SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Penghormatan kepada para Pahlawan yang telah gugur.


__ADS_3

***


"Apa? Jadi aku tidak sadarkan diri selama enam bulan?"


Fang An yang sudah mengenakan pakaian ganti yang tersimpan di dalam Cincin penyimpanan Bumi nya tidak menyangka jika dirinya sudah tidak sadarkan diri selama enam bulan lamanya, namun dia juga sadar jika waktu enam bulan itu juga sudah membuat dirinya mendapatkan sesuatu yang lebih besar.


"Setengah dari Energi Murni Inti Petir Merah sudah menyatu dengan Spirit Root Elemen Petir mu, sekarang kamu hanya perlu melakukan penyatuan dengan sempurna untuk menyerap seluruh Energi Murni Inti Petir Merah yang tersisa!" kata Feng Huang.


"Terima kasih atas semua bantuan kalian berdua, andai tidak ada kalian berdua, mungkin tubuhku sudah dihancurkan oleh Petir Merah ini, tapi sebelum aku menyerap sisa Energi Petir yang tersisa, sebaiknya aku membiasakan diri dulu dengan kekuatan baruku ini!" ucap Fang An.


Karena Spirit Core Feniks Petir Merah sudah menyatu dengan Spirit Root nya, Fang An tidak lagi terburu-buru untuk segera menyelesaikan penyatuannya, saat ini dirinya yang berhasil selamat dari kematian sudah mendapatkan kekuatan baru, dengan terbentuknya Pondasi Huxidra nya, setidaknya Fang An harus menunggu selama beberapa waktu agar terbiasa dengan kekuatan yang sangat tinggi yang berhasil dia capai.


"Guru Wang, jika aku boleh bertanya, apakah sebenarnya guru memiliki teknik lain selain dari Teknik Pedang Langit?" tanya Fang An.


Tentu saja Fang An tidak akan lupa saat Wang Lao Yi menggunakan Teknik Pedang yang berbeda saat bertarung melawan Fao Zunzi, Fang An yakin jika Teknik Pedang Langit bukan teknik satu-satunya yang Wang Lao Yi kuasai.


Wang Lao Yi menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia bersedia untuk mengatakan akan Teknik-teknik yang ia kuasai, namun Wang Lao Yi dan Feng Huang akan masuk tempat mereka masing-masing karena jiwa Spiritual mereka sudah hampir tidak bisa bertahan terlalu lama lagi di dunia luar, dan Wang Lao Yi akan memberikan menjelaskannya dari dalam cincinnya.


Setelah Wang Lao Yi berada di dalam cincin hitamnya, dia pun mulai menjelaskan semuanya kepada Fang An.


"Memang benar, Teknik Pedang Langit bukan satu-satunya Teknik yang aku miliki, aku dijuluki sebagai Sang Penguasa Bayangan Pedang karena aku memiliki memiliki beberapa Teknik yang aku pelajari dari mendiang guruku, Teknik tersebut adalah Teknik Pedang Mata Angin dan Teknik Bayangan Pedang!"


Fang An yang duduk mengambang di udara mengangguk-anggukkan kepalanya, walau dia sendiri juga ingin mempelajari kedua Teknik itu, namun dia tidak mau mengatakannya, karena Wang Lao Yi sudah mengajarinya Teknik Pedang Langit.


Tidak pantas rasanya jika Fang An harus meminta Wang Lao Yi untuk mengajarinya Teknik Pedang Mata Angin dan Teknik Bayangan Pedang, kecuali Wang Lao Yi sendiri yang memang ingin menurunkan sendiri kepada Fang An.


"Aku tidak tahu, apakah aku bisa hidup lagi atau tidak! Sepertinya aku harus mewariskan Teknik ini padamu agar ada penerus dari Teknik yang aku miliki!"


