
"Bagaimana kondisinya? Apakah mereka bisa diselamatkan?"
Ji Xao Long memeriksa kondisi Long Xang dan Er Guo dengan menyalurkan Qi nya untuk menyelamatkan nyawa mereka, tubuh mereka hampir kering hingga hampir terlihat seperti kulit dan tulang, sedangkan energi mereka sangat sedikit yang tersisa.
"Kondisinya sangat memprihatinkan, jangankan fisiknya yang hancur, bahkan jiwanya juga ikut melemah, andaipun dia bisa melepaskan jiwa Spiritualnya, besar kemungkinan jiwanya akan bertahan sesaat saja sebelum akhirnya akan lenyap dari dunia ini!" jawab Ji Xao Long.
"Benar-benar sangat mengerikan sekali kekuatan hisap orang itu," gumam Xhang Gugu.
"Xha, Xhang Gugu! Ma, ma, maafkan aku karena sudah menyerang Akademi mu!" kata Long Xang dengan suara yang sangat lemah.
Xhang Gugu segera duduk mendekati Long Xang dan kemudian dia melihat ke arah Er Guo yang sudah terdiam dan sudah tidak bernafas lagi. "Long Xang, walau aku kecewa kepadamu, namun aku masih mengingat akan pertemanan masa kecil kita, aku masih bisa mengerti jika kamu melakukan ini karena terpaksa serta ingin membalas dendam akan kematian putramu yang mati di tangan Dewi Feniks Es!" kata Xhang Gugu.
Long Xang berusaha menunjukkan senyumannya yang terasa berat untuk melakukannya karena kondisinya yang semakin melemah, dia mengingat masa-masa kecilnya bersama dengan Xhang Gugu.
Long Xang dan Xhang Gugu berasal dari desa yang sama, mereka berdua tumbuh besar bersama dan sering bermain hingga usia keduanya menginjak 15 tahun. Saat itu ayah Xhang Gugu mengirim Xhang Gugu ke sebuah Sekte kecil sedangkan Long Xang bertemu dengan seorang praktisi Yu Jing dan keduanya terpisah karena takdir mereka masing-masing.
Seiring berjalannya waktu, mereka berdua sudah tumbuh dewasa dan sama-sama menjadi praktisi. Setelah keduanya sama-sama dewasa, jalan takdir mereka pun juga berubah dimana keduanya berjalan di jalan yang berbeda.
Xhang Gugu bergabung dengan akademi saat sudah mencapai tahap Yu Zhu sehingga dia langsung diangkat menjadi guru pembimbing oleh Tetua Agung hingga akhirnya dia berhasil menembus ke Tahap Ahli dan menjadi salah satu Tetua kedua setelah Tetua Agung.
Setelah waktu berlalu, keduanya kembali dipertemukan dalam sebuah konflik pertarungan, walau sempat terkejut setelah melihat teman masa kecilnya yang sudah sama-sama mencapai tahap Ahli, namun pertarungan mereka tidak bisa dibatalkan.
Baik Long Xang maupun Xhang Gugu memiliki kemampuan yang seimbang sehingga tidak ada yang kalah ataupun menang dari keduanya, hanya saja Long Xang harus kehilangan putra satu-satunya yang mati di tangan Bing Rong.
"Andai waktu ini bisa diputar, aku ingin sekali kembali ke masa kecil kita," kata Long Xang dan kemudian dia menutup matanya serta menghembuskan nafas terakhirnya.
Xhang Gugu hanya bisa melihat sahabat masa kecilnya yang mati di hadapannya, walau Long Xang sudah melakukan berbagai banyak kesalahan serta pernah beberapa kali merugikan Akademi, namun sebagai seorang sahabat, dia masih memberikan maaf di akhir hidup Long Xang.
Kabut tipis segera keluar dari kedua tubuh mereka, dan itu adalah Jiwa Spiritual Er Guo dan Long Xang. Mereka berdua berdiri berdampingan seraya menatap Xhang Gugu dan yang lainnya.
Seperti yang dikatakan oleh Ji Xao Long, jiwa Spiritual keduanya benar-benar sangat lemah, kedua jiwa itu sudah sama-sama terluka dan mereka berdua hanya bisa bertahan sesaat saja.
"Terima kasih karena sudah memaafkan ku teman lamaku!" kata Long Xang.
__ADS_1
Xhang Gugu mengangguk pelan seraya berkata, "Pergilah kalian berdua dengan tenang, aku harap kalian bisa bereinkarnasi dan terlahir menjadi orang yang baik!" kata Xhang Gugu.
Long Xang tersenyum lembut dan kemudian dia dan Er Guo saling mengangguk lalu keduanya sama-sama berkata, "Aku harap kamu tidak menyusul ku begitu cepat! Selamat tinggal," ucap mereka dan kemudian tubuh Spiritual keduanya mulai transparan dan kemudian keduanya menghilang.
"Sekte Iblis Lembah Darah! Mereka benar-benar memiliki kekuatan seperti Iblis," kata Han Yuwei.
Fang An yang sudah mengambil alih kembali tubuhnya hanya bisa melihat perpisahan kedua sahabat yang memiliki jalan takdir yang berbeda itu. Sebenarnya dia juga tidak menyangka jika ternyata Long Xang dan Xhang Gugu memiliki hubungan pertemanan yang unik.
"Seperti inikah kejamnya dunia ini?" batin Fang An.
"Setiap orang memiliki jalan takdirnya sendiri Fang An. Namun jangan pernah menyalahkan takdir karena takdir itu dipilih oleh manusia itu sendiri! Jika ingin menyalahkan, maka salahkan diri sendiri yang salah memilih!" kata Feng Huang.
