
Semua orang dari kedua belah pihak masih memperhatikan Fang An yang berada di punggung Singa nya sedang berhadap-hadapan dengan Fu Hai, sedangkan Fu Jianzi hanya diam dengan satu tangan di tekuk ke belakang pinggangnya.
Fu Hai yang sudah menciptakan Aura Zirah Petarung nya mencabut pedangnya dan mengarahkan ujung pedangnya kepada Fang An seraya berkata, "Hari ini aku pastikan kamu akan berakhir di pedangku," ucap Fu Hai lalu dia melesat cepat ke arah Fang An.
"Singa Es, biar aku saja yang menghadapinya, turunlah!" kata Fang An kepada Singa Es yang terlihat ingin menghadang Fu Hai, namun Fang An menahannya.
Singa Es segera turun setelah Fang An melompat dari punggungnya dan kemudian dia melayang dengan tubuh yang sudah di selimuti oleh Elemen Petirnya.
Melihat Fu Hai yang hampir sampai, Fang An menekan kakinya di udara dan kemudian tubuhnya melesat dengan kecepatan tinggi.
Fu Hai yang sudah siap untuk melepaskan serangan Pedangnya terkejut saat Fang An tiba-tiba saja menghilang, bahkan jejak energi nya sekalipun agak sulit untuk dilacak.
"Kemana dia?" tanya Fu Hai yang kebingungan sembari memperhatikan ke sekelilingnya dengan penuh kewaspadaan.
"Mencariku senior?"
Fu Hai terperanjat saat suara pemuda itu sudah berada di belakangnya, bahkan jaraknya sangat dekat sekali.
Dengan rasa panik nya sendiri, Fu Hai sampai tidak bisa berpikir jernih, dia langsung melepaskan serangan tebasan memutar, namun sebuah pukulan keras dan panas segera menghantam pundaknya hingga Zirah Petarung yang melindungi pundaknya hancur.
"Argh…!"
Fu Hai langsung mengerang kesakitan dengan tubuh yang berputar jauh kedepan, walau Fu Hai berhasil menstabilkan tubuhnya, namun bekas pukulan keras itu masih terasa sangat panas sekali.
"Pukulan ini?" Fu Hai mulai ingat jika pukulan itu pernah Fang An gunakan untuk mengalahkan Fu Shizi.
Walau Fu Hai tidak tahu nama Teknik itu, yang jelas pukulan itu mengandung unsur kekuatan dua Elemen, yaitu Elemen Api dan Petir.
Pakain di bagian bahunya benar-benar berubah menjadi pakaian yang habis terbakar, dan kulit bahunya juga melepuh.
"Kurang ajar!" gerutu Fu Hai dengan menahan rasa panas di pundaknya.
Fang An hanya menatap Fu Hai tanpa menunjukkan ekspresi apapun, dengan petir yang masih menyelimuti tubuhnya, Fang An kembali menekan kakinya di udara, dan lagi-lagi Fang An Menghilang dari pandangan semua orang, baik yang ada di bawah maupun Fu Hai kecuali Fu Jianzi.
"Fu Hai, kamu tidak akan bisa memiliki kesempatan untuk mengalahkannya, sebab dia memiliki Teknik yang mampu melepaskan gerakan yang memiliki kecepatan sangat tinggi, akan tetapi!"
Fu Jianzi langsung menghilang dari pandangan Fu Hai dan kemudian muncul sebuah benturan keras di atas kepala Fu Hai, dan benturan tersebut ternyata berasal dari dua tangan yang saling beradu.
"Kecepatan mu tidak akan bisa menipu pandangan ku!" kata Fu Jianzi.
__ADS_1
Fang An terseret mundur terkena dorongan energi yang tercipta dari benturan pukulannya dengan tapak Fu Jianzi, dia segera menstabilkan tubuhnya kembali dan menatap Fu Jianzi dengan tatapan kesal.
"Kenapa kamu ikut campur? Bukankah kamu yang mengijinkan orang itu untuk bertarung satu lawan satu denganku, lalu kenapa kamu justru ikut-ikutan?" tanya Fang An.
"Terserah diriku ingin melakukan apa, dia adalah anggota ku, dan aku tidak akan membiarkan anggota ku terluka oleh siapapun! Andaipun aku ikut campur, memangnya siapa yang berani untuk menghalangi ku? Ini adalah aturan ku, aturan dari seorang yang memiliki kekuatan terkuat di seluruh Benua Daratan Hijau ini!" ucap Fu Jianzi dengan nada sombongnya.
"Orang terkuat namun tidak memiliki harga diri, orang terkuat seperti itu lebih pantas disebut sebagai Anjing Tua yang memakan kotorannya sendiri!"
Ucapan Fang An membuat senyuman Fu Jianzi berubah menjadi dingin, kata-kata kasar serta hinaan itu membuat amarahnya memuncak sehingga dia sudah tidak peduli lagi akan harga dirinya.
