SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Pertemuan Fang An dan Bing Xuyue


__ADS_3

***


Aturan di berbagai Sekte biasanya hanya memfokuskan pada satu titik latihan saja, seperti Sekte Gunung Pohon Persik yang ahli dalam Teknik Pedang, maka semua muridnya harus bisa menguasai ilmu pedang tanpa ada campuran teknik Pedang dari luar sekte.


Jika sampai salah satu murid diketahui memiliki Teknik dari luar Sekte, maka murid tersebut akan di hukum dengan memusnahkan seluruh kemampuannya.


Aturan untuk mempelajari keahlian yang nantinya akan menjadi warisan turun temurun kepada penerus masa depan itu sudah ada sejak ratusan tahun silam, namun aturan itu tidak berlaku di dalam Akademi Puncak Angin Surga.


Akademi Puncak Angin Surga adalah tempat pelatihan khusus untuk para Kultivator berbakat, semua murid yang ada di sana diberi kebebasan untuk melatih keahlian mereka masing-masing.


Karena itu setiap murid yang sudah lulus dari Akademi biasanya sangat hebat dan kuat serta memiliki keahlian bertarung yang sangat luar biasa, namun semuanya kembali lagi kepada bakat dan keinginan mereka untuk berlatih.


Peraturan yang paling besar di akademi adalah peraturan Hukum rimba, dimana yang kuat akan menindas yang lemah, dan yang lemah harus berusaha untuk berlatih lebih giat lagi agar semakin kuat.


Andaipun murid-murid yang lemah belum mampu mengejar ketertinggalan mereka dengan penindasan, mereka bisa membentuk satu kelompok yang nantinya akan dipimpin oleh salah satu murid yang memiliki kemampuan paling tinggi.


Keuntungan bagi junior jika bergabung dengan sebuah kelompok agar mereka tidak mudah tertindas, apalagi kelompok tersebut adalah kelompok kelas paling tinggi dengan Ranking teratas, maka mereka yang memiliki kemampuan rendah akan disegani oleh kelompok-kelompok lainnya yang berada dibawahnya.


Saat ini Fang An bersama dengan kedua puluh murid baru sudah memasuki halaman dalam setelah meletakkan Token Merah mereka ke salah satu patung dari dua patung manusia yang berdiri di depan Gerbang.


Mereka tidak tahu jika kedua patung itu sebenarnya adalah manusia asli yang memiliki elemen tanah sehingga akan mampu berubah menjadi batu sekaligus menjadi penjaga Gerbang.


Semuanya sangat terpana saat melihat pemandangan di halaman dalam Akademi, terlihat sebuah Gunung berbentuk kerucut menjulang tinggi ke atas.


Bentuk Gunung tersebut terlihat indah dengan pohon-pohon persik yang tumbuh di setiap pinggirannya, belum lagi bangunan yang melingkari di setiap pinggirnya hingga hampir mencapai puncak, sedangkan di ujung paling atas, ada bangunan bertingkat seperti menara pagoda.


"Hawanya sejuk seperti pegunungan tak berpenghuni, belum lagi Qi Alam disini sangat tebal, akan tetapi!"


Fang An terdiam saat dia merasakan sesuatu yang aneh terpancar dari dalam gunung tinggi tersebut, perasaan tersebut seperti ada sesuatu yang menariknya.


"Aura ini seperti aura Inti Petir Putih!" batin Fang An.


"Inti Petir Putih mu saat ini merespon terhadap aura yang tersembunyi di dalam gunung itu, mungkin itu adalah Inti Petir Merah yang pernah diceritakan saat itu oleh wanita itu!" kata Feng Huang.


Fang An akhirnya mengerti jika yang ia rasakan adalah aura milik Inti Petir Putih, karena Inti Petir akan dapat merasakan keberadaan Inti Petir lainnya jika berdekatan.


Rombongan murid yang baru datang itu dikumpulkan di sebuah halaman kecil, disana sudah ada empat sosok sepuh yang tidak lain adalah para Tetua Akademi.


