
***
Untuk bisa memasuki Kamar Aula Menara pelatihan membutuhkan Kunci energi yang ada di lempengan giok, dan Fang An sudah memiliki lempengan giok tersebut.
Setelah meletakkan lempengan giok tersebut ke sebuah cekungan yang berada di tengah-tengah pintu kamar, salah satu titik cahaya kecil di giok tersebut meredup, dan kemudian pintu batu setebal satu meter terangkat keatas dengan sendirinya.
Fang An berjalan memasuki kamar yang memiliki lebar lima meter persegi, tidak ada apapun disana selain retakan dinding kamar bercahaya merah.
"Ini bukan cahaya biasa, aku merasakan Qi murni yang sangat kuat serta padat! Apakah ini adalah bias dari Qi milik Inti Petir Merah?"
Fang An benar-benar ingin mengetahui akan Qi murni tersebut, dia ingin bertanya kepada Feng Huang, namun Feng Huang sama sekali tidak merespon saat dipanggil oleh Fang An.
Karena tidak menemukan jawaban apapun akan rasa penasarannya, akhirnya Fang An lebih memfokuskan untuk mempelajari gulungan yang didapatkan dari Batu Kehidupan.
Teknik Sambaran Petir Suci adalah Teknik yang memfokuskan elemen petir ke jari telunjuk, saat petir itu sudah terkumpul, maka penggunanya hanya perlu mengarahkan jarinya ke arah yang diinginkan, dan setelah itu sambaran elemen petir akan terlepas mengarah kepada target.
Teknik tersebut sama seperti sambaran petir yang jatuh dari langit, hanya saja Teknik ini bisa diarahkan sesuka hati, dan siapapun yang terkena sambaran petir tersebut tidak akan bernasib baik.
Untuk mempelajari dan menguasai Teknik Sambaran Petir Suci tidaklah sulit, selama penggunanya sudah membuka Spirit Root Elemen Petirnya, maka orang itu bisa menggunakannya.
Kekuatan Sambaran Petir Suci akan mengikuti tingkat kemampuan penggunanya, semakin tinggi tahap kemampuan yang dimiliki si pengguna, maka akan semakin besar juga daya hancurnya.
Tanpa membuang-buang waktu lebih lama lagi, Fang An segera mempraktikkan Teknik Sambaran Petir Suci tersebut, dengan mengikuti langkah-langkah yang tertulis di dalam gulungan itu, Fang An memfokuskan dirinya dalam pelatihannya.
Langkah demi langkah Fang An ikuti, dan setelah melakukan beberapa kali percobaan, tepat saat sore harinya, akhirnya Fang An berhasil mempelajari Teknik Sambaran Petir Suci.
Fang An mengarahkan cahaya petir biru yang terkumpul di jari telunjuknya ke arah dinding batu, dan kemudian petir biru itu melesat dan melobangi dinding batu tersebut hingga dalam dan juga cukup lebar.
Beruntungnya Kamar Aula Menara pelatihan itu kedap suara, sehingga suara gemuruh Guntur dari Sambaran Petir Suci tidak bisa terdengar hingga keluar kamar, bahkan ledakan dari hasil sambarannya sekalipun juga tidak terdengar keluar, hanya saja getaran yang dihasilkan dapat dirasakan oleh para murid yang sedang berlatih, walau tidak besar, namun getaran tersebut membuat para murid bertanya-tanya akan dari kamar mana getaran itu berasal.
"Ternyata memang tidak sulit untuk menguasainya!" gumam Fang An yang merasa puas dengan hasil latihannya.
__ADS_1
"Bola hitam ini! Apa iya ini adalah Elemen Petir?"
Walau merasa sangat penasaran, namun Fang An tidak terburu-buru untuk mengeluarkan Gulungan yang ada di dalam Bola hitam tersebut, sebab Bola hitam itu akan menjadi taruhannya yang akan bertarung dengan Lin Ying di Arena Akademi.
"Lebih baik aku menyerap dan mengumpulkan Qi murni ini saja!" gumam Fang An dan kemudian dia duduk bersila untuk bermeditasi serta akan menyerap Qi Murni yang memenuhi ruang kamar pelatihannya.
Fang An yakin jika dia menyerap Qi Murni yang memenuhi ruangan tersebut, dia pasti akan naik ke Tingkat 2 dalam waktu satu malam.
Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan, Qi yang dimiliki Fang An saat ini sangatlah banyak, sedangkan Dantian nya sudah hampir penuh.
Karena di dalam kamar pelatihan sangat sepi dan sunyi, Fang An pun dengan tenang memulai meditasinya untuk segera menaikan tingkat Kultivasinya.
***
Di tempat lain, para Tetua sedang berkumpul di ruang pertemuan khusus para tetua, disana ada meja bundar yang dikelilingi oleh enam kursi, dan empat kursi diantaranya sudah diduduki oleh keempat tetua.
"Bing Chen dan cucunya meminta kita untuk selalu menjaga baik-baik bocah yang bernama Fang An itu!" kata Ji Xao Long.
Ji Xao Long memegang sebuah batu bening bulat seperti botol, dan ukuran besarnya sebesar tongkol jagung.
Mereka menamainya Batu Pesan Sihir, dimana batu itu akan memunculkan tulisan yang dikirim dari Batu Pesan Sihir lainnya dari jarak jauh.
Cara kerjanya sangat mudah, seseorang yang sudah mencapai tahap Puncak Xu Hun hanya perlu berbicara dengan mendekatkan Batu tersebut ke depan bibirnya, dan setelah itu tinggal berbicara menyampaikan pesan yang akan dikirim.
