
***
"Hehehe.! Anak muda, aku kira aku tidak akan bisa menemukanmu."
"!??."
Fang An tiba-tiba saja kebingungan saat mendengar suara seorang pria padanya, suara itu terasa sangat dekat, namun Fang An tidak melihat siapapun.
Saat Fang An menutup mata karena kesadarannya yang sudah menghilang akibat lukanya yang sangat parah, setelah menutup mata, tiba-tiba saja dia terbangun begitu saja, dan begitu membuka matanya kembali, dia sudah berada di tempat yang aneh.
Fang An yakin jika saat ini mungkin dirinya sudah berada di akhirat, karena tubuhnya yang sebelumnya di penuhi oleh luka bakar serta luka-luka dari serangan Cakram hingga tulang tangan kirinya patah kini semuanya sudah pulih sepenuhnya.
Dia berada di sebuah tempat yang hanya ada langit berawan serta dirinya yang berbaring di atas rumput yang lembut serta sangat luas, udaranya sejuk namun memiliki banyak energi yang sangat padat.
Saat Fang An masih kebingungan, tiba-tiba saja dia mendengar sebuah suara seorang pria yang belum terlihat wujudnya, hal itu membuat Fang An langsung bangkit.
"Siapa yang bicara padaku?" tanya Fang An yang masih mencari sumber suara tersebut.
"Anak muda, kamu tidak perlu merasa takut seperti itu!" kata suara tersebut dan kemudian muncul percikan cahaya petir biru di hadapannya lalu membentuk sebuah lingkaran seperti lingkaran portal.
Fang An melangkah mundur saat merasakan aura yang begitu besar terpancar dari arah lingkaran aneh yang di tengah-tengahnya terlihat gelap namun ada percikan petir yang bermunculan.
"Si, siapa anda?" tanya Fang An.
Setelah Fang An melemparkan pertanyaan itu, muncul sebelah kaki tanpa alas apapun dari dalam ruangan gelap dari lingkaran itu, lalu separuh tubuhnya keluar hingga akhirnya sosok pria yang mengenakan jubah putih keluar dari dalam lingkaran tersebut.
Aura pria tersebut sangatlah kuat sekali, dan yang lebih menarik lagi, di belakang punggungnya ada enam petir biru menyerupai kaki laba-laba, dan tubuh pria itu seperti bergantung di keenam petir itu.
"Namaku adalah Fang Huwang, aku adalah pemilik petir biru pertama serta pemilik kekuatan dari Feniks Petir Biru!" kata sosok tersebut yang memperkenalkan dirinya.
"Fang Huwang? Apakah anda berasal dari Klan Fang?" tanya Fang An.
Pria itu tersenyum hangat dan kemudian tubuhnya menghampiri Fang An yang membuat Fang An semakin mundur menjaga jarak, sedangkan pria itu tiba-tiba saja muncul seperti hantu tepat di hadapan Fang An.
Fang An memang bisa melakukan trik seperti itu, namun yang ditunjukkan oleh pria itu sangat berbeda, dimana tubuh pria itu yang saat ini muncul di hadapan Fang An ternyata di tempat sebelumnya tubuh sosok itu juga masih ada.
"Aku memang berasal dari Klan Fang tertua!" jawab sosok tersebut.
"Mustahil! Tapi para sesepuh Klan Fang tidak pernah menceritakan padaku jika ada Klan Fang tertua, apakah anda ini sedang menguji ku, atau sebenarnya anda ini adalah raja akhirat yang menyamar seperti manusia?" tanya Fang An.
"Hahaha..! Jika aku ini Raja Akhirat, maka aku tidak akan berbicara seperti ini padamu," jawab Fang Huwang yang membuat Fang An semakin tidak mengerti.
__ADS_1
"Klan Fang tertua! Jika memang anda tidak sedang membohongiku, katakan padaku kenapa anda datang menemuiku, karena saya merasa jika anda bukan jiwa Spiritual atau semacam jejak ingatan semata!" kata Fang An.
