SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Pahlawan Akademi


__ADS_3

Ledakan yang tiga kali lebih besar kembali tercipta di Puncak Gunung, guncangan serta gelongbang kejutnya menghempaskan apapun yang di lewatinya, bahkan daya kejutnya yang sangat besar sampai ke tempat Xhang Gugu dan para Tetua lainnya berada.


"Energi Penghancur ini milik siapa? Daya kejutnya sungguh menakutkan!" kata Han Yuwei.


Mereka semua melihat jamur asap yang membumbung tinggi ke langit, gumpalan asap itu juga melepaskan sambaran petir yang bercahaya dari setiap kilatan yang menyambar.


Bing Xuyue yang seharusnya aman berada di dalam Teratai Bunga Es nya ternyata tidak mampu bertahan dari efek ledakan yang membawa badai panas sehingga Teratai Bunga Es nya yang menutup langsung hancur dan tubuh Bing Xuyue terhempas cukup jauh kebelakang.


Para murid-murid saling bergandengan tangan agar tidak terseret badai angin dari efek ledakan tersebut, begitu juga dengan Ji Xao Long dan Er Guo, mereka berdua harus menjauh karena merasakan tanda bahaya dari ledakan itu.


Mereka semua melihat bola raksasa yang masih memancarkan sambaran petir dari luar bola serta menyambar ke segala arah, yang paling menakutkan lagi petir yang berada di dalam kurungan bola, petir yang begitu rapat serta badai api yang berputar di dalamnya membuat Ji Xao Long dan Er Guo merinding, mereka sadar walau kemampuan mereka berada di tahap Xu Qin, namun jika mereka berdua berada di dalam kurungan Bola Petir itu, kemungkinan besar mereka akan mengalami cedera yang fatal.


"Anak ini kenapa bisa memiliki kekuatan penghancur sekuat ini? Dari mana dia mempelajarinya?" batin Ji Xao Long.


Bing Xuyue yang berhasil bertahan walau mengalami sedikit luka menatap bola petir besar di atas puncak gunung, kali ini dia benar-benar sangat mengkhawatirkan kondisi Fang An, hanya saja apa yang bisa diperbuat sekarang, bahkan sosok sekuat Ji Xao Long dan Xhang Gugu sekalipun tidak berani mendekati bola petir yang menakutkan itu.


"Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, Fang An ini benar-benar membuat pikiranku tidak bekerja! Berapa banyak Teknik Rahasia lainnya yang dia miliki?" kata Lin Hang.


"Apakah kamu tidak cukup beruntung karena Fang An tidak menggunakan Teknik ini saat melawan mu?" ucap Sao Yi Feng dan Lin Hang hanya tersenyum kaku.


Han Wang juga tidak bisa berbicara apa-apa lagi, sekarang dia baru mengerti dan menyadari betapa kuatnya Fang An. "Apakah ini alasan Penatua dan Bibi Bing Rong ingin menjodohkan Nona Bing dengan Fang An? Eyang Bing Chen pasti sudah tahu kekuatan besar ini, bahkan jika dibandingkan dengan ku, mungkin aku tidak lebih dari seekor semut di hadapan Fang An," batin Han Wang, hanya saja rasa iri akan ketinggalannya terhadap Fang An semakin mengganjal di hatinya.


"Jadi seperti ini kekuatan sebenarnya ketua kita?" kata Gui Lang.


Tang Chin hanya diam saja, dia sendiri juga baru pertama kali melihat kekuatan Fang An, sejak awal dia tidak pernah tahu akan kekuatan Fang An yang sebenarnya, bahkan Yan Hang yang paling pertama berteman dengan Fang An juga sama terkejutnya.


Semuanya menatap bola petir raksasa yang kini mulai menyusut, semakin lama bola itu semakin mengecil hingga seluruh badai berhenti, barulah bola petir itu kembali ke ukuran semula, dan terlihat dua sosok yang melayang di udara, namun kondisi keduanya benar-benar sangat mengejutkan semua orang.


