SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Kesepakatan Perdamaian


__ADS_3

Pertempuran memang sudah usai setelah para anggota Iblis Lembah Darah menarik diri, namun pertempuran itu sudah membuat banyak kehancuran serta kehilangan, dan yang paling mengalami banyak kerugian adalah Aliansi Sekte Gunung Pohon Persik.


Sebelum para anggota Iblis Lembah Darah datang, Sekte Gunung Pohon Persik sudah mengalami kerugian saat Fang An mengamuk dengan kekuatan yang tidak terkendali yang membuatnya menyerang secara membabi buta.


Banyak anggota murid-murid Sekte yang mati serta terluka, sedangkan yang paling banyak mati di tangan Fang An adalah para anggota yang memiliki kemampuan Yu Zha hingga Yu Zhu.


Apalagi saat para Anggota Iblis Lembah Darah datang dan mulai menyerang para anggota Sekte Gunung Pohon Persik, kerugian besar yang membuat Penatua Gunung Pohon Persik mati, di tambah dengan ledakan besar yang terakhir yang tidak hanya melenyapkan banyak anggota aliansi kedua belah pihak, bahkan jasad Fu Jianzi juga ikut lenyap akibat terkena ledakan tersebut. Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak Sekte Gunung Pohon Persik kehilangan anggota mereka serta aliansinya.


"Fang An, sebagai penanggung jawab atas kesalahan yang sudah guruku lakukan kepada Klan Fang, dua hari lagi aku akan datang untuk melakukan pertemuan dengan seluruh Klan di Benua Daratan Hijau ini!" kata Fu Lie Wei.


Fang An sama sekali tidak menjawab, dia hanya melihat ke wajah Fu Lie Wei lalu dia menutup matanya sehingga membuat Fu Lie Wei menggigit bibirnya melihat sikap dingin serta sikap acuh Fang An pada dirinya.


Fu Lie Wei sadar jika Fang An pasti sangat kecewa kepada dirinya, sebab saat Fu Lie Wei sudah tahu akan siapa sebenarnya Fang An, Fu Lie Wei justru tidak memberitahukan akan siapa dirinya yang sebenarnya kepada Fang An.


Fu Lie Wei dengan rasa bersalah segera menarik semua anggota serta seluruh Aliansi yang Fu Jianzi kumpulkan, begitu juga dengan Aliansi Klan Fang, mereka semua kembali ke tempat masing-masing untuk merawat yang terluka serta akan mengkremasi yang sudah gugur.


***


Fang An dengan bercucuran air mata mengantarkan ibunya ke tempat peristirahatan terakhirnya, seluruh Klan Fang berduka atas kematian Fang Yin, dan sebelum Fang Yin dikremasi, Fang An lebih dulu mencium kening ibunya seraya berkata, "Beristirahatlah dengan tenang di sana ibu! An'er sudah berhasil menyelamatkan Klan Fang dari penindasan Fu Jianzi! Ibu tenang saja, setelah ini aku akan kembali berlatih untuk menyelesaikan tugas terakhir, yaitu mencabut akar masalah yang telah menimpa seluruh Keluarga Fang serta akan kembali menyatukan Klan Fang yang berada di beberapa wilayah lain!" kata Fang An dengan air mata yang terus mengalir.


Fang Xian memegang pundak Fang An, dia yang juga merasakan kehilangan istrinya berusaha untuk tetap tegar demi putranya, dan dengan menahan kesedihannya, Fang Xian mencoba dengan suara tetap tegar berbicara kepada Fang An.


"An'er, sudah waktunya!" kata Fang Xian.


"Aku tahu ayah! Beri waktu aku sedikit lagi untuk melihat wajah ibu," kata Fang An.


Fang Xian mengangguk dan membiarkan Fang An sejenak untuk melihat wajah ibunya untuk yang terakhir kalinya, dan dengan perasaan berat untuk melepaskan kepergian ibunya, Fang An menangis sedih lalu dia bangun dan api mulai dinyalakan.


Api mulai membakar kayu hingga menutupi tubuh Fang Yin, dan Fang An langsung berlutut dengan tubuh lemas melihat kepergian ibunya yang tidak akan pernah kembali lagi untuk selama-lamanya.


