SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Melindungi Desa Lianxai


__ADS_3

***


Mu Yuan dan Fang Wu Hong tiba lebih dulu di perkemahan, sedangkan Fang An kembali saat hari sudah sangat sore, begitu tiba, Fang An tidak langsung menemui Gu Yao He dan yang lainnya, melainkan hanya berdiri memperhatikan semua orang yang sibuk dengan urusan masing-masing.


"Jika ada penyusup di antara Klan Fang atau Klam Mu, seharusnya ini sangat mudah untuk menemukannya, kecuali jika ada penghianat di dalam kelompok, itu yang akan sulit untuk menemukan orangnya!" kata Wang Lao Yi.


Fang An mengangguk pelan, dia akui jika lawan paling sulit untuk diketahui adalah musuh di dalam Klan nya sendiri, dengan kata lain, mencari seekor semut di rerumputan lebih mudah daripada mencari sebuah jarum di tumpukan jerami.


Pikiran Fang An saat ini benar-benar agak kacau akibat rencana yang sudah di ketahui oleh Sekte Gunung Pohon Persik, walau demikian dia berusaha tetap tenang seraya memikirkan rencana selanjutnya.


"Tuan muda, anda di cari oleh sesepuh Raja Pil! Beliau bersama Ketua Zui dan wakil ketua menunggu di tenda!" kata Fang Wu Hong.


Fang An melihat Fang Wu Hong yang sedang bersama dengan seorang anak laki-laki berusia hampir 9 tahun, Fang An mengenali anak itu adalah anak mendiang Fang Yu Jie, nama anak itu adalah Fang Xiao Fei, sedangkan nama Ibunya adalah Yun Fei Lin.


"Terima kasih Paman, sebentar lagi aku akan ke sana!" jawab Fang An lalu dia memberikan sesuatu kepada Fang Xiao Fei. "Adik ini untuk mu! Gunakan ini untuk latihan mu agar kamu menjadi lebih kuat," kata Fang An seraya memberikan botol kecil yang berisikan beberapa Pil peningkatan energi khusus untuk seseorang yang berada di tahap Yu Zao.


"Terima kasih kakak!" jawab Fang Xiao Fei dengan sangat gembira sembari menerima pemberian Fang An.


"Fei'er, jangan mengganggu paman serta Kakak Fang An, ayo kesini!" kata seorang wanita yang berusia 26 tahun, dia adalah Yun Fei Lin.


Fang An mengerutkan kedua keningnya saat merasakan tingkat Kultivasi Yun Fei Lin. "Cepat sekali dia naik ke Tingkat 6, padahal kemarin dia masih berada di tahap Yu Zhi Tingkat 4?" batin Fang An.


Ini untuk yang kesekian kalinya Fang An merasa heran terhadap tingkat Kultivasi Yun Fei Lin, sebab kemampuan Yun Fei Lin dulunya hanyalah seorang Yu Zhe, namun setelah lebih dua tahun tidak bertemu, begitu bertemu kembali Yun Fei Lin tiba-tiba saja sudah berada di Tahap Yu Zhi Tingkat 1, dan hanya dalam waktu yang relatif singkat saja, tingkat kemampuan Kultivasi nya naik secara signifikan, bahkan hampir menyusul dirinya.


"Tidak apa-apa bibi, biarkan saja adik Fang Xiao Fei bermain, lagipula dia juga adalah adikku!" kata Fang An.


"Saya hanya merasa tidak enak saja, sebab Fei'er ini sangat nakal! Aku takut dia akan mengganggu tuan muda!" jawab Yun Fei Lin.


"Kakak ipar, aku tidak keberatan menjaga Keponakan ku, jadi kakak ipar tidak perlu khawatir," kata Fang Wu Hong.


"Kalau begitu aku pergi dulu untuk bertemu dengan yang lainnya di tenda, kalian teruskan saja obrolan kalian!" kata Fang An.


Fang An meninggalkan mereka menuju ke Tenda tempat Gu Yao He dan yang lainnya berada, sedangkan Fang Wu Hong dan Yun Fei Lin melanjutkan kembali pembicaraan mereka.


Fang Wu Hong saat ini masih lajang, namun bukan berarti dia tidak memiliki kekasih, hanya saja kekasihnya berada di tempat yang jauh di desa tempat Fang Wu Hong berada dulu, sedangkan Fang Wu Hong saat ini memiliki kemampuan Yu Zhi Tingkat 2.


Fang An sendiri tiba di tenda putih besar, dia segera masuk ke dalam tenda dan disana sudah ada Mu Yuan, Gu Yao He, Fang Xian dan Fang Zui.


"Fang An duduklah, kita akan membahas perjalanan kita selanjutnya!" kata Mu Yuan.


