SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Bertemu kembali


__ADS_3

***


Fang An hanya berdiri kaku melihat tempat kediaman Klannya yang berantakan, dia melihat ke sekelilingnya yang sebagian bangunan sudah mulai kembali di bangun.


Sebelum dirinya pergi keluar, tempat di hadapan itu dulu masih sangat baik, bagian banyak orang-orang anggota Klannya yang berlalu-lalang.


Namun kini semuanya terlihat lebih sepi, hanya tukang bangunan yang terlihat sedang membangun ulang kembali beberapa bangunan.


Luo Ying dan Gu Yao He juga berdiri di belakang Fang An yang tertegun, Gu Yao He menepuk pundak Fang An agar tetap tegar.


"Jadi ini tempat kediaman seluruh Klan Fang?" kata Luo Ying seraya bertanya kepada Fang An, namun Fang An sama sekali tidak menjawab.


Beberapa tukang bangunan melihat Fang An dan rombongannya segera mendekati mereka, namun dengan perasaan takut sebab ada Singa Es yang berdiri di samping Fang An.


"Ma..maaf Tuan muda dan semuanya, kalian siapa dan mau mencari siapa?" tanya tukang tersebut dengan nada takut serta Matanya tidak lepas dari Singa Es yang besar dan perkasa itu.


Fang An menatap pria paruh baya itu kemudian dia bertanya dengan nada dingin, "Apakah kamu salah satu Anggota Klan Fang?" tanya Fang An.


"Bu…kan Tuan mu..muda! Sa..ya hanyalah seorang tukang dari tengah kota!" jawab tukang tersebut.


"Beritahu aku dimana sisa Klan Fang berada?" tanya lagi Fang An.


"Se..benarnya kalian siapa dan ada perlu apa mencari sisa anggota Klan Fang?" tukang tersebut balik bertanya.


"Jawab saja tidak perlu banyak tanya!" kata Fang An dengan bibirnya yang mulai bergetar karena menahan rasa amarah yang berkecamuk di dalam hatinya.


Luo Ying memperhatikan Fang An yang begitu berubah setelah mendengar berita tersebut, sejak dalam perjalanan, Fang An yang biasanya banyak bicara dan ceria kini sangat pendiam dan sikapnya menjadi sangat dingin sekali.


Gu Yao He dapat merasakan emosi di dalam diri Fang An, dia segera menghampiri tukang tersebut lalu dengan sopan berbicara padanya.


"Tuan katakan saja dimana sisa Anggota Klan Fang yang selamat berada, tuan tidak perlu takut karena anak ini juga anggota Klan Fang yang baru pulang!" kata Gu Yao He.


"Mereka tinggal di Pemukiman di pinggiran kota bagian barat, itu hanya tempat sementara yang di berikan oleh Raja Chang, dan setelah semua bangunan ini selesai, mereka akan kembali ke sini!" jawab Tukang itu.


"Apakah ayahku juga berada di sana?" tanya Fang An.


"Ayah Tuan muda yang mana?' tanya balik tukang tersebut.


"Fang Xian!" jawab Fang An.


Mata tukang itu menatap Fang An dari atas sampai bawah, kemudian dia menjawabnya, "Wakil Penatua Fang Xian ada di rumah Ketua Fang Zui, Tuan muda bisa langsung kesana," jawab Tukang tersebut.


Tanpa mengucapkan terima kasih, Fang An langsung pergi meninggalkan tukang itu dan pergi bersama dengan Singa Es ke rumah Fang Zui, sedangkan Gu Yao He dan Luo Ying menyusulnya setelah berterima kasih kepada tukang tersebut.


Setelah tiba di depan halaman rumah Fang Zui, di sana ada beberapa orang yang sedang berjaga-jaga, dari pakaian yang dikenakan, mereka adalah Kelompok Lembah Hantu dan Pisau Terbang.


"Berhenti siapa kamu?" tanya salah satu kelompok Pisau Terbang yang menahan Fang An yang mendekat.


"Minggirlah aku mau masuk menemui Ayahku!" ucap Fang An.


"Ayahmu? Jangan membodohi kami bocah, kamu pasti suruan orang-orang yang ingin mencelakai Tuan Fang Zui dan Fang Xian! Jika tidak coba kamu tunjukkan tanda pengenalmu?" kata salah satu dari mereka seraya mengarahkan pisaunya ke wajah Fang An.

