SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Tantangan


__ADS_3

Singa Es terbang dengan kecepatan tinggi menyusul ayahnya serta anggota Klan Mu yang kemungkinan masih belum jauh, dengan kecepatan Singa Es, mereka berdua bisa menyusul para anggota Klan Mu.


"Guru, kenapa kalian tidak menunggu ku jika akan berangkat ke Markas cabang Bayangan Bulan?" tanya Fang An setelah berhasil menyusul Gu Yao He.


"Sejak tadi siang ayahmu sudah mencarimu, tapi kami semua tidak ada yang tahu kamu dimana!" jawab Gu Yao He lalu dia memperhatikan Pedang Biru di punggung Fang An seraya bertanya, " Apakah itu pedang milik mu?" tanya Gu Yao He.


Mu Zhi Tian juga memperhatikan pedang biru besar di punggung Fang An, dia dan Gu Yao He juga merasakan jika kekuatan Fang An kembali meningkat.


"Iya guru! Pedang ini aku peroleh dari dalam dasar jurang waktu itu," jawab Fang An.


"Jurang? Jurang yang mana yang kamu maksud?" tanya Mu Zhi Tian.


"Jurang itu, Jurang Tanpa Dasar!" jawab Fang An dan Gu Yao He menguatkannya dengan mengangguk.


Mu Zhi Tian tentu tidak percaya begitu saja walau Gu Yao He sudah membenarkannya, sebab selama ini belum pernah ada satu orangpun yang selamat jika sampai jatuh ke dasar jurang.


"Kalian berdua ingin mengerjai ku?" kata Mu Zhi Tian.


Gu Yao He hanya tertawa kecil sedangkan Fang An juga berniat untuk memberikan penjelasan.


"Aku akan gabung di bawah dengan mereka guru!" kata Fang An lalu dia segera turun untuk berjalan bersama dengan Ayahnya serta yang lainnya.


***


"Apakah kita akan diam saja yang Mulia?"


"Kita amati dulu perkembangannya, terlalu dini untuk memutuskan apakah kita akan ikut bergabung atau tidak, akan tetapi aku akan pergi kesana bersama tiga Panglima dan ratusan prajurit!"


"Kalau begitu hamba akan mempersiapkan para prajurit yang mulia!"


Chang Hanzi mengangguk lalu dia mengganti pakaiannya dari pakaian raja ke Pakaian tempur, walau dia akan menyusul anggota Klan Mu, namun dia tidak akan langsung ikut membantu.


Di tempat lain, Klan Qin juga membahas akan pergerakan Klan Mu yang sedang menuju ke Desa Zanxu, mereka juga sudah tahu kalau sebenarnya tujuan anggota Klan Mu adalah menuju markas cabang Bayangan Bulan untuk menyelamatkan istri Fang Xian.


Walau para anggota Klan Mu berangkat saat malam hari, namun tetap saja ada yang mengetahuinya.


Sangat sulit untuk menyembunyikan perjalanan anggota sebanyak ratusan orang itu, hal ini yang membuat perjalanan mereka segera diketahui oleh publik.


Klan Qin yang tidak pernah mau ikut campur urusan Klan lain, namun saat ini Penatua Klan Qin mulai merasa tidak nyaman, mau tidak mau Klan Qin akan mencoba mengamati lebih lanjut dan setelah itu barulah bisa memutuskan untuk berpihak di kubu mana.


Masalahnya saat ini, seluruh Klan besar dan kecil serta kelompok dan masyarakat sudah mengetahuinya, dan tentu saja Klan Hun juga mendengar kabar tersebut sehingga dengan cepat Klan Hun mengutus seseorang untuk mengabarkan hal ini ke Markas cabang Bayangan Bulan untuk bersiap-siap menyambut anggota Klan Mu yang akan datang.


Belum lagi dari Sekte Gunung Pohon Persik yang beberapa orang memang bergabung dengan gabungan kelompok Bayangan Bulan dan yang lainnya, kali ini beberapa kelompok segera dikirim ke Markas cabang, salah satu kelompok tersebut ialah , kelompok Pembunuh Kepala Ular yang mengirimkan beberapa Yu Zhi, Yu Zha dan Yu Zhu, tentu saja ada satu orang yang memiliki kemampuan tinggi juga dikirim kesana.


Kelompok lain juga mengirimkan beberapa petarung mereka, hal ini akan membuat pertahanan Markas akan semakin kuat, dan kini semuanya mulai bersiaga di tempat masing-masing.