Fang An segera duduk di samping ayahnya dan kemudian Mu Yuan berbicara kembali kepada Fang An.


"Dari tadi kami membahas rencana setelah tiba di Pemukiman di Gunung Yizan, karena Gunung itu agak aktif, jadi harus ada persiapan terlebih dahulu untuk mengantisipasi jika nanti Gunung Yizan tiba-tiba aktif!" kata Mu Yuan menjelaskan.

__ADS_1


"Bagaimana menurutmu An'er?" tanya Fang Xian.


Karena ide serta rencana untuk mengungsi ke Gunung Yizan adalah idenya Fang An, jadi Fang An harus tahu kondisi di tempat itu, siapa tahu dia memiliki ide untuk mengatasi masalah akan Gunung Yizan yang kapan saja bisa meletus.


"Ayah dan semuanya! Sebenarnya aku juga ingin menyampaikan kabar penting kepada kalian jika sebenarnya aku membatalkan rencana ini!" kata Fang An yang membuat Mu Yuan dan semuanya terkejut mendengarnya.


"Apa maksudmu? Kita sudah berjalan hingga sejauh ini, kenapa tiba-tiba saja kamu membatalkannya?" tanya Fang Zui.


"Begini paman, sebenarnya rencana kita sudah di ketahui oleh Sekte Gunung Pohon Persik, dan aku mendapatkan informasi dari temanku tadi jika disana ada sekitar Lima orang yang sedang terbang dan berkeliaran di Gunung Yizan, salah satunya memiliki Sayap Merah menyala di punggungnya! Aku yakin sosok bersayap itu adalah Penatua Sekte Gunung Pohon Persik!" kata Fang An.


"Itu memang Fu Jianzi, tapi apakah informasi yang kamu dapatkan itu bisa di percaya?" tanya Gu Yao He.


"Sangat dipercaya guru!" jawab Fang An.


"Tapi kenapa bisa? Bukankah kita tidak pernah menceritakan kepada siapapun, bahkan semua anggota Klan kita berdua sudah diminta untuk tutup mulut!" kata Mu Yuan.


"Benar sekali! Dari mana mereka mendapatkan informasi itu?" Fang Zui juga berpikir keras.


"Hanya ada dua kemungkinan hal ini bisa terjadi, yang pertama kemungkinan besar ada mata-mata yang menyusup dan berbaur dengan kita, dan yang kedua, bisa saja ada penghianat di dalam rombongan!" kata Fang An yang menyampaikan akan pendapat Wang Lao Yi.


"Mata-mata dan penghianat! Jika demikian sebaiknya kita kumpulkan semua rombongan kita agar kita tahu jika ada orang asing yang mungkin masih berbaur diantara mereka!" kata Fang Zui.


"Iya, aku juga akan mengumpulkan anggota ku untuk memeriksanya!" timpal Mu Yuan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Fang Zui.


"Aku juga belum tahu, sebab kepalaku rasanya sangat sakit memikirkan semuanya!" jawab Fang An seraya memijat keningnya.


Fang Xian merasa kasihan melihat Fang An yang seperti sangat tertekan, padahal dia masih sangatlah muda, dan anak muda seusia Fang An saat ini seharusnya hanya berlatih dan berkumpul dengan teman-teman seusianya.


Namun sekarang Fang An harus memikul beban untuk menyelamatkan anggota Klan nya agar bisa bertahan hidup, namun sepertinya rencana Fang An mulai menemui jalan buntu.


"Fang An, kamu sudah melakukan yang terbaik untuk kami, seharusnya ini adalah tanggung jawab kami para orang tua untuk melindungi Klan serta melindungi generasi muda agar bisa semakin berkembang, jujur ayah sangat bangga padamu! Jadi sekarang biarkan kami yang mencari solusinya!" kata Fang An seraya memegang pundak Fang An.


"Ini juga adalah tanggung jawabku ayah!" jawab Fang An.


"Kalau begitu malam ini kita akan mengumumkan kepada semuanya jika selama beberapa hari kedepannya kita akan menunda perjalanan kita, untuk menghindari kecurigaan mata-mata ataupun penghianat itu, sebaiknya kita memberikan alasan jika barang kebutuhan masih belum lengkap karena pasar masih belum buka, bagaimana?" kata Mu Yuan seraya menanyakan pendapat idenya kepada semuanya.


"Anda memang sangat pintar Tuan Mu Yuan! Saya sangat setuju dengan ide anda!" kata Fang Xian.


"Bagaimana dengan yang lainnya? Fang An apa pendapatmu?" tanya lagi Mu Yuan.


"Aku ikut saja, lagi pula kita perlu mengulur waktu sekaligus mencari tahu apakah memang ada mata-mata di rombongan kita atau justru ada penghianat, yang manapun yang benar nantinya, kita tetap harus berpikir tenang dan tidak perlu emosi!" jawab Fang An yang arah ucapannya ditujukan kepada ayahnya yang sering gegabah saat sedang marah.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita umumkan sekarang!" ajak Fang Zui.


