SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Rencana Mu Yuan


__ADS_3

***


"Tuan Mu, aku tidak tahu lagi harus membayar semua kebaikan Tuan dengan apa?"


"Saudara Zui tidak perlu berkata seperti itu, Klan Mu dan Klan Fang seperti dua saudara yang tidak bisa dipisahkan, jadi sudah menjadi kewajiban saudara untuk menolong saudaranya sendiri, bukankah begitu?"


Fang Zui tersenyum kecut, sejak Klan nya di hancurkan dan hanya menyisakan setengah dari anggotanya, Mu Yuan secara terus-menerus memberikan bantuan, baik itu berupa barang dan tenaga.


Saat ini kondisi Klan Fang benar-benar terpuruk, walau Klan Mu sudah memberikan bantuan berupa dana sosial mulai dari perbaikan bangunan dan lain sebagainya, namun Klan Fang tetap kesulitan untuk kembali bangun.


Mirisnya lagi dua pasar milik Klan Fang kini dikuasai oleh Klan Hun, padahal Klan Mu dan Kelompok Lembah Hantu serta Pisau Terbang bersedia untuk merebut kembali aset Klan Fang yang di rebut paksa oleh Klan Hun.


Hanya saja Fang Zui tidak bisa memenuhi keinginan Klan Mu dan kedua kelompok yang ingin membantunya, bukan tanpa alasan, Fang Zui tidak ingin ada lagi korban jiwa yang berjatuhan dari pihak Klan Mu dan kedua kelompok yang setia mendukungnya.


Belum lagi kondisi Fang Xian yang terus-menerus ingin pergi ke Sekte Gunung Pohon Persik untuk menyelamatkan istrinya, andai tidak ada Mu Yuan dan Gu Fei Ming, mungkin Fang Xian susah berada disana.


Raja Chang Hanzi sendiri tidak terlalu ikut campur masalah tersebut, dia sebagai raja juga bingung untuk memilih akan dimana dirinya akan berpihak.


Pandangan paling besar untuk berpihak adalah Sekte Gunung Pohon Persik yang didukung oleh Klan Hun dan beberapa Faksi-faksi lain, namun mengingat Sekte Gunung Pohon Persik juga bersekutu dengan Kelompok Pembunuh Kepala Ular dan Kelompok Bayangan Bulan, Raja Chang harus mempertimbangkan lagi pilihannya.


"Apakah Senior Mu Zhi Tian akan benar-benar datang?" tanya Fang Zui.


"Itu pasti, dia akan mengirim pesan jika dia akan datang!" jawab Mu Yuan.


"Ayah lihat ini! Ada pengumuman jika di Sekte Gunung Pohon Persik akan mengadakan kompetisi mencari murid baru yang berbakat dua hari lagi!" kata seorang gadis muda yang memiliki paras cantik.


"Lalu?" Mu Yuan bertanya sembari menaikkan sebelah alisnya.


"Apakah Ling'er boleh ikut serta dalam kompetisi itu? Siapa tahu Ling'er bisa lolos dan menjadi murid Sekte Gunung Pohon Persik," kata Gadis tersebut yang bernama Mu Yi Ling, putri Mu Yuan yang sudah berusia 15 tahun.


"Ayah tidak akan mengijinkanmu!" ucap Mu Yuan.


Fang Zui hanya diam mendengarkan Mu Yi Ling yang ingin ikut serta dalam kompetisi pencalonan murid baru yang berbakat.


Tidak ada yang tidak tergiur untuk bisa menjadi murid di Sekte sebesar Sekte Gunung Pohon Persik, Sekte yang sangat ahli dalam permainan pedang itu melahirkan banyak murid-murid berbakat, namun semua murid memang terpilih yang memiliki potensi yang bisa diterima.

__ADS_1


Mu Yi Ling saat ini sudah berada di Tahap Yu Zhe Tingkat 7, jika dia ikut serta dalam kompetisi itu, mungkin Mu Yi Ling hanya memiliki peluang 30 poin untuk bisa diterima.


Masalahnya Klan Mu dan Sekte Gunung Pohon Persik sudah bermasalah sejak Klan Mu selalu mendukung Klan Fang, oleh karena itu Mu Yuan tidak setuju jika putrinya harus menjadi anggota Sekte Gunung Pohon Persik.


"Tapi ayah..!"


"Jangan membantah ayah lagi, jika ayah bilang tidak ya tidak!" bentak Mu Yuan.


Mu Yi Ling langsung tunduk kemudian berlalu pergi dengan perasaan kecewa, setelah itu Mu Lianli datang menghampiri putrinya untuk menenangkannya.


"Tuan Mu, apakah tidak sebaiknya membiarkan Nona Yi Ling ikut dalam kompetisi itu?" tanya Fang Zui yang merasa kasihan dengan Mu Yi Ling.


"Tidak Saudara Zui, aku sudah menganggap Sekte Gunung Pohon Persik sebagai musuh ku, apalagi kamu belum tahu sifat putri ku ini! Dia sangat keras kepala dan sulit untuk diatur, ini karena kami terlalu memanjakan dia sejak masih anak-anak, dan sekarang anak ini tumbuh menjadi anak yang mau menang sendiri," kata Mu Yuan.


Fang An tersenyum seraya berkata, "Bukankah sudah sewajarnya anak-anak seusianya bersikap seperti itu, suatu saat setelah dia dewasa, dia pasti akan berubah," kata Fang Zui.


"Lupakan kita tidak usah membahas masalah ini, sekarang kita bahas langkah apa yang akan kita ambil berikutnya agar bisa membebaskan nyonya Fang Xian?"