"Hem, aku memang sebuah jiwa, akan tetapi aku belum mati, sedangkan tubuhku berada di tempat lain! Sebelum aku memberikan alasanku yang datang menemui jiwa Spiritual mu, aku ingin menceritakan sesuatu padamu tentang Klan Fang yang sebenarnya!" kata Fang Huwang dan kemudian dia turun lalu memijakkan kakinya di atas rumput, dan seketika itu juga, sambaran petir biru menyebar seperti jaring laba-laba yang menjalar ke setiap arah melewati rerumputan.
Fang An benar-benar sangat takjub melihat semua itu, orang itu benar-benar memiliki kendali penuh terhadap elemen petirnya.
Fang Huwang mulai menceritakan akan asal usul Klan Fang yang sebenarnya kepada Fang An, sedangkan Fang An tentu mendengarkannya dengan sangat antusias walau dirinya sendiri masih bingung akan dimana saat ini dirinya berada.
Klan Fang adalah salah satu Klan tertua dari tujuh Klan di Benua Bintang Terang, sejak Benua Bintang Terang terbentuk, Klan Fang sudah ada.
Ketujuh Klan tertua hidup dengan persaingan, baik dari segi kekuasaan, kekuatan dan kebesaran, dan masing-masing Klan memiliki kekuatan yang besar.
Suatu hari saat Fang Huwang sedang meningkatkan Kultivasinya, tiba-tiba saja dia mendengar suara ledakan, dan saat dia keluar, dia menemukan seekor burung dari jenis Divine Beast yang terbaring.
Ternyata Divine Beast itu adalah Feniks Petir yang telah membagi kekuatan Inti Petir setelah selesai memisahkan daratan menjadi beberapa bagian hingga terbentuk beberapa daratan hingga tiga Benua.
Feniks Petir itu kehabisan energi setelah menyegel kekuatan petir yang tersisa serta melepaskan lima Inti Petir berbeda ke beberapa arah.
Fang Huwang yang saat itu hanya memiliki Spirit Root Elemen Api merasa bingung harus berbuat apa sehingga dia memutuskan untuk menolong Feniks Petir tersebut.
Namun Feniks Petir itu tidak ingin ditolong karena dia sadar jika dia tidak akan bisa bertahan lagi, oleh karena itu Feniks Petir itu meminta Fang Huwang untuk menerima Spirit Core Divine Beast nya yang merupakan Inti Petir Biru.
Dunia akan kacau serta hancur, keserakahan manusia akan menyebabkan korban, baik itu dari para Anim Beast maupun Divine Beast yang akan segera terlahir.
Feniks Petir itu berharap agar Fang Huwang melakukan penyatuan Jiwa dengan Spirit Core Divine Beast nya, karena Inti Petir Biru adalah Inti Petir langka dari pada semua inti Petir yang ada.
Inti Petir biru adalah pecahan terakhir, dan kedepannya Inti Petir biru akan terpecah dari keturunan Fang Huwang, jadi inti Petir biru akan terlahir secara alami dari keturunan garis darah murni, sedangkan Inti Petir lainnya yang memiliki kesamaan adalah Inti Petir Hitam.
Feniks Petir itu khawatir jika di masa depan Kekuatan pecahan inti Petir yang tersebar bagian inti elemen lainnya yang ada di dalam tubuh para Divine Beast akan disalahgunakan, jadi Feniks Petir berharap kedepannya ada seseorang yang memiliki Spirit Root Elemen Petir biru bisa menghentikan kekacauan, jika tidak bisa dilakukan oleh Fang Huwang, mungkin para keturunannya lah yang bisa melakukannya.
Setelah mendengarkan penjelasan Feniks Petir itu, akhirnya Fang Huwang menerimanya dan dia melakukan penyatuan Jiwa dengan Inti Petir Biru, setelah itu Feniks Petir biru lenyap.
