
***
Berkat getaran hebat yang membuat tikus-tikus api berjatuhan, Fang An tidak kesulitan lagi untuk mendapatkan Tikus Api.
Begitu tikus itu terjatuh, masih ada bara api yang menyala di bulu-bulunya, walau tubuh Tikus Api asa yang hancur saat membentur dasaran, namun masih ada sisa kehidupannya.
Fang An tidak menunggu tikus-tikus mati, dia langsung menyerap Inti Api sang Tikus sebelum tikus itu benar-benar mati.
Setelah empat ekor sudah Fang An serap, Spirit Root Elemen Api Fang An langsung naik ke Tingkat 4, namun Fang An tetap tidak merasa puas, dia terus menyerap Inti Api sang Tikus dari yang kelima dan seterusnya, namun ternyata tidak ada lagi peningkatan dari Spirit Root nya, hanya saja Qi nya yang semakin bertambah.
Total tikus yang jatuh berjumlah 14 ekor, dan Fang An sudah menyerap 9 ekor, hanya saja Spirit Root Elemen Api nya hanya sampai di Tingkat 4 saja dan tidak bertambah lagi, sebagai gantinya Qi di dalam Dantian bertambah sebanyak 3 pusaran, sehingga jumlah Qi yang dia miliki sebanyak 43 pusaran.
"Spirit Root Elemen Api ku sudah naik ke Tingkat 4, dan Qi ku sudah bertambah, tapi kenapa aku tidak naik tingkat?" tanya Fang An.
"Sabarlah, untuk menaikkan Tingkat Kultivasi mu, cara penyerapan memang adalah yang tercepat, namun terkadang butuh waktu, karena semakin tinggi tingkat Kultivasi yang kamu miliki, maka akan semakin banyak Qi yang dibutuhkan untuk bisa naik ke tingkat berikutnya," kata Feng Huang.
Dari sini Fang An baru paham jika dia membutuhkan Qi lebih untuk bisa naik dari Yu Zhi Tingkat 5 ke Tingkat 6 mungkin membutuhkan Qi yang lebih banyak lagi, sebab semakin tinggi seseorang, maka semakin banyak juga konsumsi yang dibutuhkan.
"Tikus-tikus ini sudah mati, jadi apinya sudah tidak lagi di serap, namun Spirit Core nya mungkin bisa berguna untuk kakak Shin He," kata Fang An lalu dia mengambil Spirit Core Tikus Api yang sudah mati untuk diberikan kepada Shin He.
Spirit Core hanya bisa menambah jumlah pusaran Qi, namun Fang An berharap Spirit Core itu bisa menaikkan Spirit Root Elemen Api milik Shin He.
Setelah mengambil semua Spirit Core Tikus Api, Fang An mengeluarkan Kitab Pedang Langit dari dalam cincinnya untuk dipelajari.
"Benar sekali, kamu pelajari dulu kitab itu, soal menambah jumlah Qi mu, nanti bisa dilanjutkan setelah kamu keluar dari dalam Jurang ini," kata Feng Huang.
"Aku juga berpikir seperti itu guru!" ucap Fang An.
Sebenarnya Fang An sempat ingin menaikkan Tingkat Kultivasinya setelah Inti Api Tikus Api sudah tidak berguna lagi, tentu saja Fang An tidak akan lupa jika dia masih memiliki Darah Kuno milik Kera Kerbau.
Hanya saja saat ini dia harus segera bisa mengangkat Pedang Biru besar itu, setelah itu dia akan segera naik ke atas karena dia kepikiran kepada Luo Ying dan Singa Es yang menunggu dirinya.
Andai Fang An bisa memasukkan Pedang itu ke dalam Cincinnya, mungkin dia tidak buru-buru mempelajari Kitab Pedang Langit.
Dia sudah mencobanya dan ingin memindahkan Pedang itu, namun tidak bisa, sedangkan Cincin milik Wang Lao Yi masih belum bisa digunakan, sebab ada segel di cincin itu.
