SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Tiba di perbatasan


__ADS_3

***


Fang An melakukan perjalanannya siang dan malam, dia hanya beristirahat paling lama 5 jam, dan hari demi hari terus dia lewati bersama dengan Spirit Beast nya.


Hujan, badai angin, kepanasan, bercanda, menghadapi masalah bersama membuat perjalanan Fang An dan Singa Es semakin terasa sangat seru, dan hari berganti bulan, tanpa terasa sudah hampir tiga bulan mereka berpetualang melakukan perjalanan ke Akademi Puncak Angin Surga.


Kali ini Fang An sudah bisa melihat hamparan Hutan lebat di hadapannya, walau demikian, Fang An melihat di arah lain ada kota yang jaraknya sekitar beberapa kilometer dari hutan lebat itu, dan tentunya ada jalan paling aman untuk pergi ke tembok raksasa yang terlihat sangat jauh di ujung hutan.


"Sepertinya tembok itu adalah perbatasan wilayah Benua Daratan Hijau dan Benteng Putih! Singa Es, kita sudah hampir sampai di perbatasan," kata Fang An dengan hati yang merasa sangat lega.


"Fang An, ingat akan pesan wanita es itu, kamu tidak boleh terbang di atas tembok itu nanti!" kata Wang Lao Yi.


"Iya guru!" jawab Fang An.


"Lalu bagaimana dengan rencana mu yang akan mencari keberadaan Akar Pohon Magma itu?" Feng Huang bertanya.


"Tentu saja aku akan mencarinya lebih dulu sebelum pergi ke tembok yang jauh disana!" jawab Fang An seraya menatap Hutan Lebat yang terlihat sangat gelap.


"Inikah Hutan Hitam itu?"


Fang An menatap hutan tersebut yang luasnya tiga kali lebih luas dari pada Hutan Sesat, kayunya lebih rindang dan juga tinggi-tinggi.


Menurut kabar, di dalam Hutan Hitam ada banyak sekali Anim Beast Bumi 3 nya, hal ini membuat Fang An merasa agak ragu untuk memasuki hutan tersebut.


Secara alami Fang An belum terlalu kuat jika harus berhadapan langsung dengan Anim Beast Bumi 3, namun jika hanya satu ekor saja, Fang An mungkin masih bisa menghadapinya bersama Singa Es.


Hanya saja di dalam Hutan Hitam terdapat banyak sekali Anim Beast Bumi 3 yang berkeliaran, andai Fang An bertemu Anim Beast Bumi 3 sebanyak tiga ekor saja, maka sudah bisa dipastikan jika Fang An tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari dalam hutan itu.


"Mencari benda paling berharga harus menghadapi tantangan seberat ini! Aku tidak tahu apakah aku bisa menemukan Akar Pohon Magma itu tanpa harus menemui masalah atau tidak!" gumam Fang An yang perasaannya dipenuhi oleh rasa kekhawatiran.


"Semuanya terserah padamu Fang An, namun jika kamu mau mendengarkan saranku, alangkah baiknya kamu lebih dulu pergi ke Akademi itu, disana kamu bisa berlatih agar semakin kuat, dan setelah kamu sudah mencapai tahap Yu Jing, kamu bisa pergi mengambil Akar Pohon Magma itu!" kata Wang Lao Yi.


"Tapi guru, aku harus bisa menemukan Akar Pohon Magma ini, sebab Pil Matahari sangat aku butuhkan untuk meningkatkan Spirit Root Elemen Api ku, dengan demikian aku bisa memurnikan Pil Tingkat 5 dan aku akan bisa menyempurnakan Pil Naga Ying dan Yang!" kata Fang An.


"Banyak cara lain yang bisa meningkatkan Spirit Root Elemen Api mu Fang An, walau tidak hasilnya tidak sama dengan Pil Matahari, namun kamu masih belum terlambat untuk mencarinya kembali saat kamu sudah benar-benar kuat!" kata Feng Huang.