__ADS_1


"Grrrr..!"


Singa Es datang dan langsung menunjukkan taring serta kukunya sehingga membuat para anggota Kelompok Pisau Terbang mulai mundur.


Salah satu anggota Kelompok Lembah Hantu yang berada cukup jauh memperhatikan Fang An secara seksama, dia melihat warna rambut Fang An yang putih seluruhnya.


Walau para Kelompok Lembah Hantu yang saat ini berjaga tidak pernah bertemu dengan Fang An, namun ciri-ciri fisik Fang An sudah mereka ketahui dari beberapa ketua yang bertemu dengan Fang An.


"Apa yang kalian lakukan? Biarkan dia masuk!" seru salah satu kelompok Lembah Hantu seraya berlari mendekati Fang An.


Para penjaga dari kelompok Pisau Terbang terheran-heran melihat sikap anggota Lembah Hantu yang seperti mengenali pemuda tersebut.


"Tuan Muda Fang, maaf atas ketidak tahuan rekan kami! Mari silahkan masuk, Tuan Fang Xian ada di dalam!" ucap penjaga itu.


Fang An mengangguk kemudian dia melihat ke arah para kelompok Pisau Terbang yang terkejut setelah mengetahui akan jati dirinya, namun Fang An sadar jika mereka melakukan semua itu demi keselamatan Fang Zui dan Fang Xian, sudah jelas jika mereka di sewa oleh Fang Zui untuk melindungi keluarganya serta Ayahnya.


"Maaf paman atas sikapku tadi!" ucap Fang An kemudian dia berjalan memasuki rumah Fang Zui.


"Kenapa kamu tidak memberitahukan kami sejak awal jika dia itu putra Wakil Penatua Fang Xian? Jika sejak awal kalian bicara kami tentu tidak akan menghalanginya!" protes salah satu anggota kelompok Pisau Terbang.


"Tidak apa-apa, anak itu sebenarnya sangat baik! Yang aku tahu dia itu sedang pergi berlatih dengan gurunya yang seorang Yu Jing, mungkin dia mendengar kabar Klan nya yang diserang sehingga membuat dia kembali kesini," jawab anggota Lembah Hantu.


"Tapi tatapannya sangat dingin, mungkin dia sangat marah setelah mengetahui jika Klan nya telah diserang, apalagi ibunya juga menghilang."


"Sudah-sudah jangan membicarakan dia lagi, kita dibayar bukan untuk membicarakan putra Wakil Penatua Fang Xian, sebaiknya kita kembali berjaga saja!"


Mereka berniat ingin kembali ke tempat tugas masing-masing, namun tidak lama berselang, Gu Yao He dan Luo Ying juga datang sehingga mereka kembali memeriksa keduanya.


***


"Ayah..!"


Fang An segera berlari saat melihat ayahnya yang sedang duduk disebuah kursi seorang diri.


Pria paruh baya itu menoleh ke arah sumber suara itu dan menemukan seorang pemuda berambut putih sedang berlari ke arahnya.


"An'er..!"


Fang Xian langsung bangkit kemudian ayah dan anak itu langsung saling berpelukan, Fang Xian merasa senang karena bisa bertemu kembali dengan Fang An.


"Ayah maafkan An'er karena tidak ada saat Klan membutuhkan An'er!" kata Fang An.


"Tidak An'er, kamu tidak salah, justru ayah yang salah karena saat itu ayah tidak ada di rumah sehingga membuat Ibu mu dibawa oleh mereka," jawab Fang Xian.


Fang An menatap Fang Xian yang sepertinya tidak merawat badannya, kantong matanya sedikit cekung, jelas jika Fang Xian kurang beristirahat serta banyak pikiran.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi, dan mengapa Sekte Gunung Pohon Persik begitu memusuhi Klan kita?" tanya Fang An.


Sejak dulu Sekte Gunung Pohon Persik selalu saja mencari masalah dengan Klan Fang, semenjak Fang An masih berada di Desa Shengming hingga pindah ke ibukota, Sekte Gunung Pohon Persik semakin memusuhi Klan Fang tanpa alasan yang jelas.


Pada dasarnya pemicu permasalahannya adalah Bisnis, dimana Klan Hun yang mendapatkan dukungan dari Sekte Gunung Pohon Persik merasa tersaingi oleh Klan Fang, itu wajar saja, namun bukan berarti Sekte Gunung Pohon Persik harus bertindak melebihi batas hingga mengakibatkan kerugian besar bagi Klan Fang, dan Fang An tahu akan hal itu.