Akibat menerima kekuatan itu, akhirnya Fang Huwang memiliki Spirit Root Elemen Petir biru pertama, dan dia berhasil mendapatkan kekuatan besar hingga berhasil mencapai tahap ke seorang Sains.
Klan Fang akhirnya bisa menjadi satu-satunya Klan paling kuat karena keberadaan Fang Huwang, dan setelah beberapa puluh tahun, lahirlah seorang anak kecil yang memiliki Spirit Root Elemen Petir Hitam.
Anak kecil itu dididik oleh Fang Huwang hingga menjadi anak yang mahir dalam mengendalikan elemen petirnya serta dinasehati agar menggunakan kekuatannya untuk melindungi dunia serta menceritakan akan kekuatan besar milik para Divine Beast.
Alih-alih berharap muridnya menjadi sosok yang baik, ternyata muridnya itu justru tertarik dengan cerita itu, dia mulai memburu para Divine Beast tanpa sepengetahuan Fang Huwang.
Saat itu para Divine Beast dari berbagai jenis sudah bermunculan, dan semakin lama ambisi sang murid semakin liar, dia memiliki dua Spirit Root Elemen Air dan Petir.
__ADS_1
Keturunan Fang Huwang sendiri belum ada yang memiliki Spirit Root Elemen Petir, hingga salah satu cucunya menikah dengan seorang pemuda yang bukan berasal dari Klan Fang, dan anehnya dari pernikahan mereka berdua, ternyata mereka memiliki anak yang memiliki Spirit Root Elemen Petir biru, padahal suaminya bukanlah berasal dari darah Klan Fang.
Nama anak itu adalah Lian Xiao, walau dia tidak memiliki darah murni keluarga Fang, namun dia memiliki Spirit Root Elemen Petir biru, hanya saja tidak sempurna.
Fang Huwang sempat melatih Lian Xiao hingga anak itu berusia 19 tahun, dan Lian Xiao juga berhasil melakukan kontrak dengan salah satu Divine Beast dari jenis Feniks Petir Ungu.
Setelah Lian Xiao memiliki kekuatan yang cukup, Fang Huwang menciptakan dunianya sendiri dan dia membawa hampir semua Klan Fang ikut bersamanya, sedangkan Lian Xiao yang tidak ikut bersama beberapa Klan Fang mendirikan Sekte nya.
Setelah ratusan tahun berlalu, Fang Huwang yang sudah lama meninggal dunia luar akhirnya kembali untuk melihat perkembangan Lian Xiao, namun dia menemukan kepahitan karena kediaman Klan Fang sebelumnya yang sudah berubah menjadi Sekte ternyata sudah hancur, hanya saja dia tidak menemukan jasad Lian Xiao dan juga Feniks Petir Ungu.
Walau dia yakin jika Lian Xiao masih hidup, namun dia tidak menemukan jejak keberadaanya, baik itu dari energinya maupun dari jejak jiwa Spiritual nya.
Fang Huwang juga tidak menerima informasi apapun mengenai siapa saja yang bertanggung jawab atas menghilannya Lian Xiao, namun saat dia merasa putus asa, akhirnya dia tahu siapa sosok yang paling bertanggung jawab, dia adalah muridnya sendiri yang memiliki gelar Iblis Yang Tidak Bisa Mati.
Fang Huwang segera mencari keberadaan Sekte Iblis Lembah Darah, namun sepertinya muridnya mengetahui keberadaannya sehingga dia yang sudah berhasil mencapai tahap Sains juga memindahkan Sekte nya ke dunia lain demi menghindari amukan gurunya.
Kembalinya Fang Huwang sempat menggegerkan Benua Bintang Terang, sebab dia adalah sosok kuat yang tidak bergabung dengan Sekte manapun dari Klan tertua yang ikut pindah seperti Klan tertua lainnya yang sudah mendirikan Sekte masing-masing dan dikenal dengan Sekte Kuno.
