
Semua murid serta para pembimbing dan Penatua menatap ke udara, mereka melihat dua sosok muda-mudi berambut putih yang berputar di udara lalu secara perlahan mulai turun kebawah.
Keduanya turun tepat di tengah-tengah kawah bekas ledakan, dan kemudian Fang An mengalirkan Qi nya ke tubuh Bing Xuyue seraya memberikan Pil lalu membantunya agar Pil pemulihan bisa dicerna.
Setelah beberapa saat, Bing Xuyue yang masih berada di dalam rangkulan Fang An secara perlahan membuka matanya, pandangannya masih agak buram, namun setelah beberapa saat pandangannya mulai bisa melihat dengan jelas, dan yang ia lihat adalah wajah Fang An.
"Bagaimana kondisimu Nona Bing? Aku minta maaf karena membuatmu seperti ini!" kata Fang An.
Bing Xuyue yang merasa sudah memiliki sedikit energi mulai duduk, dia menatap Fang An seraya tersenyum pelan lalu melihat ke sekelilingnya.
"Untuk apa kamu meminta maaf padaku, ini adalah pertandingan perebutan Ranking, kekalahanku ini disebabkan oleh diriku sendiri yang terlalu memaksakan diri sehingga Qi ku terkuras habis, apalagi Teknik Perisai Teratai Bunga Es dan Teknik Pedang Kristal Es memang membutuhkan banyak Qi, hal itu yang membuat Qi ku cepat terkuras," jawab Bing Xuyue.
Fang An tersenyum mendengarnya kemudian dia menanyakan sesuatu kepada Bing Xuyue. "Bagaimana menurut pendapatmu? Apakah aku sudah layak untuk menjadi apa yang Bibi Rong dan Sesepuh Bing Chen inginkan?" tanya Fang An dengan jantung sedikit berdebar.
Bing Xuyue terdiam dan menatap Fang An dengan tatapan serius, hal ini membuat Fang An menjadi agak gugup dan juga bingung harus melakukan apa, ingin menatap mata Bing Xuyue, namun dia tidak memiliki keberanian untuk menatapnya terlalu lama.
"Apa saat ini kamu memiliki pemikiran padaku jika aku ini adalah tipe Gadis yang suka pilih-pilih pasangan? Dari dulu aku sudah menerima akan apa yang ibu pilihkan untuk kehidupanku, jadi dari awal kita bertemu, aku tidak pernah meragukan pilihan mereka, hanya saja aku penasaran, seperti apa pemuda yang ibu pilihkan untukku!" jawab Bing Xuyue.
"Lalu bagaimana sekarang?" tanya Fang An.
Bing Xuyue bangkit dan kemudian mereka berdua sama-sama berdiri dan saling berpandangan, setelah itu Bing Xuyue berbicara, "Kamu telah melaksanakan semua yang sudah kamu janjikan padaku, dan aku tidak memiliki alasan apapun lagi untuk mu!" jawab Bing Xuyue.
Fang An tercengang sesaat sebelum akhirnya dia merasakan hujan bunga yang bertebaran di hatinya, dengan kata lain Bing Xuyue telah menerimanya.
Fang An langsung meraih kedua telapak tangan Bing Xuyue yang memiliki kulit halus serta sangat lembut, dia memegang tangan Bing Xuyue dengan penuh perasaan seraya berkata, "Dunia ini seperti taman bunga rasanya, aku sangat bahagia sekali! Sekarang kamu adalah milikku, dan kemanapun aku pergi, aku akan selalu membawamu, itu adalah janjiku," kata Fang An.
Bing Xuyue tersenyum hangat seraya menganggukkan kepalanya, mereka berdua saling berpandangan selama beberapa saat dan secara perlahan wajah mereka mulai berdekatan, dan ketika kedua wajah itu hampir bersentuhan, suara batuk mengagetkan keduanya.
__ADS_1
"Uhuk-uhuk.. uhuk-uhuk! Hah, apakah kita ini sedang menumpang di dunia orang lain?" kata Xhang Gugu.
Fang An dan Bing Xuyue menoleh ke atas, dan ternyata Xhang Gugu dan ketiga Tetua lainnya sudah berada di atas mereka.
Fang An dan Bing Xuyue hanya tersenyum dengan saling berpandangan, karena terbuai oleh perasaan bahagia, mereka berdua lupa jika saat ini mereka masih berada di tengah-tengah arena.
"Murid Fang memberikan hormat kepada para tetua!" kata Fang An seraya menangkupkan kedua tangannya lalu di ikuti oleh Bing Xuyue yang wajahnya agak memerah.
"Kalian ini benar-benar tidak melihat situasi lebih dulu, apakah kalian pikir hanya kalian berdua saja yang ada disini?" kata Han Yuwei.
Fang An hanya tersenyum dengan menggaruk-garuk kepalanya, dia benar-benar lupa sesaat akan situasi di sekitarnya.
"Sudah-sudah! Jika kalian ingin bermesraan, lakukan saja nanti di tempat lain, hari ini aku akan mengumumkan pemenang dari kubu merah!" kata Xhang Gugu kemudian dia mulai mengumumkan hasil pertandingannya.
"Pemenang tahun ini yang berhasil menduduki posisi Rangking Pertama adalah Kelompok Petir Langit yang diketuai oleh Fang An, dan posisi kedua Ranking kedua adalah Kelompok Bunga Es yang diketuai oleh Bing Xuyue, dan ketiga adalah Kelompok Api Suci yang diketuai oleh Sao Yi Feng, keempat Kelompok Pedang Bintang yang diketuai oleh Lin Hang, dan yang kelima adalah kelompok Rantai Putih yang diketuai oleh Huang Yan! Lima kelompok Lima Teratas ini akan mendapatkan hadiah untuk memasuki Kamar Aula paling dasar guna menyerap Qi yang memiliki kepadatan paling tebal dan kemurnian paling tinggi!" kata Xhang Gugu.
