SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Kemenangan Kelompok Bunga Es


__ADS_3

Fang An berpikir jika setelah berhasil menyelesaikan pertandingan pertamanya, akan ada di lanjut dengan pertandingan kedua, namun ternyata yang berhasil memenangkan pertandingan akan kembali mengambil nomor baru untuk melawan pemenang berikutnya.


Saat ini Fang An harus bersabar menunggu pertandingan putaran pertama selesai, dan sekarang yang ada di arena adalah pertandingan antara Bing Xuyue dan Hun Wang sedang berhadapan dengan salah satu Kelompok yang menduduki peringkat ke 6, nama kelompok tersebut adalah Kelompok Bulan Sabit.


"Nona Bing, kami tidak akan menahan diri, jadi bersiaplah!" kata seorang gadis yang mengenakan gaun merah seperti pengantin, sedangkan rekannya juga seorang gadis yang memiliki kemampuan Yu Zha Tingkat 6.


Hun Wang hanya tersenyum tipis menatap gadis tersebut dan kemudian dia melepaskan kabut dari tubuhnya, sedangkan Bing Xuyue yang berhadapan dengan gadis bergaun merah itu hanya diam tanpa berkata sepatah katapun.


Gadis yang menjadi lawan Bing Xuyue memiliki kemampuan Yu Zha Tingkat 8, dan kemampuannya bisa dibilang sebanding dengan kekuatan milik Bing Xuyue yang juga berada di tahap Yu Zha Tingkat 8.


Berbeda dengan kemampuan ketua Bulan Sabit itu, pendampingnya justru akan berhadapan dengan Hun Wang yang merupakan seorang praktisi Yu Zha Tingkat 7, hal ini pasti akan sangat berat sebelah.


"Majulah Tan Yuya!" kata Bing Xuyue.


Mereka berempat langsung saling serang seraya melepaskan kekuatan mereka masing-masing, bahkan Tan Yuya sampai membuat Armor nya yaitu Zirah Petarung untuk melawan kekuatan Bing Xuyue.


"Teknik Tapak Bulan."


Tan Yuya membuat gerakan unik serta sangat indah di tempatnya, terlihat dia seperti sedang melakukan gerakan segel yang rumit berupa tarian dan kemudian hembusan angin yang sangat kuat langsung meledak.


Dari ledakan angin tersebut terlihat sebuah telapak tangan yang terbuat dari sihir tanah dan angin segera melesat kearah Bing Xuyue, hanya saja Bing Xuyue terlihat masih diam melihat serangan yang akan segera tiba.


Dengan satu gerakan tangan yang lembut, Bing Xuyue meletakkan kedua jarinya ke depan dadanya dengan kedua telunjuknya mengarah ke atas.


"Perisai Teratai Bunga Es."


Kabut segera menyebar dan kemudian dengan cepat membentuk sebuah bunga teratai yang sangat besar sehingga tubuh Bing Xuyue tertutup oleh Bunga teratai es yang menutup, dan begitu tapak sihir itu menghantam bunga itu, ledakan besar segera tercipta, dan anehnya Bunga Teratai itu tidak hancur, justru malah mekar saat ledakan terjadi sehingga separuh dari arena di tempati oleh Bunga Es.

__ADS_1


"Perisai yang sangat kuat sekali!" gumam Fang An.


Fang An dapat menyimpulkan jika perisai Bunga Es milik Bing Xuyue sangat kuat, kemungkinan besar Teknik Bola Petir Penghancur nya tidak mungkin bisa untuk menghancurkan Bunga Es tersebut.


"Dia memiliki Teknik sekuat itu, pantas saja jika para tetua mengatakan jika Nona Bing memiliki bakat yang sama seperti ibunya!" batin Fang An seraya tersenyum melihat pertahanan sempurna milik Bing Xuyue.


Disisi lain, Hun Wang justru memberikan serangan tombak seribu es nya terhadap rekan Tan Yuya, dia bahkan sama sekali tidak mengurangi serangannya walau sudah tahu jika lawannya setingkat lebih lemah dari dirinya.


"Kejam sekali senior Han Wang itu! Lihat bahkan dia sama sekali tidak mengurangi serangannya walau Senior Miao Lin sudah mulai terluka," kata murid-murid yang lain yang tidak sanggup melihat Han Wang menyerang Miao Lin tanpa ampun.


Fang An menatap dingin terhadap Han Wang, dia benar-benar sangat tidak suka jika melihat seseorang yang terlalu berlebih-lebihan menyerang lawan yang lemah tanpa alasan yang jelas, terlebih lagi lawannya adalah seorang wanita.


"Kenapa para tetua tidak menghentikan Han Wang?" tanya Yan Hang.


"Ini adalah pertandingan, cidera sebesar apapun pasti akan dialami oleh para peserta, kecuali lawannya yang sudah kewalahan dan tidak sanggup lagi mengatakan menyerah, namun jika tidak maka pertarungan akan terus dilanjutkan!" kata Zian Fei.


