
***
Setelah dua hari sejak mundurnya Sekte Gunung Pohon Persik, Fang An tidak membawa anggota Klan nya kembali ke Kota Chang Lan, dia memilih untuk tetap berada di tempat itu.
Chang Hanzi tidak keberatan saat Fang An meminta lahan tanah lapang itu sekaligus akan dijadikan pemukiman baru untuk anggota Klan nya, bahkan Kepala Desa Lianxai beserta para penduduk desa sangat setuju jika Fang An ingin membangun Pemukiman Klan nya di dekat desanya, sebab para penduduk Desa Lianxai menganggap Fang An adalah Pahlawan bagi Desa mereka.
Dengan keberadaan anggota Sekte Teratai Bunga Es yang menjaga mereka, para anggota Klan Fang sama sekali tidak merasa terancam lagi, terlebih lagi keberadaan Bing Chen yang membuat Fu Jianzi tidak akan berani untuk mencari masalah Penguasa Wilayah Utara itu.
Saat ini ada Enam Yu Jing dan lima Yu Zhu elit yang berada di tempat itu, dengan kekuatan sebesar itu saja walau Bing Chen tidak ada disana, tidak akan mudah bagi Fu Jianzi untuk menyerang Klan Fang.
Chang Hanzi tidak hanya mengerahkan seluruh pasukan yang dibawa olehnya untuk membantu membuat rumah bagi anggota Klan Fang, bahkan Chang Hanzi memanggil lebih banyak prajurit serta para tukang bangunan untuk bekerja, dan biaya pembangunan itu ditanggung langsung oleh Chang Hanzi sendiri.
Ratusan Prajurit serta ditambah ratusan anggota Klan Mu, Klam Qin, anggota Kelompok Lembah Hantu, Pisau Terbang, dan kelompok serta klan kecil lainnya saling bahu membahu bekerja sama membangun sebuah desa baru, selama berhari-hari mereka bekerja hingga bantuan tambahan dari prajurit yang dipanggil oleh Chang Hanzi tiba hal itu membuat jumlah para pekerja lebih dari seribu orang.
Para tukang bangunan yang dipanggil juga bukan tukang sembarangan, mereka adalah para tukang khusus milik Chang Hanzi yang sangat mahir dalam membuat arsitektur bangunan yang baik dan kokoh dan pastinya sangat berbeda dari rumah-rumah biasa.
Dengan bantuan pekerja sebanyak itu, para tukang memprediksikan jika semuanya akan selesai dalam waktu empat bulan, itu sudah termasuk dengan tembok pagar yang mengelilingi seluruh tanah lapang, padahal jumlah bangunannya tidak sampai 300 rumah, namun luas lahan itu hampir separuhnya luasnya Kota Chang Lan.
"Fang An, kamu jangan menunggu pembangunan ini sampai selesai, lebih baik kamu segera berangkat ke Akademi Puncak Angin Surga!" kata Bing Zao Ling.
"Iya paman, aku memang akan segera pergi kesana sesegera mungkin!" jawab Fang An.
"Kenapa tidak sekarang saja atau besok sekalian?" tanya Bing Rong.
"Itu..!"
Fang An tidak melanjutkan jawabannya, dia masih memikirkan akan penghianat yang masih belum di ketahui siapa orangnya, oleh karena itu dia sedikit khawatir akan hal itu.
"Seharusnya kamu memfokuskan diri pada kekuatan latihan mu dan segera berangkat menuju ke Akademi Puncak Angin Surga, sebab waktu tiga tahun itu tidaklah lama, untuk masalah disini, aku yang akan mengurusnya," kata Bing Zao Ling.
"Yang dikatakannya itu benar sekali Fang An, kamu tidak perlu mengkhawatirkan akan penghianat itu, sebab orang ini adalah seorang Penatua Sekte yang pastinya sangat mengetahui situasinya, jadi sebaiknya kamu segera pergi untuk berlatih!" kata Feng Huang.
__ADS_1
"Tapi apakah setelah aku pergi anggota Klan ku akan benar-benar aman?" tanya Fang An.