"Kamu benar-benar ingin mati..!" seru Fu Jianzi dengan amarahnya yang membuat seluruh tempat bergetar.
"Fang An, kalahkan dulu orang yang memiliki kemampuan Yu Zhu itu!" kata Wang Lao Yi.
Fang An segera mengangguk dan kemudian dia mengulurkan tangannya lalu menciptakan bola petir putihnya, bola petir di tangan Fang An membuat raut wajah Fu Hai menjadi kusut, dia masih ingat dengan teknik itu, sebab terakhir dia terkena serangan bola itu membuat dia mengalami luka parah, padahal saat itu kemampuan Fang An berada di tahap Yu Zhi, dan sekarang kemampuan Fang An yang sudah mencapai tahap Yu Zha pasti akan mampu untuk membuat dirinya kembali mengalami luka yang lebih parah lagi.
"Tidak akan aku biarkan kamu menyempurnakan benda itu!" seru Fu Hai lalu dia mengalirkan energi ke Pedangnya dan melesat maju ke arah Fang An.
Fang An sebenarnya tidak mengkhawatirkan serangan Fu Hai, walau dia masih butuh sedikit waktu untuk menyempurnakan Teknik Petir Dewa Penghancur dari Inti Petir Putih nya, Fang An akan dengan mudahnya menghindari serangan Fu Hai dengan Teknik Langkah Petir.
Hanya saja Fu Jianzi juga ikut-ikutan menghilang dan akan menghentikannya, hal ini membuat Fang An akan sangat kesulitan jika harus melakukan kejar-kejaran dengan Fu Jianzi.
Akan tetapi Fang An tidak memiliki cara lain selain bergerak dengan menggunakan Teknik Langkah Petir nya, hal itu membuat mereka saling kejar mengejar di udara seraya melepaskan beberapa serangan yang selalu meleset untuk mengenai tubuh Fang An.
"Kau mau menghentikan ku? Kalau begitu kamu harus mati lebih dulu!" ucap Fu Jianzi dan kemudian dia melepaskan sebuah aura tekanan kepada Singa Es.
Tubuh Singa Es langsung turun begitu mendapatkan tekanan yang sangat kuat, namun dia segera melepaskan aura putih yang menyebar ke segala arah sekaligus menetralkan aura tekanan milik Fu Jianzi.
Singa Es kembali bisa bergerak walau masih ada sedikit tekanan, dia langsung melesat dan melepaskan cakarannya dengan gerakan yang sangat lincah dan gesit, hanya saja Fu Jianzi dengan mudahnya menepis semua serangan tersebut dengan menggunakan kibasan tangannya.
Energi yang sangat kuat yang dilepaskan oleh kibasan tangan Fu Jianzi membuat tubuh Singa Es jatuh terhempas dengan keras membentur tanah, Singa itu sempat meraung menahan rasa sakitnya dan kemudian kembali bergerak untuk melindungi tuannya dari kejaran Fu Jianzi.
Karena bantuan dari Singa Es, akhirnya Fang An berhasil menyempurnakan Petir Dewa Penghancur nya, akibat bola petir itu yang sudah di sempurnakan oleh Fang An, awan hitam mulai melepaskan sambaran petir nya ke segala arah, bahkan petir yang keluar dari bola petir kecil itu juga memiliki daya hancur lebih kuat daripada petir yang keluar dari awan hitam.
Fu Hai langsung menelan seteguk air liurnya saat merasakan tekanan yang terpancar dari bola petir di tangan Fang An, dia hanya bisa mengumpat kepada Singa Es yang sudah menghalangi Fu Jianzi untuk menghentikan Fang An.
Nafas Fang An mulai memburu, karena ini adalah Petir Dewa Penghancur dari Inti Petir Putih yang sudah disempurnakan, maka energi Fang An akan langsung terhisap dengan sangat cepat, hal itu membuat energi Fang An mulai berkurang.
"Inti Petir Putih ini benar-benar sangat sulit untuk dikendalikan dalam bentuk sempurnanya!" gumam Fang An dan kemudian dia menatap Fu Hai yang mulai melapisi tubuhnya dengan perisai energi.
__ADS_1
"Pertarungan terbesar ku melawan Sekte Gunung Pohon Persik berawal dari orang tua itu, dan hari ini dia harus mati! Terimalah ini!"
"Petir Dewa Penghancur."
Fang An langsung melemparkan bola petirnya ke arah Fu Hai, sedangkan Fu Hai melepaskan tebasan pedangnya yang menciptakan energi pedang yang sangat kuat ke arah Bola Petir Putih.
Hanya saja serangan energi pedang Fu Hai sama sekali tidak bisa menghentikan gerak laju si Bola Petir, dan dalam sekejap saja, bola petir putih itu berhasil sampai di hadapan Fu Hai.