Tentu saja kedua gurunya tidak ingin Fang An terlalu mengambil resiko menghadapi para Anim Beast Bumi 3, walau nantinya Wang Lao Yi dan Feng Huang bisa membantunya, alangkah baiknya jika Fang An menunggu hingga dirinya benar-benar sudah mampu untuk berhadapan dengan para Anim Beast Bumi 3.


Hanya saja Fang An merasa tidak sabar untuk segera menemukan keberadaan Akar Pohon Magma, walau dia tahu akan betapa besarnya bahaya yang berada di dalam Hutan Hitam.


"Jangan bertindak gegabah dengan menuruti keegoisan keinginan mu Fang An, ingat waktumu hanya tersisa dua tahun tujuh bulan lagi, jika sampai kamu gagal mencapai tahap Yu Jing pada waktu yang telah sepakati, maka kamu tidak hanya akan kalah menghadapi Fu Jianzi, bahkan kamu telah gagal melindungi Klan mu yang pastinya membuat harapan seluruh Klan mu akan musnah!" kata Wang Lao Yi.


Fang An langsung terdiam setelah Wang Lao Yi mengingatkan akan harapan seluruh anggota Klannya kepada dirinya, dia hanya menghela nafas panjang dan akhirnya menatap tembok yang sangat jauh di ujung Hutan Hitam.


"Baiklah, aku akan mengambil Akar Pohon Magma saat kembali ke Kota Chang Lan!" ucap Fang An lalu dia langsung terbang tanpa berhenti di Hutan Hitam.

__ADS_1


Untungnya tidak ada Anim Beast yang menghadang perjalanan mereka sehingga mereka bisa terbang melewati Hutan Hitam tanpa ada hambatan apapun. Setelah berhasil terbang melewati Hutan Hitam, mereka bisa melihat dengan jelas tinggi Tembok pembatas.


Dalam jarak lebih dari 3 kilometer, ternyata ada kota lebar yang lebih besar dari Kota Chang Lan, dan kota tersebut berada di luar tembok pembatas, kota tersebut masih berada di wilayah Benua Daratan Hijau.


Singa Es terbang lebih rendah di atas kota besar itu, setelah menemukan tempat yang aman untuk mendarat, mereka berdua segera turun lalu bersama-sama berjalan kaki mengikuti jalan yang menuju ke Pintu gerbang yang ada di Tembok perbatasan.


Banyak orang-orang yang berlalu lalang di jalan bahkan ada yang berjalan bersama dengan Spirit Beast mereka masing-masing.


"Sepertinya di kota ini terdapat banyak praktisi nya? Tidak heran Kota ini lebih besar dari Kota Chang Lan yang menjadi pusat ibukota, jika aku boleh berpendapat, kota ini lebih cocok dijadikan ibukota!" gumam Fang An.


"Andai kota ini tidak ada di perbatasan, Kota ini pasti akan menjadi kota utama, walau menurutku kota ini adalah kota terbesar di seluruh Benua Daratan Hijau, hanya saja posisi keberadaanya lah yang membuat kota ini tidak dijadikan kota utama untuk pemerintahan!" kata Wang Lao Yi.


Wang Lao Yi tentu memahami semua akan jalur pemerintahan mengingat dirinya juga pernah hidup cukup lama dan juga pernah menjadi pemimpin sekaligus pemilik Sekte di wilayahnya.


Jika sebuah pemerintahan berada cukup dekat dengan wilayah perbatasan nya, yang ada konflik politik tidak akan mungkin bisa dihindari, pastinya akan banyak sekali pejabat-pejabat yang ingin menjilat berusaha melakukan politik kotor dengan penguasa sebelahnya, mulai dari menjual informasi jalur ekonomi, informasi pertahanan dan beberapa informasi rahasia penting lainnya.


Buktinya saja walau pusat pemerintahan berada sangat jauh dari perbatasan, masih banyak oknum-oknum yang menyalahgunakan jabatan mereka dengan melakukan bisnis kotor antar wilayah.