"Apalagi yang kamu khawatirkan? Orang berkemampuan Puncak Xu Hun itu bukanlah orang yang mudah untuk dikalahkan, kecuali para Anggota Sekte Gunung Pohon Persik itu ingin mendapatkan kerugian yang lebih besar, mereka bisa datang untuk mencobanya!" kata Wang Lao Yi.
Wang Lao Yi sudah pernah berada di posisi Bing Chen, dia sangat tahu betul besarnya kekuatan Puncak Xu Hun, bahkan lima orang berkemampuan yang setara dengan Fu Jianzi sekalipun belum tentu mampu untuk menyentuhnya.
Setelah berpikir beberapa saat sekaligus mempertimbangkan semua nasehat kedua gurunya, akhirnya Fang An memantapkan hatinya untuk meninggalkan Klan nya dan pergi ke Akademi Puncak Angin Surga untuk melanjutkan latihan di sana.
"Baiklah paman dan bibi, aku akan pergi ke Akademi Puncak Angin Surga besok pagi!" jawab Fang An.
"Akhirnya kamu mau pergi juga! Karena kamu sudah bisa terbang seperti seorang Yu Zhu, seharusnya perjalanan mu akan lebih cepat, apalagi kamu memiliki Spirit Beast Bumi 3, paling lambat kamu akan sampai di perbatasan Benteng Putih dalam waktu tiga bulan jika melewati udara, saranku sebaiknya kamu melewati udara saja untuk menghindari gangguan, kecuali jika kamu sudah mendekati perbatasan, disana kamu tidak boleh terbang karena Benteng Putih menerapkan larangan terbang di perbatasan wilayah!" kata Bing Rong.
"Kenapa seperti itu?" tanya Fang An.
Bing Rong menjelaskan jika Benteng Putih sangat ketat dan sangat disiplin, untuk menghindari kekacauan yang datang dari luar wilayah Benteng Putih, mereka akan memeriksa setiap orang yang datang dari luar wilayah Beteng Putih, jika memaksa maka para penjaga perbatasan akan menangkap orang-orang itu, sebab para penjaga disana kebanyakan memiliki kemampuan Yu Zha hingga Yu Zhu, belum lagi Spirit Beast yang mereka miliki, paling rendah kekuatan Spirit Beast mereka berada di tingkat Bumi 2, dan tentunya mereka sudah mempersiapkan Spirit Beast Bumi 4 yang tidak akan bisa dilawan oleh kekuatan Puncak Xu Hun.
"Owh begitu!" Fang An mengangguk pelan setelah mengetahui alasan Benteng Putih melarang seseorang untuk tidak terbang di atas wilayah perbatasan mereka.
"Simpan ini dan tunjukkan nanti Giok Angin Surga ini kepada para penjaga perbatasan!" kata Bing Rong.
"Giok apa ini?" tanya Fang An yang penasaran.
"Giok Angin surga itu adalah sebuah identitas untukmu jika kamu adalah calon siswa di Akademi Puncak Angin Surga, dengan identitas mu maka para Penjaga tidak akan mempersulit mu lagi untuk masuk ke dalam Wilayah Benteng Putih," kata Bing Rong.
Fang An memperhatikan lempengan giok itu, dia merasakan jika titik-titik bercahaya biru yang berjumlah sepuluh titik itu seperti energi.
"Fungsi titik bercahaya biru ini untuk apa?" tanya Fang An.
"Itu adalah Sepuluh Kunci energi, nanti jika kamu sudah sampai di gerbang luar Akademi Puncak Angin Surga, disana akan ada seleksi murid baru, setelah lolos seleksi kamu akan disuruh untuk memasukkan giok itu ke salah satu patung yang nantinya akan bisa membuka gerbangnya untuk memasuki bagian dalam Akademi, di situlah peran pertama dari kunci energi itu," kata Bing Rong.
"Ternyata masih ada hal seunik ini!" gumam Fang An.
