
"Kalian mencari kematian kalian sendiri!" seru Xi Xao dengan amarah yang meledak lalu dengan kecepatan yang sangat luar biasa, dia melesat melepaskan serangannya kepada Bing Xuyue dan yang lainnya.
Bing Xuyue segera melepaskan kabut dinginnya untuk menghambat pergerakan Xi Xao, hanya saja kekuatannya belum cukup untuk menahannya sehingga Meng Lin membantunya dengan mengibaskan Kipas bajanya untuk memperkuat proses pembekuannya.
Lin Hang dan Sao Yi Feng serta Huang Yan juga bergerak dengan cara menyebar lalu melepaskan serangan terkuat mereka dari tiga arah, sedangkan Xi Xao sama sekali tidak merasa kesulitan menghadapi Lima serangan mereka yang terus menerjang tubuhnya.
"Binatang ini benar-benar sangat kuat! Aku tidak bisa membayangkan akan bagaimana sulitnya Fang An saat menghadapinya!" kata Lin Hang.
"Jangan hanya memikirkan sesuatu yang tidak kamu mengerti, sebaiknya fokuskan saja seranganmu sampai Fang An menyelesaikan penyempurnaan teknik nya!" ucap Sao Yi Feng.
Mata Xi Xao melirik ke arah Fang An yang berada di belakang Bing Xuyue, dia melihat sebuah bola dua warna dengan dua petir putih dan merah yang mulai melepaskan aura yang sangat kuat.
"Menyingkir lah kalian semua!" seru Xi Xao seraya melepaskan ledakan energi yang sangat besar sehingga mampu menyapu semua kabut dingin serta mementalkan semua serangan yang mengarah padanya.
Bing Xuyue dan Meng Lin terdorong mundur oleh gelongbang kejut yang di lepaskan oleh Xi Xao, sedangkan Sao Yi Feng dan Lin Hang sertak Huang Yan terkena serangan mereka sendiri yang terhempas kembali ke tubuh mereka.
Sao Yi Feng dan dua lainnya harus mengalami luka dalam yang sangat serius akibat terkena serangan mereka sendiri hingga mereka terhempas beberapa meter ke belakang dan memuntahkan seteguk darah segar, sedangkan Bing Xuyue dan Meng Lin yang berhasil menstabilkan tubuhnya kembali melepaskan serangan mereka ke arah Xi Xao agar dia tidak menyerang Fang An.
Xi Xao yang semakin murka melesat ke arah Meng Lin dengan melewati kabut tebal itu tanpa merasakan dampak apapun, dan dalam waktu singkat, Xi Xao sudah berada di hadapan Meng Lin.
Bing Xuyue dan Meng Lin jelas tidak akan sanggup untuk mengimbangi kecepatan Xi Xao, sedangkan Xi Xao dengan menggunakan senjata tulangnya memberikan serangan fatal ke bahu Meng Lin hingga Meng Lin harus terjatuh dengan kondisi luka robek di bahunya.
"Saudari Meng!"
Bing Xuyue jelas tidak bisa menolongnya, namun dia juga tidak akan menghentikan serangannya sehingga dia mengubah segel tangannya.
"Teknik Rahasia Pembekuan Langit - Kibasan Sayap Feniks."
Bing Xuyue menarik seluruh kabut dinginnya sehingga kabut itu berputar menyerupai angin tornado, begitu kabut itu sudah berkumpul, Bing Xuyue mengibaskan kedua sayap es nya sehingga pusaran kabut dingin itu meledak dan melepaskan energi pembeku di udara.
Tubuh Xi Xao mulai membeku saat gelongbang ledakan pusaran kabut itu melewati dirinya, hanya saja Xi Xao sama sekali tidak panik, dia justru mengetukkan kuku panjangnya di udara, dan kemudian gelongbang kejut berwarna hitam serta panas mementalkan kembali hawa dingin itu kepada Bing Xuyue.
Bing Xuyue mengubah sayapnya menjadi kabut dan dengan cepat kabut itu berubah bentuk ke wujud Bunga Es yang menutup, begitu serangan balik itu mengenai bunga es itu, bunga itu langsung mekar dan berhasil melindungi Bing Xuyue dari serangan Xi Xao.
Sao Yi Feng dan yang lainnya tidak mau menyerah, walau mereka sudah terluka, namun mereka tetap kembali menyerang, dan hal itu benar-benar membuat Xi Xao semakin kesal karena mereka seperti tidak merasa takut sama sekali walau sudah tahu jika kemampuan mereka belum cukup mampu untuk melukainya.
