
***
Kondisi Fang An mulai membaik berkat pertolongan dari Bing Rong, begitu juga dengan Fang Yu Jie, dan saat ini Fang An beserta seluruh Klan Fang sedang berkumpul untuk membahas akan masalah Fang An.
"Apakah kalian bertiga yakin akan mengirimkan Tuan muda Fang An ke Akademi Puncak Angin Surga? Itu terlalu jauh sekali!" kata Fang Zo Li.
"Aku mengerti akan kekhawatiran mu sesepuh, namun saat ini Fang An memerlukan pelatihan agar kemampuannya semakin meningkat, walau dia adalah satu-satunya harapan Klan kita, namun tetap berada disini juga tidak akan memiliki kemajuan, terlebih lagi kejadian malam itu juga hampir merenggut nyawa An'er!" jawab Fang Xian.
"Iya iya aku paham maksudmu, yang jadi permasalahannya adalah, siapa yang akan mengantarkan Tuan muda Fang An kesana? Kita semua tahu jika Akademi Puncak Angin Surga sangat jauh di selatan, terlebih lagi harus melewati tempat berbahaya seperti hutan yang memiliki banyak Anim Beast ganas serta orang-orang jahat di berbagai wilayah!' kata Fang Lio Xa.
"Kamu benar, apalagi kondisi Putramu yang masih ada racun di tubuhnya, racun itu bisa kapan saja bereaksi!" Fang Zo Li menambahkan.
"Kalau masalah itu Nona Bing Rong sudah memberikan ku ini!" Fang Xian mengeluarkan Kertas Mantra Sihir berwarna putih yang memiliki garis lingkaran halus berwarna emas.
"Kertas itu?" tanya Fang Lio Xa.
"Ini adalah Kertas Mantra Sihir paling legendaris, apalagi jika bukan Kertas Mantra Sihir Zhi elemen Es kelas 3 yang telah dikuatkan dengan mantra khusus!" jawab Fang Xian.
Mata semua orang melebar melihat Kertas Mantra Sihir yang ada di tangan Fang Xian, tidak pernah dibayangkan sebelumnya jika mereka bisa melihat Kertas Mantra Sihir Zhi yang tidak pernah di jual di manapun.
"Wanita ini benar-benar orang kaya, dia bisa memiliki Kertas Mantra Sihir Zhi berarti wanita itu bukan dari kelompok sembarangan!" salah satu dari mereka berceletuk.
Kertas Mantra Sihir sendiri yang umum di jual dan mudah untuk di temukan adalah Kertas Mantra Sihir Qi dengan warna kertas Merah sepenuhnya, setelah itu Kertas Mantra Sihir Ling dengan warna Merah keemasan, hanya saja Kertas Mantra Sihir Ling tidak terlalu banyak dijual di pasaran, karena itu Kertas Mantra Sihir Ling sedikit langka.
Berikutnya adalah Kertas Mantra Sihir Zhi kelas 3 yang disebut-sebut sebagai Kertas Mantra Sihir legendaris, sebab sangat sulit untuk bisa menemukan kertas Mantra Sihir Zhi kelas 3, warna kertasnya adalah Putih bergaris lingkar emas, untuk bisa membuatnya, seorang Talisman harus memiliki kemampuan di tahap Yu Jing, dan seorang Talisman yang memiliki kemampuan di tahap Yu Jing hampir tidak ada.
Berikutnya adalah Kertas Mantra Sihir Dao, kertas ini dijuluki sebagai Kertas Mantra Sihir kelas Dewa, warna kertasnya adalah emas tanpa ada campuran warna lain, sedangkan untuk bisa membuatnya masih belum diketahui harus berada di tahap apa, bisa jadi harus berada di tahap 'Xu, atau mungkin lebih dari itu.
Melihat perdebatan yang terjadi, Fang An yang duduk di samping Fang Xian mendapatkan dorongan dari Feng Huang untuk menyampaikan akan keinginan Feng Huang dengan mengatas namakan sebagai keinginan Fang An.
"Ayah, Paman, dan semua sesepuh serta anggota Klan Fang yang ada disini! Maaf jika Fang An telah lancang ikut campur dan memotong perdebatan kalian, tapi Fang An sendiri tidak keberatan jika memang harus pergi ke Akademi Puncak Angin Surga sendirian, hanya saja Fang An jujur jika Fang An tidak sendirian!" kata Fang An yang sebenarnya mengikuti arahan Feng Huang.
__ADS_1
"Apa maksudmu, dan kamu bilang tidak sendirian kesana, apakah kamu memiliki teman yang juga akan pergi kesana?" tanga Fang Lio Xa.
"Tidak, tapi guruku akan menemaniku!" jawab Fang An.
"Gurumu? Owh iya, sebenarnya aku ingin bertemu dengan gurumu itu, apakah kamu bisa memanggilnya untuk datang ke sini?" tanya Fang Zo Li.
Fang An terdiam seraya bertanya kepada Feng Huang, "Bagaimana ini guru, apa yang harus aku jawab?" tanya Fang An.
Feng Huang kembali memberi arahan kepada Fang An setelah itu dengan penuh percaya diri Fang An pun mengatakannya kepada semuanya.
