
***
Di tanah lapang yang luas, seluruh aliansi yang mendukung Klan Fang sudah berkumpul disana, tidak hanya ketiga Klan besar yang ada di sana, ada kelompok Lembah Hantu yang dipimpin oleh Mao Lin, kelompok Pisau Terbang yang dipimpin oleh Xie Liupei, belum lagi dukungan dari Klan kecil hingga kelompok baru, dan mereka semua datang untuk menyatakan dukungan mereka terhadap Klan Fang.
Di tempat lain, beberapa warga dari Desa Lianxai menonton ratusan orang yang berkumpul di tanah lapang yang luas , mereka sudah mendengar jika Pahlawan Muda Desa Lianxai sudah kembali, dan sekarang akan segera pergi ke Sekte Gunung Pohon Persik untuk memenuhi perjanjian dengan Penatua Sekte besar itu.
Disana juga ada Bai Lang dan Bai Xiang, cucu dan kakek itu sekarang sudah menetap di Desa Lianxai, apalagi usaha dagangan mereka semakin maju.
Hanya saja mereka belum pernah bertemu dengan Fang An, sejak kabar kepulangan Fang An terdengar oleh mereka, Fang An sama sekali tidak datang berkunjung untuk menemui teman lamanya, namun Bai Lang mengerti jika saat ini Fang An masih memiliki banyak masalah yang harus diurus sehingga dia sama sekali tidak merasa sakit hati atau beranggapan jika Fang An sudah melupakan dirinya.
"Hari ini adalah hari akhir dari perjanjian ku dengan Binatang tua Fu Jianzi itu, setelah semua masalah ini selesai, aku akan pergi ke Benua Daratan Tandus dan Benua Bintang Terang!" kata Fang An yang membuat Fang Xian, Gu Yao He, dan semua orang-orang besar disana terkejut.
"Untuk apa kamu mau pergi ke sana Fang An?" tanya Fang Xian.
"Fang An, sudah saatnya kamu memperkenalkan dua sosok yang bersamamu itu!" ucap Bing Chen yang dijawab dengan anggukan oleh Fang An.
Sejak Awal Bing Chen sudah mengetahui keberadaan dua sosok jiwa Spiritual yang bersama dengan Fang An, sebagai seorang yang sudah mencapai Puncak Ahli, jelas dia memiliki kemampuan untuk merasakan keberadaan jejak Jiwa Spiritual, apalagi dia sebenarnya adalah mantan dari Tetua Akademi Puncak Angin Surga.
Semua orang masih penasaran dan menunggu Fang An memperkenalkan dua sosok yang dikatakan oleh Bing Chen, begitu juga dengan Bing Xuyue dan Bing Rong yang sama penasarannya.
"Sepertinya memang tidak ada yang perlu disembunyikan lagi! Guru Feng, dan Guru Wang, sudah saatnya semua orang mengetahui akan keberadaan kalian!" kata Fang An.
"Guru? Guru siapa lagi yang Fang An maksud?" tanya Gu Yao He.
Semua orang langsung terkejut ketika sebuah hembusan angin yang mengirim energi besar menerpa wajah semua orang, dan setelah itu dua kabut segera keluar dari dalam kalung dan juga cincin yang di kenakan oleh Fang An.
Kabut itu melayang di udara dan kemudian kedua kabut itu berkumpul lalu membentuk dua sosok yang berbeda dan tubuh keduanya sedikit transparan bahkan setengahnya adalah kabut dan setengah lagi adalah tubuh ilusi
"Jiwa Spiritual?" Gu Yao He jelas terkejut melihatnya begitu juga dengan yang lainnya kecuali Bing Chen.
Sesosok pria sepuh berjanggut putih panjang dengan tubuh setengah ilusinya melayang di udara, dan di sebelahnya ada seekor burung berwarna Ungu dengan ukuran sedang juga melayang di udara.
"Semuanya aku perkenalkan kepada kalian! Mereka berdua adalah kedua Guru Spiritual yang selama ini menemani serta membimbingku hingga aku berhasil maju ke tahap ini, pria tua itu adalah Guru Wang Lao Yi, dia berasal dari Benua Daratan Tandus, sedangkan yang itu adalah Guru Feng Huang, dia sebenarnya adalah Divine Beast dalam wujud Feniks Petir Ungu dari Benua Bintang Terang, dan selama ini yang diinginkan oleh si Tua Fu Jianzi serta kekuatan besar dibelakangnya adalah kalung ini, mungkin ayah dan guru Gu masih ingat dengan yang aku jelaskan tiga tahun yang lalu!" kata Fang An.
__ADS_1
"Tunggu Fang An, aku ingin bertanya kepada dia!" kata Bing Chen lalu dia menangkupkan tangannya kepada Wang Lao Yi, hal itu jelas mengejutkan semua orang.
Bagaimanapun juga Bing Chen adalah seorang Kultivator terkuat saat ini, namun sekarang dia justru terlihat seperti menghormati sosok pria sepuh yang ilusi itu.
"Senior, maaf atas ketidak tahuan junior ini, apakah senior masih ingat kepada saya?" tanya Bing Chen.
Wang Lao Yi yang sedang berdiri malas di udara memperhatikan Bing Chen dengan seksama seraya mengelus-elus janggutnya, dan kemudian dia pun berbicara.
"Owh iya-iya! Aku.. Aku tidak ingat sama sekali," kata Wang Lao Yi yang membuat Fang An hampir jatuh mendengarnya.
"Senior, ini saya si bocah Es nakal! Kita dulu pernah bertemu di perbatasan, saat itu usiaku masih 19 tahun, dan anda saat itu memberikan saya nama Si Bocah Es nakal karena telah membekukan sepasang kekasih yang sedang bermesraan di pinggir danau, apakah senior ingat?" tanya lagi Bing Chen.