Hisapan energi kuat dari bola petir itu membuat wajah Fu Hai menjadi pucat pasi, sedangkan Fu Jianzi yang merasakan energi penghancur yang sangat mengerikan dari bola petir itu segera mengirim Singa Es jatuh menghantam tanah dan kemudian dia berniat untuk menyelamatkan Fu Hai.
Namun sayang bola petir itu lebih dulu berubah menjadi bola petir besar yang mengurung tubuh Fu Hai di dalamnya, karena Fu Hai masih sempat menyelimuti tubuhnya dengan perisai energi, dia masih bisa bertahan untuk beberapa saat dari sambaran petir yang sangat rapat di dalam kurungan bola, hanya saja itu tidak bisa bertahan terlalu lama sebelum akhirnya dia berteriak kesakitan setelah Perisai pelindung tubuhnya hancur dan petir putih mulai menyambarnya dari segala arah.
"Pe. Penatua, to, tolong aku!" kata Fu Hai dengan suara terputus-putus.
Bola Petir Putih besar itu kembali menyusut menjadi kecil, dan terlihat jelas tubuh Fu Hai yang terkoyak dengan pakaian yang sudah hancur tak berbentuk.
Bola Petir kembali menyerap energi Alam dalam jumlah yang sangat besar dan kemudian bola petir itu melepaskan ledakan besar di udara dengan suara erangan keras Fu Hai yang akhirnya tertutupi oleh gemuruh keras.
Semua orang saling berpegangan dan bertahan dari badai angin yang tercipta dari ledakan dahsyat di langit, energi ledakan itu lebih kuat dari Teknik Petir Dewa Penghancur sebelumnya yang pernah Fang An gunakan saat melenyapkan anggota kelompok Kapak Kematian.
Namun aura kuat serta sisa ledakan Petir Dewa Penghancur langsung diserap oleh Fu Jianzi yang ternyata sudah memegangi tubuh Fu Hai.
Fang An dengan nafas yang tersenggal-senggal menatap Fu Jianzi yang memegang tubuh Fu Hai, terlihat sangat jelas kondisi tubuh Fu Hai yang sudah tidak mengenakan sehelai benang pun karena sudah habis terbakar.
Seluruh tubuh Fu Hai sudah tidak memiliki kulit lagi, dia terlihat seperti seekor ikan yang sudah dikuliti sisiknya dan kemudian di panggang di atas bara api, seperti itulah kondisi tubuh Fu Hai yang sudah tidak memiliki kulit, hanya daging merah yang terlihat, dan sudah dipastikan jika Fu Hai sudah tidak bernyawa lagi.
Andai Fu Jianzi tidak menyerap sisa energi ledakan Petir Dewa Penghancur, tubuh Fu Hai pasti akan lenyap menjadi debu di udara.
"Hebat sekali kamu anak muda, kamu sudah berhasil membuat salah satu orang terbaik di Sekte Gunung Pohon Persik berakhir seperti ini!" kata Fu Jianzi lalu dia menatap tubuh Fu Hai dan melemparkan tubuh Fu Hai ke udara lalu Fu Jianzi menghancurkan jasad Fu Hai dengan energi merahnya.
"Aku akan mengambil nyawamu demi membalas kematian Fu Hai!" kata Fu Jianzi.
Fang An segera menelan Pil Pemulihan nya dan kemudian kembali menyelimuti tubuhnya dengan elemen petirnya.
Kali ini Fang An harus bisa mengulur waktu hingga kondisinya benar-benar pulih, walau tidak akan mungkin bisa lolos dari Fu Jianzi, namun Fang An akan tetap bertahan sembari menunggu ketiga Sesepuh Yu Jing elit itu kembali dari pemulihan dirinya.
"Kamu mau lari kemana?" kata Fu Jianzi yang melihat Fang An mulai menggunakan Langkah Petir nya untuk menjaga jarak sementara.
"Ini bahaya, sepertinya An'er sudah mencapai batasnya, kita harus segera membantunya," kata Fang Yin yang mulai khawatir akan kondisi Fang An.
__ADS_1
Walau tidak ada yang bisa melihat dengan jelas akan bagaimana kondisi Fang An saat ini, namun Fang Yin adalah seorang Kultivator tipe Pengamat atau sensor, jadi dia bisa mengetahui akan kondisi Fang An yang sudah mencapai batas, namun tidak lama kemudian, dia merasakan ada sesuatu dari arah lain yang sedang bergerak menuju ke arahnya.
"Lima Yu Zhu elit, Tiga Yu Jing Elit, dan Satu lagi memiliki kemampuan yang tidak bisa diukur! Tapi kekuatan ini dari anggota mana, dan siapa yang akan datang, apakah musuh baru lagi?" kata Fang Yin yang membuat semuanya terkejut namun mereka tidak bisa merasakan kekuatan sosok yang akan segera datang.