
***
Mengumpulkan energi Alam memang tidak sulit, karena Fang An sudah memiliki Energi Murni Muladra nya, tidak akan ada yang tidak bisa dia lakukan termasuk mengumpulkan energi Alam.
Hanya saja butuh waktu bagi Fang An untuk mengumpulkan Energi Alam hingga penuh, dan semuanya butuh kesabaran yang sangat besar.
"Seharusnya energiku bisa dengan cepat terkumpul sebelum aku mengumpulkannya dengan Energi Murni, tapi kali ini kenapa agak berbeda?" gumam Fang An.
Fang An sudah melawan serta membunuh puluhan Spirit Beast Bumi 2 belum lagi para anggota Kapak Kematian yang lain ditambah dengan ketiga Yu Zha yang sudah dia bunuh.
Biasanya energinya akan cepat terkumpul saat bertarung dengan orang-orang yang memiliki tingkat Kultivasi lebih tinggi darinya, namun kali ini hal itu tidak terjadi sehingga membuat Fang An kebingungan.
"Untuk bisa naik ke tahap Yu Zha memang membutuhkan energi alam yang lebih banyak Fang An, tahap ini sangat berbeda dengan tahap-tahap sebelumnya sebab kekuatan Yu Zha adalah tahap pengendalian Spiritual," kata Feng Huang.
"Karena kamu belum mencapai puncak Yu Zhi, maka butuh waktu cukup lama untuk mengumpulkannya, selagi menunggu energimu penuh, sebaiknya kamu melatih kembali Teknik Pedang mu serta Teknik yang lainnya agar semakin kuat!" kata Wang Lao Yi.
Fang An langsung setuju dengan saran dari Wang Lao Yi, dia segera mengeluarkan Pedang birunya lalu kembali berlatih pedang di bawah bimbingan kedua gurunya.
Selain berlatih pedang, Fang An juga melatih teknik serangan tangan kosongnya agar semakin kuat, dan dia juga tidak lupa untuk membuat Pil lain karena itu juga bisa membantu mengumpulkan Energi Alam nya.
Malam berganti siang dan kembali lagi menjadi malam, dan Fang An sudah tidak lagi memperdulikan waktu yang telah berlalu, yang dia pedulikan hanyalah berlatih serta mengumpulkan energi agar bisa naik ke tahap Yu Zha.
Saat tiba di hari keempat, Fang An benar-benar sangat senang karena akhirnya energinya sudah cukup untuk melakukan retret nya.
"Lakukanlah dengan tenang Fang An, kami akan menutup mulut Goa ini agar tidak ada satu orangpun yang bisa menemukan Goa ini!" kata Wang Lao Yi.
Fang An segera memulai meditasinya, kali ini dia membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikannya, oleh karena itu Wang Lao Yi dan Feng Huang akan menutup Goa agar tidak ada yang mengganggu Fang An yang akan segera menembus tahap Yu Zha.
Fang An sudah tidak tahu lagi akan kabar di luar, dengan memfokuskan dirinya untuk segera menembus ke tahap Yu Zha, Fang An segera menyalurkan energi yang sudah diserap olehnya.
***
"Aku ingin menyampaikan hal penting kepada kalian semua, ini mengenai akan dugaan kalian jika ada penyusup di tempat ini!" kata Qin Shia Peng.
__ADS_1
"Bagaimana, apakah Tuan Qin sudah menemukannya?" tanya Fang Zui.
"Jujur saja tidak ada penyusup satupun di tempat ini, bahkan aku sudah menempatkan beberapa anggotaku di luar untuk mengamati aktivitas semua orang yang ada di perkemahan ini, namun nyatanya tidak ada hal yang mencurigakan!" kata Qin Shia Peng.
"Mungkin saja dia sudah tahu jika sedang diamati, bisa saja dia masih bersembunyi hingga situasi benar-benar sudah aman!" ucap Mao Lin seraya mengetuk pegangan kursinya.
"Itu juga tidak mungkin! Kita semua sudah pasti tahu akan aturan bagi seseorang yang ditugaskan untuk menyusup memata-matai musuh bukan?"
Semuanya terdiam mendengar perkataan Qin Shia Peng, sebab semuanya memang tahu akan aturan bagi seseorang yang memiliki tugas untuk menyusup.
Seorang penyusup akan memiliki batas waktu hingga tiga hari di lokasi kerja untuk memberikan laporan mereka, apapun informasi yang didapat, baik itu informasi yang penting maupun yang tidak penting harus tetap disampaikan, jika lewat dari tiga hari, maka orang itu akan dianggap gagal dan di coreng dari daftar.
Jika penyusup itu memaksakan diri untuk kembali disaat batas waktunya sudah habis, maka penyusup itu akan langsung di hukum mati.
Hal tersebut dilakukan agar yang lainnya lebih profesional dalam melaksanakan tugas mereka, namun alasan terbesarnya adalah untuk menjaga kerahasian tugas kelompok penyusup.
"Lalu apa yang anda temukan dalam penyelidikan ini?" tanya Mu Yuan.