"Benar sekali, menurutku Hun Wang sengaja melakukan itu untuk menikmati penyiksaan serta ingin terus bermain-main dengan gadis itu, ini tidak bisa dibiarkan!" ucap Fang An.


"Tahan dulu emosimu Fang An, ini bukanlah giliranmu, tidak benar jika kamu tiba-tiba saja turun lalu menghentikan pertarungan mereka!" cegah Zian Fei.


Fang An hanya bisa mengepalkan kedua tangannya, dia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa mengingat ini adalah pertandingan sekaligus ada aturan yang harus dipatuhi.


Di pertarungan yang lain, Tan Yuya tetap melancarkan serangan Sihir Tapak Bulannya dalam bentuk yang lain, namun Bing Xuyue sama sekali tidak bergeming dari tempatnya, bahkan serangan Tan Yuya sama sekali tidak bisa menghancurkan Bunga Es berbentuk bunga teratai.


Bing Xuyue mengubah pola bentuk jarinya, dan kemudian Perisai Bunga Es itu berputar sehingga kabut dingin langsung menyebar keseluruh arena sekaligus membekukan apapun yang berada dalam jangkauannya.


Tan Yuya langsung melompat mundur saat lantai arena membeku, dia merasakan tanda bahaya dari putaran Bunga Es itu, dan setelah itu Bunga Es yang berputar pecah dan berubah menjadi serpihan Es kecil lalu bergerak menuju ke arah Punggung Bing Xuyue.

__ADS_1


Semua mata terpana saat melihat sayap serpihan es yang terbentuk di punggung Bing Xuyue, dua sayap es yang membentang bagaikan sayap burung raksasa dengan Bing Xuyue yang ada di tengah-tengahnya membuatnya terlihat seperti seorang Dewi Bersayap Es.


"Dewi Feniks Es!"


Para tetua segera menyebutnya Dewi Feniks Es, walau bentuknya berbeda dengan Bing Rong, namun wujud Bing Xuyue benar-benar mirip burung Feniks.


Fang An melebarkan matanya melihat pemandangan indah dibawa, dia sangat senang karena ternyata tidak hanya dirinya yang berhasil menciptakan sayap elemen seperti seorang Ahli Xu Hun, bahkan Bing Xuyue terlihat mirip seperti seorang Ahli.


Tan Yuya sungguh tidak bisa bergerak melihat dua bentangan sayap es yang lebar di hadapannya, belum lagi kedua kakinya yang terjebak oleh bekuan es di lantai sehingga dia sama sekali tidak bisa menghindari serangan apapun jika Bing Xuyue melepaskannya.


"Menyerah lah sebelum terlambat Tan Yuya, aku tidak ingin melukaimu jika kamu mau menyerah, jika tidak maka aku akan mengakhiri pertandingan ini dengan satu serangan!" ucap Bing Xuyue dengan nada pelan tapi sangat jelas suaranya.


Tan Yuya terdiam sesaat, dia melihat kearah Miao Lin yang terbaring dengan luka di sekujur tubuhnya oleh serangan Hun Wang, sedangkan Hun Wang dengan kekuatan elemen esnya di kedua telapak kakinya berdiri dengan sebilah tombak sihir es nya yang diarahkan kepada Miao Lin.


Walau berat untuk memilih keputusannya, namun dia sadar jika saat ini dirinya sama sekali tidak diuntungkan, dan mau tidak mau Tan Yuya harus mengakui kekalahannya.


"Aku menyerah!" ucap Tan Yuya.


Mendengar Tan Yuya yang menyatakan menyerah, Bing Xuyue langsung menarik kembali seluruh energinya sehingga lantai yang membeku kembali seperti sedia kala.


Tan Yuya segera menghampiri Miao Lin yang terbaring lemah dengan darah yang membasahi pakaiannya, dia menatap Han Wang dengan penuh kebencian, namun dia tidak bisa berkata apa-apa selain membantu mengangkat rekannya keluar dari arena.


"Kelompok Bunga Es berhasil mempertahankan posisinya, dengan begini Kelompok Bunga Es masuk ke pertandingan putaran kedua berikutnya!" kata Xhang Gugu.


Walau semuanya merasa takjub dengan pertarungan yang baru saja selesai, namun saat Xhang Gugu mengumumkan kemenangan Kelompok Bunga Es, hanya sebagian murid saja yang bertepuk tangan, sedangkan sisanya merasa kecewa karena Han Wang yang sangat keterlaluan.


Han Wang menoleh ke arah Fang An, walau dia sudah menang, namun dia masih ingin bertarung melawan Fang An, bahkan Han Wang sendiri sudah melihat sendiri jika Fang An dapat mengalahkan Lang Kwe yang memiliki kemampuan sama seperti dirinya, bahkan bisa dibilang Lang Kwe hanya dikalahkan hanya dengan beberapa gerakan singkat saja, namun Han Wang tetap ingin bertarung melawan Fang An.

__ADS_1


"Sepertinya aku tidak perlu menahan kekuatan ku saat menghadapinya!" ucap Fang An dan ucapan Fang An di setujui oleh Tang Chin dan seluruh anggota kelompoknya.


__ADS_2