
***
Akademi Puncak Angin Surga memiliki satu arena yang bisa melayang di udara, tinggi arena dengan permukaan tanah hanya dua meter, dan luas arenanya sendiri memiliki luas 20 meter, dan bentuk arenanya berbentuk bulat.
Tanpa terasa waktu sudah mencapai siang hari, dan anehnya semua murid akademi berbondong-bondong pergi ke Arena Akademi, tujuan mereka tidak lain adalah untuk melihat pertarungan murid baru melawan Lin Ying dari Kelompok Pedang Bintang.
Kabar akan tantangan pertarungan tersebut dengan cepat tersebar hingga semua murid mengetahui kabar akan pertandingan itu, dan dalang yang menyebarkan berita tidak lain adalah Anggota Kelompok Api Suci.
Semua murid berdiri di lantai dua menara Aula, dan di tengah-tengah lingkaran kosong aula tersebut Arena Pertandingan sedang mengambang, sedangkan para penonton bisa melihatnya dari atas.
"Kenapa ketua Fang An belum datang juga?" tanya salah satu anggota Petir Langit.
"Mungkin dia masih berlatih di dalam Kamar Aula Menara pelatihan!" jawab rekannya.
Mata Jian Kang dan Gui Lang memperhatikan ke sekelilingnya mencari keberadaan Fang An, namun mereka berdua sama sekali tidak melihat keberadaan ketua mereka.
Jangankan Jian Kang dan Gui Lang, bahkan Tang Chin dan Ying Huo dan beberapa anggota juga merasa cemas karena tidak melihat keberadaan Fang An, dan mereka semua hanya bisa diam saat banyak mata menatap ke arah mereka dengan tatapan yang merasa kasihan, sebab kelompok yang baru dibentuk itu harus menghadapi salah satu anggota kelompok terkuat.
Di tempat lain anggota Kelompok Pedang Bintang juga kebingungan melihat banyaknya murid yang berkumpul dan memenuhi seluruh lantai dua, hal tersebut membuat wajah Lin Hang menjadi lebih kusut.
"Sao Yi Feng, ini pasti ulahnya yang sudah menyebar luaskan akan pertandingan ini!" kata Lin Hang dengan mengepalkan kedua tangannya.
Lin Hang menoleh ke arah kelompok Api suci dan dia melihat Sao Yi Feng yang tersenyum lebar kearahnya, senyum licik yang ditunjukkan oleh Sao Yi Feng membuat Lin Hang yakin jika kelompok Sao Yi Feng benar-benar biang keladinya.
Bukan hanya para murid saja yang hadir disana, bahkan keempat Tetua juga datang dan mereka berempat duduk di kursi mereka yang berada di lantai tiga.
Setelah cukup lama menunggu, Xhang Gugu bangkit lalu dia melangkah maju seraya berbicara dengan suara pelan namun menggema.
"Hari ini ada pertandingan tantangan dari Kelompok Pedang Bintang menantang murid baru yang bernama Fang An, ini untuk pertama kalinya ada murid senior yang menantang juniornya, bahkan juniornya baru tiga hari berada disini, jadi kami para tetua juga akan mengawasi pertandingan ini!" kata Xhang Gugu lalu dia diam sesaat seraya menoleh ke arah tiga tetua lainnya.
Ketiga tetua mengangguk dan kemudian Xhang Gugu batuk pelan lalu mulai memanggil kedua murid yang akan bertanding di arena.
"Murid Lin Ying dan Murid Fang An, kalian berdua silahkan memasuki arena untuk memulai pertandingan kalian!" kata Xhang Gugu.
Angin berhembus kencang dari kelompok Pedang Bintang, dan kemudian sosok Lin Ying melompat ke udara dengan gaya berputar, hembusan energi hitam tajam bertebaran di udara dan berjatuhan hingga menancap di arena, dan Lin Ying melempar Pedangnya ke arena hingga Pedangnya tertancap dengan posisi berdiri, lalu Lin Ying mendarat tepat di atas gagang pedangnya dengan berdiri satu kaki diatas gagang pedangnya.
Sorak sorai para murid menggema saat melihat gaya yang ditunjukkan oleh Lin Ying, dan kebanyakan yang menjerit memanggil nama Lin Ying adalah para gadis.
"Hem, Sok keren! Tunggu saja saat Fang An menghajar mu, setelah kamu mendapatkan rasa malumu, aku ingin tahu apakah para gadis-gadis itu akan tetap meneriaki namamu?" celetuk Yan Hang.
