
***
"Hati-hati Fang An, berlatihlah dengan giat!" kata Fang Yin seraya memeluk putranya.
"Ibu juga jaga diri baik-baik, jangan lagi melakukan hal yang membahayakan keselamatan ibu!" kata Fang An.
Fang An menghampiri ayahnya setelah itu dia memeluknya dengan erat. "Pergilah dan berlatihlah hingga kamu merasa cukup mampu untuk kembali melindungi kami!" ucap Fang Xian.
"Iya ayah! Setelah aku pergi, tolong jaga ibu," kata Fang An.
"Pasti-pasti!" jawab Fang Xian.
Setelah selesai berpelukan dan berpamitan kepada ayah dan ibunya, Fang An menghampiri Fang Zui dan Mu Yuan.
"Tuan Mu, Paman Fang Zui! Aku titip ayah dan ibu serta seluruh anggota Klan Fang hingga aku kembali!" kata Fang An.
"Aku pasti akan selalu melindungi Klan Fang dengan seluruh kemampuanku!" jawab Mu Yuan.
"Kamu tidak perlu khawatir lagi Keponakanku, kami disini dilindungi oleh orang-orang kuat!" kata Fang Zui.
Fang An mengangguk kemudian dia disapa oleh Fang Wu Hong. "Tuan Muda, semoga selama tiga tahun kedepan, Tuan muda sudah mampu untuk melawan Penatua itu, kami akan menunggu Tuan muda kembali!" kata Fang Wu Hong.
"Aku akan berusaha paman! Tolong jaga Fang Xiao Fei, jika bisa latihlah dia," kata Fang An.
"Itu pasti!" jawab Fang Wu Hong.
Fang Zoli yang berdiri agak jauh mendekati Fang An lalu berbicara padanya. "Fang An, jangan sampai perjalananmu yang ini terkendala lagi seperti yang pertama!" ucapnya.
Fang An hanya tersenyum seraya mengangguk kemudian dia menghampiri Qin Shia Peng yang berdiri bersama para Yu Jing serta seluruh kelompok Sekte Teratai Bunga Es termasuk Bing Rong dan Bing Zao Ling serta Bing Chen.
"Terima kasih atas bantuan kalian semua, saya akan selalu mengingat kebaikan para senior dan akan berusaha membalas hutang ini di masa depan!" kata Fang An.
"Tidak perlu memikirkan hal itu, yang penting saat ini kamu fokuskan dirimu untuk berlatih di Akademi Puncak Angin Surga, dan pastikan tiga tahun lagi kamu sudah bisa melawan kesombongan Fu Jianzi!" kata Chang Hanzi.
Fang An mengangguk seraya tersenyum kepada Chang Hanzi dan semuanya, dia menangkupkan kedua tangannya lalu pergi menghampiri Singa Es, disana sudah ada Luo Ying dan Gu Fei Ming.
"Kakak Luo, kakak Gu, sampaikan salam ku pada guru jika dia sudah kembali dari retret nya!"
"Iya adik! Kamu juga harus berhati-hati, dan segera kembali tiga tahun lagi!" jawab Luo Ying.
"Akan aku usahakan! Owh iya, aku sudah mendapatkan informasi keberadaan tanaman Akar Pohon Magma, menurut informasi keberadaannya berada di hutan dekat dengan perbatasan Benua Daratan Hijau dan Benteng Putih, aku nanti akan mencarinya dan akan mengolahnya saat sudah berada di dalam Akademi, jadi tunggulah aku tiga tahun lagi, aku akan memberikan Pil Matahari itu kepada kalian dan tentu saja kakak Shin He juga akan kebagian!" kata Fang An.
"Kami tunggu janjimu itu!" ucap Gu Fei Ming.
Fang An mengangguk lalu dia mengelus kepala Singa Es dan kemudian dia menaiki punggungnya. "Semuanya! Aku berangkat ke Akademi Puncak Angin Surga sekarang, sampai jumpa di tiga tahun mendatang," ucap Fang An seraya melambaikan tangan dan kemudian Singa Es mulai melayang di udara lalu melesat dengan kecepatan tinggi terbang ke arah Selatan.
Hanya dalam waktu singkat saja, Fang An dan Singa Es sudah menghilang dari pandangan semua orang, sedangkan Fang Yin hanya menahan rasa kehilangannya, padahal Fang An akan masih akan kembali tiga tahun lagi, namun yang namanya seorang ibu pasti merasa tidak rela jika harus berpisah terlalu lama dengan anaknya.
__ADS_1
Semua orang mulai kembali ke kesibukan mereka masing-masing, sedangkan Bing Chen hanya menatap ke arah menghilangnya Fang An seraya bergumam, "Dia akan segera datang yueyue, kalian akan segera bertemu," gumamnya dengan pelan.