"Maaf saja jika jawabanku akan menyinggung kalian, menurut pendapatku penyusup yang sebenarnya adalah orang dalam sendiri, sebab hanya penyusup yang berada di luar kelompok yang tidak memiliki batas dalam memberikan informasi, yang artinya ada yang sudah berhianat di kelompok kalian, bisa jadi anggota Klan Mu, atau bisa juga dari Klan Fang!" kata Qin Shia Peng.
"Tuan Qin, apakah anda mungkin memiliki solusi lainnya untuk memecahkan masalah ini?" tanya Mu Yuan.
"Kalau menurut pendapat ku jalan satu-satunya adalah mengamati anggota Klan masing-masing, sebab hanya kalian yang tahu akan anggota kalian sendiri, dengan demikian kalian bisa mengetahui gerak-gerik anggota kalian yang terlihat mencurigakan!" kata Qin Shia Peng.
"Apakah ini akan berhasil?" tanya Fang Zui yang merasa tidak terlalu yakin.
Qin Shia Peng menggelengkan kepala pelan seraya berkata, "Tidak sepenuhnya berhasil, namun hanya ini saja jalan satu-satunya yang bisa kita lakukan!" kata Qin Shia Peng.
"Baiklah, selagi menunggu Yang Mulia Chang Hanzi dan Kakak Mu Zhi Tian kembali dari Gunung Yizan
kami berdua akan mulai mengamati anggota kami masing-masing," kata Mu Yuan.
Chang Hanzi dan Mu Zhi Tian saat ini sedang memeriksa Gunung Yizan, mereka berdua ingin memastikan apakah para Anggota Sekte Gunung Pohon Persik benar-benar berjaga di sana atau sudah pergi.
__ADS_1
Mengingat kemampuan Fu Jianzi yang menakutkan, Chang Hanzi dan Mu Zhi Tian menekan kekuatan mereka agar tidak terdeteksi oleh Fu Jianzi, jadi keduanya pergi ke Gunung Yizan bergerak lewat bawah.
Mu Yuan dan Fang Zui serta Fang Xian segera melakukan saran Qin Shia Peng, mereka melakukan semua itu sendiri tanpa memberitahu anggota mereka masing-masing, sebab mereka tidak lagi percaya kepada siapapun selain orang-orang tertentu saja.
***
Sudah delapan hari semenjak Fang An keluar untuk melakukan retret nya yang tidak diketahui lokasinya, situasi di perkemahan terlihat masih aman-aman saja.
Padahal jika diingat-ingat lagi waktu perjanjian Fang An dengan Fu Jianzi tinggal 40 hari lagi, hal ini yang membuat beberapa anggota Klan Fang mulai terlihat gelisah.
Mu Yuan dan Fang Zui serta Fang Xian sama sekali tidak menemukan orang yang terlihat mencurigakan, hal ini benar-benar membuat kepala mereka bertiga terasa sakit.
Mao Lin sendiri saat ini sedang bersama dengan Gu Fei Ming dan Luo Ying, dia lebih memilih berkumpul dengan cucu Gu Yao He itu karena pada dasarnya dia sangat senang saat melihat seorang Alkemis sedang membuat Pil.
Situasi yang tegang namun aman itu terus berlangsung selama beberapa hari berikutnya, hal ini membuat beberapa anggota yang lain terlihat santai-santai saja tanpa rasa khawatir sedikitpun, anggota ini adalah orang-orang dari kelompok Pisau Terbang dan kelompok-kelompok kecil lainnya.
Berbeda dengan anggota Klan Fang yang mulai semakin khawatir sebab hari perjanjian semakin dekat, sedangkan Fang An masih belum kembali.
Tepat saat hari ke 12 sejak kepergian Fang An, sebuah kejadian mengejutkan semua orang yang ada di perkemahan itu, sesuatu itu adalah sebuah suara gemuruh dari arah Gunung Yizan.
Selain Mao Lin, sisanya tidak ada yang tahu akan dari mana sumber suara tersebut, namun setelah itu sebuah getaran hebat langsung mengguncang seluruh wilayah Gunung Yizan dan sekitarnya.
"Getaran apa ini?" tanya Fang Zui.
"Ini adalah getaran pertarungan dari arah Gunung Yizan!" jawab Mao Lin.
Mu Yuan terkejut mendengar hal itu, dia menatap ke arah gunung yang terlihat agak gelap itu seraya bertanya kepada Mao Lin, "Apakah ini pertarungan mereka berdua melawan orang itu?" tanya Mu Yuan.
"Tepat sekali! Ini adalah pertarungan Chang Hanzi dan Mu Zhi Tian melawan Fu Jianzi, sepertinya kedatangan mereka berdua sudah di ketahui oleh Sekte Gunung Pohon Persik!" jawab Mao Lin.
"Apa tidak sebaiknya kita segera kesana?" tanya Mu Yuan.
"Kita tidak perlu kesana, karena sepertinya sebentar lagi mereka semua akan segera tiba di sini."
__ADS_1
Mu Yuan dan Fang Zui serta Fang Xian langsung panik, dia segera memanggil beberapa orang untuk memberitahukan Qin Shia Peng agar bersiap-siap.
"Sepertinya orang tua itu tidak mau menunggu hingga waktu yang telah disepakati!" kata Mao Lin yang masih menatap ke arah Gunung Yizan.