SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
menguji kedahsyatan Inti Petir Putih


__ADS_3

***


Sejak dalam perjalanan kembali pulang dari Gunung Hunsu ke Kota Chang, Feng Huang sama sekali tidak berbicara.


Awal mula dia tidak berbicara setelah kehadiran Wang Lao Yi menjadi guru Fang An, sedangkan Wang Lao Yi juga tidak berbicara sepatah katapun setelah jiwa Spiritualnya kembali masuk ke dalam Cincin penyimpanan.


Feng Huang sebenarnya bukan tidak menyukai kehadiran Wang Lao Yi, dia hanya tidak suka saja dengan sikap Wang Lao Yi yang sama sekali tidak menghormati dirinya.


Namun tetap saja dia tidak bisa membiarkan Fang An terluka karena saat ini Fang An sudah dikepung oleh para Murid Sekte Gunung Pohon Persik serta para Ketua.


Pergelangan tangan Fang An memancarkan kilatan petir sisa serangan yang ia lepaskan kepada Fu Shizi hingga tewas, anehnya Fang An sendiri juga sama terkejutnya saat mengetahui serangannya yang mampu membunuh seorang Yu Zha.


"Fang An, lebih baik kamu mundur, jumlah mereka terlalu banyak, belum lagi kedua orang itu lebih kuat dari wanita ini!" kata Feng Huang.


"Aku kira guru sedang bermeditasi," ucap Fang An yang terkejut dengan peringatan dari Feng Huang.


"Tidak! Lupakan itu sebaiknya kamu menjauh sejauh-jauhnya, disini terlalu berbahaya," kata Feng Huang kembali mengingatkan Fang An.


"Sepertinya tidak mungkin guru! Lihatlah mereka mengepung tempat ini!" jawab Fang An.


"Kalau begitu ganti Elemen Petir mu dengan Inti Petir, gunakan juga Teknik Suara Seribu Guntur mu untuk mengacaukan pendengaran mereka!" ucap Feng Huang.


Fang An mengumpulkan energi elemen petirnya di tenggorokannya lalu memadatkannya, di saat yang sama Fu Wang dan Fu Xiali sudah berada di hadapan Fang An sekaligus mengangkat pedang masing-masing untuk menyerang Fang An.


"Teknik Suara Seribu Guntur."


Suara gemuruh keras menggelegar di telinga semua para murid-murid Sekte, bahkan Fu Wang dan Fu Xiali sampai terhempas jauh ke belakang saat Fang An melepaskan suara teriakan nya yang menciptakan gemuruh keras serta hembusan gelombang angin yang sangat kuat.


Fu Wang dan Fu Xiali langsung menjadi linglung, telinga mereka mendengung dan pandangan mereka menjadi sedikit buram.


Hal yang sama juga terjadi kepada para Murid sekte, mereka yang paling dekat dengan Fang An akan menjerit kesakitan dengan kedua telinga yang mengeluarkan darah.


Fang An langsung menggunakan Teknik Langkah Petir nya lalu bergerak ke arah Fu Wang dan Fu Xiali yang masih agak linglung.


Seluruh tubuh Fang An memunculkan kilat petir putih yang sangat kuat, bahkan kepalan tangannya juga mulai bercahaya putih dengan percikan sambaran petir putih yang menyebar.


Fang An dengan kepalan tangan yang sudah siap untuk memberikan serangan segera melepaskan pukulan liar ke arah kepala Fu Wang, namun pergelangan tangannya tiba-tiba saja ada yang menahannya.


"Kamu pikir aku akan membiarkanmu melakukan itu?" Fu Hai tiba-tiba saja muncul dan menahan serangan Fang An, hanya saja petir putih di pergelangan tangan Fang An langsung naik dan menyambar telapak tangan Fu Hai.


Fu Hai menyadari hal itu sehingga dia langsung melapisi tangannya dengan perisai energi lalu menepis tangan Fang An untuk menjauh.


Fang An bergerak mundur setelah tangannya di lempar oleh Fu Hai, sedangkan Fu Hai menyembunyikan tangan kanannya yang tidak berhenti bergetar karena petir Fang An yang sempat mengenai kulitnya.


"Anak muda, kamu sudah merusak tempat ini serta membunuh salah satu ketua Sekte dan melukai beberapa murid. Aku memberimu keringanan dengan menyerah dan tetap tinggal disini sampai Wakil Penatua dan Penatua datang untuk memberikanmu hukuman!" kata Fu Hai.

__ADS_1


"Baru satu ketua yang mati dan beberapa murid yang terluka kalian ingin aku bertanggung jawab? Lalu bagaimana dengan seratus lebih anggota Klan ku yang kalian habisi lalu membawa ibuku pergi, siapa yang akan bertanggung jawab?" tanya Fang An.


"Kenapa kamu menuduh kalau itu perbuatan anggota Sekte kami? Apakah kamu punya bukti?" tanya Fu Hai.


