
Semua murid-murid berlarian mencari tempat aman dari guncangan yang tercipta dari benturan ledakan dua energi milik Singa Es dan Fao Zunzi, akibat ledakan besar tersebut, batu-batu berterbangan ke seluruh wilayah Akademi, seolah-olah seperti terjadi bencana gunung meletus.
Semua orang yang bertarung terpaksa menghentikan pertarungan mereka karena batu-batu yang datang cukup besar, hal itu membuat mereka harus melindungi diri agar tidak tertimpa bongkahan batu-batu yang berhamburan.
"Ini terlalu besar, bagaimana kondisi Fang An yang berada di tempat ledakan itu?" Lin Hang dan Sao Yi Feng serta yang lainnya menepis batu-batu panas yang berdatangan sembari memikirkan kondisi Fang An yang masih berada di lokasi.
Sangat sulit untuk bisa melihat ke puncak Gunung yang masih ditutupi oleh asap hitam serta debu yang berterbangan mengikuti badai angin.
Akibat kejadian itu, semua orang sudah tidak lagi bertarung, dan mereka semua hanya bisa melihat gumpalan asap hitam yang membumbung tinggi ke udara.
Walau pertempuran belum dilanjutkan lagi, namun mereka masih saling waspada dan tidak satupun dari mereka yang bisa pergi begitu saja walau itu hanya untuk melihat situasi di dalam akademi.
Dari semua murid yang kocar-kacir serta berusaha menepis batu-batu yang berdatangan, hanya Bing Xuyue yang paling aman, karena dia menggunakan Bunga teratai es nya.
Butuh waktu beberapa waktu sebelum akhirnya bebatuan yang berjatuhan mulai berkurang, dan asap hitam serta angin badai juga mulai berkurang.
Kini semua murid-murid memfokuskan diri menatap ke arah puncak gunung yang sepertiganya sudah hancur, dan mereka semua ingin mengetahui akan bagaimana kondisi Fang An disana.
Dari balik asap hitam, Fao Zunzi ternyata berhasil menghindari ledakan tersebut, namun kekuatannya saat ini juga mulai menurun, sedangkan Fang An masih belum ditemukan keberadaannya.
"Spirit Beast sialan, bisa-bisanya dia menghalangi serangan ku dan mengorbankan dirinya demi tuannya!" gerutu Fao Zunzi yang kondisinya mulai melemah.
Serangan Tujuh Cakram Darah Langit Penghancur adalah Teknik yang menguras energi, seharusnya Fao Zunzi hanya boleh menggunakannya sekali, dan itu sudah membuat energinya hampir setengahnya terkuras saat menghancurkan Segel Pelindung yang ada di Puncak Gunung.
Namun sekarang dia terpaksa harus menggunakan Tujuh Cakram Darah Langit Penghancur nya demi bisa membunuh Fang An, hanya saja semuanya gagal karena Spirit Beast milik Fang An justru menghadangnya.
Sekarang kekuatan Fao Zunzi benar-benar sangat berkurang, andaipun dia kembali ingin menggunakan Tujuh Cakram nya lagi, maka daya hancurnya tidak akan sekuat seperti yang pertama dan yang kedua.
Fao Zunzi dapat merasakan energi lemah milik Fang An yang sepertinya selamat dari ledakan itu, hanya saja tubuh Fang An tertimbun oleh reruntuhan bebatuan di pinggiran gunung yang hancur.
Secara perlahan-lahan bebatuan yang bertumpuk mulai bergerak, dan setelah itu sebuah tangan keluar dan diikuti oleh sosok pemilik tangan tersebut yang tidak lain adalah Fang An.
Tubuh Fang An benar-benar di penuhi banyak luka, bahkan darah juga mengalir dari kepalanya, dan yang paling parah adalah lengan kirinya yang patah.
Fang An merangkak mendekati tubuh Singa Es yang setengah tubuhnya sudah hancur, dan yang tersisa pada tubuh Singa Es hanyalah bagian punggung ke kepala, itu pun juga sudah sangat hancur.
"Si, Singa es! Kenapa kamu melakukan ini?" kata Fang An dengan suara sangat lemah dan dia mendekap sisa tubuh Singa Es yang sudah mati.
__ADS_1
Untuk kedua kalinya Fang An sangat bersedih dan untuk pertama kalinya dia menangis seraya memeluk tubuh Singa Es yang sudah mati, Fang An pernah merasa sedih namun tidak menangis saat melihat kondisi pemukiman Klan Fang serta ibunya yang diculik oleh kelompok gabungan dan Sekte Gunung Pohon Persik juga terlibat di dalamnya.