__ADS_1


***


Setelah melakukan perjalanan selama satu hari dua malam, para anggota Klan Mu yang dipimpin langsung oleh Mu Yuan tiba depan markas cabang Bayangan Bulan.


Markas mereka memang agak jauh dari Desa Zanxu, dan markas mereka dibuat dari pagar kayu tinggi yang dibuat melingkar serta ada menara pengamat di pintu masuk.


"Sepertinya mereka sudah menunggu kedatangan kita!" kata Mu Yuan.


Gu Fei Ming menatap ke langit, namun dia tidak melihat keberadaan gurunya karena memang gurunya dan Mu Zhi Tian melayang terlalu tinggi.


Mereka melihat tiga orang sedang berdiri di depan pintu masuk, dan ketiga sosok tersebut semuanya mengenakan penutup wajah.


Mu Yuan, Fang Zui dan Fang An menghampiri mereka, begitu juga dengan ketiga sosok tersebut, dan keduanya bertemu di tengah-tengah.


Mu Yuan memang meminta Fang Zui dan Fang An yang ikut dengannya dan tidak mengajak Fang Xian, sebab dia khawatir Fang Xian akan bertindak gegabah lagi seperti malam itu.


"Salam kepada Penatua Klan Mu Mu Yuan, kami adalah tiga ketua Markas cabang menyambut kedatangan Tuan Mu!" kata salah satu dari mereka yang memiliki suara pria paruh baya, dan dia hanya menyapa Mu Yuan, sedangkan Fang Zui dan Fang An tidak mereka sapa.


"Aku datang kesini bukan untuk menghadiri jamuan! Karena kalian sepertinya sudah tahu akan maksud kedatangan kami, bagaimana kalau kita ke inti permasalahannya saja?"


"Iya kami sudah tahu dan memang menunggu kedatangan kalian semua, namun sebelum itu aku ingin melakukan penawaran terhadap kalian, bagaimana?"


"Penawaran? Penawaran apa yang kalian maksud?" tanya Fang Zui.


Mu Yuan mengerutkan dahinya dan menoleh kepada Fang Zui serta Fang An, dia tidak tahu apa yang saat ini mereka rencanakan.


"Kenapa kami harus percaya dengan ucapanmu?" tanya Mu Yuan.


"Tuan Mu! Nyawa Istri Fang Xian berada di tangan kami, hidupnya tergantung kepada keputusan kalian semua, jika kalian tetap mendengarkan kami dan memaksa untuk berperang, maka algojo kami akan langsung melenyapkan Istri Fang Xian sebelum kalian maju menyerang kami! Lihatlah disana itu," ucap pria tersebut seraya menunjukkan ke salah satu menara kayu yang ternyata di sana ada Fang Yin yang sedang berdiri dengan leher yang sudah ada tali gantungan, terlebih lagi ada dua algojo serta Segel Pelindung di sekitar menara.


"Ibu..!" Fang An terkejut melihat ibunya yang sedang berdiri di atas menara, walau jaraknya cukup jauh, namun Fang An bisa melihat dengan sangat jelas akan kondisi ibunya yang mulai kurus.


Fang Zui menahan Fang An agar tetap tenang, sedangkan Mu Yuan memperhatikan kondisi di sekitarnya.


Mu Yuan berusaha membaca situasinya, kondisi saat ini mungkin sangat sulit, walau Gu Yao He datang bersama dengan kakaknya juga tidak akan berakhir baik bagi Fang Yin, sebab menara itu seperti disegel oleh seseorang yang memiliki kemampuan Yu Zhu atau Yu Jing, jadi jika Gu Yao He dan Mu Zhi Tian ingin menyelamatkan Fang Yin dengan kemampuan mereka, maka mereka harus menghancurkan segel pelindung terlebih dahulu dan itu akan membuat kedua algojo akan langsung mengeksekusi Fang Yin sebelum Gu Yao He dan Mu Zhi Tian selesai menghancurkan Segel.


"Benar-benar sangat licik!" batin Mu Yuan.


"Katakan padaku apa yang sebenarnya kalian inginkan untuk melepaskan ibuku?" tanya Fang An.


"Owh jadi kamu mau langsung ke intinya? Baiklah aku akan mengatakannya! Jika kamu ingin ibumu itu bebas, kami meminta salah satu benda paling berharga milik Klan Fang untuk di tukar dengan ibumu, berikan pada kami dan kamu bisa membawa ibumu dari sini!" kata Pria tersebut.


