SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Balon Sayap Angin


__ADS_3

***


Setelah mengobrol dengan singkat bersama Fu Lie Wei, Fang An mengajak Fu Lie Wei untuk di kenalkan dengan teman-temannya, dan Fang An segera pergi ke tempat yang sudah di rencanakan.


Semua teman-teman Fang An sudah menunggu Fang An di tempat biasanya, dan setelah beberapa saat, mereka melihat Fang An yang berjalan dengan seorang gadis cantik yang mengenakan gaun biru terang.


"Siapa yang Fang An bawa kesini? Apakah dia itu temannya atau orang yang baru dia kenal?" tanya Yan Hang.


Tatapan tidak menyenangkan segera terpancar dari mata Bing Xuyue, dia jelas merasa tidak senang melihat cara mereka berjalan sangat dekat, cara itu hanya pernah di lakukan Fang An saat berjalan dengannya.


"Siapa dia?" tanya Bing Xuyue setelah Fang An tiba di hadapannya.


Fang An merasakan tatapan Bing Xuyue yang berbeda, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal namun sebelum dia menjawab, Fu Lie Wei yang lebih dulu menjawabnya.


"Namaku adalah Lie Wei, aku adalah teman lamanya yang sudah hampir lima Tahun tidak bertemu, dan aku juga berasal dari tempat yang sama dengannya!" jawab Fu Lie Wei.


"Lie Wei! Kenapa kamu tidak pernah menceritakannya padaku?" tanya Bing Xuyue.


"Iya maaf!" kata Fang An.


"Nona Lie Wei, namaku Yan Hang, aku adalah teman terbaiknya juga!" kata Yan Hang yang langsung maju untuk memperkenalkan dirinya.


"Tok!"


"Aduh, apa yang kamu lakukan Cia Ling?" tanya Yan Hang yang menahan sakit karena tiba-tiba saja Cia Ling menjitak kepala Yan Hang.


"Mata laki-laki liar seperti mu memang pantas mendapatkannya!" jawab Cia Ling sedangkan Yan Hang masih mengelus-elus kepalanya yang terasa benjol.


"Jadi mereka semua adalah temanmu? Apakah kakak seperguruan mu yang waktu itu tidak ikut bersamamu?" tanya Lie Wei.


"Kakak? Owh maksudmu Kakak Luo Ying? Dia tidak ikut," jawab Fang An.


"Apakah kamu tidak ingin memperkenalkan ku juga kepada teman lamamu?" tanya Bing Xuyue.


Fang An memperhatikan Bing Xuyue yang mulai bertingkah aneh, gadis cantik lembut dan pendiam itu sekarang mulai sedikit agresif dengan melemparkan banyak pertanyaan serta ada tatapan dingin yang diarahkan kepada Lie Wei.


"Lie Wei, ini adalah Bing Xuyue, dia adalah cicit dari penguasa Utara Bing Chen!" kata Fang An.


"Apakah itu saja?" tanya Bing Xuyue.


Lie Wei melihat nada bicara Bing Xuyue langsung memahami semuanya, dia tersenyum lembut dan kemudian dia berbicara kepada Bing Xuyue.


"Nona Bing! Aku tidak menyangka akan bertemu dengan keturunan Penguasa Wilayah Utara! Tapi nona tenang saja, aku dan Huang An tidak memiliki hubungan apa-apa selain pertemanan!" kata Lie Wei yang membuat Fang An panik setelah Lie Wei menyebut nama dirinya sebagai Huang An.


"Huang An? Siapa yang kamu..?"


"Eee bagaimana kalau kita bahas akan perjalanan kita selanjutnya? Lie Wei, kamu bilang kamu memiliki kenalan yang memiliki Balon Sayap Angin?" tanya Fang An yang sengaja memotong pertanyaan Bing Xuyue kepada Lie Wei.


"Owh iya, ikutlah denganku!" kata Lie Wei dan kemudian dia berjalan lebih dulu lalu Fang An mengajak semuanya untuk mengikutinya.


"Huang An? Kenapa dia memanggilnya Huang An?" kata Bing Xuyue yang masih tidak terima karena Lie Wei memanggil Fang An dengan nama lain.


"Sudahlah, kita bahas itu nanti saja!" kata Zang Mei yang mencoba menenangkan Bing Xuyue.


"Aku harus mendapatkan penjelasan akan hal ini!" kata Bing Xuyue seraya menatap dingin ke arah Fang An yang berjalan di belakang Lie Wei.

__ADS_1


Bulu kuduk di leher Fang An langsung berdiri, dia merasakan dingin serta ada tatapan ancaman dari belakang, dan begitu dia menoleh ke belakang, dia menelan ludah saat melihat tatapan dingin Bing Xuyue.


"Andai bukan karena ingin menyewa Balon Sayap Angin, aku juga tidak ingin memperkenalkan Lie Wei kepada Yue Yue!" batin Fang An seraya menghela nafas panjang, dia tahu setelah ini pasti akan banyak masalah yang akan segera dialaminya di dalam perjalanan menuju ke Kota Chang Lan.


