SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Satu serangan


__ADS_3

***


"Apa yang terjadi, kenapa kalian semua mundur tapi An'er masih berada disana?" tanya Fang Xian kepada Fang Zui dan Mu Yuan.


"Putramu menerima tantangan untuk melawan ketiga Yu Zhu itu sendirian, jika dia menang, maka Istrimu akan dibebaskan, tapi kalau kalah, semua anggota Klan Fang akan di jadikan tawanan, dan terburuknya mungkin akan dibinasakan!" kata Mu Yuan.


"Kenapa kalian percaya begitu saja pada mereka? Lagi pula mana mungkin putraku bisa melawan mereka bertiga?"


Gu Yao He mendengar perkataan Fang Xian kembali menatap Fang An dan Fang Yin yang ada di menara lalu berkata, " Seperti yang kalian mau, kami tidak akan ikut campur dengan pertarungan kalian, tapi ingat baik-baik, jika sampai Fang An menang dan kalian mengingkari janji kalian, maka kalian semuanya akan aku musnahkan!" kata Gu Yao He seraya memancarkan gelombang energi kepada ketiga ketua Markas itu.


Ketiganya saling berpandangan, mereka bertiga merasa ragu sebab rencana mereka memang seperti itu, walau mereka yakin pemuda di hadapan mereka tidak mungkin menang, namun andai saja menang, mereka tetap akan berniat untuk membunuh Fang Yin.


Hanya saja Gu Yao He sepertinya mengetahui rencana mereka sehingga mereka mulai ragu, sebab jika sampai mereka benar-benar membunuh Fang Yin, maka seluruh gabungan dari berbagai anggota akan mati di bantai oleh Gu Yao He dan Mu Zhi Tian.


"Kami tidak akan ingkar janji!" kata Pria tersebut yang akhirnya tidak berani untuk berbuat licik sebab ada Gu Yao He dan Mu Zhi Tian di pihak Klan Fang.


"Guru, ini adalah pertama kalinya aku akan menggunakan pedang ini untuk bertarung! Tolong beri aku bantu aku saat bertarung!" kata Fang An kepada Wang Lao Yi.


"Tenang saja Fang An, walau kamu baru menggunakannya, namun aku akan membantu mengalirkan Qi ku agar kamu tidak kehabisan energi karena beban berat Pedang Langit, jadi fokuslah kepada lawanmu!" jawab Wang Lao Yi.


Fang An menjatuhkan ujung pedangnya ke tanah hingga ujung pedang tersebut tertancap beberapa senti ke dalam serta menimbulkan sedikit getaran dan retakan di tanah.


Ketiga Ketua Markas saling berpandangan saat melihat Pedang biru besar itu meretakkan tanah, dari yang mereka lihat, mereka merasa jika pedang di tangan Fang An itu pasti berat.


Salah seorang anggota mereka datang menghampiri salah satu ketua lalu membisikkan sesuatu kepada ketua tersebut, begitu anggota itu kembali, ketua itu menatap Fang An seraya bertanya, "Apakah benar jika kamulah orang yang telah membunuh Wen Xixie dan Wen Qinxi?" tanyanya.


"Wen Xixie? Owh wanita penculik anak-anak itu maksudmu? Iya aku yang membunuhnya!" jawab Fang An.


"Bagus! Kalian berdua biar aku dulu yang melawannya, lagi pula anak muda ini tidak akan sanggup untuk mengalahkan ku!" ucapnya kepada kedua ketua di samping nya.


"Jangan terlalu lama mengurus bocah itu Shao Shan!" kata salah satu ketua yang ternyata adalah seorang wanita.


Shao Shan adalah salah satu Ketua Kelompok Bayangan Bulan, dia memang sudah lama mencari tahu akan siapa yang sudah membunuh Wen Xixie yang sedang bertugas di Desa Shengming, dan kali ini dia sudah bertemu dengan sang pembunuh itu.


Shao Shan mengeluarkan pedangnya lalu mengalirkan energi angin nya ke pedang panjangnya dan mengarahkannya kepada Fang An.


"Hari ini aku akan menuntut balas akan kematian kedua muridku Wen Xixie dan Wen Qinxi, bersiaplah!" kata Shao Shan lalu dia melepaskan energinya sehingga menciptakan gelombang energi yang menyebar ke segala arah.


Matahari pagi mulai menyinari seluruh Markas cabang Bayangan Bulan, dan cahaya matahari itu menyinari kedua sosok yang siap untuk melakukan pertarungan mereka.


"Aku datang!"


