SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
membangkitkan kekuatan Spiritual dasar


__ADS_3

***


Inti Petir Putih adalah salah satu Petir yang memiliki kekuatan penghancur sangat besar, namun untuk benar-benar bisa menggunakan kekuatan inti Petir Putih secara maksimal, dibutuhkan jiwa spiritual yang kuat.


Semakin kuat jiwa spiritualnya, maka akan semakin kuat juga kekuatan Inti Petir Putih, hanya saja semua itu tergantung dari segi kemampuan penggunanya.


Fang An yang hanya memiliki kemampuan Yu Zhi Tingkat 5 tentu belum memiliki kekuatan Jiwa Spiritual, sebab kekuatan itu baru bisa dimiliki jika sudah mencapai tahap Yu Zha.


Yu Zha adalah tahap yang memiliki julukan sebagai Pejuang, sedangkan Yu Zhi memiliki julukan sebagai petarung.


Sebagai petarung tentu yang bisa dilakukan hanyalah bertarung dengan kemampuan yang ada, sedangkan Pejuang adalah usaha keras dalam meningkatkan kemampuan serta mengembangkan Teknik baru.


Dalam hal ini seorang pejuang juga memiliki peluang untuk mempelajari kemampuan Jiwa Spiritualnya, tidak peduli akan sulitnya mempelajari kemampuan ini, yang jelas seorang pejuang sudah dituntut untuk tetap mempelajarinya.


Bisa di bilang kemampuan Yu Zha mencakup dua kemampuan dibawahnya, yaitu Yu Zha (Pemula), Yu Zhi (Petarung), dan setelah itu Yu Zha (Pejuang).


"Untuk bisa memiliki Jiwa Spiritual, kamu harus memanfaatkan dua energi murni milik Muladra dan Xiazudra, walau energi Muladra saja sudah cukup, akan lebih baik jika kamu bisa menggunakan kedua kekuatan Pondasi mu itu!" kata Feng Huang.


Fang An mendengarkan sembari duduk bermeditasi di hadapan Feng Huang, seluruh Qi nya yang sudah menyebar di sekujur tubuhnya terus berputar serta mengalir seperti air.


Akibat pertarungannya melawan Fu Hai, Qi nya semakin meningkat dan ketika memulai bermeditasi, energi Qi Fang An langsung meluap.


Dari hal ini Fang An akan memiliki kesempatan untuk naik ke Tingkat 6, hanya saja Feng Huang menginginkan agar Fang An mempelajari kekuatan Jiwa Spiritualnya, hal itu bertujuan agar Fang An bisa menaikkan kekuatan Inti Petir Putih nya.


Seharusnya Fang An masih belum waktunya untuk mempelajari kekuatan Jiwa Spiritualnya, sebab dia masih seorang Yu Zhi, akan tetapi Feng Huang memiliki penilaian yang berbeda terhadap Fang An, dia yakin Fang An akan mampu mempelajarinya, sebab potensi Fang An yang sangat tinggi.


Dengan bimbingan serta arahan dari Feng Huang, Fang An mencoba mengendalikan energi murni milik Muladra terlebih dahulu.


Setitik cahaya kecil berwarna putih terang muncul di dahi Fang An, titik kecil itu berkedip-kedip selama beberapa kali lalu berhenti dengan titik cahaya yang cukup lama.


"Hanya sebesar itu saja? Tapi lumayan untuk seorang Yu Zhi!" ucap Feng Huang.


Energi murni Muladra adalah sesuatu yang tidak mudah untuk di keluarkan atau di kendalikan, bahkan seorang Yu Zha Tingkat 1 saja tidak langsung bisa mengendalikan energi murni milik Muladra, hanya seorang Yu Zha Tingkat 2 saja yang baru bisa memunculkan titik sekecil itu sebagai pertanda jika dia sudah bisa menggunakan kekuatan Spiritualnya.


"Cukup Fang An, jangan kamu paksakan lebih jauh lagi! Ini sudah cukup untuk mu sebagai pemula! Jika kamu bisa pindahlah ke energi Murni Xiazudra!" ucap Feng Huang.


Titik cahaya kecil putih itu tidak menghilang saat Fang An mau berpindah ke energi murni Xiazudra, dia mencoba mencari energi itu yang ada di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Energi murni milik Muladra memiliki esensi dingin sebagai lambang air, sedangkan Xiazudra memiliki esensi panas sebagai lambang Api.


