
"Apa yang guru katakan?" tanya Luo Ying.
"Ais.. Seharusnya semua orang tahu jika tidak ada yang gratis di dunia ini, apapun pekerjaan itu membutuhkan imbalan, lalu dengan apa kamu akan membayarku?" Gu Yao Han bertanya kepada Fang An.
" Aaa itu…!" Fang An kebingungan lalu dia melihat cincinnya dan mengeluarkan semua koin emas yang ia miliki.
"Benda seperti itu tidak aku butuhkan," kata Gu Yao Han.
Fang An jadi semakin bingung lalu dia kembali mengibaskan tangannya lalu Ziyuan pemberian ayahnya juga keluar di hadapan Gu Yao Han.
"Kalau cuma segini mana cukup, lagipula aku tidak kekurangan Ziyuan! Apakah kamu tidak memiliki hal yang lebih menarik lagi untuk upahku, lagi pula aku ini akan menolongmu agar kamu bisa kembali normal, seharusnya kamu membayarku dengan harga yang pantas dan setara dengan harga hidupmu," kata Gu Yao Han.
Fang An semakin tidak mengerti akan jalan pikiran Gu Yao Han yang dijuluki sebagai si Raja Pil, dia hanya tidak menduga saja jika ternyata Gu Yao Han sangat perhitungan, walau dia tahu jika segala bentuk pekerjaan memang membutuhkan bayaran.
"Senior, saya memiliki beberapa Spirit Core Anim Beast, ambillah semuanya dan jika belum cukup terserah senior saja, hanya itu yang saya miliki saat ini," kata Fang An.
"Baiklah, aku tidak akan meminta upah berupa barang apapun padamu, namun aku hanya ingin meminta satu permintaan saja," kata Gu Yao Han.
"Apa itu?" tanya Fang An yang sangat penasaran, begitu juga dengan Luo Ying.
"Kamu harus bersedia untuk menjadi muridku," kata Gu Yao Han.
"Hah…!?"
Fang An dan Luo Ying sama-sama terkejut, begitu juga dengan Feng Huang yang mendengarnya dari dalam kalung.
"Jadi sejak tadi dia menginginkanmu untuk menjadi muridnya? Kenapa tidak kamu terima saja Fang An, lagi pula semakin banyak ilmu pengetahuan yang kamu miliki itu akan semakin baik," kata Feng Huang.
"Apa guru yakin akan membiarkanku menjadi murid si Raja Pil?" tanya Fang An.
"Semua para Kultivator sangat membutuhkan seorang Alkemis untuk mendukung kemajuan Tingkat praktik mereka, lagi pula ilmu pengobatan sangat efektif untuk melawannya racun, itu akan sangat berguna bagimu," jawab Feng Huang.
__ADS_1
"Baiklah jika guru mengizinkan ku," kata Fang An.
"Terima saja Adik Fang, nanti kita akan menjadi saudara seperguruan," ucap Luo Ying yang sangat merasa senang, walau sebenarnya dia sempat merasa kecewa akan permintaan gurunya kepada Fang An, namun hasil akhirnya justru merasa sangat senang dan gurunya tidak seburuk yang Luo Ying pikirkan.
"Baiklah Kakak Luo," kata Fang An lalu dia maju ke hadapan Gu Yao Han.
"Guru, terimalah saya untuk menjadi muridmu!" kata Fang An seraya bersujud.
"Bangunlah dan maaf karena telah membuatmu terkejut akan ucapanku tadi, sekarang kamu sudah menjadi muridku, karena kamu adalah murid terakhir, kamu harus tahu jika sebenarnya aku memiliki tiga murid sebelum kamu, dan mereka bertiga itu adalah kakak seperguruan mu," kata Gu Yao Han.
"Tiga? Tapi tadi hanya ada dua, kakak Luo dan Kakak Shin, lalu kemana yang satu lagi?" tanya Fang An.
"Yang satu lagi adalah Gu Fei Ming, dia adalah cucuku, namun sekarang dia sedang turun gunung," jawab Gu Yao Han.
"Selamat ya adik Fang, sekarang kamu dan aku sudah menjadi saudara seperguruan, kelak aku akan selalu membantumu dalam mempelajari ilmu pengobatan," kata Luo Ying.
Fang An mengangguk kemudian Gu Yao Han menepuk pundak Fang An lalu berkata, "Ikutlah denganku, aku akan membuatkan obat untuk menghilangkan racun di dalam tubuhmu sekaligus kamu bisa mempelajariku cara membuat Pil," kata Gu Yao Han.
"Luo Ying, kamu bantu Shin He mengumpulkan beberapa bahan untuk membuat Pil Embun Jiwa!"
"Baik guru," Luo Ying juga menjawab lalu dia mengangguk kepada Fang An dan melangkah pergi keluar.
"Ikuti aku!" kata Gu Yao He.