Shao Shan menghentakkan sebelah kakinya dan kemudian tubuhnya berubah menjadi cahaya dan melesat bagai angin menyerang Fang An dengan pedang yang bercahaya biru terang.

__ADS_1


"Tebasan Sayatan Angin Dingin."


Shao Shan menggunakan setengah dari kekuatan untuk menyerang Fang An, dia yakin hanya dengan setengah energinya sudah cukup untuk membunuh Fang An hanya dengan sekali serang.


Fang An menutup matanya dan kemudian pusaran Qi mulai berputar di sekujur tubuhnya hingga akhirnya gelombang energi meledak dan menyebar ke segala arah.


"Serangan datang dari arah belakang!" kata Wang Lao Yi yang membantu Fang An dalam memberikan petunjuk akan dari mana serangan musuh akan datang.


Fang An dengan cepat memutar pedangnya ke arah punggungnya lalu pedang milik Shao Shan berhasil dia tahan dengan sangat mudah.


Hembusan angin tajam segera menyebar saat pedang keduanya saling membentur, dan Shao Shan yang terkejut karena serangannya yang sangat cepat berhasil diblokir oleh Fang An dalam keadaan mata tertutup segera bergerak seraya memberikan tebasan bertubi-tubi.


Berkat bantuan Wang Lao Yi, Fang An berhasil menahan semua serangan itu dengan memainkan pedang beratnya, sedangkan semua orang baik dari pihak Fang An dan pihak musuh sama-sama dibuat takjub dengan permainan pedang Fang An.


"Serangan Ketua itu sangat cepat bagai angin, hanya saja Fang An memiliki permainan pedang yang cukup unik sehingga mampu menahannya," kata Mu Zhi Tian.


"Benar-benar anak yang berbakat, aku saja yang memiliki kemampuan Yu Zha saja tidak akan sanggup jika harus menahan serangan secepat itu, tapi Fang An yang masih seorang Yu Zhi bisa mengimbanginya, ini benar-benar sulit untuk dipercaya!" kata Mu Yuan yang semakin takjub kepada Fang An.


Fang Xian dan Fang Zui juga sama tidak percayanya melihat percikan api dari benturan kedua pedang antara Fang An dan Shao Shan, ini untuk pertama kalinya mereka melihat pertarungan Fang An secara langsung, walau sebelumnya Fang Xian sempat melihat Fang An yang mampu memukul Fu Shizi walau hanya sebentar, sebab saat itu Fang An sudah melempar dirinya ke bawah sehingga dia tidak bisa melihat putranya membunuh Fu Shizi.


Fang An masih tetap di tempatnya, dia hanya menggunakan gerakan pedang untuk menahan semua serangan Shao Shan yang datang dari segala arah, dan mata Fang An masih dalam kondisi tertutup.


Shao Shan sangat dibuat kesal oleh Fang An, semua serangan tercepatnya mampu ditahan dengan mudah seolah-olah Fang An memiliki mata lain sehingga mampu melihat gerakan dirinya dan juga mengetahui arah serangannya.


Saat ini energi yang ia gunakan adalah milik Wang Lao Yi, namun Fang An tetap harus melakukan penyatuan Jiwa Pedang agar bisa menggunakan Pedang Langit itu dengan akurat.


"Shao Shan, apa yang kamu lakukan? Jika kamu tidak bisa mengalahkannya, mundur saja dan biar aku yang melawannya!" kata Ketua Wanita itu kepada Shao Shan.


"Diamlah kamu Hun Zhi Pei!" seru Shao Shan dengan kesal karena ejekan wanita itu yang ternyata adalah Hun Zhi Pei.


Tentu saja Mu Yuan mengetahui akan siapa Hun Zhi Pei, hanya saja dia tidak tahu jika Hun Zhi Pei sudah mencapai tahap Yu Zhu, padahal yang ia tahu Hun Zhi Pei memiliki kemampuan yang sama dengannya.


"Klan Hun ternyata benar-benar ikut terlibat!" gumam Mu Yuan.


"Dasar bodoh! Kenapa kamu menyebut namaku?" kata Hun Zhi Pei dengan nada marah.


Mungkin semua orang tidak ada yang mengetahui Shao Shan sebab dia jarang keluar dari Markas utama Kelompok Bayangan Bulan, namun tidak untuk Hun Zhi Pei.


Semua Klan kecuali Klan Fang pasti mengenali dirinya, akibat Shao Shan menyebutkan namanya dengan keras, sekarang penyamaran dirinya sudah diketahui oleh semuanya.


Shao Shan sama sekali tidak memperdulikan Hun Zhi Pei yang marah padanya, dia melepaskan seluruh energinya sehingga seluruh tubuhnya tertutup oleh energi Angin yang berputar kencang.