Walau terlihat tidak memiliki konflik antara Benua Daratan Hijau dan Benteng Putih, bukan tidak mungkin jika kedua belah pihak secara diam-diam pasti akan mengorek informasi dari kekuatan dan kelemahan tetangganya, setelah itu perang pasti akan terjadi dengan melibatkan banyak pejabat korup yang serakah untuk menjatuhkan pemerintahannya sendiri demi keuntungan pribadi, pastinya yang akan menjadi korban adalah rakyatnya.


"Andai Klan ku berada di posisi Klan Chang, pasti aku akan di buat pusing oleh masalah seperti ini!" kata Fang An.


"Tidak juga, dalam sebuah pemerintahan, siapa saja bisa jadi pemimpin, namun dengan syarat, setidaknya orang itu memiliki pemikiran yang cerdas dan menguasai ilmu politik, jika kamu tidak bisa memiliki itu, pasti ada orang lain di dalam Klan yang memilikinya, kamu hanya perlu mengontrol dari belakang saja!" kata Wang Lao Yi.


Fang An terus berjalan hingga mendekati pintu gerbang, saat akan melangkah lagi, tiba-tiba saja dua orang berpakaian putih dengan desain layaknya seperti prajurit menghentikannya.


"Berhenti, mau kemana kamu?" tanya salah satu prajurit itu padanya.


"Aku mau ke wilayah Beteng Putih dan tujuanku adalah pergi ke Akademi Puncak Angin Surga!" kata Fang An seraya mengeluarkan lempengan giok pemberian Bing Rong.


Salah satu prajurit memeriksa batu giok tersebut kemudian kedua prajurit itu sama-sama mengangguk dan menyerahkannya kembali kepada Fang An seraya berkata, "Jadi kamu adalah calon murid baru di Akademi! Pintu gerbang akan dibuka saat di siang hari, mungkin sebentar lagi, jadi tunggulah dan bersiaplah untuk mengantri dengan yang lain."


"Mengantri?" Fang An terkejut mendengarnya.


"Benar sekali, setiap hari di saat siang hari, orang-orang yang akan masuk ke wilayah Benteng Putih akan diperiksa, semua itu demi keamanan di Wilayah Benteng Putih, saranku jika kamu tidak ingin mengantri terlalu lama, sebaiknya kamu jangan kemana-mana, kamu cukup menunggu disini saja, jadi begitu pintu di buka, kamu bisa dapat antrian paling tidak di barisan pertama!" kata prajurit itu.


Fang An menatap Singa Es di belakangnya lalu dia kembali bertanya kepada prajurit itu. "Apakah Spirit Beast juga diizinkan masuk?" tanyanya.


"Tentu saja, tidak ada larangan bagi Spirit Beast untuk ikut, selama Spirit Beast itu pergi bersama tuannya!" jawabnya.


"Terima kasih!" jawab Fang An.


"Kalau begitu kamu bisa menunggu disini atau bergabung dengan para calon murid lainnya di sana!" ucap prajurit itu seraya menunjuk ke arah yang dimaksud.


Fang An menoleh dan melihat ada sekitar tujuh pemuda dan tiga orang tua sedang berada tidak jauh darinya, salah satu pemuda yang duduk bersama dua lainnya beserta Spirit Beast nya ikut menatap Fang An, salah satunya melambaikan tangannya kepada Fang An untuk datang bergabung dengan dirinya.

__ADS_1


"Aku pikir hanya aku saja yang akan pergi ke Akademi, ternyata masih ada yang lainnya!" ucap Fang An dan kemudian dia dengan Singa Es menghampiri pemuda yang memanggilnya.


Tentu saja Fang An tidak pernah berpikir, begitu dirinya tiba di perbatasan, dirinya akan langsung bisa masuk dengan menunjukkan lempengan giok nya, namun ternyata pintunya baru akan dibuka saat siang hari.


"Hai teman, apakah kamu juga akan pergi ke Akademi Puncak Angin Surga?" tanya sesosok pemuda berbadan gemuk yang sebelumnya memanggilnya.


"Iya!" jawab Fang An.


"Kalau begitu tujuan kita sama, kami semua juga akan kesana! Bagaimana jika kita pergi kesana bersama-sama?" tanya pemuda tersebut.


