
***
Fang An dan para anggotanya berkumpul di satu ruangan sederhana dengan cahaya api yang menyinari seluruh ruangan tersebut, berkumpulnya mereka untuk membahas masalah pembentukan kelompok mereka sendiri.
"Sebelum para anggota lain datang dan menindas kita, sebaiknya kamu segera bentuk kelompok kita ini!" kata Zang Mei.
"Aku setuju dengan itu!" kata Qiao Yi.
"Teman-teman! Kekuatan kita masih belum cukup untuk melawan kekuatan kelompok lainnya, ingat jika disini kita masih sangat baru, bahkan kemampuan Pemuda yang menghina Fang An saja berada di tingkat yang jauh lebih tinggi dari kita semua, apalagi kemampuan gadis cantik seperti Dewi itu, apakah kita sanggup andai suatu hari nanti kita sampai bentrok dengan kelompok mereka itu?" tanya Jian Kang.
Semuanya hanya diam setelah mengingat kembali aura putih dingin serta energi yang Bing Xuyue lepaskan untuk memberi pelajaran kepada Hun Wang, energi yang sangat besar jelas membuat mereka semua hanya bisa diam saat mengingatnya kembali.
Walau mereka sudah memiliki Fang An, namun kemampuan Fang An hanya berada di tahap Yu Zha Tingkat 1, dan itu sangat jauh sekali dengan Hun Wang, apalagi dengan Bing Xuyue.
"Aku masih bingung, kenapa senior Hun Wang sangat membenciku? Padahal kami baru pertama kalinya bertemu, namun dia sepertinya sangat membenciku!" ucap Fang An.
"Apa kamu benar-benar tidak menyadarinya!" tanya Tang Chin dan dijawab dengan gelengan kepala oleh Fang An.
"Sepertinya Senior Hun Wang itu sangat cemburu saat Nona Bing menyapamu, belum lagi aku mendengar perkataan Senior Hun Wang jika Nona Bing sudah menunggumu selama tiga tahun ini! Aku yakin jika hal itu yang membuat Senior Hun Wang sangat membencimu!" kata Tang Chin.
"Bisa jadi! Tapi hal seperti itu kan wajar, tidak mungkin saat baru bertemu dan baru saling berkenalan akan langsung saling bermusuhan bukan? Terlebih lagi Senior Hun Wang adalah murid dari Sekte Teratai Bunga Es, yang artinya dia hanya bertugas untuk melindungi Nona Bing saja, namun menurut pengamatanku, Senior Hun Wang sepertinya menyukai Nona muda nya sendiri!" kata Gui Lang.
"Begitu rupanya! Jadi kebenciannya itu karena masalah perasaan," gumam Fang An.
"Jadi bagaimana?" tanya Ying Huo yang sejak tadi hanya diam dan mendengarkan saja.
"Sepertinya persaingan ini akan terus berlanjut, bisa jadi Kelompok Bunga Es akan mencoba untuk merebut Kunci energi kita agar kita tidak bisa berlatih! Jadi aku putuskan akan membentuk kelompok sendiri," ucap Fang An.
"Ini baru temanku?" kata Yan Hang seraya memukul pundak Fang An.
keputusan Fang An untuk membuat Kelompok sendiri seperti sebuah hembusan angin segar yang menerpa wajah mereka, tidak satupun dari semuanya yang tidak merasa senang.
"Kami semua akan menjadi anggota kelompokmu!" kata Gui Lang.
"Jadi apakah kamu sudah memiliki nama untuk kelompok ini?" tanya Qian Yi.
"Nama kelompok ya?" Fang An berpikir mencarikan nama untuk kelompoknya.
Fang An melihat sesuatu di sekelilingnya berusaha menemukan barang atau apapun yang bisa dijadikan nama, namun tidak ada satupun nama yang diperolehnya sebelum akhirnya dia teringat akan Aura kuat yang berada di dalam gunung Puncak Angin Surga.
"Benar juga! Aku akan menamai Kelompok ini dengan Nama Kelompok Petir Langit, apakah kalian setuju?" tanya Fang An.