"Selamat datang para siswa baru! Namaku adalah Xhang Gugu! Tetua bagian Timur," kata Xhang Gugu.


"Namaku Lao Yang He! Tetua bagian Selatan."


"Aku Ji Xao Long! Tetua bagian Barat."


"Aku Han Yuwei! Tetua bagian Utara."


Fang An dan kelompoknya segera memberi hormat kepada keempat Tetua yang berdiri di hadapan mereka, setelah itu mereka menyampaikan penjelasan mengenai peraturan-peraturan yang ada di dalam Akademi kepada Fang An dan anggotanya.


Aturan yang diterapkan tidak begitu menekan ataupun membebani para murid dalam berlatih dengan keahlian mereka masing-masing, hanya saja ada satu tiga larangan yang berlaku di akademi.


Peraturan larangan yang pertama. Setiap murid yang memiliki Spirit Beast tidak boleh membawa masuk Spirit Beast nya kedalam Akademi, jadi para Spirit Beast akan berada di luar gerbang, dan tentu saja para Spirit Beast itu juga bisa berlatih di luar karena di luar juga memiliki banyak sumber daya untuk para Spirit Beast.


Peraturan larangan yang kedua. Para murid tidak diizinkan keluar ke Gerbang luar bagian depan, atau tepatnya keluar ke Kota Funsu tanpa meminta izin dari para pembina, jika keperluan penting yang sangat mendesak sekalipun, para murid yang bersangkutan harus tetap meminta izin, tentu saja semua itu untuk keselamatan para murid.


Jika sampai ada yang keluar tanpa meminta izin terlebih dahulu, maka pihak Akademi tidak akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu di luar, salah satu bahayanya adalah penyerangan dari Organisasi luar hingga menyebabkan kematian, maka pihak keluarga murid yang bersangkutan tidak boleh menuntut apapun, sebab murid tersebut mati karena berani melanggar peraturan Akademi.


Jika murid tersebut meminta ijin terlebih dahulu, maka para Penatua akan memberikan perlindungan dengan menugaskan beberapa anggota Akademi seperti Pelatih dan para pembimbing lainnya untuk menemani murid tersebut, jika terjadi penyerangan, maka prioritas utama adalah menyelamatkan murid tersebut, jika sampai terjadi sesuatu seperti luka atau terbunuh, maka Pihak akademi akan bertanggung jawab, dan salah satunya adalah menghancurkan Organisasi yang sudah menyerang serta membunuh salah satu murid akademi hingga Organisasi itu lenyap.


Aturan larangan yang terakhir adalah. Semua siswa dilarang membocorkan Masalah apapun yang ada di akademi ke dunia luar, baik itu dari segi situasi maupun jumlah Kekuatan yang ada didalamnya, sebab dunia luar pasti akan menyerang Akademi jika mereka mengetahui kekuatan yang ada didalamnya, terutama bagi para Organisasi di wilayah Merah atau selatan.


Para Organisasi dari dulu hingga saat ini berusaha mencari kebenaran akan keberadaan kekuatan misterius yang ada di dalam gunung Akademi, oleh karena itu menceritakan kondisi apapun di luar sangat dilarang.

__ADS_1


"Saya dan seluruh anggota Murid baru akan selalu mengingat peraturan tersebut tetua!" ucap Fang An.


"Hem? Kamu tidak berniat untuk membuat anggota kelompok sendiri bukan?" tanya Han Yuwei.


"Anggota kelompok sendiri?" Fang An tidak mengerti maksud perkataan Han Yuwei.


Han Yuwei mulai menjelaskan akan apa itu Anggota Kelompok serta keuntungannya, belum lagi tentang penindasan dari para anggota kelompok lain serta perekrutan siswa baru untuk bergabung dengan salah satu anggota yang ada, semua itu bertujuan untuk menjadi Kelompok yang bisa memasuki Ranking yang jumlahnya ada 50 ranking.


"Begitu rupanya! Kalau begitu terima kasih atas penyampaiannya," jawab Fang An.