"Tebasan Bayangan Angin Mencabut Nyawa."

__ADS_1


Shao Shan mengumpulkan Qi di kedua kakinya dan tubuhnya langsung melayang dan dengan kecepatan tinggi dia melesat ke arah Fang An.


Di saat yang sama, Fang An juga sudah membuka matanya, kedua matanya bercahaya putih terang dan kemudian seluruh tubuhnya mengeluarkan percikan petir dan disusul oleh retakan cahaya di lehernya.


Fang An mengangkat pedangnya seraya menatap Shao Shan dengan mata yang memancarkan percikan petir putih dan kemudian dia menghentakkan kakinya.


"Teknik Langkah Petir."


"Pedang Pusaran Angin."


Tubuh Fang An langsung berubah menjadi cahaya dan kemudian melesat dengan kecepatan kilat, hal ini membuat semua orang terkejut karena mereka semua tidak melihat Fang An, seolah-olah Fang An menghilang, namun sebagai gantinya mereka melihat kilatan cahaya petir yang melesat cepat melewati tubuh Shao Shan yang juga melesat ke arah Fang An.


"Apa yang terjadi?"


Semua orang bertanya-tanya akan apa yang sudah terjadi, sebab mereka hanya melihat kilatan cahaya melewati tubuh Shao Shan di udara dan kemudian Shao Shan turun dan berdiri diam mematung menatap tanah dengan pedang masih dipegang olehnya.


Fang An kembali muncul jauh di belakang Shao Shan, dia meletakkan ujung pedangnya di atas tanah dan kemudian tanah itu memancarkan petir yang sama seperti petir di tubuh Fang An.


Tidak ada efek apapun yang terjadi dari serangan Fang An tadi, dan sekarang semua orang hanya terdiam melihat kedua Petarung yang berbeda kemampuan sedang sama-sama berdiri saling membelakangi.


Tubuh Fang An masih memancarkan cahaya petir sedangkan Shao Shan tetap berdiri mematung menatap tanah, tidak satupun dari keduanya yang bergerak untuk menyerang sehingga Hun Zhi Pei yang merasa ada yang salah segera menegur Shao Shan.


"Kenapa kamu hanya berdiri saja? Apakah kamu sudah tidak mau bertarung lagi?" tanya Hun Zhi Pei namun tidak ada jawaban atau respon apapun dari Shao Shan sehingga membuat Hun Zhi Pei dan semua orang merasa heran.


"Orang itu sudah mati!" kata Gu Yao He.


"Benar, dia sudah mati sebab energi Spiritualnya juga menghilang," kata Mu Zhi Tian.


Mungkin tidak ada yang merasakan atau mengetahui jika Shao Shan telah mati berdiri, karena mereka masih merasakan energi milik Shao Shan, namun tidak untuk Gu Yao He dan Mu Zhi Tian, mereka dapat merasakan Energi Murni Spiritual milik Shao Shan yang sudah menghilang dan hanya tersisa energi Qi di Dantian nya saja.


Mu Yuan dan semuanya yang mendengar perkataan Gu Yao He dan Mu Zhi Tian merasa tidak percaya dan kembali memperhatikan Shao Shan, namun mereka masih merasakan energi Shao Shan yang masih terpancar sebelum akhirnya mereka melihat teman Hun Zhi Pei mendekati Shao Shan.


"Shao Shan! Ada apa dengan mu, kenapa kamu hanya diam saja?" tanya Ketua itu dan kemudian dia menepuk pundak Shao Shan.


Saat pundak Shao Shan ditepuk, tiba-tiba saja kepala Shao Shan terjatuh, dan ternyata leher Shao Shan berhasil di tebas oleh Fang An dengan manfaatkan Teknik Langkah Petir nya.


Tidak banyak darah yang keluar dari leher Shao Shan yang terpotong, artinya pedang biru yang berada di tangan Fang An itu sangatlah tajam.


Jelas tidak ada yang menduga jika Shao Shan akan mati dengan Satu serangan, Fang An yang sebelumnya hanya bertahan dari serangan Shao Shan, begitu membalas serangan, kepala seorang Yu Zhu langsung terlepas.


Itu terlihat tidak masuk akal, namun mereka sudah melihat dengan mata kepala mereka masing-masing jika Fang An yang masih seorang Yu Zhi memang mampu untuk membunuh seorang Yu Zhu.


Walau Shao Shan bukanlah seorang Yu Zhu elit, namun seorang Yu Zhu tetaplah Yu Zhu yang memiliki kemampuan serta energi yang banyak.

__ADS_1


__ADS_2