SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Peningkatan kekuatan Gu Fei Ming


__ADS_3

***


"Tombak Air Mengalir."


Qin Shia Peng melepaskan serangan tusukan beruntun serta ada butiran air halus yang melesat namun juga tajam menghujami Pedang Fu Xiali.


Awalnya Fu Xiali menahan setiap serangan Qin Shia Peng dengan tangan satu, namun semakin lama serangan Qin Shia Peng yang pelan justru semakin deras seperti aliran air yang mengalir ke bawah.


Hal ini membuat Fu Xiali menjadi lebih serius menghadapi serangan Qin Shia Peng yang semakin lama semakin sulit untuk di tebak, walau demikian serangan itu masih mampu dia lihat, hanya saja gerakan serangannya sangat sulit dibaca.


"Aku tidak menyangka ternyata Teknik Tombak Air Klan Qin masih ada sampai sekarang, aku pikir sudah punah," kata Fu Xiali.


Qin Shia Peng tidak menanggapi keterkejutan Fu Xiali, dia merubah teknik serangannya lalu melepas Teknik serangan tombak airnya yang berbeda.


"Tusukan Air Hujan."


Qin Shia Peng merubah-rubah pola serangannya sekaligus melepaskan tusukan tombak yang semakin sulit untuk ditahan dan juga tidak bisa terlihat.


Qin Shia Peng benar-benar tidak memberikan kesempatan kepada Fu Xiali untuk menyerang, walau kemampuannya hanya di tahap Yu Zha, namun serangannya sebanding dengan seorang Yu Zhu.


Tentu semua Klan besar sudah tahu jika dulu Klan Qin memiliki sebuah teknik hebat yang disebut sebagai Teknik Tombak Air, teknik tersebut dulunya hanya dimiliki oleh segelintir orang dari Klan Qin saja, dan anggota yang lainnya jarang yang bisa mempelajarinya.


Semakin lama Teknik Tombak Air itu sudah semakin jarang digunakan sehingga banyak yang berpendapat jika Teknik Terkuat Klan Qin sudah punah.


Tentu tidak akan ada yang tahu jika sebenarnya Teknik Tombak Air bukan Teknik biasa, melainkan Teknik langka dari sisa Sekte Kuno di Benua lain yang telah menghilang, dan Klan Qin tidak sengaja menemukannya di sebuah pelelangan di wilayah Benteng Putih.


Karena Teknik Tombak Air di khususkan bagi ahli tombak, pendahulu Klan Qin segera membelinya lalu mulai melatih Tombak Air itu ke beberapa tetua Klan Qin.


Hanya dalam beberapa dekade saja, Klan Qin yang pada dasarnya adalah Klan besar malah semakin terkenal setelah menguasai Teknik Tombak Air, hanya saja tidak satupun dari Klan Qin yang pernah mencapai Tahap Yu Jing, jika tidak maka Klan Qin pasti akan menjadi Klan terbesar dan terkuat.


Serangan Tombak Air yang digunakan oleh Qin Shia Peng saat ini saja sudah mampu untuk membuat Fu Xiali kerepotan, dan ini tentu berada di luar dugaan Fu Xiali.

__ADS_1


Di sisi lain Mu Yuan dan Gu Fei Ming sangat kesulitan menghadapi serangan Fu Wang, keduanya sampai di buat dalam posisi bertahan oleh Fu Wang hanya dengan sebilah pedangnya.


"Tuan Mu, tolong berikan aku waktu sebentar!" kata Gu Fei Ming.


Mu Yuan yang baru saja berhasil lolos dari serangan Fu Wang mengangkat sebelah alisnya, lalu tidak lama setelah itu dia mengerti akan maksud Gu Fei Ming.


"Serahkan saja padaku!" kata Mu Yuan lalu dia kembali maju seorang diri melawan Fu Wang, sedangkan Gu Fei Ming mulai mengeluarkan sebutir Pil berwarna merah lalu segera menelannya.


"Dasar bodoh!" kata Fu Wang kepada Mu Yuan lalu dia memutar pedangnya.


"Tebasan Membelah Matahari."


Fu Wang memunculkan bayangan pedang yang melingkar setelah itu bayangan pedang itu melesat lurus ke arah Mu Yuan.


"Teknik itu…!?"


Mu Yuan belum pernah melihat Fu Wang menggunakan Teknik Pedang Matahari, namun kali ini Fu Wang benar-benar menggunakan Teknik paling mematikan di Sekte Gunung Pohon Persik, yaitu Pedang Matahari.


"Kepakan Sayap Kelelawar Malam."