"Tidak masalah!" jawab Fang An.


"Teman yang baik, namaku Yan Hang dari Desa Tangyi, dan ini adalah Spirit Beast ku!" kata Yan Hang.


"Namaku Fang An dari Chang Lan!" ucap Fang An.


"Fang An? Apakah kamu dari anggota Klan Fang?" tanya Yan Hang.


"Iya, memangnya kenapa?"


"Ah tidak apa-apa, aku hanya terkejut saja akan bertemu dengan salah satu pemuda dari Klan yang berani berkonflik dengan Sekte Gunung Pohon Persik!" kata Yan Hang.


Fang An hanya tersenyum tipis lalu dia memperhatikan yang lainnya yang terlihat acuh tak acuh kepada dia dan Yan Hang, "Apakah mereka juga dari desa yang sama dengan mu?" tanya Fang An.


"Tidak, kami baru bertemu disini, hanya saja mereka agak sedikit sombong, sebab mereka dari kalangan orang-orang berada!" jawab Yan Hang dengan suara pelan agar tidak didengar oleh mereka.


Tatapan Fang An tertuju kepada ketiga orang tua yang sedang mengobrol bersama, dan di lihat dari pakaiannya, mereka seperti satu keluarga dan dari pakaian mereka juga bisa ditebak jika mereka memang orang-orang kaya.


Yan Hang bisa melihat tatapan Fang An yang mengarah kepada ketiga orang tua tersebut, dia mencolek lengan Fang An seraya berbisik, "Mereka itu satu keluarga, dan mereka bertiga sedang mengantarkan gadis cantik itu!" kata Yan Hang.


"Owh..!" Fang An hanya mengangguk kemudian dia tidak memperdulikan semuanya kecuali Yan Hang yang terlihat sangat ceria dan mudah akrab dengan siapapun yang baru dikenalnya.


Fang An bisa merasakan kemampuan mereka semua termasuk dengan empat Spirit Beast masing-masing, Yan Hang adalah seorang praktisi puncak Yu Zhe dan Spirit Beast nya adalah seekor Belalang Hitam sebesar anak sapi yang baru lahir, dan Belalang itu memiliki kemampuan Bumi 1.


Begitu juga dengan gadis yang diantar oleh tiga orang tua, kemampuannya berada di tahap puncak Yu Zhe, sedangkan gadis itu juga memiliki Spirit Beast nya berjenis lebah besar dengan sayap mirip sayap capung, dan kemudian Spirit Beast gadis itu juga memiliki kemampuan Bumi 1.


Namun ada satu pemuda yang lebih tua dari Fang An yang memiliki kemampuan paling tinggi, pemuda tersebut memiliki kemampuan Yu Zhi Tingkat 4 dan pemuda itu tidak memiliki Spirit Beast, hanya saja pemuda itu terlihat seperti sangat angkuh dan sombong.


Dari yang terlihat sepertinya pemuda itu belum bisa merasakan kemampuan orang lain yang berdada di atasnya, jadi dia hanya bisa merasakan kemampuan keenam calon murid yang rata-rata hanyalah berada di tahap Yu Zhi, karena itu dia merasa paling kuat sendiri dan tidak menyadari jika keempat Spirit Beast yang berada di kelompok mereka sedang ketakutan saat Singa Es berada di samping Fang An, yang pastinya pemuda tersebut belum menyadari atau belum mengetahui jika pemuda berambut putih yang baru bergabung itu memiliki kemampuan jauh lebih tinggi dari semuanya.


Setelah beberapa saat, suara lonceng terdengar menggema dari atas tembok, dan itu menandakan jika Pintu Gerbang Tembok akan dibuka.


"Ayo kita harus mendapatkan antrian paling depan!" ajak Yan Hang.


Fang An dan semuanya segera bangkit dan seketika itu juga orang-orang dari berbagai arah mulai berdatangan seperti semut, hal itu membuat Fang An terkejut dan untung saja, Yan Hang langsung menariknya hingga akhirnya kelompok para calon murid akademi berada di barisan depan.

__ADS_1


__ADS_2