__ADS_1
"Kematian Darah Api Merenggut Jiwa."
Xi Xao mengangkat senjata tulangnya ke langit dan kemudian energi hitam panas segera berkumpul menjadi lautan awan hitam yang bercampur dengan warna merah darah, energi awan hitam kemerahan itu membuat angin terhisap dengan cepat lalu melepaskan aura tekanan yang sangat kuat sehingga membuat Bing Xuyue dan semuanya langsung tidak bisa bergerak.
"Matilah!" kata Xi Xao lalu muncul beberapa tangan hitam kemerahan dari dalam awan hitam itu serta langsung mengarah ke masing-masing targetnya.
"Fang An, cepatlah!" seru Meng Lin yang sudah tidak sanggup untuk bergerak karena tekanan aura yang sangat kuat, belum lagi tangan hitam kemerahan yang sepertinya akan merenggut nyawanya juga menuju ke arahnya.
Tepat saat kelima tangan aneh itu hampir sampai ke tubuh mereka berlima, Fang An yang sudah selesai menyempurnakan Bola petirnya segera berpindah tempat ke hadapan Xi Xao, tentu saja Binatang itu terkejut dengan kemunculan Fang An yang memegang Bola petirnya serta melepaskan sambaran dua jenis petir ke arah kelima tangan hingga tangan-tangan itu langsung lenyap menjadi asap hitam.
"Maaf telah membuat kalian menunggu, dan terima kasih karena sudah memberikan waktu untukku!" kata Fang An seraya tersenyum hangat kepada mereka berlima.
Mata Xi Xao melebar saat melihat bola petir di tangan Fang An, sedangkan Er Guo yang pernah melihat bola itu segera menelan ludahnya saat merasakan tekanan energi yang begitu besar yang terkandung di dalam bola petir itu.
Mata Hung Zhai juga melebar saat melihat dua petir yang menyambar, dia jelas mengetahui jenis kedua petir tersebut. "Inti Petir Merah dan Inti Petir Putih? Jadi anak itu sudah memiliki kedua Inti Petir itu, jika ditambah dengan Spirit Core Feniks Petir Ungu, itu artinya dia sudah memiliki tiga inti Petir!" gumam Hung Zhai.
Saat ini Xhang Gugu sudah mengalami luka akibat tidak mampu berhadapan dengan Hung Zhai yang memiliki kekuatan lebih tinggi darinya, namun dia masih belum sepenuhnya kalah sehingga dia tetap berusaha menahan Hung Zhai agar tidak menyerang Fang An.
"Kamu pikir dengan bola petir mu itu akan mampu mengalahkan ku manusia bodoh?" kata Xi Xao.
"Memang tidak, tapi setidaknya kamu akan merasakan rasa sakit yang luar biasa!" jawab Fang An.
"Tulang Darah Api Neraka."
Xi Xao segera melepaskan energi di senjatanya itu, hal itu mengakibatkan seluruh wilayah Markas Pita Merah bergetar sangat hebat saat energi itu di lepaskan.
"Teknik Petir Dewa Penghancur."
Fang An segera melemparkan bola petirnya ke arah serangan itu, dan kemudian Fang An segera bergerak mundur untuk menghindari kurungan ledakan Petir Dewa Penghancur nya.
"Semuanya segera menjauh dari tempat ini!" seru Xhang Gugu saat menyadari jika akan ada ledakan besar yang akan segera terjadi.
Xhang Gugu yang mengalami luka sama sekali tidak memperdulikan luka-lukanya, dia segera melesat untuk menyelamatkan para murid-murid yang terlambat untuk pergi, begitu juga dengan Hung Zhai dan ketiga Pelindung lainnya, mereka semua segera menjauh karena mereka menyadari akan dampak dari kekuatan dua serangan terbesar yang akan segera bertabrakan di udara.
Sao Yi Feng dan yang lainnya segera terbang sejauh mungkin, dan tepat saat semuanya sudah menjauh, kedua serangan itu segera bertabrakan dan menciptakan sebuah hisapan energi yang sangat kuat.
__ADS_1
Xi Xao yang sebelumnya sempat meremehkan serangan tersebut baru menyadari energi yang terkandung di dalam Bola Petir itu, dia ingin segera menjauh, namun semuanya terlambat karena Petir Dewa Penghancur milik Fang An sudah melepaskan kurungan bola energi petir yang sangat besar sehingga Xi Xao terjebak di dalam kurungan Bola Petir itu.