Namun sekarang Fang An kembali merasakan kesedihan, bahkan sampai membuatnya menangis, bagaimanapun juga Singa Es adalah makhluk yang selalu menemaninya dalam suka dan duka.
Kini bayangan dari kenangan saat pertama kali Fang An bertemu dengan Singa Es di dalam Hutan Sesat, sejak menjadi Spirit Beast nya, Singa Es selalu membantu Fang An, bahkan perjalanan Fang An menuju ke Akademi juga berkat bantuan Singa Es yang selalu menemaninya.
"Fang An! Singa Es melakukan semua ini agar kamu tetap hidup, kamu harus kuat dan menerima semuanya agar pengorbanan Singa Es tidak sia-sia," kata Feng Huang yang berusaha menenangkan muridnya serta memberikan dukungan semangat.
"Tidak seharusnya Singa Es mengorbankan dirinya hanya demi diriku guru! Andai Singa Es tidak mengurungku di dalam segelnya, aku pasti masih bisa menghindari serangan orang tua itu!" kata Fang An.
"Tidak akan bisa Fang An! Singa Es sudah tahu jika kamu dan Singa Es tidak akan bisa menghindari serangan sekuat itu, karena itu dia memilih mengorbankan dirinya demi bisa melindungimu sebagai tuannya!" jawab Feng Huang.
"Singa Es, banyak rencana yang sudah aku susun untuk mu di masa depan! Aku berharap kamu bisa berbicara seperti Singa Angin, aku juga ingin kamu melihatku menjadi lebih kuat dan kita bersama-sama mendaki puncak dunia ini! Tapi..!" Fang An tidak kuasa lagi menahan sedihnya dan kembali memeluk jasad Singa Es, air matanya yang bercampur dengan darah nya terus mengalir hingga menetes di bulu-bulu putih Singa Es yang sangat dingin, bahkan darahnya sekalipun juga sangat dingin.
Semua murid-murid tidak ada yang menyadari dan merasakan akan apa yang Fang An rasakan, sebab mereka berada sangat jauh sehingga mereka hanya bisa merasa penasaran akan apa yang telah terjadi dan bagaimana kondisi Fang An saat ini.
"Apakah kamu sudah siap untuk menyusul Spirit Beast mu itu?" kata Fao Zunzi sembari memperhatikan Fang An yang meratapi kematian Singa Es.
Wajah Fang An langsung berubah drastis saat mendengar suara Fao Zunzi di udara, dia memang tidak menatapnya, namun raut wajah kini berubah seraya memandangi tubuh Singa Es yang hancur.
"Sekarang aku akan mengirim mu menemani Singa mu itu, bersiaplah!" ucap Fao Zunzi dan kemudian salah satu Cakramnya mulai terbang di atasnya.
"Singa Es, hari ini aku akan membalaskan kematianmu, akan aku gunakan seluruh kekuatan ku walau aku harus mati!" kata Fang An dan kemudian petir putih dan biru kembali terlihat.
"Fang An jangan bertindak gegabah!" kata Wang Lao Yi.
Wang Lao Yi terpaksa menghentikan meditasinya setelah mendengar Fang An yang ingin memaksakan dirinya untuk membalas kematian Singa Es, begitu juga dengan Feng Huang yang berusaha menyadarkan Fang An.
Nyatanya Fang An sama sekali tidak menghiraukannya, dia seperti tidak mendengar suara apapun lagi, dan yang ada hanyalah bisikan balas dendam yang terngiang di telinganya.
"Em! Kamu masih memiliki energi? Apa yang bisa kamu lakukan dengan energi sekecil itu ha?" kata Fao Zunzi.
Wajah Fang An langsung menjadi gelap seketika, walau kondisinya sudah babak belur dan dipenuhi luka serta lengan kirinya patah, Fang An seperti mendapatkan dorongan energi yang tiba-tiba saja mengalir memenuhi seluruh Dantian nya.
"Aku akan mengambil nyawamu!"
Fang An yang sudah bisa bangkit kembali meraung keras sehingga raungan teriakan yang mengandung rasa kesedihan serta kehilangan langsung berubah menjadi suara gemuruh Guntur yang sangat keras, hal itu jelas membuat Fao Zunzi terkejut karena Fang An yang masih sanggup bangkit lagi setelah mengalami luka yang sangat parah.