Fang Zui dan Mu Yuan serta Fang Xian segera bangkit dan keluar dari dalam tenda, dan saat ini hanya menyisakan Fang An dan Gu Yao He di dalam tenda itu.


"Apakah guru memiliki Akar Pohon Magma dan Daun Dewa Matahari?" tanya Fang An.


"Aku hanya memiliki Daun Dewa Matahari saja, memangnya untuk apa?" tanya Gu Yao He.


"Aku ingin membuat Pil Api Matahari!" jawab Fang An.


"Pil Api Matahari? Untuk membuat itu tidak hanya membutuhkan Akar Pohon Magma dan Daun Dewa Matahari saja, tapi harus ada satu bahan lagi yaitu Ginseng Api!"


"Aku sudah punya Ginseng Api itu guru, itu sebabnya aku menanyakan dua bahan lainnya kepada guru, siapa tahu guru memiliki keduanya!" kata Fang An seraya menunjukkan Ginseng merah menyala seperti bara api kepada Gu Yao He.


Gu Yao He jelas terkejut mendengarnya, dia tidak menyangka jika Fang An sudah memiliki Ginseng Api yang sangat langka dan juga sangat sulit untuk menemukan keberadaan tanaman Ginseng tersebut.


"Dari mana kamu memperolehnya?" tanya Gu Yao He.


"Dari seorang teman yang aku temui di desa tadi siang, dan temanku itu juga yang memberikan informasi jika orang-orang dari Sekte Gunung Pohon Persik ada di sekitar Gunung Yizan!" jawab Fang An.


"Apa mungkin temanmu itu memperoleh Ginseng itu dari Gunung Yizan?" tanya lagi Gu Yao He dan dijawab dengan anggukan oleh Fang An.


Gu Yao He hanya menghela nafas panjang, setelah itu dia mengeluarkan Daun Dewa Matahari yang berwarna putih kemerahan kemudian dia menyerahkan kepada Fang An.


"Ini ambillah! Namun untuk Akar Pohon Magma kamu harus mencarinya sendiri, dan keberadaan Akar Pohon Magma ini juga sama langka nya dengan Ginseng Api itu!" kata Gu Yao He seraya menyerahkan Daun yang hanya selebar satu jari itu kepada Fang An.


"Terima kasih guru, nanti setelah aku berhasil mendapatkan Akar Pohon Magma aku akan membuat enam butir Pil Matahari, dan nanti akan aku bagikan kepada Senior Gu Fei Ming dan kakak Luo Ying serta kakak Shin He!" ucap Fang An.


Gu Yao He mengangguk dengan tersenyum lebar, dia memang memiliki Daun Dewa Matahari untuk membuat Pil Matahari juga yang nantinya akan dia berikan kepada Gu Fei Ming serta ketiga muridnya, hanya saja dia tidak menemukan keberadaan Ginseng Api serta Akar Pohon Magma.


Karena kebetulan Fang An yang memiliki Ginseng itu, jadi dia menyerahkannya kepada Fang An, dan untuk Akar Pohon Magma nantinya, Gu Yao He juga akan membantu mencarikannya.


Fang An memasukkan kedua bahan itu ke dalam Cincin penyimpanan nya dan saat ingin bangkit, tiba-tiba saja suara siulan keras sebanyak tiga kali terdengar dari arah Desa Lianxai.


Siulan keras itu juga terdengar oleh semua orang yang berada di perkemahan, hal itu membuat semuanya keheranan serta menjadi waspada sebab mereka tidak mengerti akan maksud suara siulan tersebut.


"Guru, Kelompok Kapak Kematian menyerang Desa Lianxai, aku harus segera kesana untuk melindungi Desa Lianxai serta temanku yang juga berada di desa itu!" kata Fang An.


"Dari mana kamu tahu jika Desa itu sedang di serang oleh kelompok itu?" tanya Gu Yao He.


"Dari siulan itu! Karena akulah yang meminta kepada temanku untuk bersiul sebanyak tiga kali jika para Kelompok Kapak Kematian itu datang!" jawab Fang An.


"Kalau begitu ayo kita kesana, guru juga akan membantumu!" kata Gu Yao He yang memang sudah berniat untuk melenyapkan kelompok penjahat seperti Kapak Kematian.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan siapapun, Gu Yao He dan Fang An segera pergi menuju ke Desa Lianxai, Fang An juga memanggil Singa Es nya untuk ikut serta dengan dirinya, dan mereka bertiga bergerak lewat bawah untuk melindungi Desa Lianxai dari jaraha Kelompok Kapak Kematian.


__ADS_2