Bing Xuyue segera membantu Fang An untuk bangkit, mata Bing Xuyue juga memerah karena ikut menangis, sebab dia juga tidak kuasa melihat kesedihan Fang An.


"Fang An, bibi Fang Yin sudah tenang di sana, dia sudah merasa bangga karena memiliki putra yang sangat kuat serta berhasil menyelamatkan seluruh Klan Fang dari kehancuran! Walau bibi sudah pergi, kamu masih memiliki Ayah serta seluruh Klan Fang, dan disini masih ada aku dan teman-teman mu, kami semua akan selalu membantumu baik suka maupun duka! Jadi tegarkan hatimu, ikhlaskan kepergian ibumu, bangkitlah dan penuhi janjimu kepada ibu dan juga kepada kedua gurumu!" kata Bing Xuyue.


Fang An menatap Bing Xuyue yang berusaha menyemangatinya, sedangkan Bing Xuyue berusaha untuk memberi senyuman agar Fang An tidak lagi merasa sedih lalu memeluk Fang An untuk menenangkan hatinya.


Fang An sama sekali tidak membalas pelukan Bing Xuyue, dia masih memikirkan semua ucapan Bing Xuyue lalu dia bergumam pelan.

__ADS_1


"Yue Yue, terima kasih atas semua nasihat dan dukunganmu kepada ku! Kamu benar, tidak seharusnya aku terus seperti ini, ibuku telah berkorban demi Klan Fang, tanpa semua itu mungkin hingga saat ini kami tidak akan mengetahui akan siapa Penghianat Klan Fang yang sebenarnya! Sekarang aku harus melaksanakan janjiku yang lain serta akan menyelesaikan tugas yang lain, demi Klan, demi seluruh kedamaian di seluruh dunia, aku akan berlatih lebih keras lagi hingga menjadi kuat lalu akan  pergi ke Benua Bintang Terang untuk menyelesaikan semuanya!" kata Fang An.


Bing Xuyue tersenyum bahagia saat melihat Fang An yang kembali bangkit dengan tekad yang baru, dia percaya jika Fang An pasti bisa melakukannya, karena dia sangat yakin jika di masa depan Fang An pasti akan mampu berdiri di puncak kekuatan yang paling tinggi.


"Aku akan selalu mendukungmu!" kata Bing Xuyue lalu dia dan Fang An kembali saling berpelukan dan keduanya menatap kobaran api yang sudah hampir sepenuhnya habis.


Mereka berdua segera berlutut di hadapan api yang sedang mengkremasi tubuh Fang Yin, dengan disaksikan oleh semua orang termasuk Fang Xian dan keluarga Bing Xuyue, Fang An dan Bing Xuyue bersujud sebanyak tiga kali, mereka berdua meminta restu Fang Yin atas hubungan keduanya, sedangkan Bing Chen dan semua keluarganya tersenyum melihat mereka berdua, begitu juga dengan Fang Xian.


Dengan demikian Fang An dan Bing Xuyue sudah resmi bertunangan, dan itu sudah di saksikan oleh semua Klan, termasuk Klan Hun yang saat ini sudah berdamai dan memilih untuk bergabung dengan Klan Fang dan bekerja sama dalam pembuatan Kertas Mantra Sihir.


"Akhirnya mereka berdua resmi bertunangan!" kata Yan Hang.


Tang Chin dan yang lainnya juga turut bahagia melihat Fang An yang kembali bangkit dari kesedihan serta meresmikan pertunangannya di depan umum, namun ada satu orang yang sama sekali tidak begitu senang melihat hubungan mereka berdua.


"Itu baru bertunangan dan belum sepenuhnya menjadi milik mu, tunggu saja, aku akan berusaha berlatih agar memiliki kemampuan yang setara dengan mu, setelah itu aku pasti akan merebutnya kembali, tunggu saja hingga waktu itu tiba Fang An!" batin pemuda tersebut dengan tatapan penuh kebencian serta ambisi, pemuda tersebut tidak lain adalah Han Wang.