"Guru tidak terlalu suka bertemu dengan siapapun, namun jika semuanya ingin berbicara kepada guruku, kalian semua silahkan keluar, karena guruku saat ini sedang berada di atas awan!" jawab Fang An.
"Atas Awan? Maksudmu dia terbang? Apakah dia seorang Yu Jing?" tanya Fang Xian yang terkejut mendengarnya.
"Anggap saja demikian!" jawab Fang An.
"Yu Jing? Jadi guru Tuan muda Fang adalah seorang Yu Jing?" obrolan hangat mulai memenuhi seluruh ruangan dan semuanya membicarakan akan identitas guru Fang An yang diduga sebagai seorang Kultivator di tahap Yu Jing, karena hanya seorang Yu Jing yang mampu terbang hingga melewati awan.
Fang Zo Li dan Fang Zui juga menyusul kemudian satu-persatu mulai keluar termasuk Fang Xian sehingga hanya tersisa Fang An seorang.
"Sekarang aku akan keluar dan terbang ke udara, kamu segera susul mereka agar mereka tidak mencurigaiku!" kata Feng Huang.
Feng Huang segera menampakkan dirinya selagi tidak ada siapapun, setelah itu dia berubah menjadi kabut dan terbang melewati jendela dalam wujud kabut samar, sedangkan Fang An segera menyusul yang lainnya keluar.
Semuanya yang sangat penasaran akan identitas gurunya Fang An berkumpul di halaman aula pertemuan, setelah itu Fang An pun juga tiba di sana.
"Cepat panggil gurumu!" kata Fang Lio Xa.
Fang An mengangguk setelah itu dia menatap ke langit seraya menghirup nafas dalam-dalam.
"Guru Feng, ayahku dan seluruh anggota Klan Fang ingin berbicara padamu!" kata Fang An.
__ADS_1
Semuanya juga menatap ke langit namun mereka tidak melihat siapa-siapa selain awan yang mengambang di bawah panasnya terik matahari di langit cerah.
"Fang An! Siapa yang ingin bicara padaku?"
Suara pria sepuh yang menggema di langit terdengar oleh semua orang yang ada di seluruh kota Chang Lan, bahkan Sekte Gunung Pohon Persik dan Klan Hun sampai keluar setelah mendengar suara pria sepuh yang menggema di langit, hanya saja sosoknya tidak terlihat.
"Maafkan atas kelancangan kami Tuan, saya adalah Fang Zui selaku ketua Klan Fang, kami hanya ingin tahu apakah benar Tuan adalah guru Fang An?" tanya Fang Zui sebagai ketua sekaligus mewakili seluruh Klan Fang.
"Benar sekali, Fang An adalah muridku, apakah ada masalah?" tanya suara tersebut yang tidak lain adalah Feng Huang.
"Tidak ada tuan, kami semua justru ingin berterima kasih karena tuan bersedia menjadikan salah seorang pemuda dari Klan Fang sebagai murid tuan!" jawab Fang Zui.
"Tidak masalah, aku mengangkat Fang An menjadi murid ku karena aku melihat potensi dalam dirinya, oleh sebab itu, aku berharap kalian semua mengijinkan Fang An untuk melakukan pelatihan di luar Klan kalian, aku sendiri akan menjamin keselamatannya!" ucap Feng Huang.
"Apapun yang tuan katakan, kami akan menurutinya!" kata Fang Zui.
"Baik, kalau begitu aku menunggu keputusan kalian!" kata Feng Huang.
Fang Xian hanya diam terpaku, begitu juga semuanya, setelah semuanya sama-sama mengepal tangan kepada Feng Huang yang tidak tahu dimana posisinya sebenarnya, semuanya segera kembali ke dalam.
"Aura suara ini sepertinya suara seorang Yu Jing atau lebih dari itu!" kata seorang wanita cantik yang berada di depan pintu Sekte Gunung Pohon Persik, wanita itu adalah Fu Lie Wei, wakil ketua Sekte Gunung Pohon Persik.
"Seorang Yu Jing menjadi guru salah satu anggota Klan Fang? Ini sungguh kabar buruk!" kata Fu Wang.
Hun Lang yang ada di depan rumahnya memasang wajah lebih suram, sedangkan di ruang tertutup di Sekte Gunung Pohon Persik, seorang pria sepuh yang sedang duduk bermeditasi mengedutkan alis matanya karena merasakan pancaran aura aneh.
Walau pria sepuh itu tidak bisa mendengar suara yang menggema itu, namun dia dapat merasakan aura kuat yang terpancar.
"Aura ini serasa tidak asing, apakah ini adalah aura milik burung itu? Jika iya kamu harus segera bertindak Fu Jiazin!"
Suara sosok yang berdiri di sudut gelap dengan sabit besar yang digantung di punggungnya berbicara kepada pria sepuh tersebut.
__ADS_1
"Sabarlah sedikit, jika kamu tetap memaksaku, maka aku akan gagal naik ke tahap selanjutnya, jadi tunggulah!" kata pria sepuh itu yang tidak lain adalah Fu Jiazin, Penatua Sekte Gunung Pohon Persik yang sedang melakukan reret.