"Kalian bisa beristirahat untuk malam ini agar Kekuatan kalian bisa pulih, dan besok kalian segera pergi ke halaman aula untuk memulai latihan kalian, tapi ingat pesan ku ini, pastikan Kunci energi ditangan kalian tidak di rebut oleh yang lainnya, jika sampai itu terjadi, kesempatan kalian untuk berlatih memurnikan Qi di dalam jurang Qi juga akan berkurang jumlahnya," kata Xhang Gugu.


Fang An sudah pernah mendengar itu dari Bing Rong sehingga dia mengangguk sebagai tanda mengerti, begitu juga dengan yang lainnya.


Keempat Tetua itu secara perlahan-lahan naik ke udara dan kemudian keempatnya sama-sama memunculkan sayap Qi di punggung mereka, hanya dalam waktu sekejap mata saja mereka berempat langsung menghilang.


"Para Tetua itu ternyata adalah para Ahli!" gumam Fang An.


Beberapa murid di belakang Fang An masih terpana dan terbayang akan keempat Tetua itu, namun beberapa murid lainnya seperti tidak terkejut seolah-olah mereka sudah pernah melihatnya.


"Kalian semua! Namaku Zian Fei, aku yang akan membawa kalian besok ke Halaman Aula, serta akan memberikan bimbingan serta latihan di luar Jurang Qi!" kata se sosok pria paruh baya yang memiliki kemampuan Yu Zhu elit.


"Senior Zian, besok kami mengharap bimbingan senior!" kata Fang An.


"Baiklah! Sekarang kalian silahkan pergi ke paviliun kalian, letaknya berada di gunung tingkat empat sana, kalian lihat kan?" tanya Zian Fei seraya menunjuk ke arah bangunan yang di maksud.


"Iya!" jawab Fang An.


"Kalau begitu kita akan bertemu lagi besok pagi disini," ucap Zian Fei seraya beranjak pergi meninggalkan Fang An.


"Ayo kita ke Paviliun!" ajak Fang An.


Mereka semua berjalan mengikuti jalan yang berliku-liku seperti ular menuju ke atas, tanpa penunjuk jalan sekalipun, mereka tidak akan kesasar karena jalannya hanya ada satu jalur dan akan bercabang di setiap tingkatan gunung.


"Aku masih belum memikirkannya, lagi pula kita baru memasuki tempat ini dan belum mengetahui situasinya!" jawab Fang An.


"Kalau menurut pendapatku, lebih baik kamu membuat kelompok sendiri, dan kami semua pasti akan berada di dalam kelompokmu, yang pastinya kamu yang akan menjadi ketua utamanya! Bagaimana, apakah kalian semuanya setuju akan pendapat ku?" kata Tian Chin seraya menanyakan dukungan dari teman-temannya.


"Kami semua setuju!" jawab Gui Lang dan disusul oleh semuanya.


"Jangan dulu, kita amati dulu situasinya," kata Fang An.


Semuanya hanya saling berpandangan satu sama lain, keinginan mereka jelas sangat besar dan berharap Fang An mau untuk membuat kelompoknya sendiri, hal itu untuk menghindari penindasan dari para senior di akademi yang terkenal suka mengintimidasi para junior yang lemah.


Mereka semua sudah sampai di jalan tingkat tiga, dan saat akan mendaki menuju ke Tingkat 4, mereka berpapasan dengan kelompok murid yang berjumlah lebih dari 40 anggota.


Kelompok tersebut mengenakan pakaian putih, baik laki-laki maupun perempuan, dan di paling depan ada gadis yang sangat cantik berusia 15 tahun, kecantikan gadis itu membuat jantung Fang An berdebar, belum lagi penampilan gadis itu yang mirip dengannya, yaitu sama-sama memiliki rambut putih.


"Kalian para murid baru itu bukan?" tanya gadis tersebut dengan nada lembut dan halus.