Yang disebut yueyue oleh Bing Chen adalah cicit nya yaitu Bing Xuyue yang sudah berada di Akademi Puncak Angin Surga lebih dulu, sudah dua tahun lebih Bing Xuyue berada di Akademi Puncak Angin Surga bersama dengan Hun Wang.
***
Singa Es terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi, walau dengan seluruh kecepatan yang dimiliki oleh Singa Es saat ini, tetap saja akan membutuhkan waktu yang lama untuk tiba di perbatasan, sebab jarak ke perbatasan Benua Daratan Hijau itu sangatlah jauh.
Fang An yang sedang duduk bersila di atas punggung Singa Es sedang berbicara kepada kedua gurunya, dan mereka sudah hampir setengah hari terbang melewati beberapa desa serta gunung dan juga hutan.
"Jangan menyuruh Singa Es mu untuk terbang terus menerus Fang An, dia juga butuh energi untuk beristirahat, jadi turunlah dulu dan beristirahat sejenak untuk memulihkan stamina Spirit Beast mu!" kata Wang Lao Yi.
Fang An menatap ke bawah, dia tidak melihat desa apapun kecuali tanah kosong yang dipenuhi oleh rumput ilalang hijau serta beberapa pohon besar.
"Singa Es, kita istirahat dulu di bawah sana!" kata Fang An seraya mengelus leher Singa Es yang di penuhi bulu putih lebat serta dingin.
Singa Es segera turun lalu dia mendarat di dekat kayu besar dan tidak jauh dari kayu itu ada sungai kecil yang mengalir ke arah sebuah persawahan agak jauh dari tempat mereka beristirahat.
Setelah sampai di bawah, Fang An segera mengeluarkan Kualinya dan membuat Pil pemulihan khusus untuk Singa Es, untungnya dia masih memiliki Darah Ular Batu Sayap Naga pemberian Fu Lie Wei, jadi dia memasukkannya satu tetes ke dalam kuali itu.
"Apakah kamu ingin meningkatkan kekuatan Spirit Beast mu?" tanya Feng Huang.
"Iya guru, aku ingin Singa Es bisa naik ke tingkat Bumi 4, sebab kekuatan sebesar itu sangat berguna untuk melawan kekuatan Fu Jianzi di masa depan!" jawab Fang An.
"Tidak mudah Fang An! Sebelumnya Singa Es sudah meminum Pil buatan Luo Ying yang mengandung kekuatan dari Daging Ular Batu itu, belum lagi Singa itu juga pernah memakan daging ular itu bersama dengan Luo Ying, jadi jika ingin menaikkan tingkat Praktik Singa Es dengan menggunakan Darah Ular Batu, itu tidak akan langsung bisa menaikan tingkat praktiknya, lebih baik kamu gunakan saja Darah Kuno milik Kera Kerbau!" kata Feng Huang.
Singa Es menghampiri sungai kecil itu lalu dia meminum airnya, setelah itu dia kembali ke samping Fang An dan duduk beristirahat guna menunggu Fang An yang sedang memurnikan Pil sekaligus memulihkan energinya.
Matahari sudah mulai melewati siang hari, yang artinya Fang An sudah cukup lama beristirahat sekaligus membuat Pil untuk Singa Es, setelah itu dia langsung memurnikannya sehingga terciptalah beberapa butir Pil berwarna merah.
Fang An menghela nafas lega, dia sempat merasa khawatir karena Pil yang ia buat memiliki resep yang berbeda, awalnya dia mengira akan gagal, namun ternyata usahanya benar-benar berhasil.
"Ini telanlah Singa Es!" kata Fang An dan kemudian dia duduk beristirahat setelah memasukkan sebutir Pil ke mulut Singa Es.
Setelah menelan Pil pemberian Fang An, tubuh Singa Es langsung melepaskan kabut dingin yang membuat rumput-rumput disekitarnya menjadi beku.
Kekuatan Singa Es sedikit meningkat setelah menelan Pil merah, sedangkan Fang An duduk memejamkan matanya.
Baru beberapa saat setelah memejamkan mata Fang An kembali membuka matanya karena dia merasakan kehadiran beberapa orang yang sedang menuju ke arahnya.
"Singa Es, ayo kita tinggalkan tempat ini!" kata Fang An.
Singa Es segera bangkit dan kemudian Fang An menaiki punggungnya, saat Singa Es bersiap untuk terbang, tiba-tiba saja beberapa anak panah melesat ke arahnya.
Singa Es mendengus pelan dan kemudian dia meraung keras membuat anak panah yang melesat ke arahnya berjatuhan, namun anak panah yang lain masih terus berdatangan seolah-olah ada yang ingin membunuh Singa Es bersama dengan Fang An.