__ADS_1
"Tapi ada hal yang harus kamu perhatikan dan juga di ingat baik-baik! Kunci Energi itu sangatlah penting untuk mu, sebab disana ada ruang pelatihan penyerapan energi khusus, untuk bisa menggunakannya, kamu harus menggunakan satu kunci untuk melakukan latihan di dalam ruangan itu!" kata Bing Rong.
Bing Rong menambahkan jika di dalam ruang latihan ada sebuah pilar yang memiliki tempat penyimpanan giok putih, dan Kunci itulah nantinya yang akan membuka pintu pilar lalu Qi Merah yang ada di dalam pilar akan keluar, disitulah Fang An akan melakukan penyerapan Qi tersebut untuk meningkatkan tingkat Kultivasi nya.
Setelah membuka pintu gerbang dengan menggunakan Kunci energi, maka sisa kunci Energi hanya tersisa sembilan kunci, jadi Fang An harus benar-benar bisa mengatur akan kapan waktu yang tepat untuk berlatih menaikkan tingkat Kultivasi nya, sebab dia hanya memiliki sembilan kali kesempatan saja.
Namun ada satu cara lagi agar Fang An bisa mengaktifkan kembali Kunci energi yang telah terpakai, yaitu dengan bertarung dengan mempertaruhkan satu Kunci dalam sekali bertarung.
Jika Fang An bisa menang, maka lawannya akan memberikan satu kuncinya padanya, namun jika kalah, maka Fang An justru akan kehilangan satu kunci.
Persaingan di dalam Akademi sangatlah keras, mereka biasanya akan membentuk kelompok-kelompok yang terdiri dari siswa dan siswi hebat, tujuannya adalah persaingan untuk menjadi yang terkuat dan terhebat antar siswa dan kelompok.
Para Ketua dan pelatih disana tidak melarang persaingan tersebut, sebab dengan cara itu para siswa dan siswi Akademi akan lebih bersemangat untuk berlatih agar lebih kuat, sebab jika masih lemah yang ada mereka hanya akan ditindas, bahkan sampai harus rela kehilangan Kunci energi karena ketidak mampuan serta terlalu lemah.
"Tapi bibi, energi merah yang ada di dalam pilar itu energi apa, apakah sejenis energi alam?" tanya Fang An.
"Tidak, itu adalah energi yang berasal dari bawah tanah yang memiliki lorong kebawah, dan letaknya berada di bawah bangunan yang menjadi ruang pelatihan, energi itu menyerupai sebuah aura, namun ada kilatan petir halus saat pertama kali Pilar itu terbuka!" jawab Bing Rong.
"Jangan-jangan itu adalah Inti Petir Merah!" kata Feng Huang.
"Inti Petir Merah? Apa mungkin Inti Petir itu berada di dalam Akademi Puncak Angin Surga?" tanya Fang An.
"Mungkin saja, hanya saja untuk bisa memastikannya, kita harus berada disana, dan nanti aku pasti tahu apakah itu adalah Inti Petir Merah atau bukan!" kata Feng Huang.
"Kalau begitu kita tidak boleh menunda-nunda lagi Fang An!" kata Wang Lao Yi yang langsung memberikan semangat kepada Fang An.
"Baiklah, besok pagi aku akan segera berangkat pergi ke Akademi Puncak Angin Surga, dan malam ini aku ingin berkumpul dulu dengan semuanya sebelum berpisah!" kata Fang An kepada Bing Rong dan Bing Zao Ling.
Bing Rong dan Bing Zao Ling mengangguk seraya tersenyum hangat, mereka berdua saling berpandangan dan kemudian keduana keluar dari dalam tenda meninggalkan Fang An seorang diri.
"Akademi Puncak Angin Surga dan Inti Petir Merah! Aku akan segera datang," gumam Fang An dengan tatapan yang penuh semangat.
__ADS_1
Fang An segera keluar untuk menemui ibu serta ayahnya sekaligus ingin mengatakan jika besok dirinya akan segera melanjutkan perjalanan nya yang sempat tertunda, yaitu pergi ke Akademi Puncak Angin Surga.