Fang An mulai membuka kitab itu, dan di dalam berisi beberapa tulisan kalimat yang berbunyi, "Pedang adalah Jiwa, dan Jiwa adalah Pedang! Langit memberikan kekuatan besar, tidak ada yang lebih luas dari langit, dan Pedang adalah perwakilan Langit untuk menundukkan keangkuhan makhluk hidup."
Fang An kembali membuka lembaran berikutnya lalu ada gambar sesosok manusia buatan yang sedang memainkan pedang, dan ada nama Teknik dari setiap gerakan.
"Pedang Pusaran Langit."
Fang An mengeluarkan Pedang Spiritual milik ayahnya lalu mulai memperagakan setiap Teknik yang tergambar di setiap lembaran.
Feng Huang tidak pernah tahu Teknik seperti itu, apalagi dirinya dulu hanyalah seekor burung, jadi dia tidak menguasai teknik-teknik seperti itu, jadi yang hanya bisa dia lakukan hanyalah menemani Fang An yang mulai berlatih pedang.
Ada 9 Teknik Pedang di dalam kitab itu, dan setiap Teknik memiliki gerakan yang berbeda, secara alami ini adalah Teknik permainan pedang yang tidak ada unsur sihir apapun, semuanya murni adalah Teknik gerakan semata, hanya saja setiap gerakan begitu gesit bagai gerakan angin.
Fang An yakin jika Teknik Pedang yang ia pelajari bisa digabungkan dengan energinya, walau itu masih belum waktunya bagi dirinya untuk menguasai semuanya.
Teknik Pedang Pusaran Langit saja memiliki 12 gerakan dari gerakan menyerang dari atas dan bawah, sedangkan gerakan pertahanannya hanya dua tiga gerakan saja.
Karena ini untuk pertama kalinya bagi Fang An mempelajari Teknik permainan pedang, Fang An sedikit kesulitan dalam menguasai satu Teknik saja.
__ADS_1
Dari 12 gerakan Teknik Pedang Pusaran Langit, hanya 6 gerakan yang mampu dihafalkan, dan itupun tidak sepenuhnya sempurna.
"Sepertinya aku memang harus memiliki seorang guru ahli pedang jika ingin menguasai permainan Pedang!" ucap Fang An setelah selesai memperagakan ke enam gerakan Teknik Pedang Pusaran Langit.
"Memang seharusnya seperti itu, sangat sulit untuk mempelajari satu ilmu tanpa petunjuk apapun salah satunya adalah guru yang ahli dalam bidang yang ingin dipelajari!" kata Feng Huang.
Fang An meletakkan Pedang Spiritual nya lalu dia mengeluarkan tiga cincin milik para Kultivator yang sudah tiada.
Ketiga cincin itu semuanya adalah Cincin penyimpanan Bumi, dan dua cincin lainnya bisa Fang An buka, kecuali milik Wang Lao Yi.
"Aku yakin di dalam Cincin Senior Wang ini pasti ada petunjuk mempelajari Teknik Pedang ini!" kata Fang An.
"Cincin itu di segel dengan yang memiliki unsur Elemen Angin, aku yakin Wang Lao Yi itu memiliki Spirit Root Elemen Angin," kata Feng Huang.
"Apakah ada cara untuk bisa melepaskan segel itu guru?" tanya Fang An.
"Ada, namun harus dengan Sihir Angin yang sama!" jawab Feng Huang.
Fang An memegang dagunya sebelum akhirnya dia memeriksa cincin miliknya, dia memeriksa Kertas Mantra Sihir yang ayahnya simpan di dalamnya.
Sejak dia keluar dari Kota Chang Lan, dia sama sekali tidak pernah menggunakan Kertas Mantra Sihir nya, karena itu dia memeriksanya siapa tahu ada Kertas Mantra Sihir Elemen Angin.
Fang An menemukan Lima Kertas Mantra Sihir Qi Elemen Angin Tingkat 2, dan Tiga Kertas Mantra Sihir Ling Elemen Angin Tingkat 1.