Perkataan Wang Lao Yi benar-benar membuat Fang An terkejut. "Tidak guru, Teknik Pedang Langit yang guru ajarkan padaku sudah lebih dari cukup!" jawab Fang An namun hati kecilnya merasa tidak kuasa untuk menolaknya.

__ADS_1


"Kamu adalah murid terakhir ku, jadi sudah seharusnya aku menurunkan semua yang aku miliki padamu, hanya saja ada satu hal yang aku harapkan padamu! Kelak setelah urusanmu dengan Fu Jianzi sudah selesai, aku minta padamu untuk pergi ke Benua Daratan Tandus, ajarkan Teknik Pedang Mata Angin dan Teknik Bayangan Pedang itu kepada keturunanku di Sekte Pedang Langit."


"Tapi guru..!?"


"Fang An, hanya kamu satu-satunya murid harapan ku yang bisa aku andalkan untuk mewariskan teknik-teknik ku ini kepada keturunanku serta murid-murid Sekte Pedang Langit, jadi aku minta padamu untuk tidak menolaknya lagi!" kata Wang Lao Yi yang langsung memotong ucapan Fang An yang ingin bertanya sesuatu kepada Wang Lao Yi.


"Jika memang guru memaksa, baiklah! Aku tentu akan berusaha melakukan akan apa yang guru harapkan dariku!" jawab Fang An.


" Bagus-bagus, memang itu yang ingin aku dengar darimu! Setelah aku pulih, aku akan segera mengajarimu dua Teknik di tingkat Langit itu!" ucap Wang Lao Yi.


Fang An tersenyum puas mendengarnya, dia merasa jika dirinya saat ini sangatlah beruntung, hanya dalam enam bulan saja dia tidak sadarkan diri, dia sudah mempelajari Teknik Dao dari Leluhur tertua Klan Fang, dan sekarang Wang Lao Yi ingin mewariskan dua Teknik andalannya.


"Fang An, kamu harus pikirkan juga akan Teknik ciptaanmu itu, kamu harus bisa menyempurnakan Teknik Petir Api Dewa Penghancur mu itu agar kejadian ini tidak terulang lagi!" kata Feng Huang.


"Iya guru!" jawab Fang An.


Sekarang yang perlu Fang An lakukan adalah menyelesaikan penyatuannya dengan Inti Petir Merah sembari mempelajari dua Teknik milik Wang Lao Yi, serta memikirkan cara menggunakan Teknik Petir Api Dewa Penghancur nya, karena selama ini dia mengalami luka berat akibat terkena imbas dari Teknik nya sendiri.


***


Semua murid-murid Akademi berkumpul di arena dan berbaris rapi menghadap ke arah para Penatua yang berdiri di atas arena, mereka semua sedang mendengarkan pidato Xhang Gugu sebelum acara pertandingan di mulai.


"Hari ini adalah hari dimana Akademi kita pernah mendapatkan musibah, hari pertandingan yang dimenangkan oleh seorang murid paling berbakat di Akademi dan gugur di hari yang sama demi melindungi Akademi! Aku minta kepada kalian semua untuk memberikan penghormatan kalian kepada para pahlawan Akademi yang telah gugur!" kata Xhang Gugu dan kemudian semua murid-murid menangkupkan tangan mereka seraya membungkukkan badan untuk memberikan penghormatan mereka kepada empat sosok pahlawan yang telah gugur.


Di barisan para Guru Pembimbing, disana ada Sao Yi Feng, Lin Hang, Bing Xuyue, Huang Yan, dan Meng Lin yang juga memberikan penghormatan mereka.


Setelah Fang An dinyatakan gugur oleh para Penatua, kelima murid top rangking teratas benar-benar berlatih dengan giat agar nanti bisa ikut pergi ke Wilayah Selatan untuk menyerang Kelompok Pita Merah, ini semua dilakukan oleh mereka untuk membalas dendam atas kematian Fang An dan Spirit Beast nya.