Mu Yuan memainkan pedang lenturnya seperti kepakan sayap, dari permainan pedang lentur itu menciptakan energi Pelindung di depan Mu Yuan, dan begitu bayangan pedang itu menyentuh energi pelindung milik Mu Yuan, riak-riak energi terlihat seperti air ketika bayangan pedang itu bersentuhan dengan Energi Pelindung dari pedang Kepakan Sayap Kelelawar Malam nya.


Fu Wang hanya tersenyum melihat perlindungan energi yang diciptakan oleh Mu Yuan, dia menekan dua jarinya dan kemudian bayangan pedang tersebut kembali menyerang dengan kekuatan yang lebih besar.


Alhasil energi pelindung Mu Yuan berhasil ditembus hingga dua bayangan pedang berhasil melukai lengan Mu Yuan, dan dalam kondisi terdesak itu, Mu Yuan mencoba lagi menahannya, hanya saja serangan Fu Wang terlalu kuat.


"Rasakan ini..!"


Fu Wang melepaskan satu pedang yang tersisa, dan seketika itu juga, pedang yang bercahaya putih terang bagai sinar matahari itu melesat lurus membelah angin menuju ke arah Mu Yuan.


Mu Yuan benar-benar sudah tidak mampu lagi untuk menahan serangan tersebut, dia berpikir jika hari ini nyawanya tidak akan bisa diselamatkan lagi.

__ADS_1


Disaat Mu Yuan sudah memiliki pikiran negatif dan Fu Wang sudah yakin akan mampu membunuh Mu Yuan, tiba-tiba saja sebuah ledakan energi panas keluar dari tubuh Gu Yao He.


Ledakan energi panas itu juga berhasil mementalkan Pedang Fu Wang yang hampir sampai ke dada Mu Yuan, dan begitu Mu Yuan dan Fu Wang melihat ke arah Gu Fei Ming, ternyata Gu Fei Ming sudah menciptakan Zirah Petarung nya yang merupakan Zirah Api Petarung.


"Hahaha.. aku pikir aku benar-benar akan mati tadi!" gumam Mu Yuan dengan tertawa pahit karena sempat berpikir pesimis.


"Maaf jika menungguku terlalu lama, dan terima kasih karena sudah mengalihkan perhatian nya demi diriku!" kata Gu Fei Ming seraya memberikan sebutir Pil kepada Mu Yuan.


"Pulihkan kondisimu dulu Tuan, dan sekarang giliranku yang akan menghadapinya!" kata Gu Fei Ming.


Mu Yuan mengangguk pelan lalu dia menjauh mencari tempat untuk memulihkan kondisinya dengan menelan Pil pemberian Gu Fei Ming, sedangkan Gu Fei Ming saat ini sudah berdiri di hadapan Fu Wang.


"Heh, aku akui sempat terkejut dengan peningkatan kekuatan mu, hanya saja kekuatan mu itu masih belum cukup untuk melawanku!" kata Fu Wang yang masih meremehkan peningkatan kekuatan Gu Fei Ming.


Saat ini kemampuan Gu Fei Ming sudah mencapai puncak Yu Zha, yaitu Yu Zha Tingkat 9, semua itu karena Gu Fei Ming menggunakan Pil peningkatan energi yang mampu menaikkan tingkat Kultivasi secara paksa.


Secara alami tingkat kemampuan Gu Fei Ming saat ini masih kurang dua tingkat lagi untuk bisa mengimbangi kekuatan Fu Wang, namun Gu Fei Ming yang sudah tahu akan semua itu sudah menyiapkan sesuatu untuk menghadapi Fu Wang.


"Bagaimana kamu bisa tahu? Kita ini belum bertarung, jadi untuk membuktikannya kita harus bertarung dulu setelah itu barulah kita bisa tahu hasilnya!" kata Gu Fei Ming lalu sebuah gelang api muncul di pergelangan tangan kanannya.


"Itu..!?"


Fu Wang terkejut melihat gelang api di lengan Gu Fei Ming, dia jelas pernah melihat gelang api yang seperti itu.


"Teknik Naga Dua Api!" gumam Fu Wang yang tidak menyembunyikan keterkejutannya.


Gu Fei Ming tersenyum dingin melihat raut wajah Fu Wang yang terlihat sangat terkejut, dia mengulurkan tangan yang ada gelang apinya seraya berkata, "Tepat sekali, ini adalah Teknik terkuat milik kakek ku, jadi bersiaplah untuk menyambut serangan ku," kata Gu Fei Ming lalu dia melepaskan energinya yang menciptakan hembusan angin panas.


"Teknik Naga Dua Api."


"Groarrr..!!"

__ADS_1


Raungan keras muncul dari langit dan setelah itu seekor Naga Api besar berkepala dua turun membuat tatapan semua para prajurit tertuju ke arah sosok seekor Naga Api yang besar dan juga panjang.


__ADS_2