Fang An segera mengikuti Gurunya yang memasuki pintu tempat Gu Yao He keluar sebelumnya, dan setelah itu keduanya memasuki ruangan guna membuat Pil untuk Fang An.
***
"Membuat Pil itu harus menggunakan pengetahuan serta wawasan, kamu harus mempelajari berbagai jenis tanaman obat serta penyakit, salah satu contohnya adalah Racun, Ilmi pengobatan dan Ilmu racun memiliki kesamaan, hanya saja cara dan sifatnya berbeda," kata Gu Yao He yang mulai meracik obat dengan cara memasukan beberapa bahan kedalam sebuah kuali logam.
Fang An terus memperhatikan cara Gu Yao He membuat Pil itu seraya mendengarkan bimbingannya.
__ADS_1
"Dalam dunia pengobatan ada satu hal yang paling penting yang harus di ingat, yaitu keyakinan! Kamu harus yakin pada dirimu sendiri agar bisa membuat obat untuk menolong banyak orang."
Sambil berbicara, Gu Yao He mulai menyalakan mengeluarkan api dari telapak tangannya lalu melemparkan api itu kedalam kuali obat dan Gu Yao He mulai membuat Pil.
"Apakah tidak akan hangus bahan-bahan obat jika di bakar seperti itu?" batin Fang An.
"Lebih baik kamu perhatikan saja Fang An, dia itu adalah Raja Pil, pasti dia mengetahui akan apa yang dia kerjakan," ucap Feng Huang.
Fang An hanya bisa mengumpat dalam hati, dia hanya bertanya saja lewat batin, namun Feng Huang justru mendengarnya.
"Membuat Pil juga butuh proses, mulai dari pengumpulan bahan lalu proses pembakaran, karena kamu juga memiliki Spirit Root Elemen Api, kamu harus bisa mengendalikan api mu dengan baik, karena jika kamu bisa melemparkan api kedalam kuali, maka kamu harus bisa mengendalikan suhu panasnya agar bahan obat tidak hangus, setelah proses pembakaran selesai, maka tinggal melakukan proses pemurnian Pil, yaitu memisahkan antara racun dengan Pil nya, sebab setiap Pil yang di buat akan mengandung racun walau itu hanya sedikit."
Saat masih proses pembuatan Pil, Gu Yao He terus memberikan penjelasan dengan pelan kepada Fang An agar Fang An bisa mengerti, terutama dalam pembuatan Pil.
Walau masih awam, namun Fang An wajib tahu akan cara membuat Pil yang baik dan benar, sebab jika salah dalam pembuatan yang ada di hasilkan hanyalah sebuah kegagalan.
Pil yang tidak di murnikan dengan sempurna akan memiliki kadar racun walau itu hanya sedikit, dan jika di konsumsi satu saja, maka racun itu akan mulai bekerja, dan jika terus mengkonsumsi Pil secara terus-menerus, maka kadar racun akan menumpuk sehingga akan menggangu seseorang untuk bisa menaikkan tingkat Kultivasi nya.
Untuk itu perlu tindakan pembersihan dengan cara mengeluarkan racun yang menumpuk dan menyumbat Meridian, setelah bisa di bersihkan barulah orang itu akan bisa berlatih kembali untuk menaikkan tingkat Kultivasi nya.
Jadi kunci utama dari pembuatan Pil yang sukses adalah memurnikan Pil itu hingga ketahap yang sempurna, semakin tinggi tahap kemampuan Alkemis, maka akan semakin baik Pil yang di buatnya.
Satu lagi yang paling menguntungkan, yaitu Harga Pil yang sempurna harganya sangat mahal, apalagi Pil itu adalah Pil Khusus untuk para Kultivator, maka para Kultivator akan berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan Pil itu dengan apapun, tidak peduli seberapa mahalnya, mereka akan tetap bersaing untuk bisa mendapatkannya.
Setelah Gu Yao He selesai menjelaskannya, dia juga sudah selesai melakukan tahap pembakaran Pil nya.
Pil yang berada di dalam kuali itu ternyata berbentuk bulat dengan sendirinya tanpa perlu di bentuk dengan tangan, setelah itu Pil itu melayang sendiri keluar dari dalam Kuali lalu Gu Yao He melebarkan kedua telapak tangannya dan kemudian semburan Api keluar membakar Pil itu, itu yang di sebut sebagai pemurnian Pil dengan cara memisahkan kadar Racun yang terkandung di dalam Pil buatannya.
Waktu pemurnian Pil lebih lama dari pembakaran, dan setelah itu Gu Yao He berhasil menyelesaikannya.
"Sudah selesai! Kamu segera meminumnya setelah itu racun di dalam tubuh mu akan keluar dalam bentuk darah dan kamu harus memuntahkan darah itu," kata Gu Yao He seraya memberikan Pil berwarna hitam kepada Fang An.
__ADS_1
Tanpa terlalu banyak Pikir lagi, Fang An langsung menelan Pil hitam itu lalu segera duduk bersila untuk menyerap seluruh khasiatnya.