
Wen Xixie dan dua rekannya secara bersamaan bersiul keras dan setelah itu suara lolongan serigala terdengar dari arah yang cukup jauh.
Chang Meili dan Chang Zhang sama-sama merasakan kekuatan besar dari arah lolongan Serigala, dan tidak lama kemudian angin berhembus kencang dan secara bersamaan tiga Ekor Serigala Hitam yang semuanya memiliki dua ekor datang dengan kecepatan tinggi.
"Spirit Beast berkemampuan Bumi 2?"
Chang Zhang dan Chang Meili terkejut dengan kemunculan tiga Serigala Hitam besar di hadapan mereka, terlebih lagi kemampuan ketiga Serigala besar itu adalah Spirit Beast Bumi 2.
Wen Xixie dan Fu Long serta satu rekannya langsung menaiki Serigala mereka masing-masing kemudian dengan tersenyum lebar mereka menunjuk ke arah Chang Zhang dan Chang Meili seraya berkata, "Serang dan habisi mereka!" seru ketiganya.
Ketiga Serigala itu menatap kedua Panglima dengan tatapan buas dan nafsu membunuh yang sangat liar, saat akan menyerang, para pasukan pemanah langsung memanah ketiga Serigala itu untuk melindungi kedua Panglima mereka.
Serangan anak panah yang dilepaskan itu ternyata sia-sia saja, sebab tubuh ketiga Serigala itu kebal dari serangan panah biasa.
Salah satu Serigala langsung melompat lalu menyerang para pasukan pemanah, sedangkan dua Serigala lainnya juga maju menyerang kedua Panglima di hadapan mereka dengan sangat liar.
Pertarungan sengit antara kedua Panglima berkemampuan Yu Zha melawan dua Spirit Beast Bumi 2 terus berlanjut, belum lagi dengan bantuan serangan dari penunggangnya sehingga membuat kedua Panglima perang itu kerepotan menghadapi serangan kombinasi antara Spirit Beast dan penunggangnya.
Chang Zhang dan Chang Meili di paksa dalam posisi bertahan sehingga keduanya mau tidak mau harus mengeluarkan Kertas Mantra Sihir Ling Kelas 3 mereka.
Setiap serangan akan menghasilkan ledakan hebat di sekitar mereka sehingga membuat tanah hancur dan pagar Benteng rusak.
Serangan cakaran serta tekanan Serigala membuat kedua Panglima kewalahan menghadapinya, walau Kertas Mantra Sihir sudah di gunakan, tetap saja kedua Spirit Beast itu masih jauh lebih unggul.
Belum lagi salah satu Spirit Beast yang mengacak-acak para pasukan biasa sehingga korban di pihak prajurit pemerintah terus bertambah.
"Bunuh mereka semua..!" seru penunggang Serigala lalu Spirit Beast nya mulai mencabik-cabik tubuh para prajurit.
"Para Binatang ini sungguh sangat kuat, jika begini bisa-bisa kitalah yang akan kalah!" kata Chang Meili.
"Jangan banyak mengeluh! Sebaiknya kamu fokus saja dengan pertarungan ini," jawab Chang Zhang.
Senjata yang dipegang oleh Chang Zhang adalah sebuah golok berukir dengan gagang panjang, sedangkan Chang Meili menggunakan sebilah pedang dengan ukiran bentuk yang sangat cantik.
Chang Zhang mencoba menyerang dengan menggunakan Kertas Mantra Sihir Ling Kelas 3 yang ditempelkan di goloknya, saat segel dibuka, goloknya langsung memancarkan cahaya biru terang lalu dia melompat dan menyerang Serigala yang ditunggangi oleh Fu Long.
"Golok Pemecah Awan."
Sabetan Golok yang melepaskan energi besar melesat ke arah Spirit Beast, serangan tersebut juga menciptakan sebuah luka di tanah yang dilewatinya, sedangkan Spirit Beast milik Fu Long hanya melepaskan satu cakaran yang mampu melesatkan lima empat energi cakaran lalu kedua energi itu saling bertabrakan hingga menciptakan ledakan besar.
Chang Zhang terlempar ke belakang saat ledakkan terjadi, dia menggunakan goloknya untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh, dan setelah stabil, Fu Long dan Spirit Beast nya langsung menyerangnya.