Fang An tertawa dingin seraya berkata, "Bukti? Semua yang berhasil selamat sudah melihat sendiri jika salah satu orang yang telah menyerang Klan ku adalah anggota Sekte ini, apakah kalian mau menyembunyikan kebusukan kalian di balik nama Sekte besar kalian?"


"Jika kamu tidak memiliki bukti, maka kamu tidak bisa asal menuduh, sedangkan perbuatanmu hari ini sudah jelas adalah sebuah kesalahan fatal yang harus mendapatkan hukuman, jika kamu menolak, maka aku sendiri yang akan menangkapmu hidup atau mati!" ucap Fu Hai seraya mengeluarkan pancaran energinya yang besar.


"Selama kalian juga tidak bertanggung jawab atas perbuatan kalian terhadap Klan ku dan membebaskan ibuku, aku Fang An tidak akan pernah berhenti mengacaukan tempat ini!" Fang An juga menyatakan tantangannya kepada Fu Hai.


"Bagus! Aku ingin tahu kekuatan seperti apa yang akan kamu gunakan untuk melawanku!"


Fu Hai menarik pedangnya dan seketika itu juga badai energi langsung menyebar ke segala arah, sampai-sampai para murid harus menjauh kecuali Fu Wang dan Fu Xiali yang sudah kembali normal.


"Ketua Fu Hai, biar kami saja yang mengurusnya, ketua tidak perlu turun tangan hanya untuk memberi pelajaran kepada bocah ingusan ini!" kata Fu Wang.


"Tidak, biar aku sendiri saja yang mengurusnya, aku akan membuatnya tahu jika Sekte kita bukan sekte yang bisa di injak-injak oleh Faksi lemah seperti Klan nya!" jawab Fu Hai.


"Fang An, apaka kamu ingin menggunakan Teknik itu?" tanya Feng Huang.


"Iya Guru, aku mau lihat seberapa besar kerusakan Inti Petir Putih jika aku jadikan Petir Dewa Penghancur," ucap Fang An yang sudah tidak sabar untuk menguji kedahsyatan Inti Petir Putih yang susah payah dia dapatkan.


Fang An mulai melepaskan energi nya dan mengaktifkan Aura Petarungnya sehingga retakan kulit bercahaya tiga warna kembali terlihat di leher hingga dagunya.


Fang An mengulurkan tangan kanannya lalu energi putih dan biru mulai terbentuk, bahkan energi alam juga ikut terserap ke telapak tangannya.


"Apa yang ingin dia lakukan?" batin Fu Hai yang terkejut setelah merasakan fenomena alam yang terjadi setelah Fang An mulai mengumpulkan energinya.


Di bawah kaki gunung sendiri, Mu Yuan dan Fang Zui serta Gu Fei Ming membantu Fang Xian yang terluka parah bahkan sudah tidak sadarkan diri saat Singa Es membawanya ke hadapan mereka.


Semuanya menatap langit malam yang tertutup awan gelap serta kilatan sambaran petir yang menyembar ke segala arah, mereka melihat ada aura serta energi alam yang bergerak ke puncak gunung, dan samar-samar mereka merasakan Aura kuat yang mulai menyebar hingga ke tempat mereka.


Melihat semua itu Singa Es langsung meraung keras lalu dia terbang menuju ke Puncak Gunung untuk membantu tuannya.


"Saudara Zui, bawa Saudara Xian ke rumahku, aku dan Gu Fei Ming akan menyusul Fang An ke atas!" kata Mu Yuan.


Baru saja Mu Yuan selesai berkata seperti itu, Luo Ying yang paling terlambat tiba di tempat mereka.


"Adik Luo, ikutlah dengan Paman Fang Zui membawa Tuan Fang Xian ke rumah Tuan Mu Yuan!" kata Gu Fei Ming lalu dia dan Mu Yuan bergegas pergi ke puncak gunung.


Luo Ying yang sangat mengkhawatirkan Fang An hanya bisa menuruti perintah kakak seperguruannya dan pergi bersama Fang Zui membawa Fang Xian yang sudah tidak sadarkan diri dengan luka dalam yang sangat parah.


Di langit gelap juga ada Gu Yao He sedang memperhatikan Fang An yang mengumpulkan energinya, dia ingin turun namun saat merasakan pancaran energi yang menakutkan itu, dia mengurungkan niatnya, sebab dia merasa sangat akrab dengan pancaran energi itu, pancaran energi kuat serta Aura Liar itu seharusnya muncul dari lubang Jurang Tanpa Dasar, namun sekarang pancaran tersebut keluar dari tubuh Fang An.


Semakin lama aura yang di pancarkan semakin kuat dan tidak lama kemudian sebuah bola bercahaya putih dan biru seukuran kepalan tangan terbentuk di telapak tangan Fang An.

__ADS_1


Sambaran Petir putih dan biru terus menerus keluar dari bola kecil itu, hanya saja Fu Hai merasakan ketakutan saat merasakan kekuatan yang terkandung di dalam bola di tangan Fang An.