Walau jaraknya cukup jauh, namun ada beberapa orang berkemampuan tinggi yang bisa melihat kondisi mereka dengan kekuatan jiwa Spiritual mereka yang cukup besar, seperti Bing Xuyue, Sao Yi Feng, Lin Hang, Huang Yan, Meng Lin, Han Wang, dan para guru Pembimbing, Ketua dan para Tetua.


Kondisi Fang An sangat menyedihkan, pakaiannya habis terbakar dan dia hampir sepenuhnya telanjang walau masih ada beberapa pakaian yang menempel, namun seluruh kulitnya sudah melepuh, dan Fang An terlihat sangat lemah, mungkin dia tidak akan bisa bertahan cukup lama.


Namun yang paling menyedihkan adalah kondisi Fao Zunzi, dari dada keatas sudah tidak ada lagi, yang tersisa hanyalah bagian perut kebawah, dan itu pun juga sudah sangat berantakan, ledakan itu jelas membuat kedua sosok itu pasti akan mati.


Namun dari belakang tubuh Fao Zunzi ada kabut tipis yang keluar dari sisa tubuh yang hancur, mereka semua tahu jika itu adalah Jiwa Spiritual Fao Zunzi yang masih selamat.

__ADS_1


"Bocah bodoh, walau kamu bisa menghancurkan tubuhku, namun aku masih bisa melepaskan diri, kamu hanya melakukan tindakan bunuh diri yang sia-sia saja!" kata Fao Zunzi dalam wujud Roh nya.


Fang An yang masih memiliki sedikit kesadaran samar-samar dapat melihat tubuh Fao Zunzi yang hancur serta jiwa Spiritualnya yang berhasil selamat, hanya saja Fang An sempat menunjukkan senyuman tipis yang membuat Fao Zunzi merasa heran.


Tanpa Fao Zunzi sadari jika sebenarnya ledakan Petir Dewa Penghancur memiliki dua ledakan penghancur, dan kesalahan Fao Zunzi yang jiwa Spiritual nya berhasil selamat, dia tidak langsung pergi dari sana karena masih ada bola petir di depan tubuhnya yang sudah hancur.


Tepat saat Fao Zunzi menatap Bola Petir yang sudah mengecil itu, bola itu tiba-tiba melepaskan aura yang sama besarnya dengan yang sebelumnya, dan setelah itu bola Petir itu mengeluarkan cahaya terang lalu meledak kembali yang membuat segel yang mengurung Inti Petir Merah juga pecah.


"Sialan kamu..!" teriak Fao Zunzi yang saat ini berwujud Roh dan kemudian jiwa Spiritual dan tubuhnya langsung dihancurkan oleh ledakan kedua.


Ledakan yang kedua juga memiliki efek penghancur yang sama seperti ledakan yang pertama, hanya saja ledakan kedua tidak membentuk sebuah kurungan, melainkan sebuah ledakan pemusnah baik itu raga maupun jiwa.


Bisa di bilang kekuatan penghancur yang sebenarnya berada di ledakan kedua, karena ledakan itu mampu melenyapkan jiwa Spiritual dan tidak akan bisa bangkit lagi selama-lamanya.


Xhang Gugu dan para Tetua terpaksa meninggalkan pertarungan mereka saat melihat cahaya yang kedua, mereka semua sadar jika para murid-murid yang masih berada di Aula Menara tidak akan selamat jika terkena dampak dari ledakan yang kedua.


Dengan terpaksa mereka menggunakan kecepatan mereka sebelum terlambat dan tepat saat ledakan kedua terjadi, keempat Tetua sudah berhasil tiba dan segera menggabungkan kekuatan mereka untuk melindungi semua murid-murid Akademi.