 ***


Rasa duka masih menyelimuti Klan Fang serta seluruh Aliansinya, begitu juga dengan Sekte Gunung Pohon Persik, namun mereka sadar jika tidak ada waktu untuk terus berduka, dan setelah dua hari sejak berakhirnya pertempuran tersebut, akhirnya Penatua baru Gunung Pohon Persik sudah resmi di gantikan oleh Fu Lie Wei.


Disana semua ketua Klan sudah menunggu kedatangan Fu Lie Wei, termasuk Fang Zui yang masih dibalut dengan beberapa perban dan juga Fang Xian serta Fang An.


Kedatangan Fu Lie Wei dan kelima Yu Jing disambut baik oleh Fang Zui, karena kedatangan Fu Lie Wei saat ini tidak lain untuk melakukan perdamaian serta akan meminta maaf atas apa yang telah dilakukan oleh mendiang Fu Jianzi dimasa lalu terhadap Klan Fang.


"Lie Wei! Atau lebih baik aku memanggilmu Penatua Sekte Gunung Pohon Persik Fu Lie Wei! Aku mungkin bisa melupakan dendam ini, asalkan kamu yang sekarang menggantikan posisi Fu Jianzi bisa merubah Sekte mu menjadi lebih baik dan berguna untuk Benua Daratan Hijau ini!" kata Fang An.


"Terima kasih karena sudah memberikan ku kesempatan Fang An! Ee..! Maksudku Tuan muda Fang! Aku akan berusaha untuk melakukan seperti yang kamu inginkan," jawab Fu Lie Wei.


Baik Fang An dan Fu Lie Wei merasa tidak nyaman karena harus bersikap formal, namun memang itu kenyataannya, karena mereka sudah tahu akan jati diri keduanya, karena sudah mengetahui posisi masing-masing, jadi mereka harus menjaga Formalitas dan menghormati kedudukan keduanya sebagai pemimpin kedua Faksi, dimana satu adalah Faksi besar yaitu Sekte Gunung Pohon Persik, dan satu lagi adalah Faksi kuat yaitu Klan Fang.


Fu Wang segera bangkit, dan dengan penuh kerendahan diri, dia menangkupkan tangan ke semua ketua Klan, terutama terhadap Klan Fang.


"Semua para ketua dan terutama Klan Fang, saya Fu Wang ingin meminta maaf, karena awal saya yang awal mula memulai perselisihan ini, jika Penatua Fang Zui ataupun Tuan muda Fang ingin menghukum saya, maka saya akan menerimanya sebagai permintaan maaf saya yang tulus ini!" kata Fu Wang.


Fang Xian dan Fang Zui serta Fang An saling berpandangan, mereka tentu ingat jika perseteruan pertama dengan Sekte Gunung Pohon Persik dimulai lebih dulu oleh Fu Wang, dimana dulu dia pernah membantai anggota Klan Fang hingga menculik Fang Yin.


"Ketua Fu Wang! Yang telah berlalu biarlah berlalu, kesalahan dimasa lalu adalah guru untuk menjadi diri yang lebih baik di masa depan, sebagai junior aku tidak berhak untuk memberikan nasehat ini, ada pepatah bilang jika pohon yang tinggi belum tentu bisa menghasilkan buah, jadi tidak ada salahnya jika saya mengingatkan yang lebih tua untuk memperbaiki diri dan menyadari semua kesalahan dimasa lalu, agar kelak bisa menjadi diri yang berguna serta bisa menjadi panutan di generasi berikutnya," kata Fang An yang membuat semua orang terkejut atas perkataannya.

__ADS_1


"Tuan muda Fang memang benar-benar bijaksana, tidak hanya memiliki bakat yang luar biasa, bahkan Tuan muda Fang memiliki pemikiran yang luas bagai samudera serta hati yang lapang, sepertinya senior ini harus lebih banyak belajar lagi dari generasi baru saat ini!" kata Fu Wang yang memuji bakat Fang An.


"Perjanjian perdamaian ini akan kami terima, namun sebagai penebusan kesalahan kalian dimasa lalu, kalian harus menutup pintu sekte selama satu tahun, dan setelah itu kalian baru bisa turun gunung serta mulai membantu kami dalam menjaga Benua Daratan Hijau ini dari Faksi luar seperti kelompok Iblis Lembah Darah itu!" kata Chang Hanzi.