"Kelompok Petir Langit? Boleh juga!" kata Ying Huo.
"Terserah kamu ingin menamainya dengan nama apa! Yang jelas kami akan tetap mengikutimu," kata Jian Kang.
"Kalau begitu kita akan berjuang bersama-sama di dalam Kelompok Petir Langit untuk menjadi kelompok yang terbaik, dan gapai impian kita bersama-sama untuk bisa mencapai posisi Ranking teratas!" kata Fang An.
"Kami akan berusaha berlatih agar lebih kuat untuk Kelompok Petir Langit!" seru semuanya dengan semangat yang membara.
Karena Kelompok Petir Langit baru dibentuk, jadi Kelompok tersebut belum memiliki Status apapun, baik itu kehormatan, peringkat, maupun pengakuan.
__ADS_1
Belum lagi Fang An dan anggotanya harus mencari tambahan anggota baru agar kelompoknya semakin besar, dan yang paling utama adalah kekuatan yang ada didalamnya.
"Seminggu lagi para murid baru yang lain akan datang, kita rekrut mereka untuk bergabung dengan kelompok kita, dan aku yakin Adik Tang Yuyi pasti juga datang!" kata Tang Chin.
"Dua puluh murid baru lagi akan segera datang ya, apakah ini baik jika mengajak anggota baru dari murid yang baru tiba? Percuma rasanya jika jumlahnya bertambah namun kekuatan anggota masih berada dibawah!" kata Zang Mei.
"Tidak masalah, semuanya memang harus dimulai dari awal, seiring berjalannya waktu, mereka pasti akan menjadi kuat saat berlatih!" ucap Fang An.
"Baiklah, sekarang kalian kembali ke kamar kalian masing-masing agar besok pagi kita semua sudah siap untuk pergi ke halaman depan aula!" kata Fang An.
Mereka semua segera membubarkan diri masing-masing menuju ke kamar mereka untuk beristirahat, sedangkan Fang An juga memasuki kamarnya, namun dia bukan untuk pergi tidur, melainkan untuk membuat beberapa stok Pil nya yang sudah habis, karena dia harus membuat simpanan untuk para anggotanya sekaligus membantu mereka juga dalam menaikkan tingkat Kultivasi mereka.
***
Keesokan paginya, mereka semua sudah berkumpul di ruang pertemuan, dan mereka masih menunggu Fang An yang belum keluar dari dalam kamarnya.
Setelah menunggu cukup lama, sosok yang ditunggu-tunggu pun akhirnya keluar dari dalam kamarnya, sosok pemuda berpakaian biru dengan rambut putihnya yang menjadi ciri khasnya menghampiri mereka dengan senyum ceria.
"Apakah kalian semua sudah siap?" tanya Fang An.
"Kami sudah sangat siap!" jawab Tian Chin.
"Kalau begitu ayo kita keluar!" kata Fang An kemudian mereka semua segera keluar dari dalam paviliun, dan diluar ternyata Zian Fei sudah menunggu mereka.
"Semuanya ikuti aku!" kata Zian Fei dan kemudian dia pergi ke sebuah tempat lingkaran piringan batu besar di samping Paviliun.
"Setiap paviliun akan memiliki piringan Batu melayang seperti ini, batu ini akan mengantarkan kita ke Puncak Aula, dan batu ini mampu membawa orang sebanyak dua ratus orang!" kata Zian Fei memberikan penjelasan.
Karena Puncak Gunung tempat Aula berada sangat tinggi, Akademi membuat alat alternatif berupa batu lingkaran besar yang nantinya akan menjadi alat transportasi untuk naik ke puncak Gunung.
Setelah mereka sudah berdiri di atas piringan batu besar dan lebar itu, piringan batu tersebut tiba-tiba saja terangkat dengan sendirinya lalu melayang menuju ke Puncak Gunung.
Ternyata tidak hanya kelompok Fang An saja yang terbang dengan piringan Batu melayang itu, melainkan masih banyak piringan Batu lainnya yang juga melayang dan membawa para murid terbang ke Puncak Gunung.