Mu Yuan dan Fang Zui yang masih belum mengetahui benda apa yang sebenarnya mereka inginkan menatap Fang An lalu kembali menatap ketiga sosok tersebut.


"Kami tidak memiliki barang yang kalian maksud itu!" kata Fang Zui.

__ADS_1


"Benarkah? Hem sayang sekali, tapi sepertinya anak muda ini mengetahui sesuatu!" ucap pria itu.


"Fang An, kamu bisa serahkan aku pada mereka dan bawa ibumu pergi dari sini!" kata Feng Huang.


"Tidak Guru! Kamu dan Ibuku sama-sama berartinya bagi ku!" jawab Fang An.


"Tapi ibumu harus tetap di selamatkan Fang An."


"Aku tahu itu, namun jika harus memilih, aku ingin mempertahankan kalian berdua apapun resikonya!" jawab Fang An.


"Hem kamu mengingatkan ku pada Xiao!" ucap Feng Huang.


"Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan, tapi kamu tadi bilang kepada kami jika ada dua syarat bukan, apa syarat yang satunya?" tanya Fang An.


"Apa kamu yakin? Baiklah jika kamu tetap tidak ingin memberikan benda itu pada kami, untuk pilihan terakhir adalah, aku ingin menantang tiga orang anggota Klan Fang untuk bertarung dengan kami, tanpa bantuan Klan Mu dan yang lainnya! Jika kalian menang, kamu bisa membawa ibumu pulang, tapi jika kalah, maka Ibumu akan tetap berada disini dan seluruh anggota Klan Fang juga harus menyerah untuk menjadi tahanan kami hingga kami benar-benar mendapatkan akan apa yang kami inginkan!"


"Kalian sungguh licik! Klan Fang tidak ada yang memiliki kemampuan Yu Zhu seperti kalian, ini sama saja dengan menyudutkan Klan Fang!" ucap Mu Yuan yang tidak setuju dengan persyaratan yang kedua.


"Tuan Mu, biarkan pemuda ini dan Klan Fang yang memutuskan, yang lain jangan ikut campur!" ucapnya.


"Aku tidak setuju, lebih baik aku memilih perang daripada mengikuti akal licik kalian!" kata Mu Yuan lalu dia bersiap untuk mengangkat tangan sebagai perintah untuk berperang.


"Paman Mu Yuan, aku menyanggupi persyaratan yang kedua!" kata Fang An sehingga membuat Fang Zui dan Mu Yuan terkejut.


"Fang An, mereka bertiga sama-sama berada di tahap Yu Zhu, sedangkan anggota Klan kita hanya memiliki kamu dan ayahmu, itu pun hanya berkemampuan Yu Zhi, lalu siapa yang ingin kamu suruh untuk melawan mereka bertiga?" tanya Fang Zui.


"Aku sendiri!" ucap Fang An lalu dia menatap ketiga sosok itu dan berkata, "Aku terima syarat tantangan kalian!" ucap Fang An membuat mereka bertiga kebingungan.


"Apa kamu yakin ingin melawan kami seorang diri?" tanya pria itu.


"Demi Ibuku aku siap melawan kalian bertiga, sebagai anggota Klan Fang serta sebagai seorang anak, aku siap untuk menantang dunia walau nyawaku sebagai taruhannya!" ucap Fang An lalu dia melepaskan aura Petarung nya seraya mencabut pedang yang terikat di punggungnya.


Gu Yao He dan Mu Zhi Tian segera muncul di belakang Fang An membuat ketiga Ketua Markas terkejut akan kemunculan dua sosok di hadapannya.


"Fang An, dia ingin mempermainkan mu, jadi biar aku yang menggantikanmu!" kata Gu Yao He.


"Selain Klan Fang yang lain tidak boleh ikut campur, jika tidak maka algojo kami akan langsung menggantungnya!"


Gu Yao He dan Mu Zhi Tian menatap ke arah menara itu lalu mereka melepaskan energi mereka, namun Fang An langsung menahannya.


"Guru dan senior!"


Gu Yao He dan Mu Zhi Tian menatap Fang An yang menggelengkan kepalanya karena dia sangat khawatir ibunya dibunuh.


Karena berada di bawah ancaman, akhirnya Gu Yao He dan Mu Zhi Tian hanya bisa mengepalkan tangan mereka dan akhirnya semuanya mundur sekaligus memberikan ruang untuk Fang An bertarung melawan tiga orang Yu Zhu.

__ADS_1


__ADS_2