Selama tiga bulan berlatih keras, akhirnya kelima murid top ranking teratas itu berhasil menembus tahap Yu Zhu Tingkat 1.

__ADS_1


Walau sudah mencapai tahap Yu Zhu, namun mereka tetap berlatih dengan keras, dan sekarang kemampuan mereka sudah naik ke tingkat yang lebih tinggi.


Bagi murid-murid yang berhasil menembus ke Tahap Yu Jing, mereka akan langsung direkrut menjadi guru pembimbing untuk mengajari murid-murid baru.


Di barisan kelompok lain, para anggota kelompok Petir Langit juga ikut berbaris, setengah dari anggota mereka ikut hadir di Arena, dan setengahnya lagi berada di Paviliun Petir Langit.


Yan Hang yang saat ini sudah berhasil menembus ke tahap Yu Zhi Tingkat 9 kesulitan untuk membungkuk karena perut terlalu besar, dan di samping Yan Hang ada Tang Chin yang saat ini sudah berhasil menembus ke Tahap Yu Zha bersama dengan kelima temannya yang juga ikut bertanggung jawab akan urusan Kelompok Petir Langit, jadi yang paling rendah kemampuannya hanya Yan Hang.


Walau Yan Hang adalah yang terlemah dari ketujuh anggota pertama, namun dia memiliki kedudukan sebagai wakil ketua kelompok, bahkan Shin Han sekalipun yang saat ini merupakan anggota Kelompok Petir Langit tidak berani untuk membantah Yan Hang.


Setelah selesai memberikan penghormatan kepada keempat pahlawan yang gugur, Xhang Gugu kembali berbicara kepada para murid-muridnya.


"Pertandingan kali ini peraturannya berbeda dengan Petarung tahun lalu, peraturan pertandingan kali ini bukan dua lawan dua atau menjadi dua kubu, melainkan satu kubu dengan satu ketua yang akan bertanding di arena, ini aku lakukan untuk menghemat waktu!" kata Xhang Gugu.


"Satu orang yang boleh maju? Ketua Tang, ijinkan aku yang mengikuti pertandingan ini untuk kelompok!" kata Shin Han.


"Tidak Shin Han, biar aku saja yang naik, sebagai ketua aku tidak boleh bergantung kepada yang lainnya, Fang An pernah bilang jika ingin menang, maka aku harus yakin jika aku ini kuat dan mampu, kalah dan menang bukanlah sebuah masalah, karena posisi Ranking itu hanyalah sebuah pengakuan tanpa memiliki pembuktian apakah aku layak menjadi ketua atau tidak!" kata Tang Chin.


Shian Han hanya terdiam, dia yang sudah tahu dengan karakter dan sifat Tang Chin hanya memilih diam, namun tetap saja para anggota yang memiliki kemampuan Yu Zha lainnya masih merasa khawatir terhadap Tang Chin.


Semua murid-murid saling berbicara dengan kelompok mereka masing-masing seraya mulai mengatur rencana, sedangkan para Tetua yang memperhatikan para murid-murid yang masih berdiskusi itu menoleh ke arah lorong di belakang mereka.


"Apakah cuma aku saja yang merasakan jika Energi Murni tiba-tiba saja berkurang?" tanya Han Yuwei.


"Aku juga merasakannya, tapi ada satu hal yang aneh? Aku merasakan ada seseorang yang sedang berjalan di dalam lorong hitam itu dan dia sepertinya menuju ke sini!" kata Ji Xao Long.


"Xhang Gugu, apakah mungkin ada orang lain yang berhasil menyelinap masuk dan mengambil Inti Petir Merah?" tanya Lao Yang He.


"Entahlah, sebaiknya kita tunggu saja dia keluar, aku yakin dia pasti akan melewati tempat ini!" kata Xhang Gugu.

__ADS_1


***


SS 2 malam ini libur dulu, besok malam di lanjut lagi karena waktunya yang tidak memungkinkan.


__ADS_2