"Ini sungguh hebat! Seseorang yang memiliki Elemen Tanah mampu menggerakkan Batu sebanyak ini adalah hal yang sangat luar biasa sekali," kata Fang An yang kagum dengan sosok pemilik elemen Tanah.
"Penilaianmu sangat tajam dan juga bagus Murid Fang! Piringan Batu ini memang dibuat oleh seseorang yang memiliki Spirit Root Elemen Tanah, dan sosok itu adalah Tetua Lao Yang He!" kata Zian Fei.
Zian Fei menambahkan jika Lao Yang He sudah memasukkan segel tanah di setiap piringan Batu sehingga batu itu bisa terbang saat segel dibuka, itu artinya Lao Yang He tidak perlu menggerakkan semua piringan Batu itu, cukup dengan para pembimbing saja yang membuka segelnya, maka piring Batu itu akan bisa melayang dan secara otomatis akan menuju ke tempat yang sudah ditentukan.
Mereka semua terbang menaiki piring Batu selama kurang lebih setengah Jam, dan setelah itu mereka melihat sebuah halaman luas dengan sebuah batu persegi tiga yang ada di tengah-tengah halaman, dan piringan Batu yang mereka naiki mendarat di salah satu lingkaran tanah yang memiliki tanda segel, tempat itu memang khusus untuk tempat pendaratan piringan Batu.
Saat Fang An melihat pemandangan dari atas puncak gunung, semua bisa terlihat sangat jelas, walau jaraknya jauh, namun dia bisa melihat jalan yang pernah dia lalui bersama dengan anggotanya saat menuju ke Gerbang masuk Akademi.
Hanya saja dia tidak melihat keberadaan Gerbang luar, karena Gerbang itu akan muncul jika sudah memasukkan Kunci energi.
Para murid perkelompok mulai berkumpul, dan mereka semua sesekali melihat ke arah kelompok Fang An yang juga baru turun dari piringan Batu.
Saat berjalan mengikuti Zian Fei, Fang An menemukan keberadaan kelompok Bing Xuyue yang sedang berkumpul dengan para anggotanya, dan disana juga ada Hun Wang.
Hun Wang juga melihat kedatangan Kelompok Fang An, tatapan yang paling dia arahkan tertuju ke pemuda berambut putih.
__ADS_1
Fang An juga menatap Hun Wang sehingga membuat mereka saling menatap tajam, namun mereka tidak melakukan sesuatu kecuali saling berpandangan.
"Kalian semua tunggu disini hingga para tetua datang, aku akan pergi ke aula bersama dengan para pembimbing lainnya!" kata Zian Fei.
Semuanya hanya mengangguk dan Zian Fei bersama para Pembimbing pergi kedalam menara pagoda, sedangkan Fang An dan anggotanya hanya berdiri saja mengikuti saran dari Zian Fei.
"Murid Fang! Bagaimana kabarmu, apakah kamu betah di sini?"
Fang An disapa oleh sosok yang pernah dia lawan sebelumnya, dia adalah Yang Qing yang datang bersama dengan anggota kelompoknya yang berjumlah 25 anggota.
"Senior Yang! Tentu aku sangat betah disini," jawab Fang An.
Yang Qing mengangguk dan kemudian dia memperhatikan semua anggota Fang An seraya berkata, "Aku ingin menawarkan kalian semua untuk bergabung dengan Kelompok Pedang Darahku! Tentu kalian semua sudah tahu bukan jika disini sangatlah keras, jadi kalian harus bergabung dengan kelompok-kelompok yang ada untuk perlindungan serta berlatih bersama, bagaimana?"
Fang An hanya tersenyum tipis, saat ini dia memang belum tahu jika Kelompok Pedang Darah berada di rangking 37, posisi tersebut sudah cukup disegani oleh kelompok-kelompok yang lain kecuali kelompok yang berada di rangking teratas.
"Maaf Senior, kami sudah membentuk Kelompok kami sendiri!" jawab Fang An sehingga membuat Yang Qing terkejut.