Sekali lagi Wang Lao Yi berusaha untuk mengingatnya dan kemudian dia melebarkan matanya seraya menatap Bing Chen. "Jadi itu kamu? Tidak kusangka kamu sudah setua ini setelah ratusan tahun lamanya tidak bertemu!" kata Wang Lao Yi.
Bing Chen tersenyum kecut dengan pujian yang seperti sindiran kepada dirinya, dia ingin mengatakan sesuatu, namun Bing Rong lebih dulu bertanya kepada kakeknya.
"Siapa dia kek?" tanya Bing Rong.
Bing Chen mungkin tidak akan mengenal Wang Lao Yi andai Fang An tidak menyebutkan namanya, sebab Wang Lao Yi yang dulu masih terlihat sangat muda, sedangkan sekarang sudah terlihat sepuh.
Tentu saja saat itu Wang Lao Yi belum memiliki gelar sebagai Penguasa Bayangan Pedang, jadi Bing Chen belum sepenuhnya mengetahui akan status Wang Lao Yi yang sesungguhnya.
"Senior, bagaimana anda bisa berakhir menjadi Jiwa Spiritual, dan kenapa Jiwa Spiritual Senior bisa berada di Benua Daratan Hijau ini?" tanya Bing Chen.
"Ceritanya sangat panjang, nanti setelah urusan muridku selesai dengan Sekte Gunung itu, aku akan menceritakannya padamu!" jawab Wang Lao Yi yang tidak menyebutkan nama Sekte Gunung Pohon Persik dengan lengkap.
"Fang An, sejak kapan kamu berguru kepada mereka?" tanya Fang Xian.
"Kalau untuk guru Feng Huang, aku menjadi muridnya sejak awal tiba di kota Chang Lan dengan ayah, bahkan sebelum aku menjadi murid guru Gu Yao He, dan mengenai guru Wang, aku menjadi muridnya saat berada di dalam Hutan Sesat tepatnya di dalam jurang tanpa dasar!" jawab Fang An.
"Kedua sosok itu memiliki kekuatan Xu Hun, bahkan pancaran kekuatannya lebih besar dari ku!" kata Gu Yao He.
"Divine Beast ya? Aku baru kali ini melihat Binatang Surga Kuno yang melegenda itu!" ucap Mu Zhi Tian.
__ADS_1
"Fang An, dengan kekuatan besar kedua gurumu saja seharusnya sudah cukup untuk mengalahkan Fu Jianzi waktu itu tanpa perlu harus menunggu tiga tahun bukan?"
Fang An menggelengkan kepalanya saat Gu Yao He bertanya padanya, dia menjelaskan jika kekuatan Spiritual gurunya saat itu memang sangat besar, hanya saja kedua gurunya tidak bisa bertarung dalam wujud Jiwa Spiritual seperti itu, yang ada mereka akan melemah.
Adapun cara yang Kedua adalah mengambil alih tubuh Fang An, namun saat itu Fang An tubuh masih lemah , sehingga tubuhnya tidak akan sanggup jika harus menahan kekuatan besar salah satu dari keduanya.
Namun sekarang, tubuh Fang An sudah memenuhi syarat dan bisa menahan kekuatan mereka jika nanti ada lawan yang lebih kuat dari Fu Jianzi.
"Selama ini mereka berdualah yang sudah membantuku, dan sebagai murid mereka, aku harus membantu mereka dengan pergi ke Benua tempat mereka berdua berasal," kata Fang An.
Semua orang masih memandang kedua sosok itu dengan takjub, sedangkan Wang Lao Yi dan Feng Huang hanya diam sembari memperhatikan semua orang dengan tatapan malas.
"Apakah sudah selesai Fang An? Jika sudah, kami akan kembali masuk ke dalam tempat kami berdua!" kata Feng Huang.
"Sudah guru, maaf karena telah merepotkan guru!" jawab Fang An dan kemudian kedua sosok itu kembali menjadi kabut dan masuk ke tempat mereka masing-masing.
"Ais, aku lupa mengucapkan terima kasih kepada kedua gurumu itu!" kata Fang Xian.
"Jadi itu kekuatan yang pernah Fang An lepaskan saat melawan seorang Ahli di Akademi?" batin Bing Xuyue.
Sao Yi Feng dan yang lainnya juga baru tahu jika ternyata Fang An memiliki dua guru lagi, apalagi kekuatan kedua gurunya sangat besar.
"Sekarang kalian sudah tahu bukan akan alasanku yang ingin pergi ke Dua Benua luar?" tanya Fang An.
Fang Xian dan semuanya sama-sama mengangguk, dan dari semua orang yang ada di sana, hanya satu orang yang menatap bandul kalung ungu di leher Fang An itu dengan tatapan yang berbeda.
"Baiklah sudah saatnya kita berangkat! Ayo semua kita segera berangkat ke Sekte Gunung Pohon Persik!" kata Fang An dan kemudian semuanya segera berseru lalu segera berangkat menuju ke Sekte Gunung Pohon Persik.
Perjalanan ratusan pasukan aliansi itu menggetarkan tanah yang mereka lewati, sedangkan Fang An dan yang lainnya yang bisa terbang pergi melewati udara.
Para Yu Zhu awal berjalan bersama para pasukan Aliansi, sedangkan para Yu Zhu elit terbang bersama para Yu Jing dan Dua Ahli, yaitu Bing Chen dan Gu Yao He.
Tentu saja mereka sudah tahu jika Sekte Gunung Pohon Persik pasti sudah melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan mereka semua
__ADS_1