Kurungan Bola petir kali ini benar-benar sangat besar, bahkan Fang An sendiri tidak menyangka jika kekuatan dua petir putih dan merah itu akan menciptakan bola petir raksasa paling besar dari serangan yang pernah dia lepaskan.
Suara gemuruh serta getaran hebat segera dirasakan ke seluruh wilayah Benteng Putih, bahkan imbas anginnya membuat kedua belah pihak yang sudah berada cukup jauh masih harus pergi lebih jauh lagi.
"Apakah ini akan mampu membunuhnya?" batin Fang An yang berharap-harap cemas.
"Sepertinya tidak Fang An, walau kekuatan Penghancurnya sangat besar, namun untuk membunuh binatang itu sepertinya sangat mustahil, namun setidaknya dia tetap akan mengalami luka serta dampaknya cukup untuk membuatnya sedikit melemah!" jawab Feng Huang.
"Bagaimana kalau serangan itu mengenai seorang Praktisi Xu Hun seperti Fu Jianzi?" tanya Fang An.
"Mungkin dia akan mengalami luka yang sangat parah, namun belum tentu akan mati, sebab kekuatan seorang Xu Hun sangat besar dan mempu menahan serangan Penghancur seperti itu, kecuali kamu sudah mencapai tahap Yu Jing, mungkin serangan mu akan sangat efektif!" jawab Feng Huang.
"Jadi hanya Teknik Petir Api Dewa Penghancur saja yang bisa menyelesaikannya!" gumam Fang An dan kemudian dia melihat bola petir itu yang mulai menyusut.
Bola petir penghancur kini kembali ke ukuran normalnya, dan Fang An masih melihat dengan jelas sosok Spirit Beast itu yang masih berada di sana.
Seperti yang dikatakan oleh Feng Huang, Xi Xao terlihat masih baik-baik saja walau sudah terkena ribuan sambaran petir di dalam kurungan bola petir nya, namun Fang An bisa melihat jika Xi Xao terlihat sangat kelelahan, Fang An yakin jika Binatang itu telah menggunakan seluruh kekuatannya untuk melindungi dirinya dari ribuan sambaran petirnya.
Xi Xao menatap Bola Petir Penghancur yang sudah mengecil itu dengan tatapan kosong, dia tidak menyangka jika dia harus menggunakan seluruh kekuatannya untuk bertahan dari serangan ribuan petir yang sangat menakutkan, sampai-sampai energinya berkurang secara signifikan.
"Benar-benar teknik yang merepotkan!" gumam Xi Xao kemudian dia berniat untuk mundur.
Xi Xao menatap ke arah Fang An yang tersenyum padanya sehingga membuat dirinya bingung akan arti senyuman itu, dan tepat saat dia berniat untuk pergi, tiba-tiba saja Fang An memberikan kode tangannya.
"Bomm!" kata Fang An.
Xi Xao yang tidak mengerti akan maksudnya itu segera tersadar saat merasakan energi hisap yang kedua dari bola petir itu, dan baru saja dia tersadar, Bola Petir Penghancur itu kembali membesar dan mengurung tubuh Xi Xao untuk yang kedua kalinya.
Bola petir itu kini melepaskan sambaran petir yang sangat mengerikan dari luar hingga di dalam bola, dan setelah itu bola petir tersebut meledak dengan suara ledakan yang sangat besar hingga membuat seluruh Markas Pita Merah hancur berantakan dan hampir rata dengan tanah.
Asap tebal hitam membumbung tinggi dengan bentuk jamur asap yang sangat hitam serta ada sambaran petir di dalamnya, dan setelah asap itu menipis, Fang An melihat sosok Xi Xao yang masih berdiri, namun dengan luka bakar yang lumayan parah.
Fang An hanya tersenyum kecut seraya berkata, "Dia benar-benar sangat kuat, bahkan dua Inti Petir paling kuat yang dia miliki sekalipun tidak mampu menghancurkan tubuhnya," gumam Fang An.
__ADS_1
"Tentu saja, bagaimanapun juga dia itu memiliki kemampuan yang setara dengan Sang Panglima (Xu Tin), tapi setidaknya dia sudah mengalami luka yang cukup serius, dan ini adalah kesempatan bagimu untuk membunuhnya sebelum dia memulihkan dirinya!" kata Feng Huang dan Fang An segera mengeluarkan Pedang besarnya.
"Pasti akan aku lakukan!" ucap Fang An.