SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Pria tampan yang pemberani


__ADS_3

"Adik!"


Xia Feihu menghampiri adiknya untuk menenangkannya, dia sendiri juga merasa menyesal setelah ayahnya meninggal.


Siapa sangka ayahnya akan memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, walau Xia Feihu sangat membenci ayahnya, namun dari dalam lubuk hatinya, dia tetap mengakui Xia Ding sebagai ayahnya.


"Xia Ding adalah seorang Walikota yang penuh dengan ambisi, dia sudah membuat rakyat menderita, namun dibalik semua itu, dia sudah membuat banyak perubahan di kota ini, walau ini terdengar aneh, namun Xia Ding juga layak untuk dikremasi," kata Gubernur.


"Wei'er, maafkan ibu! Selama ini ibu sudah menelantarkanmu dan lebih percaya kepada dia!" kata ibu Zhang Wei yang bernama Liung Yi.


"Aku tidak pernah menyalahkan mu ibu! Sudahlah, lagipula ini sudah berakhir dan kita sudah bisa bersama lagi!" kata Zhang Wei sembari menatap tubuh Xia Ding yang sudah mati.


"Kasian anak itu, dia sama sekali belum merasakan kasih sayang seorang ayah yang sebenarnya, dan sekarang mereka akan berpisah untuk selamanya," kata Zhang We.


Liung Yi dengan tubuh yang masih lemah menghampiri Jing Chiyi, setelah itu dia berbicara padanya. "Maafkan aku Nyonya, aku benar-benar tidak tahu jika Xia Ding sudah berkeluarga, andai sejak awal aku percaya kepada putraku, mungkin hal ini tidak akan terjadi," kata Liung Yi.


"Nyonya tidak perlu meminta maaf, lagi pula ini semua bukan salah nyonya, anda ini adalah korbannya, jadi semua yang terjadi saat ini mungkin adalah takdir atau mungkin sudah kehendak langit," jawab Jing Chiyi.


Liung Yi merasa terharu atas sikap baik Jing Chiyi, sikap yang ramah dan sangat memahami situasi yang terjadi membuatnya merasa jika Jing Chiyi adalah sosok wanita yang sangat baik.


"Nyonya Xia! Eee.. kedua nyonya Xia, karena sekarang Xia Ding sudah tiada dan juga dia memang sudah terbukti sebagai pemberontak, seharusnya aku sebagai gubernur harus menarik semua harta yang Xia Ding kumpulkan selama dia menjabat sebagai Walikota! Namun aku mengurungkan niatku karena kalian terbukti tidak mendukungnya, jadi harta Xia Ding tidak akan aku sita! Aku harap di masa depan anakmu bisa mewarisi sifat mendiang Zhang Guo, siapa tahu dia bisa menjadi pemimpin di Kota ini dan dapat menggantikan kedudukan ayahnya."


"Terima Kasih Tuan!" kata Liung Yi seraya tersenyum.


"Biarkan para prajurit yang mengurusnya, sekarang aku harus kembali untuk mengatur ulang kota ini yang berantakan."


"Silahkan tuan!" kata Liung Yi.


Sang Gubernur kembali bersama dengan beberapa prajuritnya saja termasuk Jendral Jia Xang, sedangkan sisanya masih disana, sebab Gubernur sudah memerintahkan kepada para prajuritnya untuk mengkremasi jenazah Xia Ding.


***


"Kakak Fang! Terima kasih banyak atas semua bantuannya kepada kami!" kata Xia Longli yang bersama dengan Xia Feihu serta Jing Chiyi.


Setelah Xia Ding selesai dikremasi dan abunya ditaburkan di bukit dengan hanya menyisakan sedikit di dalam kendi kecil untuk Xia Longli bawa, mereka semua kini berkumpul di rumah Zhang Wei.


"Kalian tidak perlu berkata seperti itu, kita ini berasal dari Benua yang sama, tidak mungkin aku membiarkan kalian menderita disini mengingat kalian datang kesini karena diriku!" jawab Fang An.

__ADS_1


"Jika bukan karena kakak Fang yang memberikan surat itu, mungkin selamanya aku tidak akan pernah bertemu dengan Ayahku," ucap Xia Longli.


Xia Longli sama sekali tidak membenci Fang An ataupun menyalahkan Fang An atas kematian ayahnya, walau Fang An sempat melumpuhkan kedua kaki Xia Ding, namun Xia Ding mati bukan karena itu.