__ADS_1
Fang An mengulurkan tangan kanannya dan kemudian percikan sambaran Petir putih dan biru berkumpul di telapak tangannya, energi yang keluar awalnya sangat lemah, namun setelah kedua petir itu bergabung dan mulai memadat membentuk sebuah bola, tiba-tiba saja Qi murni dari dalam gunung diserap dan dihisap oleh bola petir.
Fao Zunzi menaikkan sebelah alisnya saat melihat Qi dari berbagai arah terhisap ke dalam bola petir di tangan Fang An, lalu tekanan energi yang sangat besar tiba-tiba saja meledak dan energinya melonjak naik.
"Apa-apaan anak ini? Bagaimana mungkin dia masih memiliki energi sebesar ini?" Fao Zunzi benar-benar sangat terkejut hingga dia lupa untuk melepaskan serangannya.
"Apa ini? Kenapa tubuhku seperti ada yang menarik?"
"Aku juga!"
"Sepertinya ada sesuatu dari puncak gunung, apapun itu, namun sepertinya ada yang menyerap seluruh Qi alam kesana!" kata salah satu murid yang menyadari fenomena yang terjadi.
Awan tiba-tiba saja berkumpul dan berputar di atas puncak gunung yang sudah hancur, dan kemudian cahaya kilatan mulai bermunculan sebelum akhirnya sambaran Petir putih yang sangat besar jatuh menyambar telapak tangan Fang An.
Kini lonjakan energi semakin meningkat, dan itu dipancarkan oleh bola kecil yang memiliki dua elemen petir, sedangkan Fang An yang sudah gelap mata semakin menjadi gila.
Fang An sudah bertekad akan membunuh Fao Zunzi, dia tidak peduli lagi akan konsekuensi yang akan diterima, Fang An berencana akan menggunakan gabungan dua petir putih dan juga petir birunya sendiri serta akan menggabungkan elemen api nya menjadi satu dalam satu bola petir.
Teknik ini pernah Fang An gunakan saat mengalahkan Ular Batu Bersayap Naga yang memiliki kekuatan Bumi 3, namun sekarang Fang An tidak menggunakan Petir ungu milik Feng Huang, melainkan akan menggunakan Inti Petir Putih nya.
Dengan tekadnya yang sudah bulat, Fang An mengalirkan Elemen Apinya ke dalam bola petir itu sehingga bola petir itu mengeluarkan energi yang mampu mengguncang akademi.
Energi Penghancur yang terpancar segera dirasakan oleh Fao Zunzi dan semua orang yang ada disana, bahkan pancaran energi penghancurnya itu juga mencapai ke tempat para tetua berada.
Fang An menatap Fao Zunzi dengan tatapan penuh dendam, dengan bola petir di tangan kanannya, dia sudah tidak lagi memikirkan apapun, yang ada di pikirannya adalah membunuh.
Fao Zunzi jelas sangat ketakutan saat merasakan pancaran yang begitu mengerikan di tangan Fang An, energi penghancurnya jauh lebih kuat daripada Tujuh Cakram Darah Langit Penghancur nya, namun Fao Zunzi tentu tidak akan bisa pergi karena saat ini dia sendiri juga sangat lemah.
"Ini untuk mu Singa Es!" kata Fang An dan kemudian tubuhnya diselimuti oleh Petir lalu tubuhnya tiba-tiba saja menghilang dan dirinya kembali muncul di puncak gunung seperti hantu dan dia muncul tepat di hadapan Fao Zunzi.
"Dia lebih cepat dari sebelumnya!"
Fao Zunzi jelas tidak menyangka jika kecepatan Fang An berkali-kali lipat dari sebelumnya, sedangkan Fang An yang sudah tidak peduli lagi akan reaksi Fao Zunzi segera mendorong Bola Petir nya seraya berkata, "Matilah!"
"Teknik Petir Api Dewa Penghancur."
"Cih!"
__ADS_1
Fao Zunzi berniat melepaskan Cakramnya, namun dia terlambat karena saat ini Bola petir itu sudah ditempelkan langsung di wajahnya.
Begitu bola petir yang juga mengandung elemen Api itu sampai di wajah Fao Zunzi, bola Petir itu langsung melepaskan ledakan super besar, bahkan ledakannya jauh lebih besar dari ledakan yang sudah membunuh Singa Es, hanya saja ledakan itu tidak hanya menelan tubuh Fao Zunzi, bahkan Fang An juga ikut ditelan oleh ledakan tekniknya sendiri.