Esensi Muladra yang melambangkan air tidak akan mempengaruhi Spirit Root Elemen Api Fang An, sebab itu tidak ada hubungannya dengan Spirit Root Elemen.


Muladra dan Xiazudra adalah dua dari lima pondasi untuk memperkokoh kemampuan dalam diri serta membangkitkan kekuatan Spiritual, dalam hal ini lima Pondasi adalah hal terpenting untuk menyempurnakan kemampuan seorang Kultivator dalam berkultivasi, baik secara raga maupun jiwa.


Fang An terus berusaha mencari esensi panas itu, walau di dalam dirinya ada Spirit Root Elemen Api, namun dia tetap tidak bisa merasakan esensi panas yang merupakan energi murni Xiazudra.


"Tidak bisa! Aku tidak bisa menemukannya," batin Fang An namun tetap berusaha.


"Kalau kamu belum bisa, lakukanlah lain waktu saja! Sekarang kamu gunakan saja Energi Murni Muladra mu untuk membangkitkan kekuatan Spiritual mu, namun harus berhati-hati karena jika kamu gagal, seluruh jaringan syaraf mu akan membeku dan kamu tidak hanya gagal, tetapi akan lumpuh!" ucap Feng Huang saat menyadari jika Fang An kesulitan untuk menemukan Energi Murni Xiazudra yang baru terbentuk di dalam tubuhnya.


Begitu Feng Huang selesai menyelesaikan arahannya, Fang An segera memfokuskan dirinya untuk menggunakan Energi Murni Muladra nya menyatu dengan beberapa titik pembuluh darah di dalam dirinya.


Dengan menyatukan energi murni Muladra kebagian pembuluh darahnya, maka energi itu akan mengalir hingga ke otak dan mempertajamkan kekuatan pikirannya.


Hal ini akan mampu membangkitkan kemampuan pikiran Fang An agar bisa merasakan energi alam hingga energi makhluk hidup dalam jarak kurang lebih hampir dua ratus meter.


Walau Jiwa Fang An berada di Alam Jiwa, namun raga Fang An yang berada di luar mulai menunjukkan tanda-tanda jika Kultivasi nya akan naik tingkat, bahkan jiwa Fang An mulai bisa merasakan energi orang-orang yang berada di luar rumah Mu Yuan, dan energi mereka yang berada dalam jarak seratus meter lebih mulai dapat dirasakannya.


Tubuh Fang An yang sedang bermeditasi di dalam kamar mulai melepaskan butiran energi Qi yang menyebar hampir ke seluruh ruang kamarnya, sedangkan di Alam Jiwa hal serupa pun juga terjadi.


Energi Qi yang sudah memadat langsung diserap seperti sebuah lubang hisap masuk ke kedua telapak tangannya yang membentuk sebuah segel khusus.


Setelah seluruh Qi terserap habis, titik cahaya putih di dahinya juga ikut menyatu dengan energi yang terserap, hal itu membuat Fang An seperti memiliki mata batin yang bisa melihat ke tempat yang cukup jauh walau dalam keadaan mata sedang tertutup.


Dengan terserapnya energi padat itu, Fang An berhasil naik ke Tingkat 6, ditambah dengan kemampuan Spiritualnya yang berhasil dibentuk, kekuatan bertambah satu tinggal lagi, sehingga berhasil menaikkan dua tingkat dalam satu kali meditasi.


Fang An yang sudah mencapai tahap Yu Zhi Tingkat 5 kini sudah naik menjadi Yu Zhi Tingkat 7, dan Fang An baru menyelesaikan meditasinya saat matahari sudah agak condong ke barat.


"Lebih cepat dari yang aku perkirakan! Sekarang kamu memiliki kekuatan Spiritual dasar Fang An, walau kemampuan ini belum cukup untuk melepaskan kekuatan besar dari Inti Petir Putih, tapi ini sebuah awal untuk mencapai tahap Yu Zhi Tingkat 9, setidaknya akan jauh lebih cepat dengan dukungan kekuatan Jiwa Spiritual dasar mu!" ucap Feng Huang.


Fang An tersenyum puas saat mengetahui jika dia berhasil naik dua tingkat dan juga berhasil membangkitkan kekuatan Jiwa Spiritual dasar yang seharusnya baru dapat dia kuasai jika sudah mencapai tahap Yu Zha.


"Sudah berapa lama aku bermeditasi guru?" tanya Fang An.