Para anggota kelompok Petir Langit langsung melompat kegirangan mendengarnya, akhirnya kelompok mereka berhasil menduduki peringkat pertama.
"Baiklah, karena waktu yang sangat sempit, Tetua Lao Yang He akan memperbaiki kembali arena ini untuk melanjutkan pertandingan di kubu biru, dan setelah itu pertandingan akan berakhir sepenuhnya, tentu saja pertandingan perebutan Rangking berikutnya akan diadakan enam bulan lagi, jadi kalian bisa berlatih lebih giat untuk bisa merebut posisi mereka saat ini!" kata Xhang Gugu kemudian dia menoleh ke arah Lao Yang He seraya mengangguk pelan.
Lao Yang He bersiap untuk melakukan perbaikan Arena, sedangkan Fang An dan Bing Xuyue berniat pergi dari sana, namun belum sempat mereka beranjak dari tempat mereka, tiba-tiba saja ada suara ledakan kembang api dari arah hutan di luar Gerbang bagian dalam Akademi.
"Itu tanda sinyal orang minta tolong?" kata Ji Xao Long.
Xhang Gugu dan Han Yuwei membuat segel tangan mereka, dan kemudian melepaskan sebuah tembakan cahaya ke udara, setelah itu muncul sebuah gambar disana.
"Itu tetua Fa Ling? Dia sedang terluka!" kata Xhang Gugu dan kemudian tubuhnya langsung menghilang seperti hantu.
__ADS_1
"Tetua Fa Ling? Siapa yang telah melukainya?" kata Fang An.
"Sepertinya ada yang tidak beres, mungkin telah terjadi sesuatu di Gerbang luar!" kata Ji Xao Long dan kemudian dia berseru dengan suara yang menggema.
"Para Pembimbing semuanya, dengarkan perintah! Bawa semua murid-murid ke dalam Ruang perlindungan, saat ini aku menempatkan situasi ini di Kode Siaga Tiga, cepat laksanakan perintah!" kata Ji Xao Long.
Kode Siaga adalah Kode tanda bahaya, Angka tiga memiliki arti jika Akademi sedang mendapatkan masalah, angka Dua memiliki arti jika Akademi Sedang dalam bahaya, dan Angka Satu artinya Akademi Akan bersiap untuk berperang.
Setelah Ji Xao Long berseru demikian, ratusan cahaya segera melesat ke udara, cahaya-cahaya itu datang dari berbagai tempat dan kemudian berbaris di arena.
Satu persatu mulai beranjak menuju ke arah para murid untuk membawa mereka ke tempat yang lebih aman, walau belum tahu akan apa yang sebenarnya terjadi, namun saat melihat kondisi Fa Ling, besar kemungkinan sesuatu yang besar telah terjadi di Gerbang luar.
Xhang Gugu muncul kembali dengan memapah Fa Ling yang terlihat semakin lemah, dia segera memposisikan tubuh Fa Ling lalu menyalurkan Qi ke tubuh Fa Ling, Lao Yang He juga mengeluarkan Pil berwarna putih yang memiliki aroma obat sangat kental lalu memasukkan Pil itu ke mulut Fa Lin.
"Kalian berdua sebaiknya pergi dengan para Pembimbing!" kata Ji Xao Long kepada Fang An dan Bing Xuyue.
Fang An dan Bing Xuyue yang juga ingin tahu hanya bisa menurut, mereka berdua ingin beranjak pergi, namun langkah mereka terhenti saat Fa Ling mulai bisa berbicara.
"Pi.. Pita Merah akan datang menyerang Akademi! Me..mereka mengincar I..Inti Petir Merah!" kata Fa Ling dengan suara yang terkadang terputus.
"Pita Merah? Dari mana mereka tahu jika Akademi ada Inti Petir Merah?" tanya Lao Yang He.
"Ka..kami juga tidak tahu! Mereka sudah membunuh Ketua Ma dan Ketua Yin, dan yang terakhir Wen Li berusaha menahan mereka agar saya bisa melaporkan hal ini kepada kalian, mungkin Wen Li sudah terbunuh, dan harapan Wen Li serta Ketua Ma dan Ketua Yin, mereka berharap para tetua bisa membalaskan kematian mereka serta melindungi Inti Petir Merah dan para murid-murid akademi," jawab Fa Ling yang sedikit mulai membaik.
"Mungkin mereka masih belum berhasil memasuki Gerbang luar, jika mereka berhasil masuk, aku pasti akan langsung merasakannya! Tapi sebesar apa kekuatan yang mereka bawa untuk mendatangi Akademi ku ini?" tanya Xhang Gugu.
"Tiga Xu Qin, satu Xu Hun dan ada beberapa Yu Jing serta Yu Zhu dan Yu Zhi, jumlah mereka lumayan banyak, dan mungkin Ketua Xhang harus memanggil Tetua Agung kesini atau mungkin Para Ketua yang lain juga harus dipanggil, karena kekuatan para ketua saat ini sangat dibutuhkan untuk melawan para Yu Jing!" Jawa Fa Ling.
__ADS_1
"Tidak perlu memanggil Tetua Agung untuk menghadapi pasukan Kelompok Pita Merah ini, lebih baik memanggil para Ketua saja yang sedang bermeditasi di beberapa tempat!" kata Xhang Gugu dan kemudian dia membuat segel tangan lalu melepaskan energi hijau kelangit seraya berseru keras.
"Para Ketua Akademi, Aku memanggil kalian semua untuk kembali, saat ini Situasi di Akademi berada di Kode Siaga Satu!" kata Xhang Gugu.