
Karena Singa Es sudah mencapai tahap Bumi 3, maka setiap serangannya tidak bisa diremehkan begitu saja oleh Fu Jianzi, sebab kekuatan seekor Binatang buas baik itu mulai dari Spirit Beast atau Anim Beast yang berada di tahap Bumi 3 akan mampu membuat seorang sekuat Fu Jianzi mengalami luka serius.
Walau seekor Binatang berkemampuan Bumi 3 tidak sepenuhnya mampu mengalahkan Fu Jianzi, namun jika dia bergabung dengan Mao Lin dan juga Chang Hanzi serta Mu Zhi Tian, bukan tidak mungkin Singa Es akan mampu membuat Fu Jianzi mengalami luka serius, bahkan bisa saja Singa Es akan membunuhnya.
"Dasar Binatang menjengkelkan, lebih baik kamu musnah saja dari Benua ku ini!" gerutu Fu Jianzi lalu dia melepaskan kekuatan penuhnya sehingga membuat langit menjadi gelap dan badai besar serta petir yang muncul membuat kehancuran di beberapa titik wilayah pertarungan sejauh ratusan meter.
"Formasi Pedang Matahari."
Suara dentuman aneh terdengar dari langit, hal ini menarik perhatian seluruh orang-orang yang sedang bertarung, dan setelah itu semuanya bisa melihat sebuah gambar segel berwarna merah di bawah gelapnya awan hitam.
Bentuk segel itu hampir sama dengan Segel Formasi Pedang Matahari milik Keempat Ketua Pilar yang di gabungkan, bahkan di tambah dengan bantuan dari Fu Hai, hanya saja Segel Formasi Pedang Matahari milik Fu Jianzi jauh lebih besar serta memiliki tekanan energi yang mampu membuat seluruh tempat perkemahan bergetar.
Ketiga Yu Jing elit segera naik dan bergabung dengan Singa Es, mereka berempat sama-sama merasakan tekanan kuat serta memiliki firasat buruk akan semua itu, dan tepat saat sebuah ujung Pedang Merah Raksasa muncul dari tengah-tengah Segel Formasi Pedang Matahari tersebut, seluruh tanah halus serta batu kerikil mulai diangkat ke udara dan semuanya terbang ke arah Pedang Merah Raksasa yang ada di atas.
"Inikah kekuatan penuhnya? Benar-benar sangat mengerikan!" kata Chang Hanzi.
"Jika kita berempat menggabungkan kekuatan kita menahan serangan besar itu, apa mungkin kita akan mampu?" tanya Mu Zhi Tian.
"Entahlah, namun daripada kita diam saja dan menunggu kehancuran kita tanpa melakukan perlawanan sedikitpun, alangkah baiknya kita mencobanya bukan? Setidaknya kita sudah berusaha semampu kita," kata Mao Lin.
Ketiganya akhirnya sama-sama setuju untuk menyatukan kekuatan mereka bertiga bersama dengan kekuatan Singa Es, maka mereka segera mencobanya.
Ini untuk pertama kalinya mereka mencoba menggabungkan kekuatan mereka bersama dengan seekor Spirit Beast, walau mereka tidak tahu akan seperti apa hasilnya, namun mereka akan tetap berusaha.
Mao Lin meminta Singa Es berada di depan mereka bertiga, dan setelah Singa Es berdiri di depan ketiganya, ketiga Yu Jing Elit itu saling berpegangan tangan lalu tangan kanan Chang Hanzi dan tangan kiri Mu Zhi Tian menyentuh punggung Singa Es sekaligus mentransfer energi mereka bertiga kepada Singa Es yang menjadi titik pusatnya.
__ADS_1
Kabut dingin langsung menyebar ke segala arah, hal tersebut membuat seluruh wilayah perkemahan mulai membeku, bahkan Desa Lianxai juga ikut membeku, untung saja seluruh Penduduknya sudah lebih dulu mengungsi sehingga mereka tidak perlu merasakan ketakutan dan merasakan fenomena tersebut.
Fu Jianzi terkejut melihat seluruh wilayah pertempuran menjadi beku, walau yang membeku hanya tanah dan benda-benda mati saja, namun hawa dinginnya cukup mampu untuk membuat semua orang yang memiliki kemampuan Yu Zhi kebawah harus menggigil kedinginan, dan akibatnya pertempuran di bawah langsung terhenti.
Masing-masing kedua kubu mulai mundur menjauhi perkemahan kecuali mereka yang memiliki kemampuan Yu Zhi keatas serta mayat-mayat yang gugur di pertempuran.
"Perlawanan yang cukup kuat, aku ingin tahu apakah kalian benar-benar sanggup menahan seranganku ini!" kata Fu Jianzi lalu dia melepaskan segelnya.
"Formasi Pedang Matahari - Pedang Membelah Matahari."
Suara dentuman seperti suara lonceng kuil terdengar menggema di udara, dan di saat yang bersamaan, Pedang Merah Raksasa dari dalam segel mulai keluar, dan baru seperti dua dari wujudnya yang mulai terlihat keluar dari dalam segel, pusaran badai raksasa langsung tercipta sehingga membuat Mu Yuan, Qin Shia Peng, Gu Fei Ming, Fang Xian dan Fang Yin, Para Panglima Perang, serta Ketua dari kelompok-kelompok besar dan kecil harus menarik diri dan mundur menjauhi pusaran angin besar yang berputar sekaligus membawa Awan hitam di langit yang ikut turun.