"Apakah ini bisa guru?" tanya Fang An.
Feng Huang menatap ke tujuh Kertas Mantra itu, dia sampai lupa jika Fang An memiliki Kertas Mantra Sihir, andai dia ingat sejak awal, sudah dari tadi dia menyuruh Fang An untuk mencobanya.
Fang An melihat dulu setiap Kertas Mantra Sihir nya, sebab walau Kertas Mantra Sihir itu berelemen angin, namun ada bermacam-macam tipe Kertas Mantra Sihir Angin.
"Ini adalah Kertas Mantra Sihir Mata Angin Menembus Awan, mungkin ini bisa digunakan," kata Fang An.
Dari ketujuh Kertas, hanya satu kertas ini saja yang paling cocok, sebab Angin yang akan dikeluarkan seperti sebuah mata Pisau Angin yang akan melesat jika dilempar, hanya Kertas itu adalah Kertas Mantra Sihir Qi.
"Lakukan saja! Bisa atau tidaknya kita akan tahu setelah dicoba," kata Feng Huang.
Fang An membuka segelnya kemudian Kertas tersebut bergerak lalu Fang An menahannya agar Elemen Angin nya tidak melesat sembarangan.
"Mari kita lihat!" ucap Fang An lalu dia mulai mengarahkan Kertas itu ke arah Cincin.
Energi angin langsung terlepas dan melesat ke arah mata Cincin, Angin yang seperti pisau itu menusuk mata Cincin berulang kali, sebab angin di dalam Kertas itu berisi sebanyak 6 energi angin, jadi Kertas itu akan dihajar sampai enam kali.
Fang An sebenarnya tidak terlalu yakin sebab itu adalah Kertas Mantra Sihir Qi, jadi mana mungkin Kertas selemah itu bisa membuka segel milik seorang Xu Hun.
Ketika Pisau Angin yang terakhir melesat, tidak ada perubahan sedikitpun yang terlihat, sedangkan Energi Elemen Angin nya sudah habis.
"Sepertinya mustahil!" gumam Fang An.
Feng Huang juga berpikiran yang sama, dia hanya diam tanpa berbicara sebab dia sudah kehabisan cara.
Merasa usahakan gagal, Fang An berniat menyimpan kembali Cincin itu, namun ketika akan diambil, tiba-tiba saja suara retakan terdengar oleh mereka berdua, dan suara retakan itu berasal dari Cincin milik Wang Lao Yi.
"Fang An awas, aku merasakan ada Jiwa Spiritual dari dalam Cincin itu!" seru Feng Huang seraya melepaskan petirnya.
__ADS_1
Fang juga merasakannya, aura aneh seperti sebuah aura milik Feng Huang saat pertama kali Fang An bertemu, ini membuat dirinya menjauh dan tidak lama kemudian, kabut putih keluar dari dalam cincin berwarna biru itu.
Kabut tersebut berputar-putar kemudian berubah ke sebuah wujud manusia setengah kabut, dan sosok tersebut berusia sekitar 40 hingga 50 tahunan serta rambutnya yang sedikit memutih.
"Siapa yang sudah membangunkan ku?" tanya sosok tersebut.
"Saya senior! Maaf jika saya sudah lancang mengganggu senior," kata Fang An seraya menangkupkan kedua tangannya.
"Jiwa Spiritual sisa Ingatan dari Divine Beast?" sosok tersebut segera menyadari keberadaan Feng Huang yang tidak jauh dari dirinya.
"Senior, saya harap senior tidak marah, sebenarnya saja hanya ingin melepaskan segelnya saja, tapi tidak di sangka jika ternyata ada jiwa Spiritual yang menghuni cincin ini," ucap Fang An.
Sosok itu memperhatikan Fang An dan Feng Huang secara bergantian dan kemudian dia terkekeh.
