SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Terbang menuju ke Kota Chang Lan


__ADS_3

***


"Kemana Fang An?" tanya Bing Xuyue kepada semuanya yang ada di meja makan untuk makan malam di penginapan berkelas.


"Entahlah, aku pikir dia bersama kamu!" jawab Qiao Yi.


"Sejak tadi dia tidak bersamaku!" jawab Bing Xuyue namun dia sedikit melirik ke arah Fu Lie Wei yang sedang duduk bersama Zang Mei.


"Mungkin dia ada di dalam kamarnya, coba saja kamu kesana!" kata Cia Ling.


"Aku sudah dari sana, dan dia juga tidak ada di kamarnya!" jawab Bing Xuyue.


"Ini aneh! Coba saja kamu tanya kepada Yan Hang atau yang lainnya, siapa tahu salah satu dari mereka mengetahui keberadaan nya!" kata Zang Mei.


"Ehem! Nona Lie, mungkin kamu tahu dimana dia berada? Siapa tahu anda melihatnya!" tanya Bing Xuyue dengan suara sedikit ditahan supaya bisa mengendalikan perasaan cemburunya.


"Siapa yang Nona Bing cari? Aku sama sekali tidak mengenal orang yang bernama Fang An!" jawab Fu Lie Wei.


"Jangan pura-pura tidak tahu! Aku yakin jika sebenarnya kamu dan Fang An memiliki hubungan di masa lalu," kata Bing Xuyue yang mulai mengatakan rasa kecurigaannya atas hubungan Fang An dan Fu Lie Wei.


"Nona Bing, sungguh aku tidak mengerti dan juga tidak mengenal orang yang bernama Fang An! Siapa dia? Dari namanya sepertinya dia berasal dari Klan Fang, apa aku benar?" tanya Fu Lie Wei.


Tatapan Bing Xuyue semakin dingin dan kabut putih mulai merembes keluar, dia merasa Fu Lie Wei sedang bersandiwara dengan berpura-pura tidak mengenal Fang An.


Zang Mei melihat itu segera bangkit lalu dia menghampiri Bing Xuyue yang terlihat marah kepada Fu Lie Wei, tentu Zang Mei mengerti jika Bing Xuyue sedang dibakar api cemburu kepada Lie Wei.


"Nona Bing, tenanglah, mungkin Nona Lie Wei memang tidak mengetahui nama Fang An! Biarkan aku yang berbicara padanya, Nona duduklah dulu!" kata Zang Mei.


Bing Xuyue segera menarik kembali auranya dan dia melihat orang-orang di sekitarnya yang menatapnya setelah dia melepaskan aura dingin melalui kabutnya.


"Nona Lie, apakah nona yakin tidak mengenal nama Fang An?" tanya Zang Mei setelah Bing Xuyue duduk di kursinya.


"Kalian ini sebenarnya kenapa? Sudah berulang kali aku bilang jika aku tidak mengenal orang yang bernama Fang An!" jawab Lie Wei yang merasa jika Bing Xuyue ingin mencari masalah dengannya dengan cara menanyakan nama seseorang yang tidak dia kenal.


Ekspresi Bing Xuyue semakin gelap, dia seperti sangat muak mendengar jawaban Lie Wei, namun Bing Xuyue berusaha untuk menahan diri.

__ADS_1


"Nona Bing, pemuda berambut putih yang tadi siang bersamamu itu sebenarnya bernama Fang An, apakah anda juga tidak tahu akan hal itu?" kata Zang Mei.


"Huang An maksudmu?" tanya Lie Wei.


"Huang An! Kenapa anda memanggil Fang An dengan nama Huang An?" tanya Qiao Yi yang juga ikut penasaran.


"Jadi nama Huang An sebenarnya adalah Fang An? Berarti dia adalah anggota Klan Fang! Kenapa dulu saat pertama kali bertemu dia mengaku bernama Huang An?" kata Lie Wei yang baru tahu jika ternyata pemuda yang pernah menolongnya serta menyisakan kenangan yang tidak bisa dia lupakan itu sebenarnya bernama Fang An dari Klan Fang.


"Bisa Nona ceritakan kepada kami kisah pertemuan kalian?" pinta Cia Ling.


Lie Wei melirik Bing Xuyue yang masih menatapnya dengan dingin, dia mengerti jika Bing Xuyue memiliki perasaan kepada Fang An.


Demi menjaga perasaan Bing Xuyue dan juga tidak ingin bermusuhan dengan cicit Penguasa Wilayah Utara itu, Fu Lie Wei akhirnya menceritakan akan pertemuannya dengan Fang An.


Tentu saja banyak cerita mendalam yang tidak Fu Lie Wei ceritakan, dia hanya menceritakan akan hal-hal yang wajar seperti saat Fang An menolongnya serta membantu dirinya untuk mendapatkan Darah Ular Batu Sayap Naga, untuk masalah yang lebih sensitif, Fu Lie Wei tetap merahasiakannya.


"Owh jadi seperti itu ceritanya, tapi apa alasan Ketua Fang memperkenalkan dirinya dengan nama palsu?" tanya Qiao Yi.


"Entahlah, aku juga tidak tahu!" jawab Lie Wei lalu dia berbicara kepada Bing Xuyue, "Nona Bing, aku tahu kamu mencurigai ku memiliki hubungan dengan Huang An, ah, maaf maksudku Fang An! Apakah sekarang Nona sudah merasa lebih baik setelah mengetahui cerita pertemuan kami?" tanya Fu Lie Wei.