Tentu saja Yang Qing sangat mengharapkan Fang An untuk bergabung dengan Kelompoknya, mengingat kemampuan yang dimiliki Fang An mampu untuk mengalahkannya, jelas ini adalah peluang besar untuk mengajaknya bergabung, apalagi Fang An baru tiba di dalam akademi.
Namun siapa sangka jika Fang An ternyata sudah membuat kelompoknya sendiri, padahal tidak pernah ada murid baru yang nekat untuk membentuk kelompoknya sendiri selain lari untuk mencari perlindungan dari kelompok yang lain.
Namun saat mengingat kemampuan yang dimiliki oleh Fang An, tentu Yang Qing langsung memahaminya, dan Yang Qing hanya bisa memasang senyuman penuh dengan kekecewaan dan penyesalan karena terlambat mengajak Fang An untuk menjadi anggotanya.
"Apa nama kelompok mu?" tanya Yang Qing.
"Kelompok Petir Langit!" jawab Fang An.
"Kelompok Petir Langit, lalu siapa ketuanya, apakah kamu sendiri?" tanya lagi Yang Qing.
"Iya, Fang An adalah ketua Kelompok Petir Langit kami!" jawab Gui Lang.
"Owh, kalau begitu selamat! Dengan kemampuanmu, aku yakin Kelompok Petir Langit mu akan mampu memiliki Posisi di salah satu Ranking," kata Yang Qing kemudian dia memandangi semua murid yang ada.
"Aku akan memberitahukan kamu akan beberapa informasi sekaligus akan memberitahukan mu akan siapa-siapa saja kelompok yang paling kuat di sini!" kata Yang Qing kemudian dia mulai memberikan informasi akan kelompok-kelompok terlemah hingga yang terkuat.
Kelompok yang terhitung berada di urutan rangking atas adalah posisi lima belas teratas, dan yang disebut Rangking besar atau terkuat berada di posisi Lima rangking teratas.
Tentu saja yang berada di posisi pertama adalah yang terkuat dari semua nya, belum lagi untuk bisa memasuki posisi Ranking, maka kelompok tersebut harus bisa mengalahkan kelompok yang memiliki Rangking, jika berhasil menang, maka posisinya akan digantikan oleh kelompok yang sudah mengalahkannya.
Yang Qing juga memberitahukan akan kelompok siapa saja yang sudah berada di posisi Lima besar, dan salah satunya yang membuat Fang An dan semuanya terkejut, ternyata Kelompok Bunga Es berada di posisi Empat besar.
Posisi Lima besar di pegang oleh Kelompok Kipas Baja, keempat di pegang oleh Kelompok Bunga Es, ketiga dipegang oleh Kelompok Rantai Putih, kedua Pedang Bintang, dan yang pertama adalah Api suci.
"Kelompok-kelompok ini pasti memiliki anggota yang hebat-hebat!" gumam Yan Hang.
"Tentu saja, selain memiliki anggota yang hebat, jumlah mereka paling sedikit 40 anggota, dan yang paling banyak lebih dari 60 anggota," jawab Yang Qing.
"Terima kasih atas semua informasinya senior!" kata Fang An seraya menangkupkan kedua tangannya.
"Jangan bersikap formal seperti itu, lagi pula aku sudah menganggapmu sebagai teman, jadi jika ada masalah di kemudian hari, kamu bisa mencariku di paviliun tingkat Enam!" kata Yang Qing.
__ADS_1
Fang An hanya mengangguk dengan tersenyum, dia sadar jika Yang Qing menganggapnya sebagai teman karena telah mengetahui kemampuan dirinya, andai saat itu dia tidak mampu mengalahkan Yang Qing, kemungkinan besar dia tidak akan dianggap sebagai teman oleh Yang Qing.
Setelah mengobrol cukup lama, keempat Tetua akhirnya keluar dan berdiri di teras menara tepatnya di lantai dua agar semua murid bisa melihatnya berbicara, dan semua para murid yang sedang mengobrol semua berhenti ketika para tetua keluar sehingga situasi menjadi hening, dan pastinya mereka menunggu para Tetua yang akan menyampaikan akan latihan yang akan mereka jalani.