Balon Sayap Angin adalah sebuah kendaraan udara yang bisa mengangkut banyak orang dalam sekali angkut, balon itu terinspirasi dari sebuah lentera terbang yang biasa diadakan di setiap Festival.


Tidak mudah untuk bisa memiliki kendaraan itu secara pribadi, bahkan faksi-faksi besar sekalipun tidak memiliki benda semacam itu, sedangkan yang bisa membuat kendaraan terbang seperti itu hanya orang-orang yang ahli dalam bakat kesenian.


Jika ingin mengendarai balon itu, maka orang itu hanya bisa menyewa saja, dan nanti pemiliknya akan menyuruh pengemudinya untuk mengantarkan mereka, tapi itu sesuai permintaan apakah penyewa akan menyewa jasa angkutan pulang-pergi atau tidak.


Hal itu dijelaskan oleh Lie Wei kepada Fang An di dalam perjalanannya menuju ke rumah pemilik kendaraan Balon Sayap Angin, atau biasa dikenal dengan Balon terbang, hanya saja balon ini menggunakan elemen angin yang diciptakan dari sebuah alat serta tambahan seekor Spirit Beast yang memiliki Elemen Angin.


Kediaman pemilik kendaraan itu ternyata berada di pinggiran kota, jaraknya cukup jauh dari pusat kota, dan setelah mereka semua tiba di sana, di sana sudah ada sekitar puluhan kendaraan Balon besar dengan bentuk seperti perahu dan balon udara melayang di atasnya.


"Sungguh menakjubkan, aku tidak tahu jika ada benda seperti ini!" kata Fang An.


"Aku juga baru tahu sekitar setahun yang lalu, kebetulan saat itu aku menolong seorang perempuan yang ternyata adalah istri dari pemilik kendaraan ini, dan hingga saat ini kami semakin akrab!" kata Lie Wei.


Kini mereka semua sudah berada di depan rumah pemilik kendaraan Balon itu, dan setelah itu Fu Lie Wei memanggil nama pemilik rumahnya.


"Tuan Li, Nyonya Li! Apakah kalian ada di rumah?"


Setelah beberapa saat, seorang gadis kecil membukakan pintu, dan gadis itu segera mengenali Lie Wei. "Bibi Lie!" kata Gadis kecil tersebut.


"Li Yiqin, kemana ayah dan ibumu?" tanya Lie Wei.


"Ada di dalam!" jawab gadis kecil itu lalu dia melihat ke arah Fang An dan semua teman-temannya.


"Mereka adalah teman-teman bibi!" kata Lie Wei menjelaskannya.


"Bibi Lie ayah, dia datang bersama banyak teman-temannya," jawab gadis kecil itu.


Setelah beberapa saat, sepasang suami istri datang dan segera menyapa Lie Wei dengan hangat dan sopan. "Nona Lie, aku pikir siapa yang datang! Mari silahkan masuk," kata pria paruh baya kepada Lie Wei.


"Kami diluar saja Tuan Li, saya datang kesini karena teman-teman saya ini ingin menyewa Balon Tuan Li!" kata Lie Wei.


"Owh, baik-baik! Tunggu sebentar," kata Pria tersebut lalu dia berbicara kepada istrinya, "Sayang, buatkan minuman dan hidangan untuk mereka," kata Pria tersebut.


Wanita paruh baya itu mengangguk seraya tersenyum lembut, lalu dia segera kedalam dan suaminya segera keluar untuk melanjutkan obrolannya.


"Jadi mereka ini adalah teman-teman Nona? Salam untuk kalian semua, namaku adalah Li Jing Hang, atau panggil saja Li Jing," kata pria tersebut.


"Tuan Li, senang bisa mengenal tuan!" kata Fang An seraya menangkupkan kedua tangannya.


"Tuan Li, mereka ingin menyewa Balon Sayap Angin milik tuan, mereka akan menyewa untuk pergi ke Kota Chang Lan, mungkin mereka akan menyewanya hingga kembali lagi kesini!" kata Lie Wei.


"Baik aku mengerti!" kata Li Jing.


"Tuan Li, jika boleh tahu berapa harga sewanya?" tanya Fang An.


"Emm! Jika sejauh itu, aku mematok harga per kendaraan seharga 178 koin emas untuk pergi, namun jika untuk pulang-pergi aku akan memotong harganya, kalian bisa membayarnya seharga 300 koin emas, untuk jangka waktu penyewaan nya, itu tidak ada masalah yang artinya kalian memiliki kebebasan mau menyewa selama apapun!" kata Li Jing.


"178 sekali pergi, dan untuk pulang pergi 300, berarti harganya dikurangi 56, harganya cukup lumayan juga, tapi itu wajar karena jarak dari sini ke kota Chang Lan sangat jauh dan pastinya sangat lama, namun setidaknya mereka tidak perlu mengeluarkan energi dalam perjalanan ini!" batin Fang An.


"Bagaimana Tuan muda, apakah kamu masih berniat untuk menyewa kendaraan kami? Kalian tidak perlu meragukan kendaraan kami, sebab kami memiliki pengemudi yang ahli di bidang ini, belum lagi Spirit Beast yang kami gunakan rata-rata adalah Spirit Beast Bumi 3!" kata Li Jing.