"Pada dasarnya sama saja! Intinya kehidupan ini memang sangat keras, tidak peduli bagaimana kamu melihatnya, namun pada kenyataannya orang yang kuatlah yang memiliki kuasa atas segalanya! Jika kamu ingin menentukan takdir mu sendiri, maka jalan satu-satunya adalah menjadi kuat agar bisa mengendalikan takdir mu sendiri," kata Wang Lao Yi.
"Kamu ini bicara apa?" tanya Feng Huang.
"Aku hanya bicara apa yang ada pikiran ku saja," jawab Wang Lao Yi.
"Pikiran rusak," ucap Feng Huang.
"Sudah-sudah! Kenapa kalian malah kembali bertengkar?" kata Fang An yang melerai perdebatan kedua gurunya.
Lao Yang He membuatkan dua lubang untuk mengubur jasad kedua Pelindung itu dan kemudian dia meminta para Guru Pembimbing untuk membawa para anggota kelompok Pita Merah yang tersisa untuk diserahkan ke Benteng Putih, karena hanya pemerintahan lah yang berhak untuk memberikan hukuman kepada para pengacau di wilayah Benteng Putih.
Dengan lenyapnya Markas Pita Merah, maka pertempuran pun juga sudah berakhir dengan kemenangan di pihak Akademi, dan semua anggota Akademi segera kembali ke akademi setelah menyerahkan sisa para anggota Pita Merah ke mereka.
"Apa rencanamu setelah ini Fang An?" tanya Sao Yi Feng.
"Untuk saat ini mungkin aku akan tetap berada di akademi guna mencari solusi akan Inti Petir Merah yang sudah aku ambil ini, aku tidak tahu apakah ada cara lain untuk menggantikan Energi Inti Petir Merah ini!" jawab Fang An.
"Hai burung tua! Bukankah kamu pernah bilang jika ada dua energi di tempat itu, jadi bagaimana dengan energi yang satunya?" tanya Wang Lao Yi.
"Aku hanya melihat serta merasakannya! Jadi yang bisa melepaskan energi itu hanyalah para Sains saja," jawab Feng Huang.
__ADS_1
"Para Sains? Itu artinya Tetua Agung pasti bisa melakukannya bukan?" tanya Fang An.
"Mungkin saja, aku sendiri juga belum tahu akan siapa itu Tetua Agung!" jawab Feng Huang.
"Apakah kamu berencana untuk pulang ke Benua Daratan Hijau?" tanya Bing Xuyue.
"Iya! Mungkin sekitar setahun lagi karena waktu perjanjian sudah dekat," jawab Fang An.
"Perjanjian apa?" Bing Xuyue memiringkan kepalanya.
"Nanti kamu pasti akan mengetahuinya karena aku akan membawamu serta beberapa anggota Petir Langit dan juga akan merekrut beberapa orang lagi untuk membantuku menghadapi kekuatan Sekte Gunung Pohon Persik," ucap Fang An.
"Sekte Gunung Pohon Persik? Apakah Sekte itu sangat kuat sehingga kamu memerlukan bantuan?" tanya Lin Hang.
Fang An menjelaskan sedikit tentang kekuatan Sekte Gunung Pohon Persik, termasuk kekuatan Penatua-nya Fu Jianzi yang mencapai tahap Ahli serta beberapa keempat Ketua Pilar berkemampuan Yu Jing serta para Yu Zhu dari yang awal hingga Elit.
"Owh, sepertinya sangat menarik sekali! Kalau begitu aku akan ikut denganmu, aku penasaran dengan kekuatan Sekte itu sehingga membuat monster sepertimu membutuhkan bantuan?" kata Sao Yi Feng.
"Hai aku juga ikut!" kata Lin Hang.
"Apakah kamu tidak keberatan Fang An jika aku juga ikut bersamamu?" tanya Huang Yan.
"Aku juga berharap kamu tidak lupa mengajak ku!" kata Meng Lin.
Fang An benar-benar terkejut setelah kelima sosok yang pernah menduduki lima ranking top Akademi ingin ikut pergi membantu dirinya menghadapi kekuatan Sekte Gunung Pohon Persik, dia menarik nafas dalam-dalam dan kemudian segera menangkupkan kedua tangannya kepada kelima temannya.
"Terima kasih atas kesediaan kalian! Aku Fang An pasti akan membalas Budi baik kalian dan akan memberikan kompensasi yang pantas!" jawab Fang An.
"Hai, kita ini teman satu Akademi, sekarang kita bukan berstatus sebagai murid akademi lagi dan juga tidak sedang melakukan persaingan apapun, sebagai teman kita harus saling membantu bukan?" kata Sao Yi Feng yang langsung merangkul pundak Fang An.
"Ah, iya!" jawab Fang An.
Bing Xuyue hanya tersenyum melihat raut wajah kebahagiaan yang terpancar di wajah Fang An, dia sendiri tidak perlu mengajukan diri karena Fang An sudah berjanji akan membawanya kemanapun dia akan pergi.
__ADS_1
Kedua mata Fang An berkaca-kaca dengan semangat yang menggebu-gebu, sekarang dia hanya perlu Fokus untuk membuat Pil Matahari untuk meningkatkan Tingkat Alkemisnya dan setelah itu dia akan segera kembali ke Benua Daratan Hijau dengan membawa beberapa kekuatan yang akan dijadikan oleh-oleh kepada Sekte Gunung Pohon Persik.
"Binatang Tua, aku akan segera kembali untuk menagih janji itu!" gumam Fang An yang ditujukan kepada Fu Jianzi.