Qiao Yi dan Zang Mei sama sekali tidak terpengaruh oleh pesona yang ditunjukkan oleh Lin Ying, mereka berdua justru merasa jijik melihat Lin Ying yang mencari perhatian hati para gadis-gadis, apalagi Bing Xuyue, dia bahkan sama sekali tidak melirik Lin Ying.
"Murid Fang An, aku minta padamu untuk segera memasuki arena!" kata Xhang Gugu.
Semuanya melihat kesana kemari mencari keberadaan Fang An, bahkan di anggota kelompok Petir Langit pun Fang An tidak terlihat.
"Anak itu pasti bersembunyi karena takut untuk melawan senior Lin Ying!" kata salah satu gadis.
"Murid baru itu sepertinya seorang pengecut, dia yang menerima tantangan itu, sekarang justru dia yang tidak berani keluar!" murid-murid lainnya juga mulai membicarakan Fang An.
"Apa iya anak itu bersembunyi karena takut? Tapi aku tidak yakin!" kata Sao Yi Feng.
"Murid Fang! Jika kamu tidak juga datang memasuki Arena, maka aku anggap kamu sudah kalah, dan Lin Ying adalah pemenangnya!" kata Xhang Gugu.
"Maaf Tetua, pertandingan ini harus memiliki hadiah serta hukuman yang setimpal, bagi yang menang bisa mendapatkan hadiah agar bisa berlatih di Kamar Aula Menara pelatihan lantai dua kebawah, dan sisanya tentang Bola hitam tetap akan menjadi taruhannya, dan jika kalah, maka harus ada hukuman atau setidaknya penurunan status keanggotaan, dan bagi kelompok baru maka kelompok tersebut harus dibubarkan!" kata Lin Hang.
__ADS_1
Lin Hang mengambil kesempatan ketidakhadiran Fang An untuk mendapatkan keuntungan serta membubarkan Kelompok Petir Langit, dan semua itu dia lakukan untuk membalas dendam akan sikap Fang An.
"Itu tidak adil! Ini terlalu berat bagi kami," kata Tang Chin.
"Siapa kamu, apakah kamu ketua kelompok Petir Langit?" tanya Lin Hang.
"Aku memang bukan siapa-siapa, dan aku juga bukan ketua Petir Langit, namun sebagai anggota Petir Langit, aku juga memiliki hak untuk memprotes ketidakadilan ini!" jawab Tang Chin.
"Hah! Kalau begitu kamu saja yang menggantikan ketua pengecut mu itu untuk bertarung denganku, bagaimana?" kata Lin Ying.
"Apa kamu pikir aku takut padamu?" kata Tang Chin yang bertanya sekaligus ingin melompat turun ke dalam arena.
"Hahaha! Kalau memang memiliki nyali, ayo turun dan lawanlah aku," kata Lin Ying yang semakin memprovokasi Tang Chin.
Tang Chin yang tersulut emosi berniat untuk melompat, namun Zang Mei dan teman-temannya menahan Tang Chin agar tidak terpengaruh oleh provokasi dari Lin Ying.
Tang Chin juga sadar jika kemampuannya berada di tahap yang berbeda dengan Lin Ying, namun dia tidak peduli karena Tang Chin tidak terima jika Lin Ying merendahkan Kelompoknya terutama saat Lin Ying menghina Fang An.
"Tenanglah Tang Chin, tunggu saja dulu, aku yakin ketua pasti akan datang!" kata Jian Kang.
"Cukup! Hentikan perdebatan ini," seru Xhang Gugu dan kemudian dia kembali berbicara saat situasi lebih hening.
"Lin Hang, permintaan mu itu tidak bisa aku kabulkan, ini bukan pertandingan resmi, jadi kami saja yang memutuskan akan hadiah apa yang akan di terima oleh pemenang, dan tidak ada konsekuensi apapun bagi yang kalah!" kata Xhang Gugu.
Xhang Gugu menjelaskan jika Lin Ying berhasil mengalahkan Fang An, maka Fang An harus memberikan Bola Kehidupan yang ia dapat serta memberikan satu Kunci energi nya kepada Lin Ying, begitu juga sebaliknya, jika ternyata Fang An yang berhasil mengalahkan Lin Ying, maka Lin Ying harus memberikan dua Kunci energinya, satu kunci energi untuk hadiah kedua, dan satu kunci energi kedua untuk menggantikan Bola Kehidupan yang tidak di miliki oleh Lin Ying.