"Elemen Petir! Aku tidak akan membiarkanmu melepas benda itu di tempat ini!" seru Fu Hai lalu dia mengusap Pedangnya dengan dua jari sehingga membuat pedang itu bercahaya emas.


Dua aura kuat sama-sama terpancar dari bola petir dan pedang bercahaya emas, seluruh sekte bergetar hebat dan kemudian keduanya sama-sama melepaskan dua teknik mereka.


"Pedang Suci Pohon Persik."


"Petir Dewa Penghancur."


"Semuanya bentuk segel perisai pelindung..!"


Fu Wang berseru keras setelah melihat Fu Hai dan Fang An mulai mengadu teknik mereka, Fu Wang dan Fu Xiali tidak menduga jika Fang An yang hanya seorang Yu Zhi Tingkat 5 memiliki teknik kuat dan semengerikan itu.


Gu Yao He sendiri melebarkan matanya lebar-lebar saat melihat bola petir yang Fang An lempar ke arah Fu Hai, dia belum pernah melihat Teknik seperti itu sebelumnya sehingga dia mulai curiga jika ledakan di dalam Hutan Sesat saat itu kemungkinan adalah perbuatan Fang An.


Fu Hai yang melepaskan energi pedang emasnya ke arah Fang An segera bertemu dengan bola petir kecil dan kemudian bola petir itu langsung berubah menjadi kurungan bola besar yang memenuhi seluruh halaman Sekte.


Petir Putih dan Biru terus menyambar dari luar kurungan hingga dalam kurungan, bahka Fu Hai yang terjebak didalam kurungan bola itu berteriak keras karena tidak bisa menghindari sambaran petir yang sangat kuat, dan suaranya terdengar hingga keluar kurungan.


Setelah beberapa saat, bola itu mengecil kembali lalu meledak membuat seluruh gunung bergetar dan suara ledakan bercampur gemuruh petir terdengar hingga ke kota Chang Lan.


Mu Yuan dan Gu Fei Ming yang hampir sampai di pintu halaman langsung terhempas terkena gelombang ledakan energi yang mengandung energi petir, sedangkan para Murid Sekte yang sudah membuat Perisai pelindung hampir tidak mampu menahan gelombang ledakan yang sangat kuat.


Walau perisai pelindung sudah di aktifkan, namun tetap saja guncangan besar membuat bebatuan runtuh menimpa bangunan dan sisa percikan petir masih terlihat di kepulan asap sisa ledakan.


Fang An jatuh berlutut lalu memuntahkan darah dengan tangan yang gemetar, dia mengeluarkan Pil Pemulihan Qi nya dan segera menelannya lalu menatap ke arah kepulan asap yang hampir menghilang.


"Inti Petir Putih ini benar-benar membuatku hampir tidak mampu bertahan!" gumam Fang An dengan nafas tersenggal-senggal.


Setelah asap menghilang di terpa angin, semuanya bisa melihat Fu Hai yang masih berdiri di sana, dia terlihat berdiri lemah dengan pedangnya sebagai penahan agar tidak jatuh.


Seluruh bajunya rusak dengan bekas bakaran, dan rambutnya yang sebelumnya di ikat rapi kini acak-acakan, belum lagi nafasnya yang mulai melamah, kondisi Fu Hai benar-benar sangat menyedihkan.


Fu Hai menatap Fang An dengan tatapan merah, dia ingin mengatakan sesuatu, namun dia langsung batuk-batuk dan memuntahkan darah segar.


"Ketua..!" Fu Wang dan Fu Xiali segera menghampiri Fu Hai yang kini jatuh berlutut dan pedangnya terjatuh.


"Kalian berdua, cepat panggil empat Ketua Pilar kesini, anak itu tidak boleh dilepaskan begitu saja, jadi segera panggil mereka!" kata Fu Hai dengan suara lemah.


Fu Wang menatap kondisi Fu Hai yang benar-benar mengalami luka sangat parah, dia tidak bisa membayangkan andai dirinya yang menerima serangan itu, mungkin dirinya akan langsung mati menyusul Fu Shizi.


Fu Xiali mengeluarkan sebuah peluit lalu membunyikannya, sedangkan Mu Yuan dan Gu Fei Ming yang berhasil selamat dari gelombang ledakan kini juga sampai di puncak gunung lalu mata mereka di kejutkan oleh pemandangan yang kacau.


"Fang An, aku merasakan ada empat sosok berkemampuan Yu Zhu elit sedang menuju kesini!" kata Feng Huang.

__ADS_1


Fang An yang masih berusaha memulihkan dirinya dengan Pil nya terkejut mendengar ucapan Feng Huang, dia tidak menduga jika Sekte Gunung Pohon Persik masih memiliki Yu Zhu elit lainnya, bahkan jumlahnya lebih dari satu.


"Sial! Aku tidak mungkin menggunakan Teknik Petir Dewa Penghancur itu lagi saat ini!" gumam Fang An kemudian dia melihat ke arah Mu Yuan yang baru tiba beresama Gu Fei Ming, dan keduanya terlihat mematung melihat dirinya.


__ADS_2