
Xia Ding jatuh duduk dan kemudian dia mundur sedikit demi sedikit dengan raut wajah yang sangat ketakutan melihat Fang An yang berdiri di hadapannya.
"Jangan macam-macam denganku anak muda, aku ini adalah Walikota di Kota ini!" kata Xia Ding.
Fang An melirik ke arah Giok yang Xia Ding jatuhkan, dia memperhatikan Giok aneh tersebut sesaat dan kemudian segera memasukkannya ke dalam Cincin penyimpanan Bumi nya.
"Mau menakut-nakuti ku dengan jabatanmu? Apakah kamu pikir aku peduli dengan itu? Perlu kamu tahu jika aku ini juga berasal dari Benua Daratan Hijau, dan sekarang aku ingin kamu menghitung semua dosa-dosamu!" kata Fang An.
"Ka.. kamu ju..juga berasal da..dari Benua Daratan Hijau?" Xia Ding jelas terkejut mendengarnya, dia tidak menduga jika pemuda itu juga berasal dari Benua yang sama dengannya.
"Tuan Xia Ding, sebagai kepala keluarga, kamu telah gagal melaksanakan tanggung jawabmu! Kamu telah membuat istri dan kedua anakmu menderita selama bertahun-tahun, sedangkan kamu enak-enakan duduk disini menikmati kehidupan yang berlimpah!"
Fang An mengangkat telunjuknya dan kemudian petir biru segera muncul di jarinya, hal itu membuat Xia Ding semakin ketakutan, dia ingin meminta pertolongan, namun sekarang semua prajurit serta pengawalnya sudah berlutut dan menyerah setelah kekalahan ketiga Yu Jing serta bergabungnya Ratu Sayap Biru bersama Ji Xao Long.
"Sebagai seorang ayah, seharusnya kamu memberikan perlindungan kepada anak-anakmu, karena seorang ayah dimata anak-anaknya adalah sosok pahlawan tanpa jasa, namun kamu tidak mencerminkan hal itu, kamu bukannya menjadi sosok pahlawan, justru mencerminkan sosok iblis yang tidak segan-segan untuk membunuh anak beserta istrimu, dan sekarang kamu ingin memberontak terhadap pemerintah Benteng Putih, dosa-dosa mu terlalu ringan jika harus dihukum mati," ucap Fang An dan kemudian Fang An mengarahkan jari petirnya ke kaki Xia Ding.
Xia Ding berteriak keras setelah sambaran Petir biru kecil menyambar betisnya, seketika itu juga kakinya langsung melepuh.
"Anak muda, ampuni aku! Aku mengaku salah, tolong jangan siksa aku," kata Xia Ding memelas.
"Ampun katamu? Apakah tadi kamu juga memberikan pengampunan kepada Bibi Jing Chiyi? Andai aku tidak datang tepat waktu, mungkin Bibi Jing Chiyi sudah mati, perlu kamu tahu jika yang memanggil Bibi Jing Chiyi dan kedua anakmu kesini adalah aku, karena mereka sudah cukup menderita hidupnya selama bertahun-tahun, dan aku berharap kamu bisa menerimanya, namun ternyata harapanku sangat jauh dari kenyataan, dan itu tidak bisa aku ampuni!" ucap Fang An dengan sangat marah dan kemudian dia kembali melepaskan sambaran petir birunya ke kaki yang satunya lagi.
Kali ini teriakan kesakitan Xia Ding melengking dan terdengar sampai dua ratus meter jauhnya, teriakan kesakitan itu sama sekali tidak membuat Fang An merasa iba sedikitpun.
Dari arah pintu, Gubernur juga datang setelah dia dijemput oleh Jendral Jia Xang begitu pertempuran sudah usai. Ji Xao Long dan Ji Chi Chi juga turun dan mereka berjalan ke arah Fang An.
Setelah melihat kemarahan Fang An serta kondisi Xia Ding yang menyedihkan, tidak satupun dari semua orang yang berani menghentikan Fang An yang sangat murka terhadap Xia Ding.
"Dari seluruh ayah yang ada di seluruh dunia, kamu adalah ayah terburuk yang pernah aku lihat, kamu benar-benar sangat menjijikkan, musnahlah kamu dari dunia ini Xia Ding!"
Mata Fang An memancarkan cahaya putih terang serta ada kilatan petir yang keluar, belum lagi seluruh tangannya yang juga ditutupi oleh elemen petir, Fang An sudah berniat untuk melenyapkan Xia Ding dan memusnahkannya menjadi abu.
"Tidak, jangan lakukan itu Kakak Fang!"
__ADS_1
Fang An yang hampir melepaskan sambaran petirnya segera menarik kembali serangannya setelah Xia Longli yang tiba-tiba saja menjerit dan kemudian dia berlari lalu menghadang Fang An serta melindungi Xia Ding agar tidak dibunuh oleh Fang An.
"Adik apa yang kamu lakukan?" Xia Feihu segera berlari dan berusaha menarik adiknya menjauh dari ayahnya.
"Kakak, aku tidak ingin ayah mati! Tolong jangan biarkan ayahku mati, aku mohon!"
Xia Longli menangis serta memohon kepada Xia Ding agar dia juga tidak membiarkan ayahnya dibunuh oleh Fang An, bahkan Xia Longli sampai memohon kepada Fang An.
"Lihatlah, betapa besar rasa sayang anakmu kepada mu, padahal kamu sudah berusaha untuk membunuhnya, adakat sedikit rasa kasih sayangmu kepada mereka Tuan Xia Ding!" kata Fang An.
Xia Ding hanya diam, dia hanya menatap punggung putrinya yang masih menghalangi Fang An.