"Sekarang kita tunggu beberapa saat lagi, jika ternyata Murid Fang An tidak juga datang, maka aku putuskan jika Lin Ying lah pemenangnya, dan Murid Fang harus memberikan Bola Kehidupan nya serta satu Kunci energi nya!" kata Xhang Gugu.
Semuanya saling berpandangan, dan saat-saat masih menunggu kedatangan Fang An, tiba-tiba saja ada suara dari arah Pintu Aula.
"Maaf aku terlambat datang!" kata sosok pemuda berambut putih yang muncul dari Pintu Aula Pelatihan.
"Akhirnya dia datang juga!" Yan Hang menghela nafas lega melihat Fang An yang muncul di pintu Aula Pelatihan.
Fang An berjalan ke arah Arena dan kemudian dia berhenti tepat di bawah arena yang mengambang di udara setinggi dua meter, dan beberapa mata yang tertuju ke arah pemuda itu justru mencibiri Fang An.
Tidak seperti Lin Ying yang melompat dengan gaya, Fang An justru hanya melompat biasa saja memasuki arena, dan semua murid hanya menertawakan cara Fang An yang biasa-biasa saja.
Sebenarnya Fang An juga terkejut melihat banyak sekali para murid yang berkumpul, dia tidak menyangka jika penontonnya akan sebanyak itu.
"Aku pikir kamu akan lari dan bersembunyi karena tidak berani melawanku!" kata Lin Ying.
"Aku tidak mungkin melakukan tindakan sepengecut itu Senior, lagipula untuk apa aku harus takut padamu? Kemarin saja andai bukan karena kakakmu yang datang menolongmu, mungkin saat ini kamu akan terbaring di tempat tidur!" jawab Fang An sekaligus dengan sindiran.
"Kau!"
Lin Ying benar-benar sangat marah sehingga dia melepaskan kekuatannya yang menyebabkan sebuah hembusan angin ke segala arah.
"Karena kedua peserta sudah berada di dalam Arena, kalian berdua dipersilahkan untuk memulai pertarungan kalian!" kata Xhang Gugu.
Baru saja Xhang Gugu selesai mempersilahkan mereka untuk bertarung, Lin Ying tanpa berpikir lama segera mencabut pedangnya lalu dia melesat sekaligus mengubah Aura Hitamnya menjadi Zirah Petarung.
"Tebasan Bintang Malam."
Fang An merajut kedua alisnya saat merasakan energi tak terlihat melesat ke arahnya, teknik yang dilepaskan oleh Lin Ying berbeda dengan Teknik sebelumnya saat bertarung dengannya di Dunia Sihir.
__ADS_1
"Bukankah ini terlalu gegabah namanya?" gumam Fang An dan tubuhnya melepaskan elemen petirnya dan kemudian dia bergerak menghindari energi tak terlihat itu.
Ledakan segera tercipta saat energi tak terlihat itu mengenai lantai arena, dan sebuah retakan segera terlihat oleh Fang An.
Para gadis bersorak sorai menyaksikan Lin Ying yang terus melepaskan serangannya kepada Fang An tanpa memberikan jeda sedikitpun, dan ledakan demi ledakan di lantai terus tercipta hingga membuat banyak retakan dimana-mana.
"Sepertinya kemampuan anak ini sudah naik ke tingkat 2!" gumam Sao Yi Feng.
"Sepertinya begitu, namun anak itu tidak menunjukkan kemampuan yang sebenarnya," jawab pemuda di sebelahnya.
"Aku jadi semakin penasaran, sebenarnya dia berada di tingkat berapa?" Sao Yi Feng benar-benar semakin penasaran kepada Fang An.
Jangankan Sao Yi Feng, bahkan Lin Hang juga dapat merasakan kekuatan Fang An yang meningkat hingga ke Tingkat 2, hanya saja Fang An terlihat masih menahan kemampuannya, dan anehnya Fang An hanya bergerak dengan kecepatan tinggi menghindari setiap serangan Lin Ying yang mematikan.
"Aku tidak akan memberikanmu waktu untuk memberikan serangan balasan padaku!" kata Lin Ying yang terus melepaskan serangannya.
Serangan Lin Ying semakin lama semakin agresif dan liar, namun serangannya terlihat brutal dan juga membabi-buta.