Fang Zui berpikir sejenak lalu menggelengkan kepala pelan. "Tidak ada yang bisa dilakukan," ucapnya.


"Itu dia yang kami tidak tahu! Mereka bilang sebuah benda Permata atau apalah yang memiliki warna Ungu, apalagi mereka bilang benda ini adalah benda berharga utama Klan Fang," ucap Fang Zui.


"Kalau begitu coba ingat-ingat benda apa yang paling berharga yang dimiliki oleh Klan Fang? Apa itu sebuah Pusaka, atau benda lain?"


"Jika sesuatu yang paling berharga milik Klan Fang ya ada, itu adalah sebuah kalung, hanya saja aku belum pernah melihatnya karena yang menyimpan kalung itu hanyalah keturunan murni Klan Fang, yaitu Saudara Xian," jawab Fang Zui.


"Kalung? Tapi mereka tidak bilang kalung, melainkan Permata Ungu, jadi bukan itu barang yang mungkin mereka minta," kata Mu Yuan lalu dia melihat kearah putrinya yang sedang bersama dengan ibunya.


"Aku ada rencana Saudara Zui!" kata Mu Yuan.


"Rencana? Rencana untuk apa?" tanya Fang Zui.


"Rencana penyelamatan Nyonya Fang Xian," jawab Mu Yuan.


"Apa rencananya?"

__ADS_1


"Seperti yang disampaikan oleh putriku tadi! Kita akan memanfaatkan kompetisi yang diadakan oleh Sekte Gunung Pohon Persik!"


Fang Zui sedikit terkejut mendengarnya, namun dia tetap mendengarkan rencana Mu Yuan.


Mu Yuan berniat untuk mengirimkan beberapa pemuda untuk ikut serta dalam kompetisi itu, dan beberapa pemuda yang akan dikirim adalah pemuda pilihan.


Saat kompetisi itu dimulai, semua anggota Sekte pasti akan terfokuskan kepada para Calon murid baru, dan disaat itu, dia dan beberapa orang akan menyelinap masuk kedalam.


Tentu saja Mu Yuan harus mengetahui gambaran lokasi serta situasi sekaligus jalan di dalam sekte, dan itu adalah tugas para pemuda pilihan yang mencalonkan diri sebagai murid agar membuatkan rute jalan ke arah penjara.


Andaipun nanti rencana itu gagal dan para petarung kuat yang dimiliki Sekte Gunung Pohon menyerang mereka, Mu Yuan tidak takut, karena rencana itu akan melibatkan kakaknya Mu Zhi Tian yang nantinya akan menjadi kartu andalannya, belum lagi dia akan meminta bantuan dari Kelompok Lembah Hantu dan Pisau Terbang agar mengirim Petarung terbaik mereka.


"Ini terlalu berisiko, tidak benar rasanya jika harus kehilangan banyak nyawa dari anggota Klan Mu dan sekutu kita lainnya hanya demi menyelamatkan satu orang saja!" kata Fang Zui yang seperti tidak setuju dengan rencana Mu Yuan.


Walau kesannya agak mudah, namun jika sampai ketahuan bakal ada pertarungan besar nantinya, jadi ini bukan rencana penyusupan, namun akan melakukan penyerangan secara sembunyi-sembunyi.


"Iya aku sadar akan hal itu, namun bukan masalah korban yang ingin aku sampaikan, melainkan mengenai keeratan antar hubungan sekutu, dari sini kita bisa tahu mana yang benar-benar sekutu kita, dan mana yang bukan, sebab ada beberapa Klan kecil serta Kelompok kecil yang masuk dalam daftar perencanaan itu," ucap Mu Yuan.


"Tapi Tuan Mu Yuan..!"


"Saudara Zui, jika kita tidak melakukan tindakan apapun, mereka akan semakin meremehkan kita, semakin lama mereka akan semakin menjadi-jadi karena mereka menganggap kita tidak memiliki keberanian untuk melawan! Percayalah padaku, kita akan berjuang bersama-sama untuk menyelamatkan Nyonya Fang Xian," kata Mu Yuan yang rencananya tidak akan dibatalkan.


Fang Zui terdiam dan membatin sendiri ucapan Mu Yuan, dia juga tahu jika tetap diam tanpa berbuat apa-apa mereka pasti akan datang menyerang karena menganggap Klan Fang dan sekutunya sangat lemah dan penakut.


"Bagaimana apakah kamu masih ragu?" tanya lagi Mu Yuan karena Fang Zui masih berpikir.


"Baiklah Tuan Mu, jika memang pada akhirnya harus begini, sepertinya memang tidak ada cara lain selain mengikuti rencanamu!" kata Fang Zui.


"Kalau begitu kita akan mengabari ini kepada Gu Fei Ming, dia pasti akan bersedia ikut dengan kita," kata Mu Yuan.


"Baiklah Tuan Mu, aku harus segera kembali untuk menyampaikan hal ini kepada Saudara Xian, aku yakin dia pasti akan langsung setuju! Aku Pamit dulu," kata Fang Zui kemudian dia segera bangkit dan akan segera memberitahukan rencana ini kepada Fang Xian.


"Aku akan ikut denganmu, aku juga sudah mengundang para ketua dari sekutu kita untuk berkumpul di rumahmu serta membicarakan hal ini," kata Mu Yuan lalu dia bangkit untuk pergi dengan Fang Zui.


Fang Zui benar-benar tidak menyangka jika Mu Yuan telah mempersiapkan semua itu sebelumnya, dia dan Mu Yuan bergegas pergi ke Kota Chang untuk melakukan pertemuan besok malam.

__ADS_1


__ADS_2