu juga tangisan Chi Chi pecah, walau dirinya sudah berusia 50 tahun, namun jika mengingat kembali masa lalunya, tetap saja dia tidak kuasa, apalagi dia baru menemukan ayahnya, rasanya dia kembali menjadi anak kecil.


"Maafkan ayah!" kata Ji Xao Long seraya memeluk putrinya yang sudah lama tidak bertemu, sekali bertemu dia sudah menjadi seorang ahli, walau sudah berusia lebih dari usia paruh baya, namun hanya rambutnya yang putih, sedangkan kulitnya masih terlihat segar seperti wanita berusia 30 tahunan.


Ji Xao Long yakin jika Chi Chi menggunakan metode tertentu, atau mungkin mengkonsumsi sebuah pil awet muda, namun apapun itu Ji Xao Long masih merasa beruntung karena memiliki kesempatan bisa bertemu dengan putrinya kembali.


Mereka berdua tidak memperdulikan suara ledakan pertarungan yang terjadi di tempat walikota, ledakan yang paling besar adalah ledakan pertarungan antara Fang An melawan ketiga Yu Jing.


Tanpa memikirkan lagi pertarungan yang terjadi, ayah dan anak itu tetap berada di sana, dan Chi Chi kembali melanjutkan kisah perjalanannya hingga dirinya berhasil menjadi seorang Kultivator yang mencapai tahap Ahli.

__ADS_1


__ADS_2