"Tetua! Apakah ketua akan berangkat sekarang juga ke Akademi bersama dengan Senior Chi Chi?" tanya Fang An.


"Iya, aku akan kembali hari ini, lagi pula kekuatan Chi'er sangat berguna jika ada di Akademi, aku juga akan pergi ke wilayah Biru untuk mengembalikan Busur Panah Langit kesana serta ingin meminta maaf atas apa yang pernah Chi'er perbuat di sana di masa lalu," kata Ji Xao Long.


"Kalau begitu sampaikan salamku kepada para Tetua," kata Fang An.


"Tentu saja Fang An, karena tidak ada lagi yang bisa kami lakukan disini, kami akan kembali sekarang! Kamu berhati-hatilah nanti jika berurusan dengan Penatua Sekte Gunung Pohon Persik!" kata Ji Xao Long.


Fang An mengangguk dan kemudian dia menghampiri Chi Chi, sebelumnya dia dan Chi Chi sudah saling diperkenalkan oleh Ji Xao Long sehingga Fang An sempat terkejut setelah mengetahui jika wanita tua itu adalah putri Ji Xao Long.


"Senior Chi Chi, sayang sekali pertemuan kita ini begitu singkat, namun aku sangat lega karena senior telah kembali ke jalan yang benar dan bisa bertemu kembali dengan Tetua Ji disini," kata Fang An.


Chi Chi hanya tersenyum dengan sedikit malu, sebab sebelumnya dia sempat meremehkan pemuda dihadapannya, namun setelah mengetahui cerita dari Ji Xao Long, Chi Chi langsung percaya dan dia yakin jika dirinya sekalipun tidak akan mungkin bisa menang jika harus duel satu lawan satu dengan pemuda yang kemampuannya baru mencapai Tahap Yu Zhu.


"Aku titip akademi dan para murid-murid disana!" ucap Fang An kepada mereka berdua.


"Iya, tapi kamu harus datang nanti ke Akademi, karena akademi masih membutuhkan mu! Sampai jumpa lagi Fang An!" kata Ji Xao Long.


Setelah kepergian Ji Xao Long, Fang An kembali menemui Jing Chiyi dan Zhang Wei di dalam, dia juga ingin menanyakan sesuatu kepada Jing Chiyi.


"Apakah kalian berencana akan kembali ke Kota Tianyang? Jika kalian ingin kembali pulang, kalian bisa ikut pulang bersama dengan kami!"


"Kakak Fang! Abu ayahku masih hangat, mungkin aku masih harus berada disini selama beberapa minggu lagi, setelah itu kami akan pulang!" jawab Xia Longli.


"Eee. Adik Xia! Saudara Fang! Eee,, begini, sebaiknya biar adik Xia Longli tinggal disini bersama dengan kami! Aku ini,, eee,,anu, adik Xia Longli! Ee,, maksudku mereka sudah aku anggap sebagai keluarga!" Zhang Wei terlihat seperti kesulitan untuk menyampaikan kalimatnya sehingga kata-katanya sangat tidak jelas.


"Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan Saudara Zhang?" tanya Fang An.


Zhang Wei melirik Xia Longli sesaat dan kemudian dia menarik nafas setelah itu berusaha menenangkan dirinya lalu memberanikan diri untuk berbicara, namun kali ini dia tidak berbicara kepada Fang An, melainkan dia berbicara kepada Xia Longli.


"Adik! Jujur saja, sejak pertama kali aku bertemu denganmu, aku sudah menaruh hati padamu, walau aku tahu jika sebelumnya kamu adalah adik sambung ku, namun sekarang kita sudah tidak memiliki hubungan ikatan keluarga apapun, jadi aku ingin bertanya padamu! Apakah kamu mau menerima hati ini dan bersediakah kamu jika aku melamarmu di depan abu ayahmu dan di depan ibu serta saudara Fang sekaligus di depan semua orang?"


Xia Longli terkejut mendengarnya, termasuk Xia Feihu, Jing Chiyi, Liung Yi, Fang An, dan semua orang yang ada disana.

__ADS_1


"Aku menyebut dia sebagai Pria tampan yang pemberani!" kata Yan Hang.