__ADS_1


Hanya saja Fang An yakin jika kemungkinan besar ada hal lain yang menjadi alasan Sekte Gunung Pohon Persik bertindak di luar batas kemanusiaan.


Gu Yao He dan Luo Ying tiba di dalam kemudian keduanya segera menghampiri Fang An yang duduk di berlutut di hadapan Fang Xian yang sedang duduk di kursi.


"Adik Fang, apakah kamu sudah tidak bersikap aneh lagi?" Luo Ying menegur Fang An.


Fang Xian menoleh dan melihat dua sosok asing sedang berdiri di hadapannya, walau terasa asing, namun Fang Xian mengenali sosok sepuh yang sedang tersenyum menatapnya.


"Sesepuh Raja Pil? Kenapa anda berada disini?" tanya Fang Xian yang terkejut melihat kedatangan Gu Yao He.


"Aku kesini karena cucuku juga berada disini!" jawab Gu Yao He seraya mengusap janggutnya.


"Ah apakah maksud anda Saudara muda Gu Fei Ming?"


Gu Yao He mengangguk kemudian dia menatap Fang An lalu berkata, "Alasan lainnya juga karena aku ingin membantu putramu!" ucapnya.


"Jadi sesepuh kenal dengan Fang An? Ini sungguh suatu kehormatan bagi Klan Fang!" ucap Fang Xian.


"Eee.. Ayah, beliau ini adalah guruku!" kata Fang An menimpali.


Fang Xian langsung seperti tertusuk jarum, dia terkejut bukan main setelah mendengar Fang An berkata demikian.


"Ja..di. Jadi Gurumu yang seorang Yu Jing misterius waktu itu adalah Sesepuh Raja Pil?"


Fang Xian segera bangkit lalu menghampiri Gu Yao He setelah itu berniat untuk bersujud sebagai rasa terima kasihnya.


"Apa yang kamu lakukan Tuan Fang, bangunlah!" kata Gu Yao He yang menahan Fang Xian agar tidak berlutut.


Dengan mata berkaca-kaca Fang Xian menangkupkan kedua tangannya seraya berkata, "Sungguh sebuah keberuntungan bagi keluarga kami karena putra kami menjadi murid Sesepuh," ucap Fang Xian.


"Aku ini hanya…!"


Gu Yao He agak bingung sebab walau dirinya adalah Gurunya Fang An, namun Fang An sudah lebih dulu memiliki kemampuan sebagai seorang Kultivator sebelum dia datang ke tempatnya, apalagi dia belum memberikan pelajaran secara langsung kepada Fang An.


"Mari silahkan duduk!" kata Fang Xian mempersilahkan Gu Yao He dan Luo Ying untuk duduk.


"Ayah, kemana Paman Fang Zui? Aku tidak melihatnya sejak tadi?" tanya Fang An.


"Pamanmu sedang berada di kediaman Klan Mu! Tapi Fang An, apakah kamu sudah sempat berada di Akademi Puncak Angin Surga?" tanya Fang Xian.


"Tidak ayah, selama ini aku berada di Gunung Hunsu!" jawab Fang An.


"Apakah kamu akan mengurungkan niat mu untuk belajar di sana?"


"Tidak juga, aku tidak mungkin mengurungkannya, Bibi itu sudah mendaftarkan ku, kapanpun aku tiba, aku bisa langsung masuk!" jawab Fang An.


"Tuan Fang, sebenarnya apa yang telah terjadi, kenapa cucuku juga ikut terlibat akan perselisihan antara Klan Fang dan Sekte Gunung Pohon Persik, bisakah kamu ceritakan padaku?" tanya Gu Yao He.


Fang Xian menarik nafas dalam-dalam kemudian mulai menceritakan semua kejadian dari awal hingga akhir, dan tentu saja cerita itu membuat darah Fang An mendidih setelah mengetahui alasan Ibunya diculik.


"Ayah, mereka sebenarnya menginginkan bandul kalung ini!" kata Fang An.

__ADS_1


Fang Xian jelas terkejut serta tidak menduga jika Sekte Gunung Pohon Persik menginginkan bandul kalung peninggalan leluhurnya, hanya saja Fang Xian tidak tahu keistimewaan apa yang tersembunyi di dalam bandul kalung berwarna ungu itu.


__ADS_2