"Nona Bing, sudahlah! Kita semua ini adalah teman, dan Nona Lie Wei juga teman kita, jadi berhentilah menaruh curiga kepada Nona Lie Wei!" kata Zang Mei.


"Aku tidak tahu, tapi menurutku Nona Lie Wei masih menyembunyikan sesuatu!" jawab Bing Xuyue sehingga membuat Lie Wei yang mendengar menaikkan sebelah alisnya, dia tidak menyangka Bing Xuyue bisa merasakan jika dirinya masih menyembunyikan rahasia yang lain.


"Sudahlah Nona Bing, lebih baik kita istirahat karena besok kita akan segera berangkat!" kata Zang Mei.


Bing Xuyue hanya mengangguk pelan, walau dia masih belum merasa puas dan masih mencurigai Fang An dan Lie Wei, namun Bing Xuyue berusaha untuk menahan amarahnya.


Di tempat meja yang lain tepatnya di para anggota laki-laki, Sao Yi Feng dan yang lainnya juga membahas akan kecantikan Lie Wei, walau demikian mereka tahu jika Fang An pasti memiliki hubungan yang tidak biasa dengan wanita cantik serta lebih dewasa dari Fang An.


"Fang An ini benar-benar curang, dia malah menggait dua wanita cantik sekaligus, padahal Fang An tidak setampan Lin Hang dan Lin Ying, anehnya kenapa kedua wanita cantik itu bisa terpikat padanya?" kata Gui Lang.


"Jangan membicarakan nama buruk Nona Muda ku, Gui Lang! Sekali lagi kamu membicarakannya, aku akan membekukanmu di tempat ini!" kata Han Wang.


"Kakak Han, aku tahu kakak ini adalah pelindung Nona Bing, tapi sebelum Kakak marah dan salah sangka kepada kami, dengarkan dulu pembicaraan kami, apakah kami ini sedang menjelek-jelekkan Nona Muda mu atau tidak!" kata Ying Huo.

__ADS_1


Han Wang mengepalkan tangannya, andai tidak karena menjaga martabatnya serta menjaga nama baik Bing Xuyue, mungkin dia sudah melepaskan serangan kepada Ying Huo dan Gui Lang, namun pastinya Sao Yi Feng dan Lin Hang tidak akan tinggal diam dan pasti akan lebih memilih melindungi para anggota Petir Langit.


"Yan Hang, sebenarnya Fang An sedang pergi kemana? Sejak tadi dia tidak juga datang?" tanya Lin Hang.


"Aku tidak tahu senior! Mungkin dia sedang pergi ke suatu tempat," jawab Yan Hang.


"Iya sudahlah, sebaiknya kita makan saja dan segera beristirahat!" kata Sao Yi Feng.


Mereka semua segera menyantap makan malam tanpa menunggu Fang An yang tidak kunjung datang, sedangkan di pihak para gadis juga mulai menyantap hidangan makan malam mereka, mereka semua tidak tahu jika sebenarnya Fang An sedang pergi ke Hutan Hitam untuk berburu Anim Beast di malam hari demi mengumpulkan Spirit Core mereka untuk diberikan kepada kedua kakak seperguruannya dan yang pastinya juga untuk Lie Wei.


****


Keesokan paginya, semuanya sudah berkumpul di rumah Li Jing dan Fang An ternyata sudah lebih dulu berada disana bersama Li Jing, selain mereka ada dua orang yang akan mengemudikan Balon Sayap Angin itu serta dua Spirit Beast berwujud Gagak sebesar domba.


Dua Spirit Beast itu sama-sama memiliki kemampuan Bumi 3, dan mereka nantinya akan bergantian untuk menyalurkan Elemen angin mereka untuk menggerakkan sayap supaya bisa terbang sesuai arah yang dituju.


"Tuan Li, terima kasih banyak karena mengijinkan kami menyewa kendaraan terbang ini untuk pergi ke tempat yang sangat jauh!" kata Fang An.


"Eh, tidak masalah! Lagipula ini sudah menjadi prioritas utama kami untuk melayani pelanggan!" jawab Li Jing.


"Tuan Li, terima kasih banyak atas kebaikan Tuan Li selama ini kepada saya, suatu hari nanti saya akan datang mengunjungi Tuan Li sekeluarga!" kata Fu Lie Wei.


"Sama-sama Nona Lie, lagipula Nona sudah menyelamatkan istri ku dari serangan Anim Beast di Hutan Hitam, jadi kita sudah sama-sama impas bukan?" jawab Li Jing.


"Baiklah Tuan Li, kalau begitu kami berangkat!" ucap Fang An.


"Iya hati-hati kalian di jalan!" jawab Li Jing.


Fang An mengangguk dan kemudian dia menangkupkan kedua tangannya dan mengucapkan salam perpisahan lalu dia dan teman-temannya segera menaiki Balon itu.


Setelah semuanya naik, tali yang mengikat di kayu segera dilepas dan balon udara mulai terangkat. Setelah mereka berada di udara yang cukup tinggi, salah seorang pengemudi segera membuka sebuah tali penahan lalu empat layar yang menjadi sayap segera terbentang.


Salah satu Spirit Beast itu mengalirkan elemen Angin ke sebuah batu permata putih yang lumayan besar dan berada di paling ujung belakang, begitu elemen angin itu dialirkan, keempat sayap segera bergerak, dan Balon Sayap Angin pun mulai bergerak terbang menuju ke Kota Chang Lan.


"Ayah, Ibu, aku pulang!" gumam Fang An yang berdiri di ujung depan sendirian menatap ke arah Kota Chang Lan yang masih jauh dan belum terlihat dengan harapan dia akan segera sampai di sana dan memeluk kedua orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2