"Ayo Singa Es jangan pedulikan serangan itu!" kata Fang An.
__ADS_1
"Hai ada orang di punggung binatang itu!" suara seorang pemuda berseru dan kemudian sesosok pemuda berusia 18 tahunan muncul dari balik rerumputan seraya kembali berseru, "Hentikan anak panah kalian, binatang ini bukan binatang yang kita cari!" serunya.
Fang An yang berniat untuk segera pergi mengurungkan niatnya setelah pemuda itu meminta kepada rekan-rekannya untuk berhenti memanah, dia menatap pemuda itu yang ternyata pemuda itu adalah seorang praktisi yang berada di tahap Yu Zhe.
"Maaf tuan karena kami telah menyerang tuan, sebenarnya target kami adalah Singa Putih namun bukan singa Tuan ini, sekali lagi saya minta maaf!" kata Pemuda itu.
Fang An tidak menjawab, dia masih memperhatikan pemuda itu dan kemudian sekitar 10 orang juga muncul dari balik rerumputan, mereka semua rata-rata memiliki tahap Praktik di tahap Yu Zhe, hanya saja tingkatnya berbeda-beda.
Andai Singa Es mau, Singa Es bisa melenyapkan mereka hanya dengan satu kali serangannya saja, hanya saja mereka sepertinya bukan orang-orang yang berniat jahat.
Fang An menghela nafas panjang dan kemudian dia turun dari Punggung Singa nya dan menghampiri pemuda itu seraya berkata, "Tidak apa-apa, aku juga ingin meminta maaf karena telah lancang beristirahat di tempat ini tanpa meminta izin kepada pemilik tempat ini!" jawab Fang An.
"Tidak ada yang memiliki tempat ini, tempat ini adalah tanah kosong tanpa ada pemiliknya, hanya saja di sekitar sini ada seekor Singa putih yang sering menyerang warga Desa di sana!" kata pemuda itu.
"Singa Putih? Apakah Singa itu juga bisa melepaskan hawa dingin seperti Es?" tanya Fang An.
"Tidak tuan, Singa itu tidak memiliki kekuatan seperti itu, namun singa itu bisa melepaskan elemen angin!" jawab pemuda itu.
"Owh, aku pikir Singa Putih itu juga Singa Es yang sama seperti Singa ku ini!" kata Fang An lalu dia memperhatikan semuanya.
"Singa Putih yang memiliki elemen Angin! Berada di tingkat apa Anim Beast itu?" tanya Fang An.
Melihat mereka semua yang memiliki kemampuan Yu Zhe, Fang An merasa heran, mungkin Anim Beast yang mereka kejar adalah Anim Beast Bumi 1 atau 2.
"Dia adalah Anim Beast Bumi 1!" jawab pemuda itu.
"Hanya Anim Beast Bumi 1! Dengan kemampuan kalian semua seharusnya kalian sudah lebih dari cukup untuk menangkapnya bukan?" kata Fang An.
"Iya, tapi Singa itu memiliki rekan yang bersembunyi, biasanya Singa yang satunya akan keluar jika rekannya sedang dalam bahaya!" jawab pemuda itu.
"Bukankah tadi kamu bilang hanya seekor, kenapa jadi bertambah?" tanya Fang An yang kebingungan.
"Bena sekali Singa itu hanya seekor saja yang datang menyerang, namun tidak jauh dari sini ada sarang mereka, dan disana ada sekitar Enam Singa Putih, dan kami tidak berani jika harus kesana, karena itu kami menunggunya disini, siapa tahu salah satu dari mereka ada berkeliaran di sekitar sini!" jawabnya.
"Em, sepertinya aku harus kesana, siapa tahu aku bisa mendapatkan Spirit Core nya, lumayan bukan jika mendapatkan Enam Spirit Core Anim Beast!" batin Fang An.
"Aku akan membantu kalian, namun sebagai imbalannya, Spirit Core keenam Anim Beast itu akan menjadi milikku , bagaimana?"
"Silahkan saja, kami juga tidak membutuhkan Spirit Core mereka, yang kami inginkan hanyalah keamanan di desa kami saja!" jawab pemuda itu dan rekan-rekannya mengangguk setuju.
"Kalau begitu tunjukkan padaku dimana sarang Anim Beast itu!" kata Fang An.
"Di sebelah bukit sana," jawab pemuda itu dan kemudian Fang An menaiki punggung Singanya lalu mereka berdua segera kesana dengan cara terbang.
"Itu adalah Spirit Beast Bumi 3!" pemuda itu terkejut setelah melihat Singa Es yang bisa terbang.
Mereka semua merasa senang karena akhirnya ada orang baik yang belum mereka kenal bersedia untuk membantu mereka, apalagi kekuatan Singa putih itu berada di tingkat Bumi 3.
__ADS_1