Mata Jian Kang, Tian Chin, Yan Hang, Gui Lang dan Ying Huo tidak bisa berkedip melihat kecantikan gadis tersebut, belum lagi suaranya yang seperti terdengar bagai alunan kecapi sendu disaat musim salju.


"I. I i iya!" jawab Fang An yang terasa gugup.


Baru kali ini dia merasa sangat gugup di hadapan seorang gadis, padahal dia tidak pernah merasakan hal semacam ini saat berhadapan ataupun berbicara dengan seorang gadis seperti Mu Yi Ling, Lie Wei, dan gadis-gadis cantik yang pernah ia temui.


Hanya saja wajah gadis tersebut hampir mirip dengan wajah Bing Rong, walau tidak sepenuhnya mirip, namun saat dia tersenyum lembut kepada Fang An, senyuman itu mengingatkan akan senyuman Bing Rong.


"Jaga tatapan mata kalian kepada Nona muda Bing Xuyue!"


Ucapan seorang pemuda tiba-tiba memecah lamunan mereka semua termasuk Fang An, dan suara tersebut berasal dari seorang pemuda bertubuh tinggi di samping Bing Xuyue, dan dia adalah Hun Wang.

__ADS_1


"Bing Xuyue? Apakah Nona adalah putri Bibi Bing Rong dari Sekte Teratai Bunga Es?" tanya Fang An.


Bing Xuyue mengangguk secara halus seraya berkata, "Kamu pasti pemuda dari Benua Daratan Hijau yah berasal dari Klan Fang itu bukan? Ayah dan ibu sudah menceritakan akan dirimu saat aku masih berada di Sekte!" kata Bing Xuyue.


"Hah?"


Fang An jelas terkejut dan tidak menyangka jika Bing Rong sudah menceritakan akan dirinya kepada gadis cantik yang baru di temuinya itu.


Nyatanya pertemuan Fang An dan Bing Xuyue membuat kedua tangan Hun Wang mengepal erat, dan kemudian dia segera memecah obrolan mereka berdua.


"Kamu tidak ingin menanyakan akan siapa diriku?" tanya Hun Wang.


"Owh iya maaf! Kalau boleh tahu siapakah nama senior ini?" tanya Fang An.


"Aku adalah murid paling berbakat di Sekte Teratai Bunga Es, dan aku adalah pelindung Nona Muda Bing Xuyue, mamaku adalah Hun Wang!" jawab Hun Wang kemudian dia mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Fang An.


"Senior Hun Wang, namaku Fang An! Senang bisa berkenalan dengan senior," jawab Fang An seraya menyambut jabatan tangan dari Hun Wang.


Saat tangan Fang An sudah saling berjabatan dengan Hun Wang, tiba-tiba saja Hun Wang menekan telapak tangan Fang An dan berniat ingin meremukkannya.


Fang An langsung menyadarinya dan dia segera memperkuat telapak tangannya dengan mengalirkan elemen Api nya sekaligus membalas tekanan tangan dari Hun Wang.


Keduanya sama-sama mengadu energi mereka melalui jabatan tangan itu, bahkan hembusan angin dari keduanya sampai menyebar ke segala arah, hal itu membuat Tang Chin dan semua murid baru langsung mundur saat merasakan energi yang secara bertahap mulai meningkat dari kedua pemuda yang baru saling kenal.


"Hentikan Hun Wang!" kata Bing Xuyue dengan ekspresi datar.


"Nona Bing, aku hanya ingin menguji anak muda ini, apakah dia benar-benar sekuat seperti yang kita lihat tadi, jadi biarkan aku mengujinya," kata Hun Wang.


Mendengar hal itu Fang An benar-benar sangat bingung, namun dia juga tidak mau ditindas begitu saja mengingat di Akademi memang sering terjadi penindasan dari para seniornya.


Kedua energi yang beradu dari jabatan tangan itu semakin lama semakin kuat hingga akhirnya suara Bing Xuyue yang dingin mengakhirinya.


"Hun Wang, jika kamu tidak menuruti perintahku, maka jangan salahkan aku jika aku bertindak kasar padamu!" kata Bing Xuyue yang melepaskan hawa dingin serta tatapan tajam kepada Hun Wang.