Ledakan kedua kali ini benar-benar menghancurkan segalanya yang berada di luar perlindungan para Tetua, baik itu puncak gunung maupun bangunan, bahkan pancaran Inti Petir Merah kini mulai menyebar yang membuat semuanya mulai khawatir saat menyadari jika segel yang selama ini mengurung Inti Petir Merah sudah pecah akibat ledakan kedua.


Hanya saja Fao Zunzi sendiri sudah hancur setelah terkena dua ledakan dari satu teknik penghancur, sedangkan Giok yang dibawanya pastinya juga ikut hancur.


Para tetua menghela nafas lega setelah mereka berhasil menahan efek ledakan kedua sehingga para murid-murid akademi selamat, sedangkan para musuh mulai bergerak mundur saat Long Xang memberikan aba-aba untuk kembali, karena saat ini mereka sudah tidak memiliki Giok Penampung Energi.


Tanpa benda itu maka semuanya akan sia-sia, jadi Long Xang mengambil kesempatan saat para tetua memfokuskan diri mereka untuk melindungi para murid-murid Akademi, sedangkan para Ketua berusaha menahan mereka agar tidak kabur, hanya saja kekuatan mereka saat ini juga berkurang, belum lagi masih ada Long Xang dan para dua pelindung lainnya serta Spirit Beast Bumi 5 yang bisa membunuh mereka dengan mudah, akibatnya para Ketua juga tidak terlalu berani mencegah mereka yang mulai bergerak mundur.


Tepat saat sisa ledakan mulai reda, semuanya memperhatikan kekuatan Sambaran Petir Merah yang keluar dari dalam gunung, sambaran dengan energi yang sangat luar biasa itu melesat ke udara dan menimbulkan kilatan merah di awan sebelum akhirnya pilar energi berwarna merah naik ke langit.


"Para tetua dan para ketua, segera kembali dan bantu aku menyegel kembali kekuatan Inti Petir Merah ini sebelum kekuatannya terlepas dan menghancurkan seluruh akademi ini!" seru Xhang Gugu dan kemudian mereka berempat berniat untuk terbang ke puncak gunung.


"Hai lihat itu!" salah satu murid melihat ada sosok yang jatuh menuju ke tempat Segel Inti Petir Merah yang sudah pecah.


"Fang An! Itu adalah Fang An, cepat selamatkan dia!" kata Bing Xuyue yang berteriak minta tolong saat mengetahui jika sosok yang jatuh menuju ke tempat Inti Petir Merah berada adalah Fang An.


"Dia terlalu dekat dengan Inti Petir Merah!" kata Xhang Gugu.

__ADS_1


Xhang Gugu sempat ragu karena tubuh Fang An sudah sangat dekat sekali dengan Inti Petir Merah, dengan kekuatannya saat ini, Xhang Gugu juga tidak akan sanggup jika harus menghadapi kekuatan Inti Petir Merah secara langsung.


"Tetua aku mohon selamatkan Fang An!" kata Bing Xuyue yang terlihat pucat karena dia melihat kondisi Fang An yang sangat parah.


"Murid Bing, kami akan berusaha menyelamatkannya, tapi kami tidak bisa menjaminnya!" kata Xhang Gugu dan kemudian dia bersama para tetua dan ketua segera melesat untuk menyelamatkan Fang An.


Namun belum sempat sampai ke puncak gunung yang sudah hancur, Sambaran petir merah muncul dan menyerang para tetua serta ketua yang ingin mendekat, hal itu membuat mereka terpaksa melakukan perlawanan yang membuat mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk menolong Fang An.


"Murid Fang, sadarlah dan cepat pergi dari tempat itu!" kata Lao Yang He.


Mereka semua tahu jika Fang An mulai kehilangan kesadarannya, tubuhnya mengalami luka bakar yang sangat parah, namun para tetua berharap ada keajaiban lain yang bisa membuat Fang An bisa sadar agar bisa pergi dari kawah gunung yang hancur.