Singa Es Meraung Keras dan kemudian dia membuka mulutnya lebar-lebar, setelah Singa Es membuka mulutnya, Mao Lin, Mu Zhi Tian dan Chang Hanzi langsung berteriak keras menyalurkan seluruh energi mereka kepada Singa Es.
"Arghhh."
Sebuah Mata Tombak muncul dari tengah-tengah lingkaran segel Singa Es dan hal itu juga mengakibatkan sebuah hisapan energi yang berubah menjadi Pusaran Angin dari arah bawah mengarah ke udara.
Singa Es melepaskan Tombak Es nya yang tidak sebesar Pedang Merah Raksasa yang mulai turun bagai meteor dari langit, setelah itu kedua pusaran Angin milik kedua nya maju mengikuti kedua senjata yang akan segera bertabrakan di udara.
"Kita harus menjauhi tempat ini..!" seru Qin Shia Peng.
Semua orang segera bergerak mundur sejauh mungkin sebab efek dari kedua teknik itu semakin lama semakin meluas, dan bisa saja Desa Lianxai akan terkena dampaknya jika pusaran angin keduanya terus meluas.
Para Ketua Pilar juga segera menghampiri para murid-murid Sektenya dan menyuruh mereka untuk mundur sejauh mungkin, mereka tidak ingin para murid-murid yang tidak tahu apa-apa serta hanya menuruti perintah itu harus mati sia-sia di tengah-tengah amukan badai.
__ADS_1
Di saat yang sama, kedua teknik itu akhirnya saling bertabrakan di udara dan kedua pusaran angin juga ikut bertabrakan.
Begitu keduanya saling berbenturan, sebuah gelombang kejut kuat menerjang angin hingga menciptakan sebuah fenomena Pusaran cincin Angin di ujung pertemuan sebelum akhirnya sebuah kekuatan energi saling mendorong.
Singa Es dan Ketiga Yu Jing elit perlahan-lahan mulai terdorong mundur ke bawah, nyatanya gabungan kekuatan penuh mereka belum cukup mampu untuk menahan serangan besar Fu milik Jianzi.
Dengan sekuat tenaga, mereka tetap berusaha bertahan, namun semakin lama dorongan energi Fu Jianzi semakin kuat sehingga mereka berempat mulai kehabisan energi.
Fu Jianzi tersenyum lebar melihat mereka yang sudah tidak mampu lagi bertahan, dia menarik tangan kanannya dengan meluruskan dua jarinya dan kemudian berseru keras, "Lenyaplah kalian!" serunya yang disertai dengan dorongan dua jari tangan kanannya.
Bentuk Pedang Merah Raksasa itu kini menampakkan seluruh bentuknya, walau berada di dalam pusaran angin awan hitam, namun cahaya merah itu tetap terlihat sangat jelas.
Kini pedang itu dengan lancarnya mendorong Mata Tombak Es ke bawah, dan Singa Es serta Ketiga Yu Jing elit tidak lagi mampu bertahan terlalu lama sehingga tubuh mereka berempat langsung jatuh dan diikuti oleh ujung tombak yang hancur serta mata pedang yang melesat turun mengejar mereka.
"Berakhir sudah!" gumam Mu Yuan dan semuanya dengan wajah lesu dan pasrah saat melihat ketiga Yu Jing elit dan Singa Es yang sudah tidak mampu lagi bertahan, dan bisa dipastikan jika mereka berempat akan segera lenyap oleh serangan besar milik Fu Jianzi.
"Pedang Langit Biru - Tebasan Membelah Angin."
Saat semua orang menundukkan wajah mereka masing-masing dengan raut penuh kesedihan serta ketiga Yu Jing elit yang juga terlihat sudah pasrah, tiba-tiba saja ada sebuah suara seorang pria yang terdengar oleh beberapa orang saja, dan mereka yang mendengar itu segera melihat ke arah suara tersebut.
Karena angin terlalu kencang serta debu yang berterbangan, mereka sangat kesulitan untuk melihat wujud sosok tersebut yang sudah berada di atas Ketiga Yu Jing elit dan Singa Es.
Yang mereka lihat hanyalah sosok yang mengenakan jubah putih lengkap dengan penutup kepalanya, dan sosok tersebut memegang sebilah Pedang seraya melepaskan tebasan energi pedang berbentuk Angin Raksasa yang menebas lurus ke arah Pedang Merah Raksasa, dan setelah itu, Pedang Merah Raksasa langsung terpental dengan suara benturan keras dan disertai dengan ledakan besar.
Ledakan besar itu membuat semua orang semakin sulit untuk melihat sosok pria itu, namun dari semuanya hanya Singa Es dan Fang Yin yang mengenali sosok tersebut, mereka berdua merasakannya lewat ikatan batin mereka masing-masing.
__ADS_1
"Dia sudah kembali!" gumam Fang Yin sehingga membuat Mu Yuan, Fang Zui, Fang Xian dan semua orang terkejut mendengarnya, mereka semua mungkin agak bingung, namun beberapa di antaranya langsung menyadarinya.