SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
berhasil menyelamatkan Fang Yin


__ADS_3

"Petir Dewa Penghancur."


Fang An melempar bola petir kecil itu ke arah Li Yang dan Hun Zhi Pei yang juga terbang lurus ke arahnya dengan golok dan cambuk yang juga melepaskan energi kematian.


Li Yang dan Hun Zhi Pei lebih dulu menghalau bola petir kecil itu yang melepaskan sambaran petir biru dan ungu, begitu golok Li Yang menyentuh bola petir tersebut, sebuah hisapan energi segera terjadi lalu bola petir itu berubah menjadi bola petir besar yang mengurung Li Yang serta Hun Zhi Pei di dalamnya.


"Teknik macam apa ini?" seru Hun Zhi Pei yang terkurung bersama Li Yang di dalam bola petir sekaligus menahan sambaran petir yang tak terhitung jumlahnya.


Dari luar dan di dalam bola sama-sama melepaskan sambaran dua warna petir yang berbeda, sambaran itu membuat Gu Yao He dan Mu Zhi Tian langsung membuat perisai pelindung untuk melindungi anggota Klan Mu dan yang lainnya kecuali para anggota Markas musuh.


Ketika bola petir yang besarnya hampir setara dengan besar sebuah gubuk, bola itu berputar dengan kencang membuat debu berterbangan serta menciptakan getaran dan retakan tanah di sekitar bola petir.


Tidak ada yang bisa melihat akan apa yang sudah terjadi dengan kedua Yu Zhu di dalam kurungan bola tersebut serta tidak tahu lagi bagaimana nasibnya, debu yang berterbangan itu juga menutupi hampir seluruh wilayah Markas mereka sehingga para anggota kelompok Markas mulai mundur menjaga jarak karena takut.


Getaran kuat itu juga membuat Fang Yin yang sebelumnya pingsan kini terbangun, pandangannya agak buram namun setelah itu dia melihat jika saat ini dirinya sedang terikat di atas menara tinggi dengan tali gantungan berada di lehernya.


Dari kondisi yang terlihat dia baru sadar jika dirinya akan segera dieksekusi. Fang Yin berusaha menyalurkan Qi nya ke tangan untuk melepaskan ikatannya, namun ternyata dia sama sekali tidak memiliki Qi sehingga hanya bisa diam dan dia melihat ke depan.


Fang Yin tidak bisa melihat dengan jelas karena debu yang berterbangan, namun kilatan cahaya petir masih sangat jelas terlihat, bola petir seukuran gubuk yang berputar kencang juga dia lihat sekaligus getaran tanah yang membuat menara seperti mau roboh.


Hisapan energi yang kuat dari bola petir itu melepaskan aura serta tekanan yang mampu membuat langit semakin gelap dan menciptakan sambaran petir dari awan hitam seolah-olah akan ada badai yang akan datang.


Bola Petir tersebut berhenti berputar dan kemudian mengecil kembali sehingga kedua Yu Zhu di dalamnya kembali terlihat, namun dengan kondisi pakain yang berantakan.


Di saat merasa sudah selesai, bola petir kecil itu kembali melepaskan cahaya terang dan kemudian meledak dengan suara ledakan besar serta gemuruh guntur yang menggelegar.


Semua orang melindungi diri masing-masing saat ledakan yang membuat seluruh Markas berguncang serta sambaran petir yang terus mengamuk.


"Luar biasa, muridmu ini memiliki Teknik penghancur semengerikan ini dari mana?" tanya Mu Zhi Tian.


"Aku tidak tahu dan ini masih belum seberapa! Aku pernah melihat Fang An melepaskan teknik yang sama seperti ini, namun daya hancurnya lebih besar dari ini!" kata Gu Yao He lalu dia melihat ke atas dan menemukan Mao Lin dan Chang Hanzi sudah berada di sana, mereka berdua ternyata sudah cukup lama mengamati pertarungan Fang An melawan dua Yu Zhu itu.

__ADS_1


Gu Yao He dan Mu Zhi Tian segera naik ke udara menghampiri Mao Lin dan Chang Hanzi lalu menyapa keduanya.


"Aku pikir kalian tidak akan datang!" kata Gu Yao He.


"Aku sudah berjanji padamu, begitu mendapatkan pesan dari Elang yang kamu kirim, aku langsung datang kesini dan di belakang itu ada seratus anggota yang aku bawa!" jawab Mao Lin.


Chang Hanzi hanya tersenyum tanpa menjawab apapun, dia sebenarnya tidak berniat untuk datang, namun karena merasa tidak enak, dia terpaksa datang serta membawa lebih dari tiga ratus prajurit di belakang.


"Muridmu itu sungguh luar biasa Gu Yao He, dengan kemampuan Yu Zhi nya dia bisa membuat dua orang Yu Zhu tidak berkutik sama sekali, sepertinya Benua Daratan Hijau ini akan memiliki calon Petarung berikutnya!" kata Mao Lin seraya melirik Chang Hanzi.


Dia berkata seperti itu untuk menyindir Chang Hanzi yang sebelumnya ingin menolak, tentu saja mereka bertiga mengerti jika Chang Hanzi merasa ragu untuk membantu Klan Fang, walau Klan Fang sudah mendapatkan dukungan dari tiga orang Yu Jing, namun sekarang sudah terlihat jika Fang An mungkin akan mampu membuat Klan Fang menjadi salah satu Faksi kuat di masa depan.