__ADS_1
Chang Meili juga tidak bisa bertahan terlalu lama, dia juga mengalami nasib yang sama dengan Chang Zhang, kecuali para prajurit yang semakin banyak yang gugur.
Mereka tidak menyangka jika para Pemberontak itu akan memiliki Spirit Beast sekuat itu, biasanya hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki Spirit Beast sekuat Serigala itu, seperti Klan besar kecuali Klan Fang.
Untuk pihak Kerajaan sendiri juga memiliki Spirit Beast, namun jarang digunakan, apalagi Spirit Beast milik Sekte Gunung Pohon Persik yang sangat banyak jumlahnya.
Andai kedua Panglima itu tahu akan menghadapi Spirit Beast, tentu mereka akan membawa Spirit Beast mereka, tapi nasi sudah menjadi bubur, kini mereka harus bisa menghadapi semua itu walau nyawa mereka yang harus menjadi taruhannya.
"Sekarang matilah kalian..!" seru Wen Xixie dan Fu Long seraya sama-sama menyerang kedua Panglima.
Saat akan bergerak maju untuk menyerang kedua Panglima itu, mendadak ada suara ledakan serta gemuruh keras dari arah dalam.
Wen Xixie dan Fu Long sama-sama menoleh ke arah sumber suara itu, setelah itu mereka melihat cahaya ungu yang menyambar ke berbagai arah seperti sebuah cambukan petir.
"Apa yang terjadi, dan cahaya apa itu?" tanga Fu Long.
Wen Xixie tidak menjawab karena dia sendiri juga sama tidak tahunya, yang pasti mereka merasakan ada kekuatan besar dari sumber cahaya ungu serta ledakan besar itu.
Setiap cambukan akan meledak dan menghancurkan benda apapun, baik itu benda atau manusia, semuanya akan hancur hanya sekali sambar.
Saat semuanya masih bingung, sosok tubuh bercahaya itu sudah melesat mendekati mereka, hal itu membuat ekspresi ketiga Serigala langsung memasang wajah garang serta kekhawatiran yang luar biasa saat sosok itu datang dengan kecepatan kilat ke arah mereka.
Sosok yang memancarkan kilat ungu dari tubuhnya itu berdiri tepat di hadapan ketiga Spirit Beast itu, dan disitulah Wen Xixie bisa melihat sosok itu dengan jelas.
Wen Xixie memang belum mengetahui nama Fang An, namun dia cukup mengetahui kekuatan bocah itu yang sebelumnya hanyalah seorang Yu Zhi, namun sekarang kemampuannya mendekati Yu Zha.
Kekuatan itu mungkin masih belum cukup untuk berhadapan dengan salah satu Spirit Beast Bumi 2, hanya saja kilat ungu yang terus terpancar itu memiliki daya hancur yang sangat besar, bahkan jika Spirit Beast Bumi 2 itu terkena satu sambaran saja, Spirit Beast Serigala itu tidak mungkin sanggup bertahan.
Chang Zhang dan Chang Meili juga terkejut dengan kemunculan Fang An, keduanya sama sekali tidak mengenal bocah yang bahkan usianya belum sampai 15 tahun, namun bocah itu memiliki kekuatan yang hampir menyusul mereka berdua.
Dengan kedua mata yang juga memancarkan cahaya kilat ungu, Fang An menunjuk ke salah satu Spirit Beast di hadapannya serta bergumam pelan.
"Petir Dewa Penghancur."
Jari Fang An mulai bercahaya ungu terang lalu setelah itu sambaran petir ungu langsung melesat ke arah Spirit Beast dengan kecepatan yang sangat luar biasa.
Suara gemuruh Guntur yang sangat keras menggema keseluruhan bukit, dan Spirit Beast yang menjadi targetnya tidak bisa menghindar karena sambaran petir itu terlalu cepat, pada akhirnya satu Spirit Beast plus penunggangnya langsung hancur tak tersisa.
Wen Xixie dan Fu Long serta kedua Panglima hanya bisa tertegun melihat hal itu, mereka semua memang merasakan kekuatan mengerikan dari cahaya ungu itu, dan kini mereka bisa melihat sendiri.
"Bagaimana mungkin anak ini memiliki kekuatan semengerikan ini?" kata Wen Xixie yang tidak percaya akan apa yang sudah ia lihat.
__ADS_1
"Tuan muda Fang An..?"