"Owh, jadi itu maksudnya, ternyata dia ingin melamarnya! Jadi apakah kamu juga akan melamarku dengan cara seperti itu nanti di depan kedua orang tuaku?" tanya Bing Xuyue kepada Fang An.


"Ha? Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Fang An.


"Iya untuk menguji nyali mu! Siapa tahu kamu hanya berani mengungkapkan di tempat sepi seperti dulu, jadi aku ingin lihat apakah kamu berani melakukan hal yang sama seperti Zhang Wei yang berani melamar gadis pujaannya di hadapan orang tua mereka masing-masing?"


Mendengar tantangan Bing Xuyue, Fang An langsung meraih leher Bing Xuyue lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Bing Xuyue seraya berkata, "Apakah kamu mau aku cium sekarang di hadapan semua orang?" tanya Fang An.


"Apa mereka berdua sudah kehilangan akal?" gumam Yan Hang.


Yan Hang dan yang lainnya kini juga terkejut akan kelakuan Fang An dan Bing Xuyue, sedangkan Bing Xuyue segera mengarahkan telapak tangannya di depan wajah Fang An seraya berkata, "Apa kamu ingin aku jadikan es hari ini juga?" tanya Bing Xuyue.


"Baik-baik, suatu hari nanti aku pasti akan mendapatkannya juga!" ucap Fang An seraya melepaskan Bing Xuyue.


Bing Xuyue tersenyum-senyum setelah melihat Fang An yang terlihat konyol, walau demikian dia juga tidak mau jika harus berciuman di depan banyak mata.


"Kakak Zhang, apakah ini tidak terlalu cepat? Ayahku baru kemarin selesai di kremasi, jadi rasanya ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan hal ini!" kata Xia Longli.


"Iya aku tahu, tapi setidaknya aku ingin mendengar sedikit jawaban saja darimu, kamu bersedia atau tidak? Tapi jika kamu masih merasa ini bukan waktu yang tepat, itu tidak masalah. Aku akan tetap menunggu jawabanmu kapanpun itu, dan apapun jawabanmu, akan aku menerima keputusan mu," kata Zhang Wei.


"Aku tidak keberatan, hanya saja aku malu karena aku ini adalah anak dari seorang ayah yang sudah membuat kamu dan ibumu menderita, belum lagi semua orang sudah tahu jika aku ini adalah anak seorang walikota yang memberontak, apakah kamu tidak merasa malu nanti jika memiliki istri dari anak mantan ayah tirimu serta putri dari seorang pejabat yang jahat?" kata Xia Longli yang melemparkan pertanyaan kepada Zhang Wei.


"Untuk apa aku harus malu? Lagi pula kamu adalah putrinya yang sudah diketahui jika kamu juga menderita, andaipun ada orang yang berani menjelek-jelekan namamu, maka orang itu harus menerima hukuman dariku, dan aku berjanji akan selalu melindungimu walau harus mengorbankan nyawa!"


Xia Longli segera menutup bibir Zhang Wei dengan jarinya setelah mendengar sumpah yang diucapkan oleh Zhang Wei, dan dengan lembut Xia Longli berkata, "Jangan bicara seperti itu lagi, aku percaya padamu!" kata Xia Longli.


"Apa itu artinya kamu menerima ku?" tanya Zhang Wei dan dijawab dengan anggukan pelan oleh Xia Longli.


Zhang Wei langsung memeluk Xia Longli dengan perasaan yang sulit untuk digambarkan, hal itu membuat Zang Mei, Qiao Yi dan para gadis lainnya sangat terharu.


"Uuuh! Aku ikut bahagia melihatnya!" kata Cia Ling seraya menjambak rambut Yan Hang.


"Apa yang kamu lakukan? Lepaskan rambutku!" gerutu Yan Hang yang kesakitan karena rambutnya jadi sasaran kegembiraan Cia Ling.


"Jadi kapan kita akan berangkat?" tanya Sao Yi Feng kepada Fang An.

__ADS_1


"Besok pagi kita akan segera berangkat!" jawab Fang An.


"Kalau begitu hari ini aku ingin istirahat yang cukup!" ucap Sao Yi Feng dan kemudian dia mengajak yang lainnya untuk pergi beristirahat, sedangkan Fang An dan Bing Xuyue serta Yan Hang dan Tang Chin tetap berada disana untuk menemani Xia Feihu dan yang lainnya.


__ADS_2