"Kalian semua, kita gabungkan seluruh kekuatan kita untuk menghancurkan segel pelindung di menara itu, jika kita berempat menyatukan kekuatan, seharusnya kita bisa menghancurkannya dengan sangat mudah!" kata Gu Yao He.


Mao Lin dan Chang Hanzi menatap ke arah menara itu, walau debu masih menutupi pandangan semua orang, namun mereka bisa melihat jelas akan kondisi Fang Yin di sana.


Semuanya melihat kearah bekas ledakan tadi yang masih belum terlihat serta percikan petir masih tersisa di debu-debu yang beterbangan, setelah saling mengamati, akhirnya Mao Lin dan Chang Hanzi setuju untuk bergabung menghancurkan Segel Pelindung dan menyelamatkan Fang Yin sebelum semua orang menyadarinya.


"Semburan Lautan Naga Api."


"Panah Darah Hitam."


"Tebasan Angin Kelelawar Merah."


"Pusaran Air Langit."


Empat serangan kuat langsung menerjang Segel Pelindung menara sehingga membuat guncangan yang lebih besar, hal itu membuat semua orang baik dari pihak Mu Yuan maupun Bayangan Bulan menjadi panik, namun tidak ada yang mengetahui akan apa yang terjadi, setelah itu mereka baru bisa melihat empat teknik serangan kuat di arah menara.


Dua algojo yang sedang menjaga Fang Yin awalnya tidak menyadari jika getaran hebat itu sebenarnya berasal dari serangan penghancuran Segel, mereka berdua berpikir jika getaran susulan itu berasal dari ledakan pertama.


Namun alangkah terkejutnya mereka ketika melihat kobaran Api besar serta batang anak panah hitam raksasa yang terbentuk dari cairan langit menyerupai darah hitam, belum lagi ada sebuah energi pedang besar serta Pusaran Air dari langit.

__ADS_1


Keempat serangan itu membuat retakan dan akhirnya Segel Pelindung langsung hancur seketika itu juga.


Kedua Algojo tentu tidak berani untuk mengeksekusi karena tidak akan sempat, sebab mereka sudah tahu jika serangan itu adalah serangan dari empat orang Yu Jing, andai perisai belum pecah mungkin kedua Algojo akan langsung mengeksekusi Fang Yin, namun semuanya sudah terlambat dan mereka berdua hanya bisa kabur secepat mungkin karena tidak mau mati sia-sia.


"Kalian siapa?" tanya Fang Yin yang kondisinya sangat lemah.


"Aku adalah guru Putra mu, kami datang untuk membantu Fang An membebaskan mu!" jawab Gu Yao He.


Mao Lin segera melepaskan semua ikatan di tubuh Fang Yin, lalu mereka berempat berniat pergi, namun setelah itu mereka merasakan kekuatan besar yang sepertinya datang dari langit.


"Kekuatan apa ini?" tanya Mu Zhi Tian.


"Aku tidak tahu, tapi yang jelas ini seperti kekuatan diatas Yu Jing! Ayo kita harus segera kembali," kata Gu Yao He lalu mereka berempat yang sudah berhasil menyelamatkan Fang Yin segera meninggalkan menara dan kembali ke tempat Mu Yuan untuk mengobati Fang Yin.


Di arena pertarungan, debu dan asap mulai menghilang, dan setelah itu semuanya melihat tiga sosok yang masih berdiri.


Fang An terlihat baik-baik saja namun dengan nafas agak tersenggal-senggal, sedangkan Li Yang dan Hun Zhi Pei yang awalnya berdiri, kini keduanya jatuh berlutut lalu sama-sama muntah darah.


Banyak luka di sekujur tubuh mereka, dan luka yang mereka alami rata-rata adalah luka bakar, belum lagi dengan pakaian robek tidak karuan sehingga penampilan mereka agak menyedihkan.


"Bagus Fang An, sekarang kamu bisa pulihkan kondisimu dengan Pil yang tersisa, setelah itu segera habisi mereka berdua dengan Pedang Langit mu!" kata Wang Lao Yi.


Fang An segera mengeluarkan Pil Pemulihan Qi nya yang terakhir lalu dengan cepat dia menyerap khasiatnya sehingga kondisinya dengan cepat pulih.


Fang An menarik pedang nya dengan Teknik Penghisap nya lalu mengarah pedang itu ke arah kedua Yu Zhu yang terluka.


"Aku akhiri pertarungan kita ini!" ucap Fang An seraya mengangkat pedangnya.


Li Yang dan Hun Zhi Pei sama-sama tidak berdaya dan mereka hanya bisa menatap Fang An dengan tatapan penuh kebencian, namun saat Fang An akan mengayunkan pedangnya, tiba-tiba saja Gravitasi menjadi sangat berat sehingga seluruh wilayah Markas mulai bergetar.


Fang An langsung terdiam, dia mengurungkan niatnya untuk membunuh Li Yang dan Hun Zhi Pei, bukan karena tidak mau, namun karena tekanan Gravitasi yang sangat kuat sehingga membuat beban berat di pedangnya semakin bertambah.

__ADS_1


"Mustahil! Aku tidak pernah tahu kalau di Benua ini ada yang berhasil mencapai tahap Xu Hun?" kata Wang Lao Yi sehingga membuat Fang An terkejut saat mengetahui jika tekanan yang sangat berat itu ternyata milik kekuatan di tahap Xu Hun, tahap yang tidak akan pernah bisa dilawan baik itu oleh seorang Yu Jing sekalipun.


__ADS_2