Disaat para Tetua dan Ketua bertahan dari serangan Inti Petir Merah, Fang An sendiri saat ini hanya melihat samar-samar cahaya merah yang membentuk pilar ke langit.


"Fang An, apakah kamu bisa mendengarku? Woi Fang An aku sudah mengirimkan energi ku, ayo sadarlah!" kata Feng Huang dan Wang Lao Yi.


"Guru! Maafkan murid yang tidak mengikuti perintah guru! Murid tidak berbakti sehingga langit menghukum ku!" kata Fang An di dalam pikirannya namun dengan kondisi paling lemah.


Fang An tersenyum sesaat seraya bergumam pelan di sisa kesadarannya, "Ayah, Ibu! An'er telah gagal dan tidak bisa menepati janji, maafkan An'er! Singa Es, aku sudah membalas kematian mu, sekarang aku akan menyusul mu!" batin Fang An yang kesadarannya mulai menghilang dan akhirnya dia menutup mata sehingga semuanya menjadi gelap, bahkan suara teriakan kedua gurunya tidak lagi bisa dia dengar, dan Fang An jatuh ke dalam Segel Inti Petir Merah.


Melihat Fang An yang tidak bisa diselamatkan, Bing Xuyue benar-benar syok, dia melepaskan seluruh energi yang dia miliki sehingga sayap Qi Elemen Es nya kembali terbentuk.


Bing Xuyue berniat mengejar Fang An, namun para guru Pembimbing yang datang tepat waktu segera menahan Bing Xuyue sehingga mereka berhasil menahan Bing Xuyue agar tidak pergi mengejar Fang An.


Jika Bing Xuyue kesana, yang ada dia hanya akan mengantarkan nyawanya, pada akhirnya Bing Xuyue hanya bisa berteriak tidak berdaya sebelum akhirnya dia juga jatuh lemas karena pertarungan itu sudah membuat tubuh serta mentalnya kelelahan.


Begitu tubuh Fang An jatuh dan masuk kedalam segel tempat Inti Petir Merah berada, secara bersamaan serangan Inti Petir Merah juga berhenti sehingga para tetua dapat menyegel kembali Inti Petir Merah kembali, sedangkan Fang An sudah jelas tidak akan bisa diselamatkan.


Pertempuran yang berlangsung selama hampir satu malam itu memang tidak menimbulkan banyak korban jiwa, sedangkan yang terluka cukup banyak.


Kondisi akademi benar-benar sangat hancur akibat pertarungan antara para Pelindung dan para Yu Jing, namun yang paling parah adalah di sekitar puncak gunung, ledakan energi penghancur milik Fao Zunzi memang cukup besar, namun yang lebih menakutkan dan banyak menimbulkan kehancuran justru energi penghancur milik Fang An.


"Akademi sudah kehilangan satu murid paling berbakat, dia rela mati demi melindungi Akademi serta berhasil membunuh seorang ahli dengan kekuatannya yang baru mencapai Tahap Yu Zha Tingkat 5, dengan ini Fang An ketua Kelompok Petir Langit sekaligus murid paling berbakat akan dianggap sebagai pahlawan Akademi, aku harap kalian semua bisa mengikuti jejaknya di masa depan, dan untuk saat ini kita akan memulihkan Kekuatan akademi, setelah itu kita akan melakukan pembalasan demi Pahlawan Akademi kita Fang An!" kata Xhang Gugu.


Semua murid menundukkan kepala mereka, semuanya hanya bisa mengingat saat Fang An masih berada di arena, sedangkan yang paling murung adalah para Anggota Kelompok Petir Langit, sebab mereka telah kehilangan ketua paling berjasa bagi semua anggota kelompok Petir Langit.

__ADS_1


"Ketua, beristirahatlah dengan tenang, kami para anggota mu akan berlatih lebih giat lagi agar bisa menjadi lebih kuat seperti yang ketua harapkan!" kata Qiao Yi.


__ADS_2