"Kami bersedia melakukannya!" jawab Fu Lie Wei.


Fang An mengangguk setuju, bagaimanapun juga Sekte Gunung Pohon Persik adalah salah satu kekuatan Benua Daratan Hijau, walau sebelumnya mereka sempat memiliki hubungan dengan Iblis Lembah Darah, namun setelah kematian Fu Jianzi, Iblis Lembah Darah tentu tidak akan kembali, belum lagi mereka belum tentu berani untuk kembali lagi, sebab kekuatan mereka belum sepenuhnya pulih, setidaknya selama satu tahun ke depan.


"Karena kesepakatan Perdamaian sudah disetujui oleh semua pihak, mulai sekarang kita akan bergandengan tangan dan bersama-sama membangun serta melindungi Benua Daratan Hijau ini, dan tugas kami para pemerintah adalah mencari markas Kelompok-kelompok penjahat yang masih tersisa, nantinya aku ingin meminta bantuan kalian dari Sekte Gunung Pohon Persik untuk mencari dan memberantas kelompok-kelompok penjahat ini seperti kelompok Racun Kepala Ular dan yang lainnya!" kata Chang Hanzi.


Fu Lie Wei dan Fu Wang mengangguk setuju, dan setelah semua perjanjian telah disepakati, mereka semua akhirnya mulai berpamitan untuk kembali ke tempat mereka masing-masing.


Fu Lie Wei dan Fang An hanya saling bertukar pandangan, dan keduanya akhirnya berpisah tanpa meninggalkan sepatah kata pun, dan keduanya kembali ke status diri masing-masing.


"Guru Wang, Guru Feng! Sudah waktunya melaksanakan janjiku sebagai murid untuk membantu kalian!" kata Fang An seraya mengusap Cincin Ruang dimensi lalu dia memegang bandul kalung keluarga Fang yang tidak lain adalah Spirit Core Feniks Petir.


Fang An melompat ke atas genteng lalu dia duduk menatap langit jauh seraya bergumam, "Benua Daratan Tandus, aku akan datang padamu!" gumamnya.


Bing Xuyue yang baru selesai mengobrol dengan teman-temannya melihat Fang An yang duduk di atas genteng bangunan itu segera menyusulnya, dia berpikir jika Fang An akan kembali bersedih, namun ternyata Fang An justru terlihat sangat bersemangat.


"Yue Yue, duduklah di sini!" kata Fang An.


Bing Xuyue segera duduk di samping Fang An, dan keduanya menatap pasangan burung yang terbang ke arah matahari akan terbenam. Bing Xuyue menyandarkan kepalanya ke bahu Fang An, dan keduanya duduk melihat indahnya matahari yang akan segera tenggelam.


***


"Hahaha! Kenapa? Apakah anggotamu gagal mendapatkan Spirit Core itu?" kata seorang pria dengan penampilan yang berantakan dan kedua tangan serta kakinya di ikat dengan Rantai merah.


Seorang Pria misterius berjubah merah dengan mengenakan penutup kepalanya secara perlahan-lahan menggerakkan jarinya, dan kemudian sebuah petir hitam bergerak lalu menyambar pria menyedihkan yang menjadi tawanannya.


"Kalian berdua lihat saja nanti, aku pastikan akan mendapatkan semuanya dan aku akan segera merubah seluruh dunia ini di dalam kendaliku! Hahahaha...!"


"Hah! itu hanyalah mimpi kosong mu saja!" ucap pria yang terikat itu, sedangkan tidak jauh darinya, seekor burung besar berbulu petir ungu juga di kurung dengan kurungan jeruji merah.


"Kamu tunggu saja Lian Xiao, tidak akan yang tidak mungkin bagi Kaisar Petir Hitam ini untuk tidak terpenuhi!" kata sosok tersebut lalu dengan jarinya dia menunjuk rantai tersebut lalu petir hitam langsung menutupi tubuh pria menyedihkan yang tidak lain ada Lian Xiao yang masih hidup, hanya saja dia dan Feng Huang menjadi tawanan Sang Kaisar Petir Hitam dan penjara mereka berada di tempat tersembunyi.


"Season 1 Selesai"

__ADS_1


__ADS_2