Karena pengejarannya menemui jalan buntu, akhirnya dia mulai menyesal karena telah gagal mendidik muridnya, dan apa yang di takutkan oleh Feniks Petir Biru ternyata menjadi kenyataan.
Padahal sebelumnya muridnya itu sangat baik hingga mendirikan Sekte nya sendiri yang bernama Sekte Alam Petir Hitam, namun setelah perginya Fang Huwang, dia justru menghancurkan sektenya sendiri lalu membangun sekte baru dan mulai mengejar ambisinya.
Demi menebus kesalahannya, Fang Huwang dengan kekuatan sains nya mulai menjelajah beberapa dunia, mulai dari dunia luar, dunia dimensi, hingga ke dunia jiwa, semua itu dia lakukan demi menemukan keberadaan Lian Xiao, atau jika beruntung mungkin keturunannya yang lain sudah melahirkan anak yang memiliki garis darah sempurna yang memiliki Spirit Root Elemen Petir biru, dan ternyata dia berhasil menemukan keturunannya yang memiliki garis keturunan darah murni Klan Fang, hanya saja dia menemukannya di dunia jiwa.
Fang An jelas terkejut mendengarnya, jika dihitung dari waktu cerita Fang Huwang, itu artinya sosok di hadapannya itu mungkin sudah berusia ribuan tahun atau mungkin lebih dari itu, dan pastinya Fang Huwang itu adalah leluhur tertua Klan Fang, dan yang lebih mengejutkan lagi, kemungkinan besar Lian Xiao dan Feniks Petir Ungu atau Feng Huang masih hidup.
"Jadi ternyata Klan Fang adalah Klan tertua sekaligus terkuat yang pernah ada, hanya saja mereka yang terkuat berada di dunia buatan!" gumam Fang An setelah mengetahui akan asal usul Klan Fang.
"Begitulah, sekarang kamu pasti sudah tahu alasanku menemui mu bukan?" tanya Fang Huwang.
Fang An menunduk sebelum akhirnya dia mendekati Fang Huwang setelah itu dia langsung bersujud di hadapan leluhur tertuanya.
"Maaf atas ketidak tahuanku ini! Terimalah hormat sujudku ini leluhur!" kata Fang An.
Fang Huwang tersenyum lalu dia menyentuh kepala Fang An yang bersujud di hadapannya seraya berkata, "Aku terima penghormatan mu, tapi jangan memberikan hormat padaku seperti ini, aku ini masih hidup!" kata Fang Huwang.
Fang An segera bangkit lalu dia ingin mengatakan sesuatu, namun Fang Huang lebih dulu memotong nya sebelum Fang An berbicara.
"Klan Fang sudah terpecah dan menyebar di beberapa wilayah, dan di setiap wilayah akan ada yang harus bertanggung jawab untuk melindunginya, aku sendiri tidak bisa melakukan semua itu karena tugasku adalah mencari mu, sekarang aku ingin membantumu membangun salah satu kekuatan Jiwa mu yaitu Energi jiwa, atau kekuatan murnimu! Aku tahu kamu sudah berhasil membentuk dua dari lima Energi Jiwa, sekarang aku akan membantumu membuka Energi Jiwa ketiga yang bernama Huxidra, yaitu Pengendalian Kekuatan Hati dan pikiran!" kata Fang Huang.
Fang An langsung berantusias mendengarnya, dia yang saat ini sudah memiliki Energi Jiwa Murni Muladra dan Xiazudra akan segera memiliki yang ketiga, yaitu Huxidra, dan tanpa Fang An sadari jika sebenarnya tubuhnya di dunia luar masih terapung di dalam segel Inti Petir Merah, sedangkan kedua gurunya masih berusaha melindunginya.
__ADS_1