"Tidak lama! Karena kamu memulainya saat melewati tengah malam, maka hitungannya sama seperti satu malam, walau saat ini hari sudah hampir sore!" jawab Feng Huang.

__ADS_1


"Owh! Kalau begitu aku harus kembali untuk melihat kondisi ayah," kata Fang An lalu dia segera keluar dari Alam Jiwa nya.


Fang An membuka matanya yang memancarkan cahaya putih selama dua tarikan nafas nya, dia melihat ke arah Cincin milik Wang Lao Yi yang memancarkan cahaya perak menyelimuti seluruh cincin itu.


"Sepertinya Guru Wang masih belum selesai!" gumam Fang An lalu dia memindahkan cincin itu ke dalam pakaiannya karena saat ini dia masih belum bisa menggunakannya, terlebih lagi Fang An tidak boleh memasukkan Cincin itu kedalam Cincinnya sendiri, karena itu akan menghambat proses pembukaan Ruang yang dilakukan oleh Wang Lao Yi.


Fang An merasakan energi milik Mu Yi Ling berada di depan kamarnya, dia bangkit lalu melangkah keluar dari dalam kamarnya.


Fang An melihat gadis cantik itu yang mengenakan gaun merah cantik yang serasi dengan warna kulit Mu Yi Ling yang putih bening. "Kenapa kamu berdiri di depan kamarku?" tanya Fang An.


"Aku hanya ingin melihat kondisimu, sebab sejak tadi pagi kamu tidak keluar, tapi pintu kamar malah di kunci, jadi aku menunggumu saja di luar! Jika sampai malam nanti kamu tidak juga keluar, aku berniat untuk mendobrak masuk, sebab ayahmu sangat mengkhawatirkanmu!" jawab Mu Yi Ling.


"Apakah ayah sudah pulih?" tanya Fang An.


"Dia sudah baikan walau tidak sepenuhnya pulih, namun sudah dipastikan jika Paman Fang Xian baik-baik saja!" jawab Mu Yi Ling.


"Aku mau menemui ayahku!" kata Fang An.


"Ayo aku bawa kamu ke mereka."


"Mereka?" Fang An bingung namun dia segera tahu akan siapa yang Mu Yi Ling sebut dengan mereka.


Fang An dan Mu Yi Ling berjalan bersama menuju ke sebuah ruangan tempat keberadaan Fang Xian dan yang lainnya berkumpul.


Fang An melirik ke arah seberang jalan mereka dan dia melihat tiga orang pemuda yang seusia dengan dirinya sedang memperhatikan dirinya yang bersama dengan Mu Yi Ling.


"Itu adalah senior Mu Xao Tang, dia adalah murid Paman Mu Sha serta pemuda paling berbakat di Klan Mu ini, sedangkan dua pemuda lainnya adalah dua temannya yang juga berasal dari Klan Mu!" kata Mu Yi Ling menjelaskan saat menyadari lirikan Fang An kepada ketiga pemuda itu.


Fang An merasakan kemampuan Mu Xao Tang yang sudah mencapai tahap Yu Zhe Tingkat 9 dan akan segera maju ke tahap Yu Zhi.


"Owh!" kata Fang An lalu dia kembali melanjutkan jalannya dan mengabaikan tatapan tidak senang Mu Xao Tang padanya.


"Anak dari Klan Fang itu harus aku beri pelajaran! Berani-beraninya dia mendekati Nona muda ku," kata Mu Xao Tang dengan mengepalkan tangannya lalu memukul dinding dengan keras.


"Aku setuju, kakak saja yang sangat mencintai Nona muda saja tidak pernah jalan sedekat itu, tapi Pemuda dari Klan Fang itu malah enak-enakan jalan di sampingnya! Kita tunggu kesempatan nanti lalu memberikannya pelajaran agar dia tahu siapa Kakak kita ini!" ucap teman di sampingnya.


Mereka bertiga secara diam-diam mengikuti Fang An dan Mu Yi Ling dari jarak jauh, mereka bertiga tidak sadar jika Fang An sudah mengetahui jika dirinya sedang mereka ikuti, namun Fang An tidak mau ambil pusing karena dia tidak mau mencari masalah dengan siapapun selama dirinya juga tidak di ganggu.

__ADS_1


***


Maaf karena tidak update semalam, dan untuk beberapa hari ini saya hanya bisa Update 1 bab dulu, sebab masih ada urusan keluarga yang harus saya selesaikan, jika sudah selesai mungkin saya akan update dua bab lagi setelahnya.


__ADS_2