Chang Zhang dan Chang Meili terkejut saat Luo Ding datang dan mengenali sosok bocah di dalam cahaya kilat ungu itu.
"Apa!? Jadi dia itu adalah anak dari keluarga Fang?" tanya Chang Zhang.
"Memangnya kalian tidak mengenalnya?" kini giliran Luo Ding yang keheranan saat mengetahui jika kedua Panglima itu tidak mengenali Fang An.
"Kami tidak pernah bertemu, jadi wajar jika kami tidak tahu bukan?" kata Chang Meili, namun sebenarnya dia dan Chang Zhang bernafas lega.
Sebelumnya mereka berdua beranggapan jika Fang An adalah salah satu lawan mereka, karena kemunculan Fang An yang mendadak.
Sekarang mereka menghela nafas lega setelah mengetahui jika ternyata Fang An adalah bukan dari pihak lawan, melainkan berada di pihaknya.
Belum lagi serangan petir yang dilepaskan, hanya sekali serang saja sudah mampu melenyapkan seorang Yu Zhi dan juga Spirit Beast Bumi 2, itu benar-benar terasa sangat mengerikan di mata semua orang.
Jangankan orang lain, bahkan Fang An sendiri juga terkejut saat Feng Huang menggunakan Petir Dewa Penghancur nya.
"Guru, kekuatan Petir Dewa Penghancur mu benar-benar sangat mengerikan!" kata Fang An.
"Bukankah sudah aku katakan sebelumnya, Petir Dewa Penghancur ini sangat kuat, walau aku hanya bisa menggunakan kemampuan Yu Zhi Tingkat 9, namun Petir Dewa Penghancur ku akan mampu membunuh seorang Yu Zha Tingkat 9 dan melukai seorang Yu Zhu."
Feng Huang mengatakan, anda saja Fang An saat ini adalah seorang Yu Zha, mungkin Feng Huang akan mampu menggunakan kekuatan Yu Zhu dan dan serangan Petir Dewa Penghancur nya pasti akan mampu menghabisi seorang Yu Jing.
Hanya saja kekuatan Fang An yang baru berada di tahap Yu Zhe hanya mampu membuat Feng Huang menggunakan kekuatan batas Yu Zhi Tingkat 9 saja, tapi itu sudah cukup bagi Feng Huang untuk meratakan Benteng Pemberontak itu dengan Petir Dewa Penghancur nya.
"Sungguh mengerikan sekali kekuatan Petir Dewa Penghancur yang sesungguhnya," kata Fang An.
"Setelah masalah disini selesai, kamu jangan menunda-nunda lagi, segera temui orang yang katanya bisa mengobati racun dalam tubuhmu itu agar kamu cepat berlatih dan naik ke tingkat berikutnya!" kata Feng Huang.
Saat ini Feng Huang tidak meminjamkan Qi nya lagi kepada Fang An, sebab terakhir kali dia melakukannya, racun di dalam tubuh Fang An malah kambuh, karena itu dia hanya menggunakan tubuh Fang An serta kekuatannya sendiri agar racun itu tidak lagi kambuh.
"Aku akan menyelesaikannya dengan cepat!" kata Feng Huang lalu dia mengangkat sebelah tangannya ke atas dan energi segera diserap oleh nya.
Chang Zhang, Chang Meili, Wen Xixie, Fu Long, Luo Ding dan semuanya terkejut melihat energi yang diserap oleh Fang An, setelah itu cahaya ungu mulai terbentuk dengan cahaya yang sangat menyilaukan, belum lagi cahaya itu melepaskan sambaran petir ungu ke segala arah, dan setiap kali sambaran itu mengenai tanah dan pagar, tanah dan pagar akan langsung hancur.
"Bahaya.. cepat tarik mundur seluruh pasukan dan cari tempat untuk berlindung!" seru Chang Zhang yang merasakan tanda bahaya.
Wen Xixie dan lainnya sendiri juga merasakan hal yang sama dan berniat untuk pergi melarikan diri bersama dengan Spirit Beast nya, begitu juga dengan Fu Long.
"Kalian berdua tetaplah tinggal disini selamanya dan hancurlah dengan benteng ini!" kata Fang An sehingga membuat Wen Xixie dan Fu Long memasang wajah sangat buruk.
__ADS_1
"Hancurlah…!" seru Fang An seraya melepaskan cahaya ungu di tangannya.
"Petir Dewa Penghancur."