"Hehehe… tidak apa-apa! Sudah sangat lama sekali aku tidak melihat manusia sejak aku jatuh ke tempat ini! Aku hanya tidak menyangka saja jika kamu berhasil selamat! Namaku Wang Lao Yi, siapa namamu?" tanya sosok tersebut.
Fang An terkejut setelah mengetahui sosok Jiwa Spiritual itu yang ternyata adalah Wang Lao Yi.
"Nama saya Fang An senior, dan ini guru saya!" jawab Fang An.
"Dia adalah gurumu? Kamu sangat beruntung bisa berguru kepada seekor Divine Beast!" kata Wang Lao Yi.
"Kau terlalu pandai berbicara! Aku juga tidak menyangka jika kamu bersembunyi di dalam Cincin mu, jika aku tidak salah tebak, kamu bersembunyi karena tidak mampu dengan Aura di dalam jurang ini bukan?" ucap Feng Huang.
Wang Lao Yi terkekeh mendengar itu, walau dia akui jika semua yang dikatakan oleh Feng Huang memang benar.
"Senior, maaf apakah Pedang senior bisa saya miliki?" tanya Fang An.
"Emmm Bagaimana ya untuk menjawabnya! Aku sama sekali tidak keberatan dengan hal itu, hanya saja pedang itu tidak sembarang orang bisa memakainya, pedang itu sangat berat, jadi butuh kekuatan besar untuk bisa mengangkat pedang itu!" jawab Wang Lao Yi.
"Kamu jawab saja apakah Fang An boleh memiliki pedang mu atau tidak?" kata Feng Huang dengan nada ketus.
"Jika kamu memang menginginkan pedang ku, maka kamu harus menjadi muridku terlebih dahulu, tapi sekarang kamu sudah menjadi murid seekor burung, apakah burung jelek itu mengijinkan kamu untuk menjadi murid ku?" tanya Wang Lao Yi.
"Aku tidak pernah mengikat peraturan pada muridku, dia bebas memilih dan berguru kepada siapapun!" ucap Feng Huang.
"Guru sudahlah! Kalian tidak perlu berdebat hanya karena diriku. Begini saja, aku akan bersedia menjadi murid Senior Wang, dan aku minta kalian jangan lagi berdebat!" kata Fang An menengahi mereka berdua.
"Keputusan yang sangat bagus!" kata Wang Lao Yi seraya menatap Feng Huang dengan tersenyum mengejek.
Feng Huang tentu tidak menyukai Wang Lao Yi, walau dia juga tidak keberatan jika Fang An harus menjadi murid Wang Lao Yi, namun dia merasa jika Wang Lao Yi sepertinya akan terus mencari masalah dengannya di masa depan.
Dalam segi kemampuan Kekuatan Feng Huang setahap lebih tinggi dari Wang Lao Yi, tapi itu bukan menjadi masalah bagi Wang Lao Yi.
"Baiklah, karena sekarang kamu sudah bersedia untuk menjadi muridku, maka aku serahkan Cincin ini kepadamu! Untuk bisa mempelajari ilmu pedang, itu tidak bisa di lakukan disini, sebab butuh waktu lama untuk bisa menguasainya, apalagi untuk bisa mengangkat Pedang Spiritual Langit ku, jadi jalan satu-satunya adalah memindahkan Pedang itu ke cincin ini."
Wang Lao Yi menjelaskan jika hanya Cincin miliknya yang bisa menyimpan Pedang Spiritual Langit itu.
Setelah selesai mendengarkan penjelasan Wang Lao Yi, Fang An segera memindahkan Pedang Biru itu setelah itu dia bersiap untuk keluar.
Fang An langsung melompat dengan menggunakan Teknik Langkah Petir nya kemudian dia mulai menaiki dinding tebing dengan menggabungkan Teknik Langkah Petir dan Teknik terbang yang baru dia kuasai.
Fang An bergerak cepat, dengan cahaya petirnya, dia bergerak bagai kilat menuju permukaan yang sangat jauh tinggi di atas.
__ADS_1