Kedua tangan yang masih beradu itu langsung melepaskan dentuman kecil sehingga kedua tangan itu sama-sama terlepas dan keduanya juga sama-sama mundur kebelakang, jelas saja hal itu membuat Tang Chin dan yang lainnya merasakan jika Hun Wang seperti tidak senang kepada Fang An.


Telapak tangan Hun Wang mengeluarkan asap putih serta sedikit bergetar, padahal dia sudah melapisi tangannya dengan elemen Es nya, namun panas dari telapak tangan Fang An masih mampu menembusnya.


"Kemampuanmu ternyata tidak buruk, aku harap kamu bisa bertahan disini cukup lama, setidaknya kamu tidak bertemu denganku disaat ada acara kualifikasi antar anggota!' ucap Hun Wang.


"Aku akan selalu mengingatnya senior, dan aku juga akan mengingat ini sebagai awal yang baik dan buruk antara hubungan kita," kata Fang An seraya melihat telapak tangannya yang mengeluarkan asap.


"Fang An, Hun Wang memang memiliki sikap seperti itu, dia melakukan itu hanya untuk melindungiku saja! Sebenarnya aku sengaja menemuimu hanya untuk menawarkan diri mu untuk bergabung dengan Kelompok ku, begitu juga dengan semuanya! Bagaimana?" tanya Bing Xuyue.


Tentu saja Fang An sangat senang mendengarnya, namun belum sempat dia menjawabnya, Hun Wang kembali berbicara kepada Bing Xuyue.


"Nona, walau pemuda ini adalah anak yang sudah kamu tunggu selama tiga tahun ini, akan tetapi kita harus menguji kemampuannya, aku tidak mau di kelompok Bunga Es kita sosok sampah yang akan membuat citra Kelompok Bunga Es menjadi buruk!" kata Hun Wang.


Ucapan Hun Wang langsung menusuk hati Fang An dan semuanya, dia jelas tidak terima atas penghinaan yang diucapkan oleh Hun Wang, begitu juga dengan Bing Xuyue yang langsung melepaskan energinya dan memarahi Hun Wang.


"Kamu benar-benar tidak bisa menjaga ucapanmu Hun Wang!" kata Bing Xuyue seraya mengarahkan telunjuknya ke dahi Hun Wang.


"Nona Bing, biarkan saja! Karena Senior Hun Wang sudah terlanjur mengucapkan kata-kata penghinaan kepada kami, maka aku tidak akan ikut bergabung dengan kelompok Bunga Es mu, dan aku justru ingin menantang Senior Hun Wang nanti di arena Kualifikasi Ranking!" kata Fang An.


Bing Xuyue ingin menolaknya, walau dia belum terlalu mengenali sosok pemuda tersebut, namun Bing Xuyue tetap ingin pemuda itu masuk ke anggota kelompoknya, hal itu untuk bisa mengetahui sifat pemuda itu yang akan dijodohkan oleh keluarganya untuk dirinya.


Namun belum sempat Bing Xuyue berbicara, Hun Wang justru menjawabnya terlebih dahulu. "Aku akan menunggumu di arena!" ucapnya.


Hun Wang langsung beranjak pergi sebelum Bing Xuyue bereaksi, hal itu benar-benar membuat Bing Xuyue sangat marah.


Karena Fang An sudah menolak untuk bergabung karena Hun Wang yang sudah menghinanya, Bing Xuyue akhirnya tidak bisa memaksa lagi, dia hanya bisa mengucapkan beberapa kata saja dan kemudian pamit pergi untuk menyusul Hun Wang sekaligus akan menanyakan maksud dari sikap Hun Wang kepada Fang An.

__ADS_1


Fang An jelas bingung sebab dia baru saja masuk ke Akademi, baru saja tiba, dia sudah memiliki musuh di dalam akademi tanpa mengetahui apa penyebab Hun Wang begitu membencinya.


__ADS_2