Setelah selesai merekam pesan suaranya di Batu Pesan Sihir tersebut, langkah berikutnya adalah mengirim pesan tersebut dengan menggunakan segel sihir yang ditujukan ke Batu Pesan Sihir lainnya, dan segel itu akan terhubung dengan Batu Pesan Sihir yang dituju.
Sebelum mengirimnya, maka yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah mencocokkan segel sihirnya dengan Segel Batu Pesan Sihir yang dituju, karena setiap Batu Pesan Sihir memiliki segel sihir masing-masing, hal itu juga bertujuan agar pesannya tidak kesasar memasuki Batu Pesan Sihir milik orang lain.
"Jadi sudah ada dua anak yang harus kita jaga serta dilatih agar semakin kuat, aku tidak mengerti apa tujuan Bing Chen yang sebenarnya! Kalau kita disuruh jaga cicitnya Bing Xuyue itu wajar, karena dia adalah keturunannya, tapi ini adalah anak orang lain, apa tujuan Bing Chen sebenarnya?" tanya Han Yuwei.
"Aku juga tidak terlalu yakin! Namun menurutku sepertinya Bing Xuyue dan Fang An memiliki sesuatu yang mungkin sangat berharga sehingga Bing Chen meminta kita untuk melindungi dan melatih mereka!" kata Lao Yang He.
__ADS_1
"Mungkin ini ada hubungannya dengan penyerangan misterius yang terjadi ratusan tahun yang lalu sehingga membuat Bing Chen harus kehilangan putra serta menantunya!" kata Han Yuwei.
Xhang Gugu hanya menghela nafas panjang, dia mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja lalu mengingat masa-masa Bing Chen saat masih berada di Akademi.
Ternyata Bing Chen adalah salah satu tetua Akademi, dia keluar meninggalkan akademi saat mendengar kabar jika Sektenya sedang di serang oleh orang-orang tak dikenal hingga menyebabkan Sekte Teratai Bunga Es kehilangan banyak murid.
Sejak saat itu Bing Chen tidak pernah kembali lagi, bahkan hingga penyerangan misterius kedua dilakukan, Bing Chen harus kehilangan putra serta menantunya.
Hanya saja belum diketahui secara pasti apa dan siapa sosok misterius yang sudah menyerangnya, dan yang mengetahuinya sepertinya hanyalah Bing Chen dan Ketua Utama Akademi saja yang saat ini sedang berada di benua luar.
"Menurut informasi yang aku dengar dari orang-orang yang datang dari Benua Daratan Hijau, di pusat Benua Daratan Hijau saat ini sedang terjadi masalah besar, disana ada satu sosok orang yang berhasil mencapai tahap Xu Hun, dan sosok tersebut ternyata adalah Ketua Sekte besar di sana, jika tidak salah sosok tersebut bernama Fu Jianzi, dan Sekte tersebut terlibat konflik dengan salah satu Klan yang bernama Klan Fang!" kata Lao Yang He.
"Klan Fang? Jangan-jangan murid yang bernama Fang An itu berasal dari Klan itu?" tanya Han Yuwei.
"Bisa jadi, dan mungkin saja Bing Chen meminta kita agar melindunginya karena takut anak itu akan diincar oleh Fu Jianzi!" ucap Ji Xao Long.
"Apakah kamu pikir orang seperti Fu Jianzi itu akan berani datang kesini hanya untuk menangkap bocah itu?" tanya Lao Yang He.
"Coba saja kalau dia memiliki kemampuan!" ucap Han Yuwei.
"Kalau begitu kita harus memperhatikan serta melatih Murid Fang An itu!" kata Ji Xao Long.
Sebenarnya kemampuan keempat tetua tersebut sangatlah tinggi, bahkan Bing Chen pun sudah bukan tandingan salah satu dari mereka, dan mereka sebenarnya disebut sebagai Pelindung, atau lebih jelasnya adalah seorang Praktisi Xu Qin (Sang Pelindung).
"Besok siang, Lin Ying akan menantang Fang An bertarung di Arena Akademi, besok kita akan tahu akan kemampuan Fang An yang sebenarnya, karena menurut informasi dari Bing Rong, kemampuan Fang An sebenarnya sangat besar, dia bahkan mampu untuk membunuh seorang Yu Zhu elit, dan bahkan mampu mengimbangi seorang Yu Jing, karena itulah aku ingin tahu apakah informasi dari Dewi Feniks Es itu benar atau tidak!" kata Xhang Gugu.
Sebenarnya jauh-jauh hari informasi mengenai Fang An sudah sampai ke Xhang Gugu, bahkan sebelum Fang An berada di Gerbang luar, dan tentu saja Bing Rong mengirimkan informasi itu lewat Batu Pesan Sihir melalui kakeknya.
"Benarkah? Lalu kapan Dewi Feniks Es mengirimkan informasi itu padamu?" tanya Ji Xao Long yang terkejut setelah mendengar informasi lain mengenai Fang An.
"Dua Minggu yang lalu!" jawab Xhang Gugu.
__ADS_1
"Tidak heran jika kamu mendapatkan informasi duluan, sebab Dewi Feniks Es adalah murid kesayangan mu!" kata Han Yuwei dengan sedikit mengernyitkan bibir, dan semuanya sudah tahu jika Bing Rong adalah murid yang dididik langsung oleh Xhang Gugu, oleh karena itu hubungan mereka berdua sangat dekat seperti ayah dan anak.
Mereka berempat terus mengobrol membahas akan Bing Rong, Bing Chen dan juga Bing Xuyue serta Fang An, dan setelah itu mereka kembali ke tempat masing-masing karena besok mereka ingin melihat pertandingan antara Fang An melawan Lin Ying, terlebih lagi mereka juga penasaran apakah Fang An benar-benar memiliki kemampuan seperti yang disampaikan oleh Bing Rong.