Melihat Fang An yang masih belum menarik kembali Energinya, Xia Longli kembali memohon kepada Fang An.
"Kakak Fang, aku tahu ayahku! Ayahku ini telah melakukan banyak dosa. Namun dia tetaplah ayahku, jadi aku mohon, ampunilah dia demi diriku," kata Xia Longli dengan nada yang masih terisak-isak. "Aku mohon!" Ucap lagi Xia Longli, namun kali ini dia berniat untuk berlutut dihadapan Fang An.
"Apa yang kamu lakukan Nona Xia?" Fang An jelas terkejut dan kemudian dia segera menahan tubuh Xia Longli agar tidak berlutut.
"Ibu, apakah kamu juga tidak bisa memaafkan ayah?" tanya Xia Longli.
"Ibu tidak bisa lagi memaafkannya, maafkan ibu!" jawab Jing Chiyi sehingga membuat tangisan Xin Chiyi pecah saat itu juga.
Xia Longli segera berbalik dan kemudian dia menatap wajah ayahnya yang juga menatapnya. Dengan suara serak, Xia Longli menghampiri ayahnya.
"Ayah, mintalah maaf kepada ibu dan kakak, serta semua orang yang sudah menjadi korban kejahatanmu," kata Xia Longli.
Xia Ding melihat wajah polos putrinya yang basah karena air matanya, dia menatap Xia Feihu dan kemudian menatap ke arah Jing Chiyi.
"Jangan lupa, dia sudah membuat aku dan ibuku juga menderita," kata Zhang Wei yang datang bersama ibunya yang sedang sakit, namun dia masih bisa berjalan dengan dibantu oleh Zang Mei dan Qiao Yi.
"Ayah aku mohon, mintalah maaf sekarang juga agar kakak Fang tidak membunuhmu!" kata Xia Longli lagi.
Xia Ding menghela nafas panjang dan kemudian dia berbicara dengan pelan. "Putriku, terima kasih banyak karena kamu masih mengakuiku sebagai ayahmu! Maafkan ayah karena telah membuat kalian bertiga menderita, seperti yang dikatakan oleh kakakmu! Ayah ini memang pantas untuk mendapatkan hukuman dari pemuda itu!" kata Xia Ding.
__ADS_1
"Apa yang ayah bicarakan? Ayah, masih ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya, ayah bisa memulainya lagi dari awal," kata Xia Longli.
"Anak yang baik, sayang sekali kamu memiliki ayah seperti ku!" Kata Xia Ding dan kemudian dia mengulurkan tangannya seraya berkata, "Putriku, izinkan ayah memelukmu sekali saja!" kata Xia Ding.
Tanpa berpikir panjang, Xia Longli langsung menurutinya, namun Xia Feihu segera menahan adiknya. "Jangan adik, jangan dekat-dekat dengannya, aku takut dia memanfaatkan kepolosanmu!" ucap Xia Feihu.
"Kakak, dia itu ayahku! Aku sepenuhnya percaya jika ayahku masih punya hati," kata Xia Longli yang langsung menepis tangan kakaknya.
Xia Longli segera mendekati ayahnya dan kemudian Xia Ding langsung memeluknya dengan erat, walau semuanya merasa khawatir termasuk Fang An, namun ternyata Fang An dapat melihat jika mata Xia Ding mulai berair setelah memeluk putrinya.
"Maafkan ayah nak! Dan kamu putraku, aku tidak menyalahkanmu, aku memang pantas mendapatkan kebencian darimu!" kata Xia Ding kepada Xia Feihu, namun dia tetap memeluk putrinya.
"Ayah, jangan bicara lagi!" kata Xia Longli yang masih berada di dalam pelukan ayahnya yang duduk di lantai.
Baru kali ini Xia Longli merasakan pelukan kasih sayang dari ayahnya, sudah sangat lama Xia Longli ingin memeluk ayahnya, dan kali ini keinginannya benar-benar terwujud.
"Zhang Wei, Liung Yi, maafkan aku! Gubernur, aku juga minta maaf padamu," ucap Xia Ding lalu dia berbisik kepada Xia Longli yang masih memeluknya.
"Putriku kamu dan kakakmu jaga diri baik-baik. Selamat tinggal!" kata Xia Ding yang membuat Xia Longli terkejut.
"Apa maksud ayah!?"
Baru saja Xia Longli bereaksi, tiba-tiba saja darah segera menyembur ke wajahnya, Xia Longli bengong dan semua orang terkejut, sebab tidak ada yang akan menduga jika Xia Ding akan bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri dengan pisau yang ternyata sudah dipersiapkan.
"Ayah! Ayah…! Ayah…!"
Tangisan Xia Longli langsung pecah, dan dia tidak lagi memperdulikan tubuh ayahnya serta dirinya yang bersimbah darah, Xia Longli langsung memeluk tubuh ayahnya yang jatuh dengan leher yang sudah menganga, dan saat itu juga Xia Ding mati di pelukan putrinya.
"Sepertinya dia melakukan bunuh diri karena malu, serta dia tidak mau anak-anaknya juga menanggung malu jika dirinya tetap hidup!" kata Ji Xao Long.
"Untung ayahku tidak seperti dia!" ucap Ji Chi Chi.
Semua orang yang ada disana juga ikut menangis melihat tatap tangis Xia Longli yang kehilangan ayahnya, walau sebagian warga merasa lega atas kematian Xia Ding, namun sebagian lagi merasa sangat menyayangkan nya, sebab Xia Ding mati tepat setelah semuanya telah terbongkar.
__ADS_1