"Senior, serangan mu ini bisa menguras banyak energi mu, jika begini terus kamu bisa kelelahan!" ucap Fang An yang justru mengingatkan Lin Ying.
"Tutup mulutmu dan jangan mengajari ku, karena aku tahu apa yang aku lakukan, kamu bersiap saja untuk merasakan sakit yang lebih sakit dari kematian!" kata Lin Ying yang sama sekali tidak memperdulikan peringatan dari Fang An.
Lin Ying justru semakin menggila karena kebenciannya yang telah menutupi akal sehatnya, sepintas serangan Lin Ying terlihat lebih unggul dan menakutkan, namun dimata Sao Yi Feng, Lin Hang dan beberapa murid kuat lainnya serta para tetua, serangan Lin Ying justru terlihat berantakan.
"Apa yang ada dipikiran Lin Ying?" Lin Hang menggerutu melihat gerakan serangan adiknya yang berantakan.
"Sangat disayangkan!" gumam Han Yuwei seraya menggelengkan kepalanya dengan rasa kecewa
Setelah beberapa saat, serangan Lin Ying semakin melemah, terlihat sangat jelas jika dia sudah membuang banyak energinya, dan gerakan pedangnya pun juga mulai melambat dengan nafas yang sudah tidak teratur.
"Aku sudah mengingatkanmu Senior, tapi kamu justru tidak mendengarkan nasehatku serta memperbaiki kesalahan mu, dengan ini akulah yang akan menjadi pemenangnya!" kata Fang An.
Lin Ying sama sekali tidak peduli akan hal itu, dia mengangkat pedangnya dan kemudian menebas kearah kepala Fang An.
"Tankkk!"
Pedang Lin Ying ditahan dengan kedua telapak tangan Fang An lalu Fang An menarik pedang tersebut hingga terlepas dari tangan Lin Ying dan kemudian membuang pedang itu keluar dari arena.
Lin Ying yang terkejut tidak sempat bereaksi karena Fang An sudah menggerakkan telapak tangannya dan kemudian Fang An melepaskan satu serangan tapak kearah dada Lin Ying yang kelelahan, hal itu membuat Lin Ying panik dengan kedua mata menatap telapak tangan Fang An yang ditutupi oleh elemen Api.
Begitu tapak itu mengenai dada Lin Ying yang terlindungi oleh Zirah Petarung nya, Zirah hitam itu langsung hancur, dan tubuh Lin Ying terhempas hingga keluar dari arena dan menabrak salah satu patung batu hingga hancur.
Lin Ying muntah darah setelah terkena serangan tersebut, padahal Fang An sudah mengurangi Energinya, namun Lin Ying hampir kehilangan kesadarannya setelah merasakan sakit di dadanya.
Lin Hang, Sao Yi Feng, dan semua murid selain Kelompok Petir Langit terkejut saat melihat Lin Ying yang dikalahkan hanya dengan satu serangan ringan.
Mereka tidak tahu jika sebenarnya Fang An sengaja tidak melawan dari awal karena dia sudah tahu akan sifat Lin Ying dari Sao Yi Feng, karena itu saat Lin Ying menyerangnya dengan membabi-buta, Fang An menunggu Lin Ying kelelahan lebih dulu agar bisa memberikan serangan ringan yang tidak akan membuat Lin Ying terluka parah.
Xhang Gugu bangkit seraya melihat kondisi Lin Ying dari atas, dan setelah itu Xhang Gugu pun mengumumkan pemenangnya.
"Pemenangnya adalah Fang An ketua Kelompok Petir Langit!" kata Xhang Gugu.
Seluruh anggota kelompok Petir Langit bertepuk tangan dengan memuji Ketua mereka, begitu juga dengan Anggota Kelompok Api Suci, sedangkan anggota Pedang Bintang merasa kesal karena Lin Ying dapat dikalahkan dengan sangat mudahnya.
"Ini seperti pertarungan seorang Yu Zha melawan Yu Zhu saja!" kata salah satu murid.
__ADS_1
"Terimalah rasa malumu senior sok keren!" kata Yan Hang yang mencibiri Lin Ying.
Dari awal Yan Hang dan semua anggota kelompok Petir Langit sudah yakin jika Fang An lah yang akan menang, oleh karena itu mereka sangat senang karena akhirnya Kelompok Petir Langit mereka kini mulai dikenal oleh semua murid di dalam akademi.