__ADS_1


"Baik-baik! Tapi jika boleh bertanya, apakah tuan Li juga menerima bayaran berupa Ziyuan?" tanya Fang An.


"Owh, tentu saja! Jika kalian memang ingin membayarnya dengan Ziyuan, aku justru sangat senang sekali!" jawab Li Jing.


"Kalau begitu sesuai harga yang Tuan Li berikan yaitu 300 keping emas, jika membayarnya dengan Ziyuan maka kami hanya perlu membayarnya sebanyak 60 biji batu Ziyuan bukan?" tanya Fang An.


"Iya benar sekali!" jawab Li Jing.


Seperti yang sudah diketahui, nilai Ziyuan sendiri jika di tukar sebuah koin emas adalah 5 keping emas per batu kristal Ziyuan, dan jika dihitung kelipatannya, berarti butuh 60 batu kristal Ziyuan untuk menggantikan jumlah harga 300 koin emas.


"Ketua tidak perlu membayar dengan batu kristal milik Ketua, disini kami sudah membawanya!" kata Tang Chin.


"Ini?" Fang An menebak cincin yang Tang Chin berikan padanya.


"Itu adalah harta Petir Langit yang terkumpul, mulai dari misi serta dari rampasan perang di Markas Pita Merah, dan ini masih belum separuh dari harta Petir Langit yang aku bawa!" jawab Tang Chin.


"Ada berapa banyak di dalamnya?" tanya Fang An.


"Tidak begitu banyak, hanya sekitar 2300 Ziyuan!" jawab Tang Chin.


"Sebanyak itu?" Fang An jelas terkejut saat mengetahuinya, sebab selama ini yang mengurus dana kelompok adalah Jian Kang, dan Fang An sama sekali tidak pernah menanyakan akan hal itu.


Tentu saja Fang An tidak menyangka jika ternyata kelompok yang dia bentuk memiliki kekayaan yang menyamai dengan kekayaan sebuah Faksi besar, Fang An tentu tidak mengetahui jika sebenarnya kelompok paling kaya adalah kelompok Api Suci milik Sao Yi Feng.


Fang An segera mengeluarkan 60 Batu Kristal Ziyuan, lalu dia menyerahkannya sebagai bayaran secara langsung, sedangkan Li Jing yang tidak menduga jika Fang An akan langsung membayarnya hanya bisa tercengang, padahal dirinya ingin mengatakan jika Fang An bisa membayar setengahnya saja dan nanti bisa dilunasi setelah mereka kembali lagi ke rumah Li Jing.


"Kalau begitu kapan kalian akan menggunakannya?" tanya Li Jing.


"Jika bisa sekarang, tapi jika tidak bisa sekarang mungkin besok," jawab Fang An.


"Bagaimana kalau besok saja, karena sekarang kami harus mempersiapkan semua perlengkapan kesiapan kendaraannya serta akan memilih Spirit Beast paling kuat dan pengemudi paling ahli yang kami miliki, bagaimana?" tanya Li Jing.


"Tidak masalah, kalau begitu malam ini kami akan menginap di penginapan kota dan besok pagi kami akan kembali datang kesini!" ucap Fang An.


"Nona Lie, apakah anda juga akan ikut pulang ke Kota Chang Lan?" tanya Li Jing.


"Entahlah tuan, sebenarnya saya masih ingin berburu disini!" jawab Fu Lie Wei.


"Sebaiknya kamu ikut dengan kami saja besok pulang ke Kota Chang Lan," ucap Fang An.


"Eee. Tapi..!"


Lie Wei merasa ragu namun Fang An dengan tegas memintanya untuk tetap ikut pulang bersamanya, sebab hanya itu jalan satu-satunya jika ingin pulang dengan aman tanpa perlu berjalan ataupun terbang ke kota Chang Lan.


"Ayo Yue Yue, kita cari penginapan di Kota!" kata Fang An.


"Baik Huang An!" jawab Bing Xuyue yang membuat Fang An terkejut, dia pikir Bing Xuyue sudah melupakan hal itu, namun ternyata Bing Xuyue masih mengingatnya.


"Kalian jangan pergi dulu, istriku sudah mempersiapkan hidangan untuk kalian semua, jadi tunggulah sebentar!" kata Li Jing.


"Makan! Baik-baik aku akan menunggunya," kata Yan Hang yang membuat Fang An dan yang lainnya terkejut lalu mereka semua sama-sama menggelengkan kepala.


"Dasar gendut, kalau soal wanita dan makanan, dia pasti akan bersuara lebih dulu!" gerutu Cia Ling.


"Terserah kamu saja mau bicara apa, yang penting aku bisa makan enak hari ini!" jawab Yan Hang yang membuat Li Jing dan semuanya tertawa kecuali Cia Ling yang kesal dan Bing Xuyue yang masih ingin membahas masalah Lie Wei yang memanggil Fang An